Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 21 ~ Sopan Santun Kepada Senior


__ADS_3

Matahari terbit dengan ketinggian 30 derajat. Awal hari yang baru, sudah saatnya murid-murid tingkat ketiga bangun untuk latihan. Setelah bersiap-siap, Gao Ming keluar dari rumahnya lalu bergegas menuju ke tempat latihan.


Tempat latihan kosong. Gao Ming mendesah lalu menggelengkan kepala.


"Apa anak-anak itu ketiduran? Aku tidak bisa terus bersiap lembut kepada mereka, kali ini aku harus menghukum mereka agar kapok dan datang ke tempat latihan tepat waktu."


Langkah Gao Ming berlanjut sampai di depan asrama murid tingkat ketiga. Betapa terkejutnya Gao Ming, ketika melihat hampir semua murid tingkat ketiga telah terkapar di depan asrama.


Tubuh mereka bergetar kelelahan, napas mereka kacau mencari oksigen. Ke mana semua murid yang selalu energik itu? Mereka kelihatan habis menjalani pelatihan yang sangat ekstrim.


Di depan semua murid yang telah tumbang, Gao Ming melihat seorang bocah berusia 8 tahun masih berdiri dan sedang menjalani latihan. Bocah itu adalah Li Yao, murid tingkat ketiga yang baru bergabung.


Dengan tubuh kurusnya, Li Yao mengangkat dua keranjang penuh batu besar menggunakan sebuah batang besi. Kaki Li Yao naik turun, tangannya gemetaran menahan batang besi.


"9997!" seru Li Yao agak keras. Setiap kakinya naik sehabis turun, Li Yao terus mengucap angka-angka itu sebagai contoh agar para murid lainnya tetap bersemangat dan tidak ingin kalah.


"9998!"


Gao Ming tercengang melihat kegigihan Li Yao. Tampak jelas bila Li Yao telah mencapai batas dan sangat kelelahan. Walau demikian, anak itu tetap melanjutkan sampai memenuhi target pelatihannya.


"9999!"


"10000!"


Usai mengucapkan kata 'sepuluh ribu', Li Yao meletakkan batang besi dengan dua keranjang penuh batu besar itu ke atas lantai. Mata anak itu melirik Gao Ming, sebelum akhirnya tidur di lantai sama seperti murid lainnya.


"Sebenarnya, apa yang telah terjadi kepada kalian?" tanya Gao Ming kepada sekelompok murid yang berada persis di hadapannya.


Murid-murid itu saling menatap satu sama lain, terlihat ragu dan ketakutan.


"Eh, kenapa mereka ragu-ragu seperti itu dihadapanku?" tanya Gao Ming di dalam hati.


Merasa tak akan mendapatkan jawaban, Gao Ming berjalan menghampiri Li Yao yang tengah terbaring. Kedatangan Gao Ming membuat Li Yao langsung berdiri, Li Yao tahu Gao Ming pasti akan mempertanyakan apa yang telah dilakukannya.

__ADS_1


"Nak, apa yang telah kamu lakukan?" tanya Gao Ming agak heran. Baru satu hari berlalu semenjak kedatangannya, namun anak itu telah menundukkan seluruh murid tingkat ketiga di bawah otoritasnya.


"Ini cuma latihan pagi yang telah kami tentukan dimulai sejak hari ini. Karena ini hari pertama, kakak-kakak semua sangat bersemangat sampai terlalu memaksakan diri," jawab Li Yao.


Semua murid di belakang punggung Gao Ming mengeleng-gelengkan kepala, mereka semua mencoba memberitahu Gao Ming kebenarannya. Saat Gao Ming menoleh ke belakang, Li Yao tersenyum sembari memandang mereka dengan niat jahat.


Semua murid tingkat ketiga diam. Senyum Li Yao yang menakutkan sudah terukir jelas di dalam kepala mereka. Mereka semua tak ingin mencari masalah lagi dengan Li Yao.


"Wah, Lihat ini! Mereka semua takut dengan murid baru. Bagaimana bisa mereka menyebut diri mereka sebagai murid Sekte Jalan Pegunungan? Sudah aku duga, aku harus mendisiplinkan murid baru yang liar ini," pikir Gao Ming, kembali menatap Li Yao yang sedang bersiul tak tahu malu.


