
Hari terus berlanjut.
Sejak Sekte Jalan Pegunungan mengambil alih bisnis-bisnis besar di Kota Awan Biru, 10 hari telah berlalu. Setiap hari Ketua Sekte dan para Tetua tampak selalu sibuk. Gao Ming bahkan jarang terlihat mengawasi latihan para murid.
Hal itu bisa diterima, mengingat mereka harus mengurus bisnis-bisnis besar di Kota Awan Biru. Akibat itu, Li Yao jadi semakin mudah mengatur murid-murid. Apalagi Li Yao juga sering di beri tanggung untuk melatih para murid.
Latihan yang berikan Li Yao semakin keras, setiap hari tubuh mereka diperas habis dengan latihan yang hampir tidak manusiawi. Anehnya tubuh mereka tak pernah sakit.
Para murid tingkat ketiga sadar, bila Li Yao memberikan sebuah pil kepada mereka setiap 2 hari sekali. Mungkin itu alasan dibalik perkembangan tubuh mereka yang signifikan.
Sebelumnya kebanyakan murid tingkat ketiga memiliki tubuh kurus dan kering, namun sekarang tubuh mereka sudah lebih berisi dengan otot yang terlatih. Mereka bisa merasakan bila kekuatan mereka telah meningkat.
Pemikiran itu membawa mereka untuk berlatih dengan lebih giat. Satu-satunya yang tidak pernah mereka sukai adalah makanan saat makan malam, rasanya sungguh buruk sekali.
Mereka terpaksa memakan makanan yang buruk itu, sebab jika mereka tidak memakannya, besok pagi mereka tidak akan punya tenaga untuk latihan.
Belum ada yang tahu, bila Li Yao memasukkan sumber daya yang sangat berharga ke dalam makan malam yang sangat mereka benci.
Latihan Li Yao juga meningkat berkali-kali lipat lebih keras. Mulai hari itu, setiap malam ia berlatih dengan Tao Yuhan secara diam-diam.
Begitu pula pada malam kali ini.
Bulan bersinar terang, sedikit mengingatkan Li Yao tentang Tang Xinyue. Sehabis bertanding sengit dengan Tao Yuhan, Li Yao tiduran di atas rumput seraya menenangkan laju pernapasannya yang kacau.
"Hey, apa kamu tidak serius berlatih tanding denganku?" ucap Li Yao dengan napas tersenggal.
Suara langkah kaki seseorang berjalan semakin dekat lalu berhenti, tiba di samping Li Yao. Tao Yuhan lekas duduk lalu memukul kepala Li Yao, kelihatannya ia sudah sering melakukan hal itu.
"Aku lebih tua darimu, panggil aku Kakak!" ucap Tao Yuhan dingin, wajahnya datar seperti biasa.
Li Yao memutar bola matanya lalu berbicara dengan malas.
"Apa Kakak tidak serius bertanding denganku? Ketika Kakak pertama kali menghadapiku, aku bisa merasakan tebasan Kakak lebih tajam dan kejam, pedang Kakak selalu mengincar bagian-bagian vital dan rawan. Tidak seperti sekarang."
"Mungkin itu cuka perasaanmu saja," jawab Tao Yuhan seraya memandangi langit. Pandangan matanya kosong, ia hanya mengikuti sorot mata Li Yao.
Setelah bersama dengan Tao Yuhan selama beberapa hari belakangan, Li Yao jadi semakin mengenalinya. Satu hal menyebalkan tentang Tao Yuhan, ia adalah gadis keras kepala yang tidak bisa diinterogasi.
__ADS_1
Walau tahu kebohongannya sudah terkuak, Tao Yuhan tetap bersikeras mempertahankan kebohongannya. Seakan tak tahu malu, atau ia hanya tak menyadarinya. Mungkin gadis tersebut cuma bodoh dan terlalu polos
Sekali pun Li Yao tak pernah menang berdebat dengannya. Makanya pada kali ini, Li Yao mengalah dan tidak memaksakan pertanyaannya.
"Di mana hewan peliharaanmu? Aku tak pernah melihatmu mengunjunginya," tanya Tao Yuhan penasaran, ia masih ingat alasan Li Yao mengunjungi hutan belakang sekte.
"Hewan peliharaan?"
Di sisi lain Li Yao malah hampir melupakannya. Tiga detik mengolah ingatannya, Li Yao akhirnya mengingat kebohongan yang telah diucapkannya kepada gadis tersebut.
"Dia cuma gadis bodoh dan polos," pikir Li Yao, mulutnya lekas terbuka lalu menjawab pertanyaan Tao Yuhan.
Tentu saja, Li Yao berbohong.
***
Tampak Gao Ming dengan panik berlari menuju ruangan Ketua Sekte. Pada saat itu sudah siang hari, matahari bersinar terik di puncak gunung tempat Sekte Jalan Pegunungan berada.
