Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 61 ~ Murid Baru


__ADS_3

Ruangan itu lenggang.


Seluruh murid tingkat ketiga tiba-tiba menahan napas. Pada titik ini, mereka pikir Li Yao sebentar lagi pasti akan mengamuk. Semua murid di ruangan tersebut memusatkan pandangan mereka ke arah Li Yao, tidak terkecuali dengan murid-murid tingkat kedua yang lain.


Berbeda dengan murid-murid tingkat ketiga yang terlihat gugup, kebanyakan murid tingkat kedua malah memandang Li Yao seperti memandang sebuah pertunjukan menarik.


"Maaf, aku tidak sengaja!" ucap Wu Wujing seakan sedang merasa bersalah, padahal wajahnya tengah tersenyum sinis.


Li Yao menundukkan wajahnya, ia menghiraukan permintaan maaf dari Wu Wujing.


Sesaat Shao Yahui dan Wu Wujing merasa puas. Mereka senang melihat reaksi Li Yao yang sedang tidak berdaya. Di sisi lain, Yin Min hanya menggelengkan kepalanya saat melihat kejadian itu.


Sungguh kekanak-kanakan sekali, begitulah pemikiran Yin Min. Yin Min tidak suka melihat tindakan temannya barusan. Meski demikian, ia tidak berusaha menghentikan tindakan mereka.


Pintu ruangan tiba-tiba dibuka, Gao Ming melangkah masuk lalu melihat keadaan Li Yao. Pakaian Li Yao telah basah, anak itu sekarang sedang berdiri di dekat tiga murid tingkat kedua yang paling kuat.


"Apa yang sedang kalian bertiga lakukan?!" ujar Gao Ming marah, di perhatikan sekilas saja sudah jelas bila mereka tengah merundung Li Yao.


Shao Yahui, Wu Wujing, dan Yin Min terkejut melihat kedatangan Gao Ming. Mereka tidak menduga bahwa Gao Ming akan datang pada saat makan malam. Biasanya Gao Ming tidak pernah makan di tempat sama dengan murid-murid.


Sebenarnya alasan Gao Ming datang ke tempat ini adalah untuk melihat keadaan Li Yao. Seharian ini Gao Ming sangat sibuk melatih murid sambil naik turun gunung mengurus bisnis sekte. Ia tidak punya kesempatan untuk menjenguk Li Yao, selain pada malam hari.


Menurut perkataan Tao Zhen, Li Yao menderita luka yang sangat parah setelah misi waktu itu. Gao Ming sangat khawatir mengenai keadaan Li Yao. Sebab itulah Gao Ming ingin bertemu dengan Li Yao.


"Bagaimana bisa kalian merundung adik junior yang baru pulang setelah dirawat?! KELUAR! Kalian harus menerima hukuman atas apa yang telah kalian lakukan!" bentak Gao Ming.


"Aku hanya menur-"


"Diam!" Gao Ming memotong perkataan Wu Wujing.


"Aku tida-"


"Kalian bertiga harus dihukum!" Gao Ming juga memotong perkataan Yin Min.


Mereka bertiga menghela napas secara serentak. Sebelum keluar dari ruangan tersebut, sekilas mereka memandang Li Yao yang masih menunduk menatap lantai. Tanpa mereka semua sadari Li Yao tengah tersenyum lebar, ia sedang berusaha menahan tawanya.

__ADS_1


Inilah yang Li Yao tunggu.


Sejak awal, Li Yao memang sudah bisa merasakan bila Gao Ming sedang berjalan ke ruang makan. Sebab itulah ia tidak menghindari seluruh gangguan Wu Wujing. Ia ingin mereka mendapatkan hukuman dari Gao Ming.


Sekarang Li Yao tidak berdaya, ia tidak bisa melawan mereka dengan kondisi tubuhnya yang seperti ini. Cuma itu cara satu-satunya untuk membalas perbuatan mereka.


"Setelah makan malam, pergilah untuk melaporkan kepulanganmu kepada Ketua Sekte!" ucap Gao Ming, ia lekas membawa ketiga murid yang sudah mengganggu Li Yao untuk dihukum.


Gao Ming telah melihat keadaan Li Yao dan menyampaikan pesan Tao Zhen. Sekarang ia sudah tidak punya alasan untuk berada di dalam ruangan itu, selain untuk menghukum mereka bertiga.


***


Mata Li Yao perlahan terbuka, entah kenapa kali ini ia tidak merasa terkejut ketika melihat Tao Yuhan ttelahberadadi depan matanya. Mungkin Li Yao sudah terbiasa, jadi ia tidak merasakan ancaman dari kehadiran Tao Yuhan yang misterius.