"Jangan berbohong! Berani sekali kamu. Kita Sekte Jalan Pegunungan punya aturan tersendiri. Siapa yang menyuruh kamu mengorbankan waktu tidur untuk latihan?" bentak Gao Ming.


"Kami bisa menjadi kuat dengan ajaran Tetua, tapi kami bisa menjadi lebih kuat bila ada upaya dari kami sendiri," jawab Li Yao sabar.


"Walau begitu... "


"Satu bulan," potong Li Yao.


"Mohon berikan saya waktu satu bulan! Saya pasti akan memperlihatkan hasil latihan kami yang memuaskan kepada Tetua. Meski latihan ini sangat berat, kakak-kakak tetap berlatih dengan gigih tanpa mengeluh sama sekali," jelas Li Yao.


Gao Ming menoleh ke belakang, melihat reaksi murid-murid lainnya.


"Ya!" jawab mereka semua dengan lemas, mereka terpaksa menjawab demikian karena diancam oleh Li Yao.


"Mereka tidak berani mengeluh di hadapannya, ya?" ucap Gao Ming di dalam hati seraya melirik Li Yao.


Li Yao memang bukan bocah biasa, apalagi setelah mendengar cerita ketua sekte. Identitas Li Yao sangat misterius. Apakah Li Yao bisa menjadi harapan untuk membangkitkan Sekte Jalan Surgawi? Gao Ming berpikir kalau sebaiknya ia membiarkan bocah itu.


Walau begitu...


"Apa yang paling utama saat berhubungan dengan kakak seperguruanmu?" tanya Gao Ming, ia tidak ingin Li Yao sombong dan tidak hormat kepada para seniornya.


"Tentu saja sopan santun. Jauh di dalam hati, saya sangat menghormati para kakak-kakak senior." Li Yao berbohong dengan sangat lancar.

__ADS_1


"Oh?" Gao Ming terlihat senang mendengar jawaban Li Yao.


Begitu Gao Ming berbalik, ia langsung memberikan apresiasi kepada semua murid.


"Kalian sudah berlatih dengan sukarela sejak subuh. Aku sebagai pelatih kalian merasa sangat bangga Jika kalian terus berlatih seperti ini, kalian pasti akan mendapatkan hasil yang sangat luar biasa!"


"Lanjutkan! Kita akan memulai latihan setengah jam lagi," sambung Gao Ming lalu berjalan meninggalkan tempat tersebut.


"Apa?"


"Te-tetua... ! Tolong k-kami... "


Tubuh semua murid di tempat itu bergetar, mereka tidak percaya bahwa pelatih mereka akan menyetujui usulan bocah gila tersebut.


"Kakak-kakak yang aku hormati, aku kan nggak mau membunuh kalian! Ayo kita bicara sebentar di dalam asrama!" ucap Li Yao seraya menaikkan kedua ujung bibirnya.


Semua murid di tempat itu seketika langsung merinding.


***


Setelah memberikan pelajaran ekstra kepada para kakak senior, Li Yao membuang waktu istirahatnya untuk datang menghampiri ruangan kepala Sekte.


Pintu di ketuk, Li Yao segera mengenalkan dirinya. Tidak lama kemudian Ketua Sekte Tao Zhen mempersilakan Li Yao untuk masuk. Li Yao kembali memasuki ruangan yang sederhana itu.


Di dalam ruangan itu, terlihat Tao Zhen sedang berdiri memandang lingkungan Sekte Jalan Pegunungan melalui jendela. Ruangan khusus ketua sekte memang di bangun di tempat yang tinggi, agar bisa mengawasi seluruh sekte.


"Ada apa, Nak? Kenapa kamu mengunjungiku?" tanya Tao Zhen, ia berbalik lalu menatap seorang bocah yang baru memasuki ruangannya.


"Saya ingin membahas sesuatu dengan ketua," jawab Li Yao.


"Oh, apa yang mau kamu bahas?" tanya Tao Zhen seraya mengelus janggutnya yang masih hitam, merasa tertarik.


"Aku ingin murid tingkat ketiga berhenti berlatih dengan Teknik Pedang Menembus Awan dan Teknik Dasar Perjalanan ke Gunung. Mereka harus fokus berlatih menggunakan Teknik Dasar Memulai Perjalanan!"

__ADS_1


Mata Tao Zhen membelalak, ia tidak menduga Li Yao ingin membahas hal sepenting itu.


__ADS_2