Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 70 ~ Beban Murid Terbaik


__ADS_3

Empat hari kemudian, kondisi tubuh Li Yao telah membaik. Ia sudah bisa menggunakan Qi di dalam tubuhnya tanpa perlu mengkhawatirkan lukanya.


Meski demikian, Li Yao sadar bila dirinya tidak boleh terlalu memaksakan tubuhnya.


Sejak waktu itu, Tao Yuhan setiap hari mulai meluangkan waktunya untuk mengunjungi Li Yao. Berbeda dengan urusan Li Yao, gadis itu datang ke tempat tersebut untuk berlatih Seni Jalan Surgawi.


Sesekali Li Yao memberikan masukan kepada Tao Yuhan. Walau begitu, Tao Yuhan tetap tidak mengalami perkembangan dalam berlatih Seni Jalan Surgawi. Sebenarnya sejak percakapan mereka waktu itu, gadis tersebut masih belum mengerti dengan maksud ucapan Li Yao.


Tidak ada yang bisa Li Yao lakukan untuk membantu masalah tersebut. Tao Yuhan harus bisa mengerti dan menyelesaikan masalah itu seorang diri.


Setelah urusannya di tempat itu selesai, Li Yao kembali memasuki area dalam di Sekte Sekte Jalan Pegunungan. Hal pertama yang harus Li Yao lakukan adalah melaporkan kepulangannya kepada Ketua Sekte.


Setelah itu, Li Yao pergi mengunjungi asrama murid tingkat ketiga lalu masuk ke dalam kamarnya. Di dalam kamarnya itu, ia langsung merobohkan tubuhnya di atas kasur selama sepuluh menit.


Sepanjang waktunya memulihkan diri, Li Yao hampir tidak pernah tiduran di atas kasur. Ketika beristirahat dan memulihkan diri Li Yao selalu berada dalam posisi duduk bersila.


Kini Li Yao hanya ingin bersantai selama beberapa saat. Sebentar lagi dirinya akan kembali berlatih seperti sediakala. Sepuluh menit berlalu, Li Yao lekas keluar dari dalam kamarnya lalu pergi menuju tempat latihan.


***


"Dimana bocah s***** itu?!" seru Shao Yahui, saat dirinya tiba di tempat latihan murid tingkat ketiga.


"Senior!" sahut Li Yao sangat bersahabat.


"Mengapa Senior tergesa-gesa mencariku seperti itu?"


"Ka-kamu-"


Ketika Shao Yahui melihat rupa bocah tersebut, amarah dalam sekejap langsung menguasainya. Ia masih mengingat waktu Li Yao memukulinya tanpa ampun. Ingatan itu meningkatkan amarah di dalam diri Shao Yahui, bocah itu telah menghinanya.


Para murid tingkat ketiga sekarang sedang berlatih di bawah pengawasan Li Yao yang sudah pulih. Pelatih Gao Ming memiliki urusan di Kota Awan Biru, jadi sebelum pergi ia menyuruh Li Yao untuk menggantikan posisinya.


Informasi itu membuat Shao Yahui senang. Tidak ada pelatih Gao Ming, berarti ia bebas menghajar Li Yao tanpa perlu dibayang-banyangi oleh hukuman Gao Ming.


"Aku tidak akan pernah mengampuni perbuatanmu waktu itu!" ujar Shao Yahui, ia lantas bergegas mendekati Li Yao.


"Waktu itu? Apa maksud Senior?" tanya Li Yao pura-pura kebingungan.

__ADS_1


"Hentikan sikapmu yang menyebalkan itu! Meski kamu memohon-mohon, aku tidak akan pernah mengampunimu!" seru Shao Yahui, ia murka melihat sikap Li Yao yang seolah sedang merendahkannya.


"Senior, aku mohon tolong ampuni kesalahanku waktu itu! Sebenarnya aku bahkan tidak tahu dengan kesalahanku, apa Senior bisa memberitahuku?" balas Li Yao.


Beberapa murid tingkat ketiga tertawa kecil. Mereka semua tahu alasan di balik kemarahan Shao Yahui. Li Yao telah menghajar Shao Yahui sampai babak belur. Ketika Shao Yahui sadar, ia berusaha keras mencari keberadaan Li Yao namun berakhir gagal. Li Yao telah pergi dari sekte.


Itu adalah rahasia umum yang diketahui oleh murid-murid Sekte Jalan Pegunungan.


"Aku akan membuatmu menyesal karena telah meremehkanku!"


Amarah Shao Yahui sudah tidak dapat dibendung lagi. Pemuda tampan itu tiba-tiba menerjang ke arah Li Yao lalu melayangkan sebuah pukulan. Ekspresi Li Yao tetap santai, ia mengamati serangan Shao Yahui sambil menguap.


Lambat sekali.


Tangan Li Yao dapat dengan mudah menepis pukulan tersebut lalu memberikannya pukulan balik. Pukulan itu mendarat telak ke ulu hati Shao Yahui. Tubuh pemuda tampan tersebut lantas tercampak sejauh beberapa meter.


