Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 27 ~ Terbuka Setelah 100 Tahun


__ADS_3

Latihan selesai seperti biasa. Tidak ada yang spesial, kecuali saat pagi hari, di mana murid-murid latihan dengan sendirinya. Walau semua murid tidak melakukannya, Li Yao cukup senang melihat perkembangan tersebut.


Mereka telah kembali ke dalam asrama, bersiap untuk beristirahat. Li Yao menyuruh Chang Fen untuk mengumpulkan semua murid tingkat ketiga, kemudian membariskan mereka semua di depan kamar Li Yao. Satu persatu, Li Yao memerintahkan murid-murid itu untuk masuk ke dalam kamarnya.


Di mulai dari Song Chao, Li Yao memerintahkan anak berandalan itu untuk duduk bersila di atas lantai lalu menutup mata.


"Hey, sebenarnya apa yang mau kamu lakukan?" tanya Song Chao agak cemas, ia pikir Li Yao mencoba mempermainkannya.


"Aku akan membuat Kakak menjadi lebih kuat. Cukup dengarkan kata-kataku, jangan banyak bertanya! Setelah aku memasukkan sesuatu ke dalam mulut Kakak, Kakak harus mempraktikkan Teknik Dasar Memulai Perjalanan! Jika Kakak tidak serius, mungkin Kakak akan cacat."


"Apa?" Song Chao terkejut mendengar kalimat akhir Li Yao.


Seketika Li Yao memasukkan sebutir pil berwarna kuning pucat ke dalam mulut Song Chao. Itu adalah pil pembersih kotoran, pil tingkat 2 yang berkhasiat membersihkan kotoran-kotoran di dalam tubuh.


Tanpa banyak bertanya, Song Chao langsung mengaktifkan Teknik Dasar Memulai Perjalanan. Awalnya ia kesal dan sedikit panik, bisa-bisanya Li Yao memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya secara tiba-tiba.


Lima detik selanjutnya Song Chao merasakan kehangatan menyelimuti tubuhnya. Rasanya sangat nyaman, seolah kelelahan dan sakit yang menumpuk di dalam tubuhnya langsung menghilang.


"Fokus!" seru Li Yao, menyadarkan Song Chao yang hampir ketiduran.


Peringatan Li Yao terulang kembali di dalam pikiran Song Chao. Mungkin Kakak akan cacat! Kata-kata itu segera membuat Song Chao menjadi sangat hati-hati. Ia lekas mengalirkan energi hangat itu ke setiap penjuru di dalam tubuhnya.


Li Yao duduk bersila tepat di belakang Song Chao, membantu anak berandal itu menyerap dan mengalirkan energi yang berasal dari pil pembersih kotoran.


Kedua tangan Li Yao di ulurkan ke depan, menyentuh punggung Song Chao. Kata-katanya yang mengatakan tentang menjadi cacat itu adalah sebuah kebohongan, agar Song Chao serius dan hati-hati.

__ADS_1


Ada alasan mengapa Li Yao membantu Song Chao mengkonsumsi pil pembersih kotoran. Itu karena Li Yao ingin Song Chao menyerap 100 persen khasiat pil tersebut.


Song Chao bisa saja menyerap khasiat pil itu seorang diri, namun energi di dalam pil tersebut pasti akan banyak yang terbuang sia-sia. Lima menit kemudian, Song Chao telah berhasil menyerap seluruh khasiat yang berada di dalam pil tersebut.


"Sudah selesai, sekarang Kakak bisa membuka mata!" beritahu Li Yao.


Begitu Song Chao membuka mata, ia mendadak mencium bau busuk yang sangat menyengat dari sekelilingnya. Ternyata bau itu berasal dari dirinya, ia merasa mual dengan bau badannya sendiri.


Setelah menyuruh Song Chao keluar dari ruangannya. Li Yao memerintahkan satu murid lain yang berbaris di depan kamarnya untuk masuk. Murid itu masuk, Li Yao mengulang apa yang telah ia lakukan barusan kepada murid tersebut.


Murid itu akhirnya selesai menyerap khasiat pil pembersih kotoran. Li Yao lekas memerintahkan satu persatu murid untuk masuk ke dalam kamarnya lalu melakukan hal yang sama, terus berkali-kali sampai seluruh murid yang berbaris di depan kamarnya habis.


