
Kacau Sekali.
Tinggal menunggu waktu sampai para tetua datang memeriksa keributan di tempat tersebut. Di tengah kekacauan itu, Li Yao memerhatikan Song Hao lalu melihat kultivasinya.
Kelihatannya pemuda itu baru menembus Alam Membangun Pondasi. Song Hao baru berumur 20 tahun, kultivasinya tergolong tinggi mengingat usianya yang masih sangat muda.
Walau tidak spesial, bakat Song Hao termasuk bakat yang sangat tinggi. Di sisi lain, ketiga murid terkuat dari Sekte Jalan Pegunungan hanya mencapai Alam Membentuk Inti Qi.
Shao Yahui berusia 30 tahun, Wu Wujing berusia 29 tahun, sedangkan Yin Min berusia 26 tahun. Mereka beberapa tahun lebih tua dari Song Hao. Walau demikian, kultivasi Song Hao jauh lebih tinggi dari mereka.
Saat pertama kali melihat kultivasi ketiga seniornya, Li Yao merasa agak lega karena kultivasi mereka sesuai dengan yang dipikirkannya. Mereka bertiga masih belum terlambat untuk melatih pondasi dan mengganti seni beladiri.
Tidak seperti kebanyakan murid tingkat kedua yang lain.
Butuh usaha dan waktu yang sangat banyak untuk mengganti dasar dan pondasi seni beladiri. Li Yao berniat membantu mereka lewat Ketua Sekte, tetapi itu tak jadi ia lakukan. Andaikan saja mereka tidak mencoba untuk mengganggu dirinya.
"Yin Min, kenapa kamu hanya diam saja? Cepat bantu kami melawan si b******* ini!" seru Wu Wujing kesal.
Sungguh sengat merepotkan! Yin Min menghela napas lalu menarik pedangnya, ia segera masuk ke dalam pertempuran, ikut bekerja sama untuk mengalahkan Song Hao.
"Maafkan aku! Rupanya tadi aku sudah sangat meremehkan kalian," ucap Song Hao seraya menunjukkan senyuman lebar. Luka di dada dan punggungnya perlahan mulai membaik lalu menutup.
[Seni Laut Putih - Tubuh Yang Mulia]
Seluruh otot Song Hao tiba-tiba berkontraksi lalu mengerut, kulitnya jadi lebih kasar dari biasanya. Song Hao bisa merasakan bila tubuhnya menjadi sangat ringan sekaligus keras seperti baja.
[Teknik Pedang Menembus Awan Bentuk Ketiga - Awan Badai]
[Teknik Pedang Menembus Awan Bentuk Kedua - Siluet Awan]
__ADS_1
Shao Yahui dan Wu Wujing kembali mengulang teknik yang baru saja mereka pakai. Awan tebal muncul mengaburkan pandangan mata orang-orang di sekitarnya. Yin Min diam-diam masuk ke dalam awan lalu menunggu saat yang tepat untuk menyerang Song Hao.
"Apa kalian pikir trik murahan ini akan mempan menghadapiku dua kali? Kalian terlalu merendahkanku!" ucap Song Hao kesal.
Seketika Song Hao dikelilingi oleh puluhan bayangan awan Wu Wujing. Seluruh bayangan itu hendak menyerangnya, namun Song Hao mengabaikannya. Puluhan bayangan itu lekas mendaratkan pedang mereka ke tubuh Song Hao.
Di antara puluhan bayangan tersebut, kali ini tubuh asli Wu Wujing juga ikut menyerang. Ia bersembunyi di dalam satu bayangan awannya. Pedang Wu Wujing segera mengayun ke punggung Song Hao lalu menebasnya.
Pada kesempatan itu, anehnya Song Hao tidak terluka. Song Hao lekas berbalik lalu memukul dada Wu Wujing dengan kecepatan yang luar biasa. Sebagian awan disekitarnya menghilang. Tubuh Wu Wujing tercampak lalu menabrak reruntuhan bangunan.
Kilauan petir yang cukup besar muncul lalu menyambar tubuh Song Hao. Kali ini pemuda botak itu juga tak menghindar. Shao Yahui muncul bersamaan dengan Yin Min dari arah yang berlawanan.
[Teknik Pedang Menembus Awan Bentuk Pertama - Mengiris Awan]
Mereka berdua dalam sekejap berhasil mendaratkan serangan ke kaki Song Hao. Meski begitu, kaki Song Hao tetap berdiri dengan kokoh. Pedang mereka hanya menggores betis Song Hao sampai berdarah.
