Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 58 ~ Rahasia Ketua Sekte


__ADS_3

"Begitulah yang telah terjadi," ucap Tao Yuhan panjang lebar, cerita tentang kejadian semalam akhirnya selesai juga.


Li Yao mendengarkan cerita Tao Yuhan dengan saksama. Setelah Deng Xue muncul, Tao Yuhan tiba-tiba melepaskan cengkeraman tangannya dari tangan Huli.


Kurang lebih apa yang terjadi setelah itu, Huli langsung bergegas memeluk kaki Deng Xue dengan sangat erat. Waktu itu Tao Yuhan masih bersikeras untuk membawa Huli bersamanya.


Walau demikian, Huli tetap menolak. Gadis itu bahkan melontarkan berbagai kata untuk menjelek-jelekkan Tao Yuhan. Setelah beberapa jam mencoba untuk membujuk Huli, Tao Yuhan akhirnya menyerah.


Tao Yuhan sadar bahwa dirinya mustahil untuk membawa Huli, dengan kata-kata maupun dengan kekerasan paksa. Jika Tao Yuhan memaksa untuk membawa Huli, gadis kecil itu kemungkinan besar pasti akan melarikan diri, terutama saat Tao Yuhan tidak mengawasinya.


Seandainya begitu, maka Tao Yuhan harus mencarinya lagi. Itu adalah hal yang sangat merepotkan.


Tidak punya pilihan atau malas bertanggung jawab, Tao Yuhan memutuskan untuk membiarkan Huli tinggal bersama Deng Xue.


Apakah Tao Yuhan sudah melupakan janjinya kepada ibu Huli? Tak ada yang tahu. Padahal Tao Yuhan sudah diberikan permata siluman yang sangat berharga.


Bagaimana bisa Tao Yuhan membuat keputusan tak bertanggung jawab itu? Walau Tao Yuhan terkesan tak tahu malu, sepertinya keputusan untuk membiarkan Huli tinggal bersama Deng Xue adalah keputusan terbaik.


"Setelah itu? Apa cuma itu yang Kakak lakukan? Kakak tidak membuat masalah, 'kan?" tanya Li Yao agak cemas, ia mencemaskan masalah yang Tao Yuhan perbuat setelah keluar dari tempat tersebut.


"Aku cuma menghajar satu pemuda botak yang mengesalkan, dia mengingatkanku dengan kelompok botak yang waktu itu." Tao Yuhan menjawab dengan gampangnya.


Li Yao menghembuskan napas panjang, semoga saja memang tidak ada masalah. Selama beberapa hari berikutnya, Li Yao menetap di kediaman Tao Yuhan untuk memulihkan dirinya.


***


Empat hari kemudian, Tao Zhen pergi ke hutan belakang sekte untuk mengunjungi Tao Yuhan. Biasanya Tao Zhen memang menjenguk anak perempuannya setiap satu minggu sekali.


Kali ini Tao Zhen memiliki alasan lain saat mengunjungi Tao Yuhan, yaitu ia ingin melihat bagaimana keadaan Li Yao sekarang. Waktu itu keadaan Li Yao benar-benar parah. Tao Zhen pikir luka yang derita Li Yao pasti akan mengganggu perkembangan kultivasinya.

__ADS_1


Tapi pemikiran itu ternyata salah.


Saat Tao Zhen melihat keadaan Li Yao secara langsung, ia bisa melihat dan merasakan bila tubuh Li Yao sedang memulihkan diri. Li Yao memang belum sembuh, namun luka-luka yang dapat mengganggu kultivasinya sebagian besar sudah membaik.


"Bagaimana keadaan murid tingkat ketiga? Apa mereka bermalas-malasan selagi aku tidak ada?" tanya Li Yao santai kepada Ketua Sekte Jalan Pegunungan, Tao Zhen.


"Selama kamu sedang tidak ada di sana, mereka tetap berlatih dengan sangat giat." Tao Zhen menjawab sambil tersenyum.


Mereka berbincang-bincang selama kurang lebih satu jam. Tao Yuhan ada disana bersama mereka, namun gadis itu tidak berbicara ketika ia tidak diberikan pertanyaan.


Tao Yuhan memang begitu.


"Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan kepadamu," ucap Tao Zhen tiba-tiba dengan suara yang misterius.


"Ikuti aku!"


Di dalam kamar tersebut, Li Yao melihat setengah ruangannya di pagari oleh jeruji besi, dindingnya bahkan dipasangi banyak rantai dan borgol yang tergeletak di lantai. Layaknya penjara, di dalam jeruji besi itu terdapat kasur yang biasanya di gunakan Tao Yuhan untuk tidur.


