Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 32 ~ Serangan Dadakan


__ADS_3

Penginapan Rongrong merupakan salah satu penginapan terbaik yang ada di Kota Awan Biru. Itu terlihat jelas dari bangunan mewah dan pelayanan yang di berikan oleh penginapan tersebut.


Di lorong lantai kedua, Li Yao sering melihat para pelayan mondar mandir dengan sibuknya. Sepertinya pada hari biasa pun, penginapan itu tetap ramai dengan pengunjung.


Sesampainya di depan pintu kamar nomor 29, tanpa banyak berpikir Li Yao langsung mengetuk pintu tersebut. Kurang dari 1 menit pintu telah dibuka, menampilkan sosok pria berseragam putih yang berasal dari Aliansi Surgawi.


Begitu pintu dibuka, Li Yao dalam sekejap memanggil pedangnya lalu menusuk perut pria dihadapannya. Pria berseragam putih itu merupakan seorang pendekar ahli tahap membangun pondasi.


Kultivasinya dua tingkat lebih tinggi dari Li Yao.


Seandainya Li Yao bertarung melawan pria berseragam putih itu dalam keadaan normal, Li Yao sama sekali tidak punya kesempatan untuk menang. Sebab itulah ia harus melancarkan serangan diam-diam dan menggunakan cara pengecut.


Pria berseragam putih tersebut tidak menyangka akan ada seseorang yang menyerangnya. Pikirannya saat itu benar-benar lengah, sehingga Li Yao bisa menusuk perutnya tanpa sempat memberikan perlawanan sama sekali.


Sadar akan bahaya di depan matanya, pria tersebut lantas melompat mundur namun sayangnya sudah terlambat. Li Yao menerjang maju lalu menebas dadanya dalam dan panjang.


Menolak untuk kalah tanpa perlawanan, pria tersebut menarik sebuah belati perak dari pinggangnya. Ia berhenti mundur, kakinya tiba-tiba menerjang maju, segera menutup jarak diantara mereka berdua.


Ketika pria itu mengayunkan belati peraknya, Li Yao tidak menghindar. Ia menangkis serangan tersebut menggunakan pedangnya.


Dua logam saling beradu, berdenting memecah udara di sekitarnya.


Seketika Li Yao melemaskan tangannya lalu memutar pedangnya, menebas tangan kanan pria tersebut hingga terputus. Pria tersebut hendak menjerit, namun Li Yao maju memasukkan tangan kirinya ke dalam mulut pria dihadapannya.


Pria itu tidak bisa berteriak sesuai kemauannya.


Bergerak dengan sangat cepat dan ringan, Li Yao sudah berada tepat di belakang punggung pria berseragam putih. Pedang Li Yao kini berada di depan leher pria tersebut, mengancam kehidupannya.


Pertarungan itu selesai dalam waktu yang sangat singkat.

__ADS_1


"Siapa kamu? Kenapa kamu menyerangku? Apa kamu tak tahu akibat jika menyerang seseorang dari Aliansi Surgawi?" ucap pria berseragam putih itu pelan, tanpa menyembunyikan sedikit pun nada mengancam.


Abai sepenuhnya terhadap kata-kata yang diucapkannya, Li Yao berjalan menutup pintu sembari menyeret tubuh pria berseragam putih yang penuh luka. Untung saja tidak ada yang melihat pertarungan singkat mereka.


Pria tersebut meringis, rasa sakit di dada, perut, dan tangannya mulai meningkat. Keadaan pria itu sekarang terlihat sangat menyedihkan, kontras sekali dengan dirinya beberapa saat yang lalu.


Seragam serba putihnya kini kotor oleh darah, darah yang merembes keluar dari luka besar di dada, tangan, dan perutnya. Pakaiannya robek, kulitnya pucat, tangan kanannya buntung, penampilannya yang rapi telah berubah 180 derajat menjadi berantakan.


"Katakan! Apa Aliansi Surgawi masih dikuasai oleh Ren Zhuan?" tanya Li Yao dingin.


Pria berseragam putih tersebut menelan ludahnya kasar, tidak menduga akan mendengar pertanyaan seperti itu.


"Kenapa aku harus menjawab pertanyaanmu? Cepat singkirkan pedangmu, maka aku akan menganggap bila semua ini tidak pernah terjadi !" Pria tersebut bohong, mana mungkin ia akan membiarkan seseorang yang telah melukainya sedemikian rupa bebas berkeliaran.


Li Yao mengeleng, tawa sinis lepas dari mulutnya. Sepertinya pria tersebut tidak sadar diri dengan situasinya. Tawa dingin di belakang punggungnya sukses membuat pria berseragam putih itu merinding.


Tangan kiri Li Yao lekas mencengkeram lengan kanan pria tersebut, tepat di bagian daging dan tulangnya yang tampak jelas. Waktu Li Yao mengalirkan Qi miliknya ke dalam tubuh pria berseragam putih melalui lukanya, rasa sakit yang teramat sangat tiba-tiba muncul, menyiksa pria itu.


"Apa sekarang kamu sudah sadar dengan situasimu?" tanya Li Yao, tangan kirinya sudah berhenti mengirimkan siksaan.


Sejak awal Li Yao memang bukan orang baik. Ia adalah tipe orang yang kejam terhadap musuh-musuhnya. Banyak orang kadang melupakan itu, karena sikapnya yang santai dan sering menolong orang.


Tubuh pria berseragam putih tersebut bergetar hebat, ia dengan kaku menganggukkan kepalanya. Siksaan barusan sudah cukup untuk membuat pemikiran pria itu tentang mengancam Li Yao hilang.


"Apa Ren Zhuan masih menguasai Aliansi Surgawi?" ulang Li Yao.


"Dia sudah mati!" jawab pria berseragam putih dengan suara serak.


"Mati? Kenapa? Kapan?"

__ADS_1


"Dia mati karena penyakit 99 tahun yang lalu."


"Jangan bohong! Bagaimana bisa seorang Penguasa Surga mati karena penyakit? 100 tahun yang lalu ba*****n itu masih sehat dan sangat kuat," ujar Li Yao tak percaya.


"I-itu adalah informasi umum, semua orang juga mengetahuinya," jawab pria itu dengan bersusah payah.


Li Yao terdiam, firasatnya mengatakan bila ada sebuah konspirasi yang telah terjadi di balik layar.


"Jadi, siapa sekarang yang memimpin Aliansi Surgawi?"


"Raja Perang Ren Tian," jawab pria tersebut khidmat. Meski sekujur tubuhnya sakit, ia tetap mengucapkan nama tuannya dengan penuh hormat.


"Anak Ren Zhuan?" Li Yao memastikan.


"Ya!"


"Bagaimana dengan Ren Wu, anak perempuannya? Apa Tiga Keluarga Agung hanya akan membiarkan Aliansi Surgawi di kuasai oleh seorang Raja Pendekar?" Li Yao lanjut menginterogasi.


Dahi pria berseragam putih itu terlipat, nada Li Yao seakan menyiratkan bila Raja Pendekar adalah lemah. Padahal Raja Pendekar hanya berada satu tingkat di bawah Penguasa Surga. Seperti namanya, Raja Pendekar adalah raja dari seluruh para pendekar.


"Sebenarnya... " Pria berseragam putih itu ragu.


"Katakan!" ucap Li Yao dingin.


"Sebenarnya keadaan di pusat sekarang sangat tegang. Ada banyak pihak yang ingin merebut kursi Pemimpin Aliansi Surgawi. Termasuk Ren Wu, adik dari yang mulia sendiri. Ren Wu dengan dukungan Keluarga Agung Wu dan Kekaisaran Selatan."


"Keluarga Agung Xie dan Zheng juga saling bersekutu guna menjatuhkan Yang Mulia Ren Tian. Mereka mendapat dukungan dari Kekasaran Barat dan Utara. Saat ini Yang Mulia hanya di dukung oleh Kekaisaran Timur dan pendekar dari Aliansi Surgawi."


Informasi yang diberikan oleh pria tersebut kedengaran cukup bagus. Biarkan saja mereka terus berkonflik satu sama lain, dengan begitu mereka tidak akan punya waktu untuk mengawasi perkembangan Sekte Jalan Surgawi.

__ADS_1


"Aku punya satu pertanyaan terakhir." Li Yao menghela napas lalu melanjutkan kata-katanya.


"Siapa orang yang memimpin untuk menghancurkan Sekte Jalan Surgawi?"


__ADS_2