Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 45 ~ Rubah Emas


__ADS_3

Fisik Tao Yuhan sudah kembali normal, matanya yang berwarna ungu dan urat di sekitar matanya telah kembali seperti biasa. Walau begitu, Li Yao tetap merasakan sesuatu yang berbeda dari Tao Yuhan.


Semenit telah berlalu, sejak Tao Yuhan mulai mengejar gadis kecil yang misterius itu. Li Yao hanya bisa pasrah mengikutinya dari belakang.


Pertarungan antara Cheng Lei dan monster tersebut telah berakhir. Sekarang Li Yao sudah tidak merasakan Qi iblis dari arah pertempuran mereka. Siapa yang menang diantara mereka berdua? Li Yao tak tahu pasti.


Hawa keberadaan keduanya menghilang hampir di saat yang bersamaan, namun hawa keberadaan yang pertama kali menghilang tidak lain adalah Cheng Lei. Fakta itu memperkuat analisis Li Yao bila monster tersebut belum mati.


Mungkin Cheng Lei sudah tewas, akan tetapi Li Yao tidak terlalu yakin. Seorang pendekar surga tidak akan mati semudah itu. Li Yao jauh lebih percaya bahwa Cheng Lei pergi melarikan diri.


Daripada mengikuti gadis kecil yang sangat mencurigakan itu, sebenarnya Li Yao ingin memeriksa lokasi pertempuran Cheng Lei dan makhluk tersebut. Andaikan saja Tao Yuhan bisa diajak bekerja sama.


Pergi sendirian ke lokasi pertempuran itu bukanlah keputusan yang baik. Bagaimana jika monster tersebut masih berkeliaran di sekitar sana? Kekuatan Li Yao masih belum cukup untuk menghadapi makhluk setingkat pendekar surga.


Langkah Tao Yuhan melambat, kini ia mensejajarkan dirinya tepat di sebelah Li Yao.


"Jangan beritahu ayahku, kalau aku bertarung tidak menggunakan pedangku!" ucap Tao Yuhan dingin.


"Kenapa?" tanya Li Yao bingung. Ia masih mengingat amanah yang diberikan oleh ketua sekte, bahwa Tao Yuhan tidak boleh melepas pedangnya.


"Pokoknya jangan!"


"Maksudku kenapa kamu tidak menggunakan pedangmu?" Li Yao memperjelas pertanyaannya.


Mendadak Tao Yuhan menatap Li Yao layaknya menatap orang bodoh. Sesungguhnya siapa diantara mereka yang bodoh? Li Yao tidak suka di tatap seperti itu.


"Apa kamu mengkhawatirkanku? Apa kamu berpikir kalau aku tidak akan bisa bertahan dalam gelombang binatang buas?" tutur Li Yao heran sendiri, pemikiran itu tiba-tiba muncul di kepalanya.


Tao Yuhan diam.


Li Yao menahan dirinya untuk tidak tertawa sinis. Sebagai seseorang yang pernah mencapai puncak, ia tidak pernah merasa diperlakukan seperti ini.

__ADS_1


"Apa aku kelihatan lemah?" ucap Li Yao seakan berbicara seorang diri.


"Kakak jangan pernah mengkhawatirkanku! Walau kelihatan begini, aku kuat dan punya banyak trik kecil."


Hening.


"Pokoknya jangan beritahu ayahku!" ulang Tao Yuhan.


Semenit berlalu lagi, langkah kaki sosok gadis tersebut semakin cepat. Kenyataan itu sudah jelas sangat tidak wajar. Seandainya Tao Yuhan tidak melarang Li Yao untuk menangkap gadis mencurigakan itu, Li Yao pasti sudah mengejarnya dengan kecepatan penuh.


Gadis mencurigakan itu lekas memasuki sebuah gua yang cukup besar. Pasti ada sesuatu di dalam gua tersebut, firasat Li Yao mengatakan itu. Li Yao menghentikan langkah kakinya, namun Tao Yuhan tanpa berpikir langsung memasukinya.


Li Yao mendesah pasrah lalu terpaksa mengikuti Tao Yuhan. Di dalam gua yang gelap, Li Yao tiba-tiba melihat gadis mencurigakan itu melompat ke arah Tao Yuhan lalu memeluknya.


"Huli, hentikan!" ucap Tao Yuhan, merasa terganggu dengan pelukan oleh gadis kecil bernama Xiao Huli.


