
Lebih dari sebulan kamarnya sudah tidak ditinggalinya, Li Yao merasakan nostalgia saat memasuki kamarnya lagi. Padahal Li Yao hanya sebentar tidak menempatinya. Rupanya ia sudah merindukan suasana di dalam kamar yang sederhana itu.
Dulu Li Yao jarang sekali tinggal menetap di suatu tempat. Ia suka melakukan perjalanan ke mana saja dengan sangat bebas. Begitulah dirinya dulu, tidak ada yang bisa mengekangnya.
Kamar Li Yao terlihat bersih walau sudah sebulan tidak ditempatinya. Kelihatannya ada beberapa orang yang membersihkan dan mengurus kamarnya. Li Yao lekas duduk bersila di atas kasur, ia masih harus memulihkan dirinya.
Saat ini Li Yao masih belum dianjurkan untuk berlatih. Tubuh Li Yao belum sembuh dan sangat lemah, efek teknik terlarang surgawi masih berusaha menggerogotinya.
Li Yao berniat melaporkan kepulangannya kepada Tao Zhen nanti malam. Mata Li Yao segera menutup, saat matanya kembali terbuka tirai malam telah ditarik.
Malam cerah penuh dengan bintang.
Li Yao mengamati kembalinya murid-murid tingkat ketiga, mereka telah berhasil melewati pelatihan hari ini dengan sangat disiplin. Setelah membersihkan diri, mereka lekas pergi untuk makan malam. Li Yao mengikuti mereka karena perutnya juga sudah lapar.
Sebenarnya Li Yao memiliki alasan lain saat mengikuti mereka. Ia penasaran dengan murid-murid tingkat kedua yang baru kembali. Seberapa tinggi kultivati murid-murid tingkat kedua? Apakah mereka cukup menjanjikan? Li Yao segera menepis pertanyaan-pertanyaan itu dari dalam benaknya.
Keadaan Sekte Jalan Pegunungan sangat mengenaskan, Li Yao tidak boleh berharap setinggi itu kepada murid-murid tingkat kedua. Semoga saja mereka tidak seburuk yang ia pikirkan, hanya itu yang Li Yao harapkan.
Setelah masuk ke ruang makan bersama, Li Yao melihat sekelompok pemuda berusia dua puluhan sedang makan malam. Mereka adalah murid-murid tingkat kedua Sekte Jalan Pegunungan.
Seketika Chang Fen langsung membisikkan informasi-informasi mengenai murid tingkat kedua ke telinga Li Yao, terutama informasi tentang murid yang paling kuat dan berkuasa.
"Perhatikan para kakak senior yang ada di meja itu! Mereka adalah murid tingkat kedua yang paling dihormati dan disegani," ungkap Chang, pelan namun jelas.
Li Yao memandang ke arah meja yang baru saja diberitahukan Chang Fen. Di sana duduk tiga pemuda yang sedang makan malam dengan sangat anggun.
Kedatangan murid-murid tingkat ketiga berhasil menarik perhatian mereka. Seseorang diantara mereka bahkan memandang Li Yao dengan terang-terangan.
__ADS_1
"Kakak senior yang sedang menatapmu itu bernama Shao Yahui. Dia adalah murid terkuat di sekte kita, murid tingkat kedua yang paling jenius. Dia tampan dan tinggi, juga agak sombong. Sebaiknya kamu jangan mencari masalah dengannya," ucap Chang Fen memperingatkan.
"Di sebelah kirinya, kakak senior yang agak pendek itu bernama Yin Min, ia adalah yang nomor dua setelah Senior Shao. Di depan mereka berdua ada kakak senior yang bernama Wu Wujing, ia adalah murid tingkat kedua peringkat tiga." Chang Fen melanjutkan.
"Dibanding kedua kakak senior yang lain, Senior Wu terkenal sebagai Senior yang paling angkuh. Jangan pernah bersikap tidak sopan kepadanya jika kamu ingin hidup tenang! Tidak! Aku mohon jangan mencari masalah dengan semua kakak senior tingkat kedua!" ungkap Chang Fen khawatir, ia takut Li Yao mencari keributan dengan para senior tingkat kedua.
"Tenang saja!" balas Li Yao sambil tersenyum, saat ini ia memang harus menjauh dengan sebuah konflik.
Punggung Chang Fen tiba-tiba keringat dingin. Chang Fen mengartikan senyum Li Yao dengan maksud yang lain.
"Kenapa kalian lama sekali berdiri di ambang pintu? Cepat duduk! Makan malam kalian akan mendingin sebentar lagi," ucap Shao Yahui sangat bersahabat.
Seluruh murid tingkat ketiga yang berdiri di belakang Li Yao langsung bergegas. Mereka mengambil makan malam yang disediakan, kemudian menempati kursi yang masih kosong.
"Junior yang disana!" panggil Shao Yahui, tatapan matanya mengarah kepada Li Yao. Li Yao menatap Shao Yahui lalu menunjuk dirinya sendiri dengan jarinya. Shao Yahui mengangguk sebagai jawaban.
Shao Yahui belum pernah bertemu dengan murid tingkat ketiga bernama Li Yao yang sering dibicarakan. Menurut informasi yang ia temukan, murid bernama Li Yao adalah murid jenius yang baru masuk ke Sekte Jalan Pegunungan.
Tidak ada murid baru selain Li Yao yang masuk ke Sekte Jalan Pegunungan. Shao Yahui mengingat seluruh wajah murid-murid walau hampir setahun tidak ditemuinya. Jadi saat Shao Yahui melihat Li Yao yang tampak asing di matanya, ia langsung memanggilnya karena penasaran.
"Ada keperluan apa, Senior?" tanya Li Yao setelah berada di depan Shao Yahui.
Sebenarnya Li Yao sangat kesal. Jika Shao Yahui punya keperluan kepada Li Yao, maka ialah yang seharusnya menghampiri Li Yao, bukan malah sebaliknya.
Tapi Li Yao harus menahan kekesalan agar tidak timbul sebuah masalah.
"Aku belum pernah melihatmu sebelumnya. Apa kamu murid baru yang sering di bicarakan itu? Apakah namamu Li Yao?" tanya Shao Yahui sembari mengamati sikap dan penampilan Li Yao.
__ADS_1
"Ya," jawab Li Yao singkat.
Pengakuan Li Yao membuat Shao Yahui agak terkejut. Menurut penyelidikannya, Li Yao adalah murid yang sangat sombong dan baru berusia delapan tahun. Berbeda sekali dengan Li Yao yang sekarang sedang berada dihadapannya.
Penampilan Li Yao terlihat seperti seorang anak berusia sebelas tahun, sikapnya juga penurut dan terkesan tidak suka menyombongkan diri.
Walau demikian ada satu hal yang tidak disukai oleh Shao Yahui, yaitu tatapan mata Li Yao. Tatapan mata Li Yao ketika memandangnya, sama seperti ketika dirinya memandang orang-orang biasa.
Shao Yahui selalu dikelilingi oleh tatapan yang penuh dengan pengharapan dan rasa hormat. Tatapan mata seperti itu sangat ingin Shao Yahui ubah.
"Aku dengar kamu sering memaksa kakak-kakak seniormu untuk melakukan keinginanmu, apa kamu tidak menghormati orang yang lebih tua darimu?" Shao Yahui tiba-tiba berusaha untuk menyudutkan Li Yao.
"Bocah s*****! Aku lebih tua dari kalian semua!" umpat Li Yao di dalam hati, ia segera sadar bila Shao Yahui ingin menundukkannya.
"Aku tak pernah memaksa para senior untuk menuruti keinginanku. Mereka melakukannya dengan suka rela, terutama saat sedang berlatih. Bukankah begitu, para kakak-kakak senior?" ucap Li Yao seraya melirik murid-murid tingkat ketiga.
"Ya... "
"Benar... "
"Kami sama sekali tidak dipaksa."
Para murid tingkat ketiga menjawab dengan terpaksa. Kelopak mata Shao Yahui bergetar, ia segera menatap murid-murid tingkat ketiga yang memberikan informasi tentang Li Yao kepada dirinya, mereka hanya menunduk diam.
Ternyata murid-murid tingkat ketiga lebih takut dengan Li Yao di bandingkan dirinya, Shao Yahui. Li Yao telah berhasil menguasai murid-murid tingkat ketiga. Hal itu membuat Shao Yahui semakin kesal terhadap Li Yao.
Shao Yahui lantas mengedipkan matanya ke arah Wu Wujing. Wu Wujing segera mengerti dengan maksud dari kode yang di tunjukkan oleh Shao Yahui.
__ADS_1
Mendadak siku Wu Wujing menyenggol makan malam yang sedang dibawa Li Yao. Makan malam Li Yao jatuh ke lantai, tiba-tiba segelas air putih tumpah ke wajah Li Yao. Li Yao sama sekali tidak menghindar.