Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 59 ~ Masalah Baru


__ADS_3

Waktu kunjungan Tao Zhen hanya berlangsung selama dua jam. Tao Zhen sudah mengunjungi anak perempuannya dan melihat keadaan Li Yao. Rahasia besar milik sektenya juga telah ia tunjukkan kepada Li Yao.


Tujuan Tao Zhen telah tercapai.


Di depan rumah Tao Yuhan yang sederhana, Tao Zhen sedang berpamitan dengan Li Yao dan Tao Yuhan. Saat itu, Tao Zhen meminta Li Yao untuk beristirahat dan memulihkan diri sampai sembuh total. Li Yao mengangguk, sebuah pertanyaan tiba-tiba keluar dari mulutnya.


"Ketua, siapa orang yang menyelamatkanku malam itu? Setelah aku pingsan karena digigit... " Li Yao melirik Tao Yuhan, kalimat berikutnya tidak ia lanjutkan. Ekspresi Tao Yuhan tetap datar seperti biasa, seolah ia tidak merasa bersalah setelah menggigit dan meracuni Li Yao.


"Aku tak bisa memberitahumu," jawab Tao Zhen.


Tidak lama kemudian, Tao Zhen sudah pergi dari hadapan mereka berdua. Tao Yuhan mengamati kepergian ayahnya dalam diam. Tidak ada sedikit pun riak yang muncul pada wajah manisnya.


Di lain sisi, Li Yao tenggelam dalam pikirannya.


Rasa penasaran itu sangat mengganggu dan menyebalkan. Li Yao bertanya-tanya di dalam hati, jadi siapa orang yang telah menyelamatkannya?


***


Beberapa hari berikutnya, Tao Zhen menerima dua orang tamu lalu mengajaknya unttuk berbincang di dalam ruangannya. Tamu itu berasal dari Biara Laut Putih, mereka adalah seorang tetua dan seorang murid.


Tetua itu bernama Peng Mu, ia pendek dan bungkuk layaknya kakek tua. Peng Mu membawa seorang murid bernama Hao Song. Pemuda itu terlihat energik, kuat, dan mendominasi.


Sama seperti pendekar dari Biara Laut Putih pada umumnya, mereka berdua sama-sama botak.


Sebagian besar orang di wilayah kekaisaran timur tahu, bahwa Hao Song adalah jenius nomor satu dari Biara Laut Putih yang termasyhur. Ia hanya pernah kalah dari jenius Sekte Seribu Pedang, Lin Feng.


"Ketua Tao Zhen, di mana kamu sembunyikan dua muridmu itu, Li Yao dan Tao Yuhan?" tanya Peng Mu agak mengancam.


Saat ini mereka sedang duduk saling berhadapan. Di depan Tao Zhen, Peng Mu dan Song Hao duduk bersebelahan.


"Mereka masih di rawat, sudah berapa kali saya mengulang kalimat itu kepada anda, Tetua Peng?" ucap Tao Zhen seraya memaksakan senyum.


"Apapun yang menyebabkan Tetua Cheng Lei menghilang, itu tidak ada hubungannya dengan dua murid sekte saya. Mereka masih berada pada alam Mengumpulkan Qi. Tidak mungkin mereka dapat mencelakai seorang Pendekar Surga yang sangat kuat dari biara anda," jelas Tao Zhen.

__ADS_1


"Aku tidak menuduh mereka," ucap Peng Mu sinis.


"Aku hanya ingin mendapatkan informasi dari mereka. Bagaimana mungkin seorang Pendekar Surga dari Biara Laut Putih bisa menghilang begitu saja? Itu sangat aneh."


"Lebih aneh lagi, kenapa Ketua tidak membiarkanku menemui mereka? Menurut informasi yang aku temukan, sebelum monster tersebut di bunuh oleh murid anda, Tetua Cheng Lei sudah terlebih dahulu melawan monster itu sampai sekarat."


"Sebab itulah kedua murid anda berhasil membunuh monster tersebut. Bagaimanapun juga, mereka pasti memiliki informasi tentang menghilangnya Tetua Cheng Lei," jelas Peng Mu panjang lebar.


"Li Yao dan Tao Yuhan masih belum pulih dari luka mereka. Jika Tetua Peng memaksa ingin bertemu dengan mereka, maka tunggulah sampai mereka sembuh!" ucap Tao Zhen agak kesal.


"Dua hari! Aku dan muridku akan menunggu selama dua hari! Seandainya Ketua belum membawa mereka ke hadapanku, maka Biara Laut Putih akan memusuhi Sekte Jalan Surgawi!" ucap Peng Mu memperingatkan.