"Ketua!" panggil Gao Ming setelah membuka pintu.
Tao Zhen memandang Gao Ming dengan tatapan heran, tidak biasanya Gao Ming gelisah dan menerobos masuk seperti ini. Meja di depan Tao Zhen penuh dengan tumpukan kertas, semua itu adalah dokumen penting yang berkaitan dengan bisnis-bisnis milik Sekte Jalan Surgawi.
Sadar dengan ketidaksopanannya barusan, Gao Ming menunduk lalu meminta maaf.
"Ketua, aku minta maaf atas sikapku barusan!"
Tao Zhen mengangguk ringan.
Ambil napas lalu buang secara teratur, Gao Ming melakukannya selama lebih dari satu menit. Setelah dirinya agak tenang, tanpa basa basi Gao Ming langsung berjalan menuju Tao Zhen lalu memberikannya sebuah surat.
Surat itulah alasan dibalik sikap panik Gao Ming.
Tanpa menunggu penjelasan Gao Ming, Tao Zhen sudah membuka surat tersebut lalu membacanya. Seketika mata Tao Zhen langsung membelalak.
...
"Ketua, apa kita harus menerima permintaan di dalam surat itu?" tanya Gong Yu dengan serius.
__ADS_1
Saat ini Tao Zhen sudah mengumpulkan semua Tetua untuk membahas hal penting. Bahasan mereka kali ini berkaitan dengan surat yang diterima Gao Ming beberapa waktu lalu.
"Kita harus menerimanya, ini adalah kesempatan kita untuk memperbaiki nama Sekte Jalan Pegunungan. Jika kita menolak, maka orang-orang mungkin tak akan pernah mempercayai sekte kita lagi!" ujar Ma Heng, selaku bendahara ia memprioritaskan keuntungan sekte.
"Aku tak setuju! Siapa murid yang harus kita kirim untuk menyelesaikan permintaan berbahaya ini? Tidak ada. Murid kita hanya akan mengorbankan nyawanya dengan sia-sia jika kita mengirimnya!" tolak Fu Liu, ia adalah yang paling tua di tempat itu.
"Tapi hanya ini kesempatan kita untuk memulihkan nama Sekte Jalan Pegunungan," ucap Ma Heng, ia benar-benar tidak ingin melewatkan kesempatan ini.
Di samping Tao Zhen, Gao Ming mendesah melihat perdebatan antar tetua di hadapannya. Pembahasan ini sederhana namun cukup sulit di saat yang bersamaan.
Jika harus memilih pendapat para tetua lainnya, Gao Ming akan lebih memilih pendapat Fu Liu. Tidak masuk akal mengirim anak-anak untuk berhadapan dengan bahaya setingkat itu.
"Ketua, bagaimana keputusanmu?" tanya Gong Yu sekali lagi.
Gao Ming melirik Tao Zhen di sebelahnya, sudah waktunya Ketua Sekte membuat keputusan atas masalah ini. Kini semua pandangan para tetua tertuju pada Tao Zhen, menunggunya membuka mulut.
Sesaat Tao Zhen diam, setelah hening 1 menit barulah ia bicara.
"Mungkin sudah waktunya aku memperkenalkannya."
Semua Tetua tercengang dengan keputusan Tao Zhen, terutama Ma Heng dan Gong Yu. Gao Ming diam memikirkan keputusan Ketua Sektenya, sepertinya keputusan itu adalah keputusan terbaik yang dimiliki oleh Sekte Jalan Pegunungan.
"Jadi kita akan menerima permintaan itu?" tanya Ma Heng sesudah menyimpulkan perkataan Tao Zhen.
"Siapa yang harus di perkenalkan?" tanya Gong Yu kebingungan.
***
Setengah permukaan matahari tengah tenggelam, semakin dalam dan dalam. Cahaya kemerahan yang terang bersinar di puncak gunung, tempat di mana Sekte Jalan Pegunungan telah dibangun.
Pemandangan itu tampak indah sekali.
Langkah kaki Li Yao ringan saat berjalan di pelataran sekte, ia menikmati pemandangan yang singkat itu. Tidak peduli seberapa buruknya kehidupan di bawah langit, cakrawala tetap selalu indah.
Di dalam hatinya Li Yao berharap, semoga angkasa tidak pernah tercemar dengan perbuatan manusia.
Lewat 10 menit, Li Yao akhirnya sampai di depan ruangan Ketua Sekte. Beberapa waktu lalu ia diberitahu bila Ketua Sekte hendak menemuinya. Latihan bahkan belum usai, namun Li Yao di paksa untuk datang langsung ke tempat ini.
__ADS_1
Sebelum Li Yao mengetuk pintu, tulang punggungnya tiba-tiba merasakan tanda bahaya di belakangnya.