"Huli sudah lama tidak bertemu Kakak! Huli kangen!" balas gadis kecil itu manja.


"Awalnya Huli mencari Kakak di tempat biasa, tetapi Huli tidak melihat Kakak dimana-mana. Huli pulang lalu mencium bau darah yang sangat lezat, ternyata Kakak sedang berada di sana." Huli menjelaskan alasannya berada di tempat itu.


"Kenapa mencariku?" Tao Yuhan menginterogasi.


"Ibu ingin berbicara dengan Kakak," jawab Huli dengan polosnya.


Kedua gadis itu terlihat seperti sepasang saudari, adik dan kakak. Mereka sangat kontras. Huli ceria dan polos, sedangkan Tao Yuhan dingin dan datar. Melihat pemandangan tersebut, Li Yao berulang kali mengucapkan misinya di dalam hati.


"Sebelum itu... "


Tao Yuhan melirik Li Yao, kemudian mengucapkan sesuatu yang tidak terduga dalam situasi ini.


"Kamu pernah bilang bila kamu sedang mencari majikanmu. Apakah majikanmu adalah dia?"

__ADS_1


Mata Huli yang indah itu segera mengarah pada Li Yao. Li Yao hanya diam, di dalam hatinya ia bertanya-tanya tentang maksud perkataan Tao Yuhan.


Apakah Tao Yuhan sedang membahas kebohongan yang diucapkan Li Yao tentang hewan peliharaan atau semacam itu? Li Yao tak menyangka Tao Yuhan masih mengingat kebohongan konyol tersebut.


"Siapa dia?" tanya gadis kecil itu bingung.


Tatapan Tao Yuhan semakin dingin saat menatap Li Yao. Li Yao buru-buru mengakui kebohongannya, bisa gawat jika Tao Yuhan mempercayai semua kebohongannya.


"Berhenti menatapku seperti itu! Aku akui, saat itu aku memang berbohong. Sebenarnya waktu itu aku pergi ke tempat rahasiaku, jadi tak mungkin aku memberitahumu."


"Tapi siapa yang akan tertipu dengan kebohongan konyol itu? Kamu seharusnya sadar bila aku cuma berbohong!" ujar Li Yao dengan nada meninggi, berada di tubuh anak kecil membuatnya sulit mengendalikan emosi.


"Jadi kamu memang berbohong?" ucap Tao Yuhan tak percaya.


"Kamu masih percaya?" jawab Li Yao juga tak percaya.


Hening kembali.


"Ayo kita temui ibu!" Huli mengajak dengan canggung, kelihatannya Huli menyadari keheningan aneh yang tercipta diantara Li Yao dan Tao Yuhan.


Li Yao dan Tao Yuhan segera mengikuti Huli yang masuk lebih jauh ke dalam gua. Gua itu sangat gelap, cahaya bulan sama sekali tidak masuk ke dalam gua tersebut. Untung saja indra Li Yao sangat tajam. Walau tak bisa melihat dalam gelap, ia tetap bisa bergerak dengan leluasa.


Berbeda dengan Li Yao, mata Tao Yuhan tampaknya bisa melihat di dalam gelap sejelas saat siang hari. Tidak berselang lama, mereka akhirnya sampai di bagian gua yang sangat luas.


Di tempat itu, cahaya bulan yang lembut dapat masuk lewat langit-langit gua yang berlubang-lubang. Li Yao tercengang. Tepat di bawah pancaran sang dewi malam, ia melihat seekor rubah raksasa berbulu emas tengah berbaring damai.


Rubah emas raksasa itu memiliki 7 ekor di belakangnya. Li Yao sadar bila dirinya sekarang sedang berhadapan dengan makhluk setingkat Raja Pendekar.


Menurut legenda, rubah emas punya kesempatan untuk berkembang menjadi Siluman Neraka yang sangat kuat. Semakin banyak jumlah ekornya, maka semakin kuat pula kekuatan yang dimiliki oleh rubah emas.


Ketika rubah emas memiliki 9 ekor, bahkan penguasa surga sekalipun akan kesulitan mengalahkannya walau bekerja sama. Rubah emas adalah jenis siluman yang sangat langka, Li Yao tidak menyangka akan melihatnya pada kehidupan kali ini.

__ADS_1


__ADS_2