Peng Mu lekas berdiri lalu keluar dari ruangan tersebut, diikuti Hao Song dari belakang. Kini di dalam ruangan itu hanya ada Tao Zhen seorang. Tao Zhen tiba-tiba mengeratkan kedua tangannya dan menggertakkan giginya keras.


Sikap guru dan murid dari Biara Laut Putih barusan sangat menyebalkan. Mereka terkesan tidak menghormati Tao Zhen sebagai Ketua Sekte Jalan Surgawi.


***


Tanpa memberitahu Tao Zhen terlebih dahulu, Li Yao akhirnya memutuskan untuk kembali ke asramanya. Tubuh Li Yao memang belum sepenuhnya pulih. Meridiannya juga bisa terluka kembali jika ia tak berhati-hati.


Waktu itu Li Yao belum tahu bahwa ada masalah di dalam sekte. Seandainya Li Yao mengetahuinya, mungkin ia tidak akan kembali secepat ini.


Setelah berpamitan dengan Tao Yuhan, Li Yao langsung bergegas kembali ke asramanya. Matahari masih bersembunyi di ufuk timur, menunggu waktu untuk terbit sebentar lagi.


Sekarang murid-murid tingkat ketiga pasti sedang berlatih.


Benar saja.


Saat Li Yao sampai di depan asrama, ia melihat murid-murid tingkat ketiga sedang berlatih tanpa diawasi oleh dirinya. Rupanya perkataan Tao Zhen memang benar adanya.


Itu adalah pemandangan yang sangat bagus.


"Adik!" seru beberapa murid saat melihat siluet Li Yao di kejauhan.

__ADS_1


Li Yao segera di hampiri oleh beberapa murid, murid pertama yang menghampirinya adalah Song Chao dan juga Chang Fen. Mereka berdua lekas memarahi murid-murid lain yang coba menghampiri Li Yao.


Selain mereka berdua, murid-murid lainnya belum menyelesaikan porsi latihan yang telah ditentukan.


"Adik, darimana saja kamu selama ini?" tanya Song Chao bersemangat.


"Sebelum itu, kenapa kamu kelihatan jauh lebih tua dari sebelumnya? Penampilanmu banyak berubah dan kamu jadi lebih tinggi," ucap Chang Fen keheranan.


"Setelah aku perhatikan, kamu jadi terlihat hampir seumuran dengan kami." Song Chao menimpali, wajahnya juga menunjukkan keterkejutan.


Mendapati pertanyaan seperti itu, Li Yao tersenyum lalu menjawab dengan sebuah pertanyaan.


"Apa aku pernah memberitahu kalian, berapa umurku yang sesungguhnya?"


Chang Fen dan Song Chao saling bertatapan. Li Yao memang belum pernah memberitahu mereka tentang umurnya yang sebenarnya. Bukankah itu sangat kelihatan jelas? Satu bulan yang lalu, penampilan Li Yao menunjukkan bahwa umurnya delapan tahun.


Itulah yang membuat mereka heran, kenapa tubuh Li Yao berubah sebegitu banyak dalam kurun waktu satu bulan? Menurut perkataan pelatih Gao Ming, Li Yao terluka parah saat sedang menjalani tugas, jadi ia sedang dirawat di suatu tempat.


Apakah perubahan Li Yao berhubungan dengan luka yang diterimanya?


"Sekarang umurku 11 tahun, anggap saja seperti itu." Li Yao menjawab dengan mudahnya.


"Selama aku tidak di sini, apakah terjadi sesuatu yang menarik di sekte kita?" tanya Li Yao penasaran.


"Um, sebenarnya dua minggu yang lalu sekte kita kedatangan dua orang tamu. Mereka berdua adalah pendekar yang sangat hebat, terutama pemuda jenius itu. Adik pasti pernah mendengar nama pemuda itu," ungkap Chang Fen menerangkan.


"Oh, jadi siapa namanya?" tanya Li Yao.


"Namanya adalah Hao Song, dia adalah jenius nomor satu dari Biara Laut Putih," jawab Chang Fen agak dramatis.


"Jadi mereka berasal dari Biara Laut Putih."


Tanggapan Li Yao sangat datar, tidak seperti yang mereka duga. Chang Fen dan Song Chao lantas mendesah malas. Sepertinya Li Yao tidak terkejut karena dirinya sendiri adalah seorang jenius.

__ADS_1


"Oh, aku hampir lupa memberitahumu." Song Chao tiba-tiba mengingat sesuatu.


"Murid tingkat kedua sudah kembali dari pelatihan mereka."


__ADS_2