
Sinyal kembang api yang di ciptakan oleh Du Huan juga terlihat dari lokasi Li Yao dan Tao Yuhan. Begitu juga ketika Cheng Lei bertarung dengan monster yang sedang mereka incar.
Dampak pertarungan antara Cheng Lei dan makhluk itu dapat dirasakan oleh Li Yao dan Tao Yuhan, terutama Qi iblis yang keluar dari tubuh monster tersebut. Itu adalah Qi iblis yang menyambut mereka ketika memasuki Hutan Timur.
Li Yao dan Tao Yuhan ingin pergi ke tempat makhluk tersebut, namun gelombang binatang buas dan beberapa siluman liar menghalangi jalan mereka.
Bau darah yang berasal dari batu delima darah memang dapat memancing binatang buas dan juga siluman. Walau ukurannya sangat kecil, jika batu delima darah di makan oleh binatang buas, maka mungkin saja binatang buas tersebut akan langsung berkembang menjadi seekor siluman.
Hal yang sama berlaku juga pada siluman. Perkembangan siluman tergantung dengan peringkatnya. Semakin besar ukuran batu delima darah yang di komsumsi, maka semakin besar peningkatan yang akan di terima oleh siluman dan binatang buas.
Tao Yuhan jauh lebih banyak membunuh makhluk-makhluk itu dibandingkan dengan Li Yao. Kini Li Yao cukup percaya, bila Tao Yuhan memang benar-benar menyembunyikan kekuatannya.
Sepuluh benang sutra yang sangat kuat dan tajam keluar dari jari-jari tangan gadis tersebut. Tao Yuhan lekas menggunakan benang-benang di jarinya untuk membuat perangkap di sekeliling mereka.
Sebagian besar binatang buas mati karena terkena jebakan itu, sisanya dibantai oleh Li Yao dan Tao Yuhan. Waktu itu Tao Yuhan tidak menggunakan pedang di punggungnya, melainkan benang-benang pada jarinya.
Tao Yuhan sangat mahir menggunakan benang-benang tersebut. Benang yang keluar dari jarinya juga terlihat sangat berbahaya, ada racun mematikan yang menempel pada setiap benangnya.
Bagaimana Li Yao tahu? Lihat saja binatang-binatang buas yang menderita sebelum kematiannya itu, padahal makhluk malang tersebut hanya sedikit tergores.
Li Yao sendiri yakin, jika ia tidak mendapatkan penawar racun itu dalam waktu kurang dari setengah jam, dirinya mungkin tidak akan selamat.
Semakin banyak misteri tentang Tao Yuhan. Li Yao mengenal seseorang yang menggunakan teknik benang mirip dengan Tao Tuhan, meski demikian milik Tao Yuhan tetap jauh lebih superior.
Sekte Jalan Surgawi tidak punya teknik seperti itu. Teknik tersebut hanya bisa di dapatkan dari luar. Ketika Li Yao melirik mata Tao Yuhan, segaris warna ungu vertikal yang kelihatan sangat buas dan menakutkan kini berada di dalam bola mata gadis tersebut.
Bola mata Tao Yuhan telah berubah menjadi bola mata binatang buas, ular lebih tepatnya.
__ADS_1
Kurang dari semenit, tempat itu sudah berubah menjadi kawasan penuh mayat terpotong dan berdarah-darah.
Bau darah dari batu delima darah tersebut hanya bertahan kurang dari 3 menit. 5 menit setelah itu, binatang buas dan siluman liar di kawasan itu telah habis di bantai oleh mereka berdua. Butuh total waktu 8 menit untuk menghabisi semuanya.
"Jawab dengan jujur, apa hubungan Kakak dengan Raja Tanpa Nama?" tanya Li Yao seraya mengatur napas. Membantai gelombang makhluk-makhluk yang buas itu ternyata lumayan melelahkannya.
"Bagaimana kamu tahu julukan itu?" Tao Yuhan balas bertanya, kulit di sekujur tubuhnya semakin pucat sampai menyerupai mayat.
Tidak seperti Li Yao, Tao Yuhan sedikit pun tidak tampak kelelahan. Saat itu Li Yao merasakan sesuatu yang berbeda ketika berbicara dengan gadis tersebut. Nada bicara, ekspresi, dan tatapan mata Tao Yuhan, semuanya kelihatan jauh lebih dingin sampai menyeramkan.
