Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 67 ~ Masalah Lagi


__ADS_3

Sejak kapan Sekte Jalan Pegunungan memiliki jenius seperti Tao Yuhan? Gadis itu berhasil meladeni serangan Song Hao bahkan sampai melukainya. Peng Mu sangat tercengang melihat kemampuan yang ditunjukkan oleh Tao Yuhan.


Sepertinya Sekte Jalan Pegunungan selama ini menyembunyikan kejeniusan gadis tersebut, hanya itu jawaban yang bisa terbesit di pikiran Peng Mu. Peng Mu lekas mengamati tingkat kultivasi Tao Yuhan, tapi ia tidak dapat melihat kultivasinya.


Di sisi lain, Song Hao bersiap untuk menyerang Tao Yuhan. Tidak ada lagi kesombongan yang tampak pada wajahnya, kali ini pemuda botak itu sudah tidak meremehkan musuh di hadapannya. Berbeda dengannya, ekspresi Tao Yuhan tetap datar seperti biasanya.


Di tengah keheningan dan keseriusan mereka, Tao Zhen tiba-tiba membuka mulutnya lalu berbicara dengan penuh amarah.


"Hentikan!"


Tao Zhen lekas menghampiri anak perempuannya, tatapan matanya dingin saat melihat Song Hao dan juga Peng Mu yang hanya diam tidak menghentikan muridnya.


"Tetua Peng, tolong keluarkan muridmu dari sekteku! Itupun jika kalian masih punya wajah untuk menginjakkan kaki di tempat ini!" ujar Tao Zhen sinis.


"Hao'er, ayo kita pergi dari sini!" ucap Peng Mu merasa malu. Sebenarnya ia masih ingin melihat pertarungan muridnya dengan gadis tersebut, ia tidak terima dengan hasil pertarungan singkat barusan, seakan Song Hao kalah dari murid Sekte Jalan Pegunungan.


"Tapi-"


"Jangan permalukan aku dan dirimu lebih jauh lagi! Kamu masih punya kesempatan untuk mengalahkannya saat Turnamen Kekaisaran Timur!" bentak Peng Mu, ia segera berbalik lalu pergi meninggalkan kekacauan tersebut.


Sebelum Song Hao terpaksa pergi mengikuti gurunya, ia berseru lalu menantang Tao Yuhan untuk datang mengikuti turnamen Kekaisaran Timur.


"Pertarungan kita masih belum selesai! Kamu harus datang dan mengikuti turnamen yang akan diadakan sebulan lagi! Pada saat itu, aku pasti akan mengalahkanmu!"


Setelah kepergian dua pengacau tersebut, murid-murid tingkat ketiga maupun tingkat kedua mulai ditanyai dan diinterogasi oleh para Tetua. Apa saja yang terjadi di tempat itu? Bagaimana kejadian itu bisa terjadi? Siapa saja yang terlibat dengan kekacauan tersebut? Dan lain sebagainya.


Bintang pembicara pada malam itu tidak lain adalah Tao Yuhan dan Li Yao. Para murid tingkat kedua mulai menaruh respek kepada Li Yao dan Tao Yuhan, terutama Shao Yahui dan kedua teman dekatnya.

__ADS_1


Pandangan murid tingkat ketiga kepada Tao Yuhan juga berubah. Sekarang mereka sudah tidak lagi menganggap Tao Yuhan sebagai gadis manis yang harus dilindungi. Tao Yuhan jauh lebih kuat dari mereka semua, tidak mungkin gadis seperti itu butuh perlindungan dari mereka.


Tentu saja sejak kejadian itu, murid-murid semakin banyak yang jatuh cinta dengan Tao Yuhan. Andaikan saja mereka tahu sifat Tao Yuhan yang sesungguhnya, mereka pasti akan berpikir ulang untuk jatuh cinta dengan gadis seperti itu.


Ketua Sekte juga memanggil para tabib dari Kota Awan Biru untuk merawat murid-murid yang terluka. Li Yao tahu Ketua Sekte pasti akan meminta ganti rugi kepada Biara Laut Putih atas masalah ini.


Para murid sisanya yang tampak baik-baik saja mulai beristirahat, termasuk Li Yao dan Tao Yuhan. Di dalam kamarnya, Li Yao duduk bersila lalu segera menutup mata, teknik dasar memulai perjalanan aktif menyebarkan khasiat pil ke seluruh penjuru tubuhnya.


Secepat mungkin Li Yao ingin berlatih kembali seperti sediakala.


***


Keesokan paginya.


