
Wilayah itu sangat sepi.
Kebanyakan orang yang tinggal di kawasan tersebut sudah mengungsi. Mereka takut dengan keberadaan monster tersebut, monster kuat yang dapat menyusup masuk ke dalam rumah lalu membunuh mereka.
Orang yang tetap tinggal karena tidak punya pilihan, hanya bisa diam dan bersembunyi di dalam rumah. Mereka tidak ingin terlibat dengan keributan apa pun yang terjadi di luar terutama pada malam hari.
[Seni Jalan Surgawi Chapter Kedua - Bayangan di Balik Cahaya]
Li Yao berlari ke arah wanita tua itu dengan kecepatan maksimal. Teriakan dan tindakan Li Yao barusan sukses memancing perhatian sang monster. Monster tersebut lekas bergerak maju lalu menyerang Li Yao menggunakan cakar tangannya.
Cakaran monster itu mendarat telak di tubuh Li Yao. Saat monster tersebut berpikir bila tubuh Li Yao akan terkoyak, sosok Li Yao di hadapannya tiba-tiba berubah menjadi bayangan lalu menghilang.
Monster itu meraung marah, ia merasa telah dipermainkan. Kepala monster itu menoleh lalu melihat Li Yao tengah berlari menuju wanita tua tersebut. Sekali lagi monster itu meraung, ia lekas mengejar sosok kecil Li Yao.
Keadaan Li Yao sangat terdesak. Ia benar-benar tidak punya banyak pilihan pada waktu itu. Jika ia salah bertindak atau bertindak kurang cepat, nyawanya bisa langsung melayang.
Tidak masuk akal bertarung berhadapan dengan monster tersebut. Satu serangan dari monster itu dapat membunuh Li Yao dengan sangat mudah. Jadi ia berpikir untuk menyandera wanita tua pemilik penginapan tersebut.
Wanita tua itu dan monster tersebut tampaknya memiliki suatu hubungan yang sangat dekat. Li Yao ingin memanfaatkan itu untuk memberinya sedikit waktu.
Menyandera seseorang memang bukan tindakan pendekar dari sekte aliran lurus, tapi Li Yao tidak punya pilihan. Li Yao sadar tindakannya sangat pengecut. Walau begitu ia tidak terganggu sama sekali.
Sayangnya Li Yao masih kurang cepat bila di bandingkan dengan monster tersebut. Monster itu tiba di depan Li Yao lalu melayangkan serangan lainnya.
Tipis sekali.
Li Yao bersiap menepis serangan monster tersebut, namun beberapa benang tak kasar mata tiba-tiba muncul lalu bergerak mengikat kaki sang monster. Monster itu segera tertarik ke belakang.
Serangan monster itu tidak berhasil mencapai tubuh Li Yao. Sesampainya di depan wanita tua tersebut, Li Yao buru-buru membuat wanita tua itu bertekuk lutut dengan menendang lututnya.
__ADS_1
Pedang pengiris iblis segera berada di depan leher sang pemilik penginapan.
Benang barusan berasal dari Tao Yuhan. Tao Yuhan telah bangkit kembali namun Li Yao tak menyadarinya. Hawa keberadaan Tao Yuhan masih sama seperti sebelumnya, tidak dapat dilacak. Hanya saja tingkatannya sudah sangat diluar nalar.
Wujud Tao Yuhan sendiri hanya tampak samar-samar. Jika Tao Yuhan berada dalam kondisi ini, orang-orang di sekelilingnya bahkan tidak mungkin menyadari keberadaannya.
Li Yao punya indra yang sangat tajam, jauh melampaui pendekar paling berbakat di sekte besar. Itupun ia masih kesulitan menemukan keberadaan Tao Yuhan.
Tao Yuhan benar-benar sebuah misteri? Li Yao tidak pernah bertemu dengan orang seperti Tao Yuhan. Di pikiran Li Yao hanya terlintas satu orang, namun orang itu masih memiliki hawa keberadaan tipis.
Tidak seperti hawa Tao Yuhan, hawa keberadaannya benar-benar lenyap menghilang. Bagaimana bisa Tao Zhen memiliki anak perempuan seperti itu?
Sesosok gadis kecil muncul di depan Li Yao secara sekelebat. Gadis kecil itu adalah Tao Yuhan. Keadaan Tao Yuhan pada waktu itu sangat mengenaskan. Kakinya pincang, tangan kanannya patah, beberapa tulang rusuknya juga patah, tubuh kecilnya penuh memar dan berdarah-darah.
Meski demikian, Tao Yuhan tidak tampak lemah. Ia tampak seperti binatang buas yang terpojok, rela mengorbankan nyawanya untuk membawa musuh ke dalam kematian.
Waktu itu, Tao Yuhan terlihat seperti orang yang sangat berbeda.
Tangan kiri Tao Yuhan menggenggam sebuah jantung berwarna hitam. Li Yao refreks melirik ke arah sang monster yang sudah terbujur kaku. Jantung itu adalah jantung monster tersebut.
Tanpa aba-aba, Tao Yuhan meremas jantung sang monster sampai terlumat hancur. Apakah misi mereka untuk membunuh monster tersebut telah selesai? Pertanyaan itu sebentar lagi akan terjawab.
Sandera sudah tidak diperlukan, jadi Li Yao melepaskannya. Niat awal Li Yao adalah menggunakan sandera tersebut untuk mengulur waktu. Wanita itu lantas berlari mendekati monster tersebut.
"Chen'er!" panggil wanita tua itu dengan suara serak, kelihatannya monster tersebut dulunya adalah seorang manusia.
Sebelum langkah wanita tua itu berhasil mencapai sang monster, monster tersebut telah bangkit kembali. Dahi Li Yao berkerut, ia tidak suka dengan perkembangan yang sedang terjadi.
Dulu Li Yao pernah bertarung dengan monster yang mirip, dengan monster yang sekarang sedang dihadapinya. Monster itu merupakan efek samping jika seseorang menggunakan seni iblis.
__ADS_1
Jadi dengan kata lain, monster itu dulunya adalah seorang manusia. Walau demikian, Li Yao tidak pernah bertemu dengan monster yang tidak mati jika jantungnya dihancurkan.
Tanpa membuang waktu lebih banyak lagi, Tao Yuhan menggunakan benangnya untuk mengikat kedua tangan dan kaki monster tersebut. Tubuh monster itu lantas tergiring ke depan Tao Yuhan.
Gadis itu lekas bergerak maju lalu memukul kepala monster tersebut sampai remuk. Tidak