
Angin bertiup membawa butiran embun. Bulan bersinar terang, awan gelap yang menutupinya akhirnya menyingkir juga. Di bawah tirai gelap, mereka bertarung habis-habisan melawan monster tersebut.
Di dalam penginapan itu terlalu sempit untuk pertarungan mereka, jadi sekarang mereka sedang bertarung di luar. Keadaan Li Yao dan Tao Yuhan sangat terdesak. Saat ini monster tersebut telah berada di atas angin.
[Seni Terlarang Surgawi - Membakar Darah Dewa]
Salah satu seni beladiri terlarang yang dimiliki oleh Li Yao. Ia mendapatkannya tatkala mengunjungi Dunia yang Terlupakan. Sebelum kematiannya, Li Yao menciptakan chapter terakhir dari Seni Jalan Surgawi karena terinspirasi dari Seni Terlarang Surgawi.
Efek samping penggunaan Seni Terlarang Surgawi sangat mengerikan. Seandainya bisa, Li Yao tidak ingin sekalipun menggunakan seni berbahaya ini.
Li Yao merasakan seluruh darah di dalam tubuhnya terbakar. Rasa sakit segera menyerang sekujur tubuh Li Yao, namun ia harus menahan dan tetap menjalankan Seni Terkadang Surgawi.
Seluruh aspek kekuatan Li Yao meningkat secara tak masuk akal. Tidak ingin sedikit pun membuang waktu, Li Yao melesat ke arah monster tersebut dengan kecepatan setara Pendekar Surga.
Tangan monster itu siap mengayun menyerang Li Yao. Seketika beberapa benang tak kasar mata muncul lalu mengikat tangan monster tersebut. Tao Yuhan juga maju, ia tidak ingin menyerang dari tempat yang aman seperti seorang pengecut.
Kedua tangan Li Yao yang menggenggam pedang terangkat ke atas lalu menebas secara vertikal, ia ingin monster itu terbelah dua.
Reaksi monster itu sangat cepat. Akibatnya, monster itu sempat bergerak menghindari serangan Li Yao. Pedang Li Yao alhasil mendarat di bahu monster tersebut, terus turun sampai tangan monster itu terpotong.
Monster itu meraung.
Sosok Tao Yuhan yang sangat samar-samar muncul di belakang monster tersebut. Tao Yuhan lekas mencengkam kepala sang monster lalu membantingnya ke tanah.
Tanah di bawa kaki mereka retak. Retakannya sangat parah sampai tanah di wilayah itu bergetar hebat. Li Yao kembali mengangkat pedangnya lalu dalam sekejap memenggal kepala monster tersebut.
Tubuh monster itu berhenti bergerak, walau demikian tak ada jaminan bila monster tersebut sepenuhnya mati. Pertarungan intens barusan terjadi dalam waktu yang sangat singkat.
Hanya 3 detik berlalu, tepat setelah Li Yao menggunakan Seni Terlarang Surgawi.
"Ikat monster ini! Kita tak tahu apakah monster ini masih bisa bangkit atau tidak," ucap Li Yao mengingatkan Tao Yuhan.
__ADS_1
Mendadak Li Yao muntah darah, ia refreks berhenti menggunakan Seni Terlarang Surgawi dan Seni Jalan Surgawi. Lututnya melemas, Li Yao lantas jatuh terduduk dengan tubuh pucat penuh keringat dingin.
Sekarang Li Yao sudah tidak bisa bergerak lagi.
"Apakah mataku salah? Kenapa kamu terlihat tiga tahun lebih tua?" tanya Tao Yuhan dingin, setelah memerhatikan kondisi Li Yao yang sangat kacau.
Tiga detik.
Tiga tahun umur hidup Li Yao berkurang.
Itulah efek samping penggunaan seni beladiri yang sangat menentang surga. Setiap 1 detik Li Yao menggunakan Seni Terlarang Surgawi, maka usianya akan berkurang sebanyak 1 tahun.
Selain efek samping itu, masih ada efek samping lainnya yang membuat beberapa meridian Li Yao hancur dan terputus. Apakah efek samping menggunakan Seni Terlarang Surgawi sebanding dengan manfaat singkat yang diberikannya?
Bagaimana pun juga, Li Yao sama sekali tidak menyesal menggunakannya.