Apakah semua itu hanya perasaan Li Yao saja? Bola mata Tao Yuhan telah kembali seperti sediakala, akan tetapi di dalam sana Li Yao bisa melihat kekosongannya sudah sedikit memudar.
"Anggap saja aku pernah bertemu dengannya!"
Seharusnya Li Yao tidak menjawab pertanyaan Tao Yuhan dengan jawaban seperti itu. Seketika mata Tao Yuhan berubah warna menjadi ungu layaknya ular, gadis tersebut lekas mencekik leher Li Yao.
Kini urat-urat di sekitar wajah gadis tersebut telah membesar, terutama urat di sekitar matanya. Tao Yuhan lekas mengangkat tubuh Li Yao yang telah dicekiknya.
"Tidak mungkin dia masih hidup! Aku sudah membunuhnya, aku sudah menghancurkan semua miliknya. Tidak ada yang tersisa dari dirinya selain aku! Katakan, siapa sebenarnya identitasmu?!" ujar Tao Yuhan dengan tatapan siap membunuh.
Keadaan yang tadinya tenang, jadi mulai mencekam tatkala Li Yao menjawab pertanyaan dari Tao Yuhan. Tao Yuhan benar-benar serius, hawa membunuh yang sangat murni keluar dari tubuhnya.
"Tenanglah! Tadi aku cuma bercanda!" ucap Li Yao dengan susah payah.
Kelihatannya Tao Yuhan masih tidak percaya. Li Yao bisa merasakan cekikan di lehernya semakin kuat. Otak Li Yao berpikir keras, ia mencoba mencari alasan yang bisa di terima oleh Tao Yuhan.
"Dia membunuh semua keluargaku!" Li Yao berbohong untuk hidupnya.
__ADS_1
Mimik Tao Yuhan masih dingin, tatapan matanya tajam menyelidiki setiap perubahan yang muncul di wajah Li Yao. Mendadak cekikan Tao Yuhan melonggar lalu akhirnya lepas.
Tubuh Li Yao jatuh menyentuh tanah, ia segera memandang Tao Yuhan sambil mengelus lehernya yang memerah. Tao Yuhan diam, tampaknya gadis itu tidak punya sedikit pun niat untuk meminta maaf.
"Kapan kamu bertemu dengannya?" tanya Tao Yuhan setelah jeda hampir 1 menit.
"Saat aku masih bayi, itulah yang diceritakan oleh orang yang menyelamatkanku." Li Yao mengarang alasan tersebut dengan sangat cepat.
"Jangan berbohong kepadaku!" ucap Tao Yuhan sangat tidak terduga.
Li Yao jadi tak bisa berkata-kata, biasanya Tao Yuhan bahkan bisa dibohongi dengan kebohongan konyol. Kenapa kali ini tidak bisa?
"Instingku mengatakan bila kamu sedang berbohong," ungkap Tao Yuhan.
"Jadi 'saat itu' instingmu tidak mengatakan apa-apa saat aku sedang berbohong," ucap Li Yao di dalam hati.
Mendadak di hadapannya, Li Yao melihat sesosok gadis kecil seumurannya sedang mengintip dari balik pepohonan. Kehadiran gadis itu sangat janggal.
Tidak mungkin ada anak kecil berusia 8 tahun berkeliaran di tengah hutan, apalagi anak kecil itu muncul tepat setelah Li Yao dan Tao Yuhan membantai habis semua binatang buas dan siluman liar di wilayah tersebut.
Tao Yuhan menoleh ke belakang lalu melihat sosok gadis kecil itu. Gadis kecil itu tiba-tiba pergi, menjauh dari mereka karena merasa sudah ketahuan.
"Mari tunda masalah kita!" usul Li Yao, tidak ada untungnya sekarang berdebat dengan Tao Yuhan. Mereka berdua tengah sedang menjalani misi yang sangat berbahaya.
"Baiklah, ayo kita ikuti dia!" ajak Tao Yuhan lalu berlari mengejar gadis kecil yang misterius itu.
Li Yao tidak habis pikir, bagaimana bisa seseorang sebodoh itu? Bukankah tampak jelas, bila kemunculan gadis kecil di tengah hutan setelah pembantaian kemungkinan besar adalah jebakan?
__ADS_1