Ketika Li Yao membuka pintu lalu keluar dari dalam kamarnya, ia melihat seorang pria tampan sedang berdiri di samping pintunya. Pria tampan itu tidak lain adalah Shao Yahui, ia kelihatan sedang menunggu seseorang untuk keluar dari dalam kamar.


"Senior, untuk apa kamu menemuiku sepagi ini? Kamu datang bukan hanya untuk menyapaku, bukan?" tanya Li Yao langsung ke inti pembicaraan.


Lorong asrama agak sepi, para Tetua menyuruh murid-murid tingkat ketiga untuk mengabaikan latihan pagi mereka hari ini. Walau demikian, tiga atau empat murid tetap bangun lalu melihat perseteruan diantara Li Yao dan Shao Yahui.


"Kenapa nada bicaramu seperti itu ketika berbicara kepadaku? Apa kamu tak menghormatiku sebagai seniormu?" balas Shao Yahui kesal, ia tidak terima bila posisinya sebagai murid terbaik Sekte Jalan Pegunungan direbut.


Murid terkuat Sekte Jalan Pegunungan sekarang memang Tao Yuhan. Shao Yahui tidak bisa membantah itu, apalagi setelah ia melihat kemampuan bertarung gadis tersebut.


Tapi Li Yao, bocah dengan raut wajah yang menyebalkan itu, Shao Yahui tidak ingin bocah tersebut menjadi lebih superior dibandingkan dirinya.


Seandainya Song Hao tidak lengah, maka tidak mungkin Li Yao dapat mengalahkannya dalam sekali pukul. Li Yao hanya beruntung karena bisa mengambil kesempatan tersebut. Itulah yang dipercayai oleh Shao Yahui.

__ADS_1


"Itu cuma perasaan Senior saja." Li Yao berkelit lalu memuji pemuda tampan yang menyebalkan itu.


"Tidak mungkin aku tidak menghormati murid terbaik Sekte Jalan Pegunungan, Senior Shao."


Senyum timbul di wajah Shao Yahui, ia suka melihat Li Yao berkelit dan berusaha memuji dirinya. Bukankah itu artinya bocah tersebut takut kepada dirinya? Kepercayaan diri Shao Yahui meningkat. Ia semakin ingin menunjukkan dominasinya terhadap Li Yao di hadapan murid-murid lain.


Tangan Shao Yahui tiba-tiba merogoh sesuatu dari balik pakaiannya lalu menjatuhkan sebuah pena. Li Yao melirik pena tersebut lalu menatap Shao Yahui dengan tanda tanya matanya.


"Adik Junior, kenapa kamu hanya diam saja? Cepat ambilkan pena itu! Tulang pinggangku terluka saat kejadian semalam. Luka di pinggangku akan semakin memburuk jika aku membungkukkan tubuhku," ucap Shao Yahui seraya tersenyum tipis.


Tatapan Li Yao menjadi dingin, ia memaksakan dirinya untuk tersenyum kaku. Tingkah Shao Yahui sungguh menyebalkan dan kekanak-kanakan sekali. Padahal baru semalam Li Yao memuji semangat dan pendiriannya.


Li Yao menghela napas, ia tahu alasan kenapa Shao Yahui melakukan hal seperti itu kepada dirinya. Saat ini Li Yao tidak ingin membuat masalah baru, jadi ia akan berusaha untuk bersabar, semoga saja perilaku Shao Yahui tidak melewati batas kesabarannya.


***


Selepas pergi dari Sekte Jalan Pegunungan, Song Hao dan Peng Mu memutuskan untuk menginap satu malam di Kota Awan Biru. Pagi itu sebelum mereka pulang ke Biara Laut Putih, Song Hao sudah berpesan kepada gurunya bahwa dirinya ingin pergi melihat keadaan Kota Awan Biru.


Song Hao segera keluar dari penginapan lalu berjalan ke pusat kota. Di tengah perjalanannya, pemuda botak itu melihat seorang gadis kecil yang memiliki rambut dan mata berwarna emas.


Seketika Song Hao menyadari bila gadis kecil tersebut bukanlah manusia. Apa yang sedang dilakukan oleh siluman kecil ini di tengah kota? Song Hao tiba-tiba sudah berada di hadapannya, ia melirik keranjang penuh sayuran yang sedang di bawa oleh gadis tersebut.


"Ap-"


Kalimat Song Hao terpotong, mendadak gadis kecil itu berteriak histeris lalu mencampakkan keranjang di tangannya. Gadis kecil itu tidak lain adalah Huli, ia masih memiliki trauma bila melihat orang yang botak.


"TOLONG! TOLONG! ADA PENJAHAT DI SINI YANG MAU MENCULIKKU!"

__ADS_1


__ADS_2