Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 22 ~ Keputusan Sulit


__ADS_3

Tao Zhen menarik napas dalam-dalam, siap berdebat dengan Li Yao. Meski Li Yao cuma anak kecil, Tao Zhen menganggap semua perkataannya. Itu karena di dalam pikiran Tao Zhen, anak tersebut adalah murid tetua misterius yang telah menyelamatkannya.


"Apa ada alasannya?" Tao Zhen mencoba mengetes Li Yao.


"Ketua pasti sudah tahu bila teknik pedang dengan banyak variasi seperti itu, sangat tidak cocok dengan esensi ilmu seni beladiri Sekte Jalan Surgawi," jelas Li Yao.


"Terlebih Teknik Dasar Perjalanan ke Gunung, jika berlatih menggunakan teknik itu maka pondasi murid-murid akan lemah. Murid-murid memang bisa menjadi kuat dengan sangat singkat, tetapi itu tak bagus untuk perkembangan mereka," sambung Li Yao.


Kepala Tao Zhen mengangguk, setuju dengan pendapat yang diberikan oleh Li Yao. Sebenarnya Tao Zhen sendiri juga menyadarinya. Walau begitu, Tao Zhen tetap membiarkan para murid berlatih menggunakan kedua teknik tersebut sebab ia tidak punya pilihan.


"Sebelum aku memberikan tanggapan, aku ingin menjelaskan kondisi sekte kita kepadamu terlebih dahulu," ucap Tao Zhen pelan namun jelas.


Li Yao memasang telinganya baik-baik untuk mendengarkan penjelasan Tao Zhen.


"Dulu sekte kita pernah menduduki puncak, apa kamu memercayainya?" Tao Zhen membuka penjelasannya dengan sebuah pertanyaan.


"Murid percaya," ucap Li Yao sigap, ia yang paling tahu tentang hal itu daripada siapa pun di dunia ini.


Jawaban sigap Li Yao membuat Tao Zhen senang.


"Dulu kita memiliki sebuah pedang yang menjadi simbol kehormatan sekte, namun sayangnya pedang itu menghilang setelah pendiri membawa seluruh murid-murid terkuatnya untuk melawan suku iblis. Mereka semua mati tanpa sempat mewariskan pedang tersebut kepada generasi kami." Tao Zhen mengucapkannya dengan raut wajah yang sangat sedih.


"Setelah perang dengan suku iblis berakhir, Aliansi Surgawi mengatakan bila pendiri sekte kita bersekongkol dengan suku iblis. Aku tidak percaya dengan hal itu. Mereka bahkan mengancam kita untuk mengganti nama Sekte Jalan Surgawi. Kami sangat lemah dan tidak punya pilihan, jadi kami menerimanya. Itu adalah penghinaan yang sangat membekas di dalam hati kami." Tao Zhen mengambil napas, ada jeda sebentar sebelum ia kembali berbicara.


"Sehari setelah itu, perpustakaan yang menyimpan seluruh ilmu beladiri sekte dibakar, istana-istana kami dihancurkan, kondisi sekte saat itu benar-benar buruk. Aliansi Surgawi, mereka ingin memastikan bahwa Sekte Jalan Surgawi tidak bisa bangkit kembali," sambung Tao Zhen dengan perasaan campur aduk. Marah, sedih, dan tidak berdaya.


Begitu juga dengan Li Yao. Walau saat ini Li Yao kelihatan sama sekali tidak terganggu, sebenarnya ia sedang mengigit lidahnya sendiri untuk menahan amarahnya.

__ADS_1


Aliansi Surgawi, seberapa rendah mereka akan menjadi? Jika Li Yao masih memiliki kekuatan seperti dulu, ia pasti sudah datang mendatangi Aliansi Surgawi dan menghancurkannya.


"Memang benar Teknik Dasar Memulai Perjalanan adalah inti dari seluruh seni beladiri Sekte Jalan Surgawi. Tapi jika seluruh seni beladiri Sekte Jalan Surgawi lenyap, apa gunanya inti tersebut. Anak-anak memang bisa memiliki pondasi yang kuat, namun setelah itu semua jenis seni beladiri tidak akan cocok dengan tubuh mereka. Mereka akan stagnan dan tidak punya kemampuan untuk bertarung serta melindungi diri," jelas Tao Zhen lalu menghela napas.


"Aku minta maaf telah menganggap kalian idiot," gumam Li Yao pelan sekali.


"Kami benar-benar tidak punya harapan!" lanjut Tao Zhen.


"Biarkan murid-murid fokus mempelajari Teknik Dasar Memulai Perjalanan," ucap Li Yao tiba-tiba.


"Kenapa? Apa kamu punya solusi untuk masalah ini? Pedang yang kamu tunjukkan saat itu, apa kamu akan mengajarkannya?" tanya Tao Zhen penuh harap.


"Aku tidak akan mengajarkannya. Pedang itu bukan sesuatu yang bisa dipelajari dari orang lain. Tapi aku bisa menunjukkannya kepada murid-murid, terserah bagaimana cara mereka menafsirkannya," jawab Li Yao.


Kelopak mata Tao Zhen bergetar. Kata-kata yang barusan diucapkan oleh Li Yao, dahulu Tao Zhen juga pernah mendengarkan kata-kata seperti itu.


"Biarkan murid-murid berlatih dengan teknik dasar, sampai teknik itu menyatu dengan tubuh mereka. Murid-murid tak perlu mempelajari ilmu pedang yang rumit, mereka cukup mempelajari cara mengayunkan pedang dengan benar," sambung Li Yao.


"Ini keputusan yang sulit. Aku seharusnya mendiskusikan keputusan ini dengan para tetua." Tao Zhen mendesah lalu melanjutkan kata-katanya.


"Aku setuju denganmu, biarkan aku mendiskusikannya kepada para tetua."


Senyum Li Yao terbit.


"Tapi, apa murid-murid bisa menjadi lebih kuat bila hanya mempelajari teknik dasar?" tanya Tao Zhen.


"Apa Ketua tidak percaya dengan seni beladiri Sekte Jalan Surgawi?" Li Yao balas bertanya.

__ADS_1


Tubuh Tao Zhen membeku, wajahnya dipenuhi dengan berbagai gejolak emosi. Apa dirinya tidak percaya dengan seni beladiri Sekte Jalan Surgawi? Pertanyaan itu menggema di dalam pikiran Tao Zhen.


Tao Zhen membisu, sesaat ia bisa melihat sesosok pria tua di dalam diri Li Yao.


***


Setelah Li Yao keluar dari ruangannya, Tao Zhen masih terdiam memikirkan percakapan dirinya dengan Li Yao. Berbicara dengan Li Yao tidak seperti berbicara dengan seorang anak kecil, lebih seperti berbicara dengan seorang petapa.


Tao Zhen memandang keluar melalui jendela, ingatan masa lalu ketika bersama tetua misterius yang telah menyelamatkannya segera diputar ulang.


"Tetua, rerima kasih telah menyelamatkan saya! Saya pasti akan berusaha membalas kebaikan anda!" seru Tao Zhen muda, saat itu umurnya 22 tahun.


Tepat di hadapan Tao Zhen, terlihat seorang pria tua misterius sedang duduk bersila di atas batu besar. Pria tua itu mengenakan topi caping dan sebuah topeng untuk menutupi penampilannya.


"Apa kamu berasal dari Sekte Jalan Surgawi?" tanya tetua itu dengan suara serak, matanya melirik seragam putih yang dikenakan oleh Tao Zhen.


"Benar, Tetua! Tapi sekarang Sekte Jalan Surgawi sudah berganti nama menjadi Sekte Jalan Pegunungan," ungkap Tao Zhen.


"Aku juga berasal dari Sekte Jalan Surgawi," beritahu tetua misterius tersebut.


"Benarkah?" Tao Zhen tercengang.


Mendadak tetua misterius itu mengacungkan pedang pelan ke depan Tao Zhen. Awalnya Tao Zhen bingung, namun seketika ia melihat sebuah pedang raksasa yang sangat intimidatif seolah bisa membunuh dirinya kapan saja.


Ketika bayangan pedang itu menghilang, tetua misterius tersebut kembali berbicara.


"Itu adalah pedang milik Sekte Jalan Surgawi. Hanya itu yang bisa aku tunjukkan kepadamu. Sekarang terserah dirimu, bagaimana caramu memahaminya. Jika kamu berhasil, kamu bisa menjadi harapan bagi Sekte Jalan Surgawi."

__ADS_1


Kembali ke masa kini, Tao Zhen menggelengkan kepalanya karena tiba-tiba merasa bodoh. Butuh waktu sangat lama untuknya memahami maksud dari perkataan tetua misterius itu.


Seandainya Tao Zhen percaya dengan seni beladiri Sekte Jalan Surgawi, mungkin Sekte Jalan Pegunungan tidak akan jatuh serendah ini. Tao Zhen sungguh merasa bila dirinya sangat tidak cocok menjadi ketua sekte.


__ADS_2