Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 56 ~ Istirahat Total


__ADS_3

Waktu terus berjalan sebagaimana mestinya.


Beberapa hari, minggu, atau bahkan satu bulan telah berlalu. Sejak pingsan malam itu, Li Yao sudah tidak bisa memperkirakannya. Begitu Li Yao membuka mata, ia langsung disambut dengan langit-langit yang asing.


Dimana ini? Kepala Li Yao terasa sakit memikirkannya, begitu juga dengan tubuhnya. Rasa nyaman waktu itu sudah menghilang. Kini Li Yao hanya merasakan sakit luar biasa pada sekujur tubuhnya.


Walau demikian, ia tetap berusaha untuk selalu menjaga kesadarannya.


Tubuh Li Yao berat sekali. Ia berusaha sekuat tenaga untuk mengangkat kepalanya lalu melihat keadaan tubuhnya. Sekujur tubuh Li Yao di balut dengan perban putih, pakaiannya juga sudah diganti dengan pakaian bersih.


Li Yao menghela napas, kelihatannya ia harus istirahat selama beberapa minggu. Sekarang tidak ada yang bisa Li Yao lakukan selain beristirahat, jadi ia mencoba untuk berbaring senyaman mungkin.


Mata Li Yao melirik cincin spasial yang terpasang di Jari manisnya. Li Yao mengeluarkan pil penyembuh tingkat 4, itu adalah pil penyembuhan terbaik yang dimiliki oleh Li Yao.


Sehabis menelan pil tersebut, Li Yao bisa merasakan energi hangat sedang mengalir ke seluruh tubuhnya. Rasa sakit Li Yao berkurang, ia lantas melanjutkan tidurnya.


Malam sudah tiba saat Li Yao bangun kembali. Di ruangan yang asing itu, Li Yao masih belum menemukan keberadaan seseorang yang telah merawatnya.


Rasa sakit di tubuh Li Yao sudah cukup berkurang. Li Yao bangkit dengan susah payah dari atas kasur, ia lekas berdiri sambil memegang dinding dengan tubuh yang gemetaran.


Sudah berapa lama dirinya tertidur? Tubuh Li Yao sangat kaku saat ia mencoba untuk bergerak. Li Yao mulai melangkahkan kakinya lalu keluar dari ruangan tersebut.


Butuh waktu satu menit agar tubuh Li Yao membiasakan diri. Li Yao akhirnya keluar dari bangunan tersebut, kemudian melihat seorang gadis manis sedang berlatih pedang.


Cahaya bulan menyorotinya, seolah gadis itu sedang berada di atas panggung teater. Tubuh kecilnya, wajah manisnya, rambut hitamnya, tatapan dinginnya, semuanya seakan menjadikannya peri.


Sejak awal Tao Yuhan memang sangat cantik.


Li Yao akhirnya menyadari, bahwa selama ini dirinya sedang berada di dalam rumah Tao Yuhan. Bangunan di belakangnya adalah rumah sederhana milik Tao Yuhan. Li Yao tidak pernah memasukinya, sebab itulah ia tidak pernah menyadarinya.


"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Li Yao lembut.


Kemungkinan besar, kondisi saat Tao Yuhan menggila dan menggigit tangan Li Yao merupakan efek samping dari kekuatannya yang tidak wajar. Jadi Li Yao bisa memakluminya.

__ADS_1


Latihan Tao Yuhan berhenti, gadis itu menoleh lalu menatap Li Yao dengan mata dinginnya. Tidak ada rasa bersalah dan keterkejutan di wajah gadis tersebut, padahal ia sudah menggigit dan membuat Li Yao hampir terbunuh.


Sekarang ada dua tanda tanya besar di dalam kepala Li Yao. Pertama, siapa sebenarnya identitas Tao Yuhan? Kedua, siapa yang menyelamatkan Li Yao sebelum Tao Yuhan menghabiskannya? Itulah yang hendak ditanyakan Li Yao kepada Tao Yuhan.


"Adik, apa kamu hilang ingatan? Aku adalah Tao Yuhan," jawab Tao Yuhan.


Li Yao menyerah menanyakan pertanyaan pertamanya. Tidak ada gunanya menanyakan identitas Tao Yuhan yang sesungguhnya. Gadis itu tidak akan pernah menjawabnya dengan serius.


"Setelah Kakak jadi gila, siapa yang menyelamatkanku?" tanya Li Yao agak sinis.


"Aku juga tak tahu," jawab Tao Yuhan dengan jujur.


"Bagaimana bisa?"


"Saat kesadaranku kembali, aku sudah dikurung dan dirantai di tempat biasa." Tao Yuhan menjelaskan, wajahnya tetap datar seperti biasa.