"Itu cuma perasaan Kakak saja," jawab Li Yao dengan suara bergetar. Ia menyadari bila Tao Yuhan tidak hanya fokus mengikat tubuh monster tersebut, gadis itu juga fokus pada hal lain yang tidak diketahui oleh Li Yao.
Wanita tua pemilik penginapan itu muncul ke hadapan mereka sambil membawa golok. Begitu wanita tersebut melihat kondisi sang monster, wanita tua itu langsung menangis dan marah besar.
"Apa yang kalian lakukan pada anakku?!" ucap wanita tua tersebut penuh dengan amarah. Rupanya monster itu adalah anak sang pemilik penginapan yang sudah lama tidak pulang ke rumah.
Tanpa pikir panjang wanita itu berhadapan dengan Tao Yuhan, membelakangi tubuh sang monster dan bertindak sebagai tameng hidup.
"Dasar anak-anak s*****!" umpat wanita tua tersebut, ia lekas mengayunkan golok di tangannya dengan tangan yang gemetaran.
Tanpa ruang simpati, Tao Yuhan memukul pinggang wanita tua yang menyedihkan itu. Tubuh wanita tersebut lekas tercampak tak berdaya menabrak penginapannya.
Setelah melakukan tindakan itu, mata dan wajah Tao Yuhan tetap dingin seolah ia tak punya hati. Li Yao memutuskan untuk tidak mempedulikan kondisi wanita tua tersebut, sekarang ia sangat berharap kalau monster itu tidak bangkit kembali.
Bersandar di dinding dengan mata berkunang-kunang, wanita tua itu melihat seorang anak kecil sedang membawa pisau tepat di hadapannya. Anak itu adalah anak yang ia rawat setelah kedua orang tuanya dibunuh oleh sang monster.
__ADS_1
"Dasar Pembohong! Ka-kamu membohongiku! Selama ini kamu membohongiku!" ucap anak itu gemetaran, air mata mengalir deras membasahi pipinya.
Keributan yang di sebabkan oleh pertarungan itu membangunkan anak tersebut dari tidurnya. Anak itu tidak pernah menyangka, bila selama ini ia tinggal bersama monster yang membantai kedua orang tuanya.
Ironisnya lagi, ia dirawat oleh seorang wanita yang rupanya adalah ibu dari sang monster. Padahal anak itu sudah percaya dengan wanita tersebut. Ia juga sudah menganggap bahwa wanita itu adalah keluarganya.
Perasaan anak itu telah dikhianati, ia merasa selama ini telah dipermainkan. Kebencian dan amarah di dalam dadanya sudah membuncah. Anak itu segera mendekati wanita tua tersebut sembari mengacungkan pisaunya.
"A-aku minta maaf! Sebenarnya aku juga tidak ingin melakukan semua ini. Aku sudah tidak punya siapa-siapa di dunia ini selain anakku. Aku benar-benar minta maaf telah menipumu!" ucap wanita tua itu pelan, namun tertangkap jelas oleh telinga anak tersebut.
"Diam! Dasar Pembohong!" bentak anak itu tak terima, ia sudah berada sangat dekat di depan wanita tersebut.
Wanita tua itu menangis tersedu-sedu. Tangan anak itu bergetar, ia siap menusuk wanita tua tak berdaya di hadapannya. Saat melihat wanita tua itu tengah menangis, tangan anak tersebut menjadi semakin berat.
Satu dorongan lagi, maka anak itu akan menusuk wanita tua tersebut.
"Apakah pada akhirnya kamu juga akan membunuhku?" tanya anak itu dengan sangar berat.
Wanita tua itu tak menjawab.
"Apakah aku adalah makanan untuk anakmu?! JAWAB!"
Wanita itu hanya menangis tak berdaya. Pisau di tangan anak itu jatuh, anak tersebut lantas berlari pergi meninggalkan wanita tua yang sedang hancur itu.
Pada akhirnya, anak itu tidak bisa membunuh wanita yang selama ini telah merawatnya.
Kembali ke sisi Li Yao dan Tao Yuhan. Mereka melihat tubuh monster tersebut bergerak lalu meronta-ronta, kepala monster yang telah putus itu juga dalam waktu yang singkat tumbuh kembali.
Menyadari hal itu, Li Yao menghela napas lalu mengumpat.
"Monster ******!"
__ADS_1