Seorang gadis muda tidak seharusnya tinggal di dalam kamar seperti itu. Bagaimana bisa Tao Zhen menyiapkan kamar seperti penjara untuk anak perempuannya?


Apalagi setelah Li Yao perhatikan, logam yang ada di tempat itu bukanlah logam biasa. Itu adalah logam yang biasanya digunakan untuk menciptakan pusaka.


Tanpa memberikan penjelasan sama sekali, Tao Zhen menggeser karpet di lantai lalu menarik sebuah pegangan besi. Jalan menuju ke bawah tanah tiba-tiba terbuka.


Sekali lagi Tao Zhen mengajak mereka untuk mengikutinya, turun melalui tangga ke sebuah ruangan yang ada di bawah tanah. Li Yao dan Tao Yuhan mengikutinya tanpa bertanya


"Seharusnya aku menunjukkannya kepadamu lebih awal, tapi saat itu aku belum bisa mempercayaimu," ungkap Tao Zhen, setelah mereka sampai ke ruangan rahasianya.


Ruangan itu gelap.

__ADS_1


Tao Zhen lekas menghidupkan beberapa lentera yang ada di dalam ruangan tersebut. Beberapa titik api muncul, menerangi segala penjuru ruangan dengan pencahayaan yang remang-remang.


Di tengah ruangan, Li Yao melihat sebuah prasasti batu setinggi tiga meter. Prasasti tersebut memiliki lima sisi, di setiap sisi terdapat goresan-goresan tipis yang merangkai berbagai alunan kata.


Itu adalah prasasti batu yang di ciptakan oleh Li Yao, berisi Seni Jalan Surgawi Chapter Pertama sampai Keenam. Prasasti yang di cari Li Yao pada saat pertama kali tiba di Sekte Jalan Pegunungan.


Rupanya selama ini Ketua Sekte dan para Tetua menyembunyikannya di tempat ini.


"Waktu pertama kali tiba kamu pernah menanyakannya, bukan?" tutur Tao Zhen seraya mengelus permukaan batu yang kasar.


"Jadi selama ini Ketua menyembunyikannya di sini? Aku pikir Pelatih Gao Ming benar-benar sudah menyingkirkannya," ucap Li Yao sedikit bercanda.


Sekarang semuanya jadi masuk akal. Sejak melihat Tao Yuhan menguasai Seni Jalan Surgawi, Li Yao sudah menduga bila prasasti batu yang ia tulis sedang disembunyikan.


"Prasasti batu ini di tulis sendiri oleh pendiri sekte kita menggunakan pedangnya. Seperti yang kamu lihat, di setiap permulaan batu tertulis panduan untuk mempelajari Seni Jalan Surgawi. Dari chapter pertama sampai kelima," jelas Tao Zhen.


Kepala Li Yao menggeleng pelan, sebenarnya prasasti batu ini berisi panduan untuk mempelajari Seni Jalan Surgawi Chapter Pertama sampai Keenam. Chapter keenam hanya bisa di pelajari setelah menggabungkan tulisan di kelima sisi permulaan batu.


"Ada sembilan chapter dalam Seni Jalan Surgawi. Aku tak tahu kenapa pendiri hanya menulis sampai chapter kelima, pasti ada alasannya," sambung Tao Zhen.


Jika di hitung sesaat sebelum kematian Li Yao, maka Seni Jalan Surgawi sekarang memiliki sepuluh chapter.


"Kamu seorang jenius dan masih sangat muda. Aku tahu kamu sudah mempelajari Seni Jalan Surgawi, tapi itu tak akan cukup." Tao Zhen menatap Li Yao dengan sinar penuh harapan di dalam bola matanya.


"Prasasti ini pasti akan sangat membantumu untuk menguasai Seni Jalan Surgawi. Sekarang aku sudah mengizinkanmu, kamu bebas mempelajari Seni Jalan Surgawi dari prasasti batu yang ditulis langsung oleh pendiri."


Li Yao tersenyum mendengar pernyataan Tao Zhen, pasti Tao Zhen berpikir bila Li Yao hanya menguasai dua atau tiga chapter. Pemikiran itu dapat dimaklumi, sebab Tao Zhen tidak tahu kalau Li Yao adalah pencipta Seni Jalan Surgawi.


Ia adalah pendiri Sekte Jalan Surgawi.

__ADS_1


__ADS_2