Semua orang di tempat itu terkejut, terutama Shao Yahui sendiri. Mereka tidak menduga bahwa murid tingkat ketiga seperti Li Yao cukup kuat untuk berhadapan dengan Shao Yahui.


Sebelum Tao Yuhan menunjukkan kekuatannya, dulunya Shao Yahui adalah murid terkuat dari Sekte Jalan Pegunungan. Li Yao memang kuat, tapi mereka tidak menyangka bahwa Li Yao sesungguhnya adalah monster jenius.


Harga diri Shao Yahui tidak dapat menerima kenyataan tersebut. pemuda tampan itu bangkit lalu mengambil pedang kayu milik murid tingkat ketiga. Jika Shao Yahui tidak serius, maka dirinya akan dikalahkan oleh bocah tersebut.


"Pakai pedangmu!" ucap Shao Yahui dingin.


Tatapan Li Yao semakin tajam, ia bisa merasakan bila Shao Yahui tengah membungkus pedang kayu ditangannya dengan Qi yang cukup tebal.


Li Yao lantas mengambil pedang kayu yang tergeletak di atas tanah. Pedangnya segera teracung ke arah Shao Yahui, menantang pemuda tampan itu untuk segera menyerang dirinya.


Seperkian detik berikutnya, mereka berdua menerjang ke depan lalu saling mengayunkan pedang. Gerakan mereka terlalu cepat, murid-murid tingkat ketiga cukup kesulitan untuk melihat apa yang telah terjadi.


Saat punggung mereka saling membelakangi, itulah saat bentrokan pedang mereka telah selesai. Li Yao berbalik lalu memandang Shao Yahui yang masih belum bergerak.


Pemuda tampan itu melirik Li Yao lewat sela matanya, kemudian ia memperhatikan bagian depan tubuhnya yang sudah tersayat cukup dalam. Shao Yahui baru sadar bila pedang kayunya telah terpotong.


Mendadak Shao Yahui ambruk.


***

__ADS_1


Ketika Shao Yahui sadar, ia sudah berada di dalam kamarnya sendiri. Ingatan saat Li Yao mengalahkan dirinya kembali terulang di dalam kepalanya, Shao Yahui merasa sangat malu atas kekalahan tersebut.


"Oh, Senior sudah sadar?"


Suara anak kecil yang menyebalkan itu berhasil mengejutkan Shao Yahui. Pemuda tampan tersebut bangkit dari atas kasur lalu melihat seorang anak laki-laki sedang berada di dalam kamarnya. Anak laki-laki itu adalah Li Yao.


"Apa yang kamu lakukan di dalam kamarku?!" bentak Shao Yahui, ia marah dan frustrasi atas kekalahannya dengan Li Yao.


"Senior pingsan, jadi aku harus mengantar senior untuk beristirahat." Li Yao menjawab dengan santai seperti biasa.


"Lantas kenapa kamu tidak keluar dari kamarku?! Apa kamu ingin menghinaku?!" ujar Shao Yahui.


"Senior, tenanglah!" Li Yao berusaha menenangkan pemuda tampan tersebut.


"Diam!" hardik Shao Yahui.


"Apa Senior ingin dipukuli lagi?" ancam Li Yao sambil tersenyum, ia kesal dengan tanggapan Shao Yahui.


Bulu kuduk Shao Yahui berdiri, ia lekas menundukkan kepala lalu menutup mulutnya.


"Sepertinya aku tahu alasan Senior bertingkah konyol seperti itu," ungkap Li Yao, pemuda tampan itu tiba-tiba menatap tajam ke arah anak tersebut.


"Sebagai murid terbaik dari Sekte Jalan Pegunungan, Senior pasti sering mendapatkan hinaan dari sesama murid-murid sekte lainnya."


"Apa maksudmu perkataanmu barusan?" tanya Shao Yahui agak terganggu.


Murid Sekte Jalan Pegunungan memang sering dihina dan dipandang rendah oleh murid sekte lainnya. Tidak seperti murid lainnya, Shao Yahui adalah simbol dari seluruh murid Sekte Jalan Pegunungan.


Sebagai murid terbaik dari Sekte Jalan Pegunungan, Shao Yahui menanggung beban atas segala hinaan yang dilimpahkan terhadap Sekte Jalan Surgawi. Pemuda tampan itu pasti merasa sangat frustasi.


Jadi ketika ada seorang murid dari Sekte Jalan Pegunungan yang tidak menghormatinya, ia kesal dan marah. Shao Yahui sudah dihina diluar sekte, ia juga tidak ingin dihina lagi di dalam sekte.


"Senior, kamu beruntung karena aku suka dengan kata-kata yang kamu ucapkan pada malam itu."


**


Arc 1 - Kembalinya Ketua Sekte Terhebat ke Sektenya yang telah Hancur

__ADS_1


Selesai.


__ADS_2