Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 41 ~ Hutan Timur


__ADS_3

Walau penampilan Deng Xue terkesan kasar dan mengintimidasi, sebenarnya Deng Xue adalah orang yang sangat lembut. Itu dapat dilihat dari tindakannya saat menyelamatkan anak kecil tersebut dari kemarahan Cheng Lei.


Deng Xue juga orang yang ramah, begitulah kata orang-orang yang tinggal di sekitar rumahnya. Sejak dulu Deng Xue tinggal seorang diri. Jadi ketika ia pingsan, tak ada orang lain yang menjaga rumahnya.


Li Yao dan Tao Yuhan mengambil kesempatan itu untuk memyusup ke dalam rumah Deng Xue lalu memeriksa keadaannya. Tubuh Deng Xue tampak baik-baik saja. Ia hanya mendapatkan sedikit memar di beberapa bagian tubuhnya.


Butuh waktu 3 jam sebelum Deng Xue akhirnya bangun. Selama waktu itu, Li Yao dan Tao Yuhan menunggu dengan sangat sabar. Bagaimanapun, mereka butuh informasi tentang monster itu dari Deng Xue.


Kehadiran Li Yao dan Tao Yuhan di dalam kamar mengejutkannya, Deng Xue tak tahu alasan mereka menunggu dirinya sampai sadar. Tunggu dulu, bukankah itu berarti kedua anak kecil itu menyusup ke dalam rumahnya?


"Apa yang kalian lakukan di dalam kamarku?" Deng Xue buru-buru menginterogasi mereka.


"Sebelum kami memburu monster itu, Pengurus Kota menyarankan kami untuk pergi menemui paman," jelas Li Yao tanpa basa basi.


"Apa?" Deng Xue tak percaya dengan kata-kata anak tak dikenal dihadapannya.


"Apa kalian sudah gila? Pulanglah, monster itu terlalu berbahaya bagi anak-anak seperti kalian!"


Dua kali Li Yao mengunjungi kedai Deng Xue, ia selalu menggunakan penyamarannya. Sebab itulah Deng Xue sama sekali tidak mengenali sosok Li Yao yang sesungguhnya, yaitu anak kecil.


"Kalian juga tidak boleh masuk ke dalam rumah orang lain sembarangan!" tambah Deng Xue, memberi peringatan kepada kedua anak yang lancang itu.


"Paman, aku memang gila," ucap Tao Yuhan sadar diri. Li Yao melirik gadis tersebut sambil memberinya kode agar dia terus menutup mulut.


"Apa paman meremehkan aku dan dia, karena kami masih anak-anak?" tanya Li Yao, ia menanyakan sesuatu yang sudah pasti.


"Tentu saja!" jawab Deng Xue jujur.


"Padahal kami sudah mendapatkan izin dari Pengurus Kota," ungkap Li Yao, sembari menunjukkan surat resmi yang diberikan oleh Fan Fu.


Surat itu asli, di sana terdapat stempel berisikan jejak Qi milik Kaisar Timur. Deng Xue tercengang. Sebenarnya ia sempat berpikir bila kedua anak ini tengah mempermainkannya, tetapi rupanya mereka benar-benar serius.


Kenapa Fan Fu memberikan izin kepada mereka untuk memburu monster tersebut? Deng Xue tak paham. Mereka hanyalah anak kecil, tidak mungkin mereka kembali dengan selamat jika bertemu dengan monster yang berbahaya itu.

__ADS_1


Bagaimanapun caranya, Li Yao dan Tao Yuhan berusaha untuk meyakinkan pria kekar yang kolot itu. 5 menit, 10 menit, 20 menit berlalu, Deng Xue tetap bersikeras agar Li Yao dan Tao Yuhan pulang ke sekte mereka.


Bahkan saat Tao Yuhan menunjukkan kemampuannya, Deng Xue tercengang namun ia tetap menolak. Padahal waktu itu kemampuan Tao Yuhan berhasil melampaui ekspetasi Li Yao.


Tidak punya pilihan lain, satu hal yang bisa Li Yao lakukan sekarang adalah bertaruh. Li Yao hanya punya satu cara terakhir untuk meyakinkan Deng Xue, yaitu ia mengatakan akan tetap memburu monster tersebut walau tidak mendapatkan informasi dari Deng Xue.


Li Yao berbalik lalu berjalan, diikuti Tao Yuhan dari belakang. Kepergian dua anak kecil itu menyebabkan Deng Xue panik. Tanpa informasi darinya, menghadapi monster itu bisa jadi lebih berbahaya.


Setelah menghentikan langkah Li Yao dan Tao Yuhan, Deng Xue akhirnya menyerah lalu memberikan segala informasi yang diketahuinya mengenai monster tersebut.


***


Perburuan akan dilakukan pada malam hari. Kebanyakan monster, binatang buas, ataupun siluman aktif ketika matahari sudah tenggelam. Tidak terkecuali dengan monster yang hendak diburu oleh Li Yao dan Tao Yuhan.


Menurut informasi dari Deng Xue, monster itu memiliki bentuk tubuh seperti manusia normal. Bedanya dengan manusia normal, monster itu memiliki kulit kasar yang terkelupas berwarna hitam, begitu juga dengan warna bulunya yang tipis dan berantakan.


Mata monster itu merah menyala, seluruh giginya runcing seakan siap menerkam mangsa kapan saja. Tingkat kultivasi monster tersebut diperkirakan menyamai seorang pendekar langit tingkat menengah.


Sudah 3 bulan berselang, sejak kehadiran monster tersebut meneror warga setempat. Dalam 1 bulan belakangan ini, monster itu sudah jarang terlihat di pemukiman warga. Kini monster itu lebih sering muncul di hutan, tetapi terkadang juga muncul di dekat jalan besar.


Itu tidak ada bedanya dengan melawan Cheng Lei, seorang pendekar yang telah mencapai ranah menghancurkan kehidupan tahap kelima. Apalagi kekuatan monster tersebut bisa saja lebih tinggi.


Alasan Deng Xue memberitahukan informasi ini kepada Li Yao dan Tao Yuhan, agar mereka berdua mengurungkan niat untuk memburu monster tersebut.


Bila berpikir logis, saat ini Li Yao memang tidak punya kesempatan untuk mengalahkan monster tersebut.


Di perbatasan Hutan Timur, Li Yao dan Tao Yuhan berdiri memandangi pohon-pohon besar yang menjulang tinggi. Sekali lagi untuk kesekian kalinya, Li Yao bertanya kepada Tao Yuhan.


"Apa umur kakak memang 16 tahun?"


"Ya," jawab Tao Yuhan dengan nada datarnya seperti biasa.


"Tubuhku memang terlambat berkembang."

__ADS_1


Entah itu bohong atau tidak, sekarang Li Yao tidak peduli. Selesai basa-basi yang sangat singkat itu, Li Yao kembali menanyakan kekhawatirannya.


"Apa Kakak memang bisa melawan monster setingkat Pendekar Langit?"


"Aku bisa membunuhnya!" jawab Tao Yuhan, terkesan sangat percaya diri.


Rasa percaya diri Tao Yuhan malah membuat Li Yao semakin khawatir. Li Yao tidak bisa tidak skeptis terhadap pernyataan sombong gadis tersebut.


"Apa Kakak pernah melawan pendekar langit?" tanya Li Yao lagi.


"Aku pernah membunuh beberapa."


Semoga saja Tao Yuhan tidak berbohong, Li Yao sungguh berharap demikian.


"Tapi Kakak pernah kalah melawanku," ucap Li Yao mengingatkannya.


"Waktu itu aku sudah tahu identitasmu, jadi aku tidak serius melawanmu!"


Li Yao masih ingin berdebat dengan Tao Yuhan, namun jawaban Tao Yuhan masih kedengaran cukup logis.


Tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menghela napas, Li Yao melirik Tao Yuhan lalu mencoba melihat kultivasinya, tetap tidak berhasil. Tingkat kultivasi Tao Yuhan masih menjadi misteri bagi Li Yao.


"Apa tingkat kultivasi Kakak?"


"Aku tidak tahu."


Li Yao menyerah.


"Berjanjilah bila Kakak tidak akan melarikan diri ketika berhadapan dengan monster itu!"


"Ya!"


Mereka lekas masuk ke dalam hutan. Pepohonan besar dengan daun yang cukup lebat tumbuh berserakan di mana saja, menutupi tirai gelap yang sudah ditarik oleh matahari.

__ADS_1


Seolah menyambut kedatangan Li Yao dan Tao Yuhan, Qi iblis yang sangat kuat tiba-tiba menghembus, menerpa tubuh kecil mereka. Qi iblis itu berasal dari depan mereka.


Li Yao lantas menoleh ke samping lalu menyadari bahwa Tao Yuhan telah menghilang.


__ADS_2