Saat ini Li Yao tengah duduk bersila. Ia baru saja menyelesaikan meditasi untuk penyembuhan tubuhnya. Menurut perkiraan Li Yao, tubuhnya akan pulih dalam waktu kurang lebih sepuluh hari.


Itu adalah berita yang cukup baik.


"Jadi, kenapa Kakak ada di dalam kamarku? Bukankah Kakak tidak boleh meninggalkan hutan belakang sekte?" tanya Li Yao setelah menghembuskan napas napas.


"Maksud Kakak?" Li Yao mencoba memastikan apakah dugaannya memang benar.


"Aku resmi menjadi murid tingkat ketiga Sekte Jalan Surgawi," jelas Tao Yuhan, memastikan bahwa dugaan Li Yao memang benar adanya.


Kabar pagi ini sungguh mengejutkan Li Yao. Ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa, tentang Tao Yuhan yang menjadi murid baru Sekte Jalan Pegunungan. Satu hal yang harus Li Yao lakukan sekarang adalah mengusir Tao Yuhan dari dalam kamarnya.


Setelah Tao Yuhan sudah tidak berada dalam pandangan Li Yao, anak laki-laki itu tiba-tiba menghela napas. Sepertinya akan datang banyak masalah yang bakal menanti dirinya.


***


Matahari segera terbit dari ufuk timur. Beberapa saat setelah murid-murid tingkat ketiga menyelesaikan latihan pagi, Li Yao keluar dari dalam kamarnya untuk pergi ke tempat pemandian umum.


Sesampainya di depan tempat pemandian, Li Yao melihat segerombolan murid-murid tingkat ketiga sedang mengintip dari balik gerbang. Tatapan mereka semua tampak serius. Chang Fen dan Song Chao ada disana bersama murid-murid lainnya.


Mereka semua bahkan tidak menyadari kedatangan Li Yao.

__ADS_1


Li Yao segera melihat ke arah yang sedang mereka intip. Di tempat pemandian yang sangat luas itu, Li Yao melihat Tao Yuhan sedang berendam seorang diri.


Kini Li Yao paham, alasan mereka tidak masuk ke dalam pemandian dan mengintip dengan sangat fokus. Itu sangat bisa dimaklumi, mengingat selama ini mereka hampir tidak pernah melihat perempuan.


"Kakak senior yang aku hormati, kenapa kalian tidak masuk ke dalam tempat pemandian?" tegur Li Yao dengan suara polosnya.


Chang Fen, Song Chao, dan murid-murid lainnya terkejut secara serentak. Mereka semua lekas menoleh lalu melihat rupa Li Yao yang sedang tersenyum sinis.


"A-ada seorang gadis di dalam tempat pemandian jadi kami tidak bisa masuk sekarang. Saat ini kami sedang menunggu gadis itu untuk keluar," jelas Chang Fen terburu-buru, ia menjelaskan yang sudah jelas.


"Ya!"


"benar!"


"... "


Beberapa murid lainnya menanggapi penjelasan Chang Fen.


"Jadi kalian sedang menunggu gadis itu keluar?" tanya Li Yao seakan dirinya lugu sekali, mendadak keluguan itu menghilang saat ia menyambung pertanyaannya.


"Lantas kenapa kalian terlihat seperti pengintip mesum?"


Mereka semua tidak bisa menjawab pertanyaan Li Yao. Tawa kering dan senyum yang canggung muncul di wajah mereka, mereka bahkan tidak menyangkal pernyataannya.


Hal itu membuat Li Yao kesal.


"Aku tahu kalian sangat jarang melihat seorang perempuan." Li Yao mulai menasihati mereka.


"Tapi sebagai pendekar, kalian harus bisa menahan dan melawan hawa nafsu agar kalian tidak salah jalan... "


" ...Perilaku kalian barusan tidak menunjukkan kualitas sebagai murid Sekte Jalan Surgawi!" Li Yao mengakhiri kata-kata motivasinya.


Mereka semua lantas menunduk lalu mengintrospeksi diri.


"Bukankah kamu juga pernah mengintipku? Kamu bahkan sudah pernah melihatku telanjang bulat," ungkap Tao Yuhan, dirinya yang sudah berpakaian tiba-tiba muncul di samping murid-murid lain.

__ADS_1


Kehadiran Tao Yuhan yang sangat mendadak berhasil mengejutkan mereka semua, tetapi mereka lebih terkejut setelah mencermati perkataan gadis tersebut. Mereka lekas memandang Li Yao seakan memandang seonggok sampah.


__ADS_2