Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 30 ~ Pendekar Aliansi Surgawi


__ADS_3

Tingkah laku ketua sekte dan keempat tetua yang menemaninya membuat gerombolan itu merasa tak nyaman. Selaku pemimpin para gerombolan tersebut, pria gemuk itu maju menghadap Ketua Tao Zhen.


"Ketua Tao Zhen, waktu pembayaran yang kita sepakati telah berlalu. Sekarang biarkan kami menyita Sekte Jalan Pegunungan lalu pergilah dari tempat ini," ucap pria gemuk tersebut, tanpa ada niat untuk berbasa-basi.


Bagaimana pun kelihatannya, tak mungkin sekte miskin seperti Sekte Jalan Pegunungan mampu membayar hutang sebesar itu. Itulah yang dipikirkan oleh gerombolan tersebut.


Memang benar Sekte Jalan Pegunungan tidak memiliki cukup uang, tetapi mereka memiliki senjata rahasia yang dapat membuat kaki orang-orang tak tahu diri itu berlutut.


"Pelatih Gao, tunjukkan itu kepada mereka!" ucap Tao Zhen lembut.


Gerombolan tersebut heran, apakah Sekte Jalan Pegunungan memiliki uang sebanyak itu untuk membayar hutang mereka? Kalau benar, darimana mereka mendapatkan uang tersebut? Itulah yang saat ini sedang mereka pikirkan.


Gao Ming lekas mengambil sebuah kotak kayu lalu meletakkannya ke hadapan mereka. Kotak dibuka, tumpukan kertas-kertas dan perkamen terlihat memenuhi isi kotak kayu tersebut.


Kebingungan melanda gerombolan itu, untuk apa Ketua Sekte Jalan Pegunungan menunjukkan kertas-kertas dan perkamen tersebut kepada mereka? Pria gemuk itu lantas memeriksa kertas-kertas dan perkamen di dalam kotak.


Seketika raut wajah pria gemuk tersebut langsung berubah. Mata Pria gemuk itu membola, rahangnya jatuh karena lemas. Ia benar-benar sangat terkejut sampai tidak bisa berkata-kata.


Keterkejutan pria gemuk tersebut menyebabkan senyum Tao Zhen dan keempat tetua menjadi semakin lebar. Di sisi lain, para pria di belakang pria gemuk itu menjadi cemas.


Beberapa pria lekas maju lalu ikut memeriksa berkas-berkas di dalam kotak. Betapa terkejutnya mereka, tatkala melihat isi dokumen tersebut. Dokumen itu menuliskan bahwa bisnis yang mereka miliki sebenarnya adalah milik Sekte Jalan Surgawi.


Tak lama mereka semua memeriksa isi berkas dan perkamen di dalam kotak. Saat pria gemuk tersebut mendapatkan kembali kesadarannya, sebuah pemikiran muncul di dalam kepalanya.


"Ketua Sekte, apa kalian berniat menipu kami? Sejak kapan bisnis yang dibangun oleh keringat dan darah leluhur kami menjadi milik sekte kalian?" ucap pria gemuk itu, terlihat marah.


Sesungguhnya ia tahu, hampir semua bisnis di Kota Awan Biru dulunya adalah milik Sekte Jalan Surgawi. Begitu juga dengan Tao Zhen dan keempat tetua, karena itulah mereka hanya bisa menahan amarah.


Tapi sekarang tidak lagi, Sekte Jalan Pegunungan memiliki berkas-berkas dan perkamen itu sebagai bukti. Mereka akan merebut kembali bisnis-bisnis tersebut dari tangan orang-orang yang tak tahu cara berterima-kasih.


"Berani sekali kalian membuat dokumen palsu, apa kalian tak malu?"

__ADS_1


"Di mana harga diri kalian?"


"Sekte kalian memang sudah sepantasnya hancur!"


".... "


Gerombolan itu sahut menyahut, menghina ketua dan para tetua Sekte Jalan Pegunungan. Di atas atap, Li Yao tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa sinis. Kelihatannya orang-orang s****n itu memang tidak memiliki cermin di rumah.


Tao Zhen menggeleng melihat tingkah laku orang-orang di hadapannya. Tatapan mata Tao Zhen bergerak ke arah samping kanannya, di sana tampak seorang pria berseragam serba putih sedang duduk mengawasi mereka.


"Bila kalian tidak percaya, aku sudah mengundang seseorang dari Aliansi Surgawi untuk memeriksa keaslian berkas-berkas di dalam kotak," ungkap Tao Zhen.


Pria berseragam serba putih itu bangkit lalu berjalan menghampiri mereka. Gerombolan tersebut kaget, pasalnya mereka tidak menyadari keberadaan pria berseragam putih itu sejak tadi.


"Aku bisa pastikan bila semua berkas-berkas di dalam kotak itu asli," ucap pria tersebut seraya menunjukkan plakat berwarna hijau zamrud. Plakat itu menuliskan nama pria tersebut beserta jabatannya di Aliansi Surgawi.