Tubuh Li Yao basah oleh keringat, membantu seluruh murid tingkat ketiga untuk menyerap pil ternyata memakan banyak Qi dan stamina.


Tidak lama selepas Li Yao membasuh tubuhnya hingga bersih, ia lekas memakai jubah peri daun lalu pergi ke dalam hutan yang berada di belakang sekte.


Ada tempat yang ingin dikunjungi oleh Li Yao. Kemarin ia gagal mengunjungi tempat tersebut karena bertemu dengan seorang gadis yang misterius.


Kali ini Li Yao berjalan agak menjauhi tempatnya bertemu dengan gadis itu. Walau sangat penasaran dengan identitas gadis misterius tersebut, sekarang Li Yao memiliki keperluan lain yang harus ia lakukan.


Menyelidiki gadis itu bisa Li Yao lakukan kapan saja.


Sesampainya di depan batu besar yang terlihat sangat biasa, Li Yao mengelus permukaan batu tersebut lalu merasakan goresan-goresan yang samar.


Pedang tiba-tiba muncul dari tangan Li Yao, ia lantas mengalirkan Qi miliknya ke dalam pedang tersebut lalu mengayunkannya ke depan, ke arah permukaan batu.

__ADS_1


[Seni Jalan Surgawi Chapter Keenam - Persatuan Yin Yang]


Tubuh Li Yao bercahaya, seluruh Qi miliknya kini selaras dengan alam di sekitarnya. Seolah memiliki kehendaknya sendiri, Qi alam di sekelilingnya terus bergerak menyelimuti tubuh Li Yao.


Sekarang Li Yao bisa menggunakan dan mengendalikan seluruh Qi tersebut. Li Yao merasakan tubuhnya dialiri dan diselimuti oleh kekuatan yang luar biasa.


Di dalam harmoni itu, kekuatan Li Yao meningkat 5 kali lipat. Waktu Li Yao mengayunkan pedang di tangannya, energi alam yang menyelimuti pedangnya tumpah lalu menggores lembut permukaan batu.


Satu menit berlalu, batu itu terbelah dua kemudian menunjukkan tangga yang mengarah ke lorong di bawah tanah. Cahaya di tubuh Li Yao berangsur-angsur mulai menghilang, kulit Li Yao tiba-tiba pucat dan berkeringat.


Li Yao dalam sekejap merasakan bila tubuhnya menjadi lemah. Itu adalah efek menggunakan Seni Jalan Surgawi Chapter Keenam - Persatuan Yin Yang. Tubuh Li Yao sangat kurang dari mampu untuk menahan seni beladiri dengan tingkatan yang seperti itu.


Tanpa membuang waktu, kaki Li Yao lekas melangkah menuruni anak tangga. Tangga tersebut cukup tinggi, butuh waktu 10 menit untuk Li Yao agar sampai di bawah sana.


Obor di dinding lorong tiba-tiba menyala, mengusir sedikit kegelapan pekat yang menyelimuti sekelilingnya. Li Yao terus berjalan, setengah menit kemudian ia sampai di depan sebuah pintu besar yang tampak sangat kokoh.


Pintu hitam polos yang besar itu memang sangat kokoh. Terbuat dari logam terkeras ada di dunia ini, Logam Pemberian Dewa. Bahkan penguasa surga butuh usaha yang sangat besar agar bisa membuka pintu tersebut.


[Seni Jalan Surgawi Chapter Keenam - Persatuan Yin Yang]


Tubuh Li Yao kembali bercahaya. Saat Li Yao mengulurkan tangannya menyentuh logam hitam yang dingin itu, pintu tersebut seketika langsung terbuka dengan sendirinya. Setelah 100 tahun, ruangan itu akhirnya terbuka lagi.


Li Yao melangkah masuk seraya mengelap darah yang keluar dari hidungnya. Sekujur tubuh Li Yao sakit, kelihatannya ia sangat memaksakan dirinya.


Sama seperti ketika Li Yao memasuki lorong, beberapa obor di dalam ruangan itu tiba-tiba menyala.

__ADS_1


__ADS_2