Hening.


Dua pertanyaan besar di dalam kepala Li Yao tidak terjawab. Li Yao mengabaikan kata-kata Tao Yuhan yang menyeramkan, ia sama sekali tidak penasaran tentang hal tersebut.


"Kamu tidur hampir satu bulan," ungkap Yao Yuhan, ia menjeda ucapannya sekilas.


"Sedangkan orang yang telah merawatmu adalah ayahku, Tao Zhen."


"Begitu?" gumam Li Yao, ia agak terkejut mengetahui kebenaran pertama. Satu bulan Li Yao tertidur, itu bukanlah waktu yang pendek. Apalagi ia masih muda dan harus berlatih keras.


"Sebaiknya kamu kembali beristirahat," ucap Tao Yuhan mengingatkan. Tubuh Li Yao terluka parah dan masih belum sembuh, ia sekarang harus beristirahat dengan maksimal.


Saran Tao Yuhan mengambang di dalam kepala Li Yao. Saat ini Li Yao sedang memikirkan sesuatu, sesuatu yang rasanya telah ia lupakan.


"Apa Kakak tidak merasa ada yang kurang dari kita?"


"Kurang apa? Apakah kita kurang kuat?" balas Tao Yuhan.

__ADS_1


"Itu benar, tapi bukan itu maksudku."


Setelah berpikir keras, Li Yao akhirnya berhasil mengingat sesuatu yang telah mereka lupakan.


"Di mana anak rubah emas yang bersamamu?"


Seketika mata Tao Yuhan membelalak lebar. Mereka terlalu fokus melawan monster sampai melupakan keberadaan Huli. Apakah rubah kecil itu masih berada di penginapan tersebut? Mereka berdua telah meninggalkannya, bahkan melupakannya.


Tao Yuhan langsung bergegas, langkahnya tampak sangat terburu-buru. Kelihatannya Tao Yuhan berniat turun gunung untuk mencari anak rubah yang telah dititipkan kepadanya.


Sungguh gadis yang tak bertanggung jawab.


Sosok Tao Yuhan segera menghilang dari hadapan Li Yao. Li Yao memandang langit malam yang indah, entah kenapa perasaan Li Yao menjadi sangat buruk? Semoga saja Tao Yuhan tidak membawa masalah baru.


Seharusnya Li Yao tak pernah mengharapkan hal tersebut.


Li Yao berbalik lalu masuk ke dalam rumah Tao Yuhan. Di dalam rumah Tao Yuhan sangat minimalis, Li Yao tidak menemukan barang-barang atau hiasan seperti yang ada di dalam rumah gadis-gadis pada umumnya.


Sekilas terbersit di dalam benak Li Yao untuk memeriksa kamar Tao Yuhan. Li Yao menggeleng, ia mengusir pikiran aneh itu dari dalam kepalanya.


Ruangan Li Yao sebelumnya berada sangat persis di dekat ruang tamu. Begitu Li Yao memasuki ruangan tersebut, ia lantas mengeluarkan banyak pil dan sumber daya dari dalam cincin spasialnya.


Sekarang yang harus Li Yao lakukan adalah menyembuhkan dirinya. Li Yao segera duduk bersila lalu memasukkan pil dan sumber daya ke dalam mulutnya.


Mata Li Yao menutup, ia harus fokus mengalirkan Qi miliknya agar tubuhnya dapat menyerap khasiat pil dan sumber daya dengan maksimal.


[Seni Jalan Surgawi Chapter Pertama - Membuka Pintu dan Merasakan Cahaya]


Seni Jalan Surgawi Chapter Pertama merupakan teknik untuk merasakan Qi dan membuka meridian. Selain itu, seni ini juga memiliki kegunaan lain, yaitu untuk memperbaiki meridian yang terluka, putus, atau bahkan hancur.


[Teknik Dasar Memulai Perjalanan]


Teknik Dasar Memulai Perjalanan merupakan teknik untuk mengendalikan dan memurnikan Qi di dalam tubuh. Baik Qi miliknya sendiri, atau Qi yang berasal dari luar. Teknik itu banyak membantu Li Yao untuk mengendalikan setiap aliran Qi yang kacau.

__ADS_1


Qi milik Li Yao terkuras habis, beberapa meridiannya juga hancur dan terputus. Umur Li Yao berkurang tiga tahun, tubuhnya terluka parah dan mengalami perubahan yang tidak baik.


Sekarang Li Yao harus mengatasi semua masalah yang merepotkan itu. Untung saja ia punya banyak pil dan sumber daya beragam, andaikan tidak maka situasi Li Yao sekarang pasti akan jadi lebih buruk.


__ADS_2