Gerombolan itu terdiam, tidak tahu harus melakukan apa. Mereka tidak menduga situasi akan terbalik menjadi seperti ini. Di tengah keputus-asaannya, mereka semua hanya bisa menatap pria gemuk tersebut.


"Bisnis kami memang berhubungan dengan Sekte Jalan Surgawi, bukan Sekte Jalan Pegunungan," ucap pria gemuk itu setelah memutar otak, rasanya ada beban berat menimpa bahunya.


"Jangan bodoh, Sekte Jalan Pegunungan adalah Sekte Jalan Surgawi!" seru Tao Zhen, pria berseragam putih tersebut menganggukkan kepalanya.


Mendadak pria gemuk itu jatuh berlutut di depan Tao Zhen dan para tetua. Melihat pemimpim mereka berlutut, orang-orang tersebut juga berlutut mengikutinya.


Mereka meminta maaf, memohon agar ketua sekte membiarkan mereka mengurus bisnis Sekte Jalan Surgawi seperti sediakala. Tangis mereka pecah. Jika ketua sekte memecat dan mengambil kekayaan mereka, masa depan mereka pasti akan menjadi sangat suram.


Li Yao mundur menyembunyikan dirinya di balik atap, mendadak ia tertawa terbahak-bahak. Untung saja suara tawanya tidak kedengaran sampai ke bawah sana.


"Mengingat hubungan baik kita selama ini, aku akan membiarkan kalian membawa 5% dari total kekayaan kalian. Pergilah dari Kota Awan Biru, jangan sampai aku melihat batang hidung kalian lagi!" ancam Tao Zhen lalu mengusir orang-orang itu dari Sekte Jalan Pegunungan.


***

__ADS_1


Di dalam ruangan ketua sekte, Tao Zhen memandang lingkungan Sekte Jalan Pegunungan dari balik jendela kecilnya. Keempat tetua pada saat itu sedang menemaninya, mereka menunggu Tao Zhen memulai pembicaraan.


Tao Zhen berpaling, kini menghadap keempat tetua yang selama ini menemaninya.


"Terima kasih karena sudah menemaniku selama ini!"


"Kenapa Ketua mengatakan itu? Apa Ketua terkena penyakit? Apa Ketua sekarat? Ketua mau mati?" Gao Ming bertanya membabi buta, hampir menangis.


"Bukan!" seru Tao Zhen, lumayan tersinggung.


Setelah menghela napas, ia lekas melanjutkan kata-katanya.


"Aku selalu merasa tak cocok menjadi ketua sekte."


"Kenapa Ketua mengatakan itu?" tanya Gong Yu, ada sedikit ketidak terimaan di dalam nada suaranya.


"Selain Ketua, memangnya siapa lagi yang cocok menjadi ketua sekte," sahut Fu Liu. Ma Heng dan Gao Ming mengangguk setuju.


"Aku selalu merasa tidak berdaya. Jika bukan karena bantuan dari tetua yang misterius, apa yang akan terjadi kepada sekte kita? Sebagai ketua sekte, aku bahkan tidak bisa berbuat apa-apa," tutur Tao Zhen pelan.


Keempat tetua di dalam ruangan itu saling bertatapan. Senyum tipis yang lembut tiba-tiba terlukis di bibir mereka.


"Kami juga tidak berdaya, tidak bisa melakukan apa pun, hanya bisa pasrah," ucap Gao Ming.


"Tetapi Ketua, kami tahu Ketua sering turun gunung untuk mencari bantuan dari orang-orang. Ketua bahkan tidak ragu untuk bersujud dan menundukkan kepala. Melihat Ketua seperti itu, kami tidak merasa malu telah mengikutimu," lanjut Gao Ming.


"Saat mereka semua meninggalkan kita, hanya Ketua yang bertahan dan tetap merasa yakin bila Sekte Jalan Surgawi pasti bisa bangkit kembali. Bahkan jika kita diusir dari tempat ini karena tidak bisa membayar hutang, kami pikir selama ada Ketua, Sekte Jalan Surgawi tidak akan hancur." Gong Yu melanjutkan.


"Kami akan terus mengikutimu, Ketua! Alam akan menjadi rumah bagi sekte kita, kita akan melakukan perjalanan sembari melatih dan mengumpulkan murid. Sebagaimana pendiri sekte kita dulu, sebelum memutuskan membangun sekte di atas gunung ini."


Tao Zhen tercengang, tidak menyangka mendengar jawaban seperti itu dari para sahabatnya. Mata Tao Zhen pedih, tubuhnya tiba-tiba berbalik. Ia tidak ingin menunjukkan wajahnya yang sedang menangis kepada mereka.

__ADS_1


Di atas atap ruangan itu, seorang anak kecil berusia 8 tahun tengah menguping pembicaraan mereka. Anak itu adalah Li Yao. Saat ini ia hanya tersenyum sambil terbaring menatap langit sore.


__ADS_2