Pemuda botak itu lekas melayangkan dua pukulan secara serentak ke arah mereka. Baik Shao Yahui maupun Yin Min tidak sempat untuk menghindar. Pukulan itu lantas menghantam tubuh mereka sampai terlempar lalu terguling-guling di lantai, sama seperti Wu Wujing.
"Apakah kemampuan kalian hanya segini? Aku bahkan belum bergerak meninggalkan tempatku berdiri," sindir Song Hao, ia memandang rendah usaha Shao Yahui yang sia-sia.
"Aku benar-benar kecewa dengan kalian bertiga! Sebenarnya apa yang aku harapkan dari murid-murid sekte yang bobrok ini?" sambung Song Hao.
"Tutup mulutmu, s*****!" balas Shao Yahui marah.
"Aku memang benar, kan? Sudah aku katakan kepadamu, bahwa seni beladiri Sekte Jalan Pegunungan adalah sampah! Waktu itu, seharusnya kamu keluar saja dari sekte ini. Sekte ini hanya akan memperlambat perkembanganmu! Coba lihat dirimu! Sekarang kamu sudah terlambat."
"AKU BILANG TUTUP MULUTMU!"
Di bakar oleh amarah, Shao Yahui bangkit dengan sangat berapi-api. Seketika pemuda tampan itu menerjang ke arah Song Hao lalu mengayunkan pedang ditangannya. Jujur saja, Li Yao lumayan terkesan melihat semangat yang ditunjukkan oleh seniornya itu.
__ADS_1
[Tenik Pedang Menembus Awan Bentuk Pertama - Mengiris Awan]
Satu tebasan pedang yang diluncurkan oleh Shao Yahui terlihat seperti sembilan tebasan pedang. Raut wajah Song Hao tetap tenang, ia membiarkan pedang Shao Yahui turun menebas pundaknya.
Serangan Shao Yahui berhasil mendarat ke tubuh Song Hao, namun serangan itu tidak menimbulkan luka apapun terhadap pemuda botak tersebut. Shao Yahui tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Seketika tangan Song Hao bergerak, ia menyambar leher Shao Yahui lalu mencekiknya. Apakah perbendaan kekuatan dirinya dengan Song Hao memang sejauh ini? Apakah dirinya tidak akan pernah bisa melampaui pemuda botak tersebut? Pemikiran itu sempat terlintas di dalam benak Shao Yahui.
"Teknik pedangmu barusan bahkan tidak bisa di bandingkan dengan tebasan biasa milik Lin Feng. Sudah aku katakan padamu, seni beladiri sektemu adalah sampah!" Song Hao berusaha menanamkan kalimat itu ke dalam pikiran Shao Yahui.
"Diamlah, b******! Bukan seni beladiri milik sekteku yang bermasalah, melainkan diriku! Aku hanya kurang berbakat," ungkap Shao Yahui dengan suara bergetar.
Mendadak Song Hao mencampakkan tubuh Shao Yahui ke reruntuhan. Ia kesal karena pemuda tampan itu tidak termakan dengan kata-katanya.
Tubuh Song Hao lekas kembali seperti sediakala, ia sudah puas menghajar ketiga murid terkuat dari Sekte Jalan Pegunungan. Sekarang Song Hao berniat untuk pergi menemui gurunya.
Sebelum para orang tua yang menyebalkan itu sampai ke kekacauan ini, mereka akan pergi meninggalkan Sekte Jalan Pegunungan. Urusan gurunya di sekte ini sudah selesai. Mereka tidak punya waktu untuk terus menunggu kesembuhan murid bernama Li Yao dan Tao Yuhan.
Waktu Song Hao ingin melangkahkan kakinya, ia tiba-tiba mendengar suara seseorang yang tengah menghina dirinya.
"Hey, sampah! Apa kamu belum sadar bila sifatmu seperti sampah?"
Song Hao menoleh ke arah suara lalu menemukan sosok seorang anak laki-laki.
"Coba katakan sekali lagi!" ancam Song Hao.
"Dasar sampah!"
Sekelebat bayangan bergerak cepat lalu Song Hao muncul di depan anak tersebut.
__ADS_1
"Katakan! siapa namamu?"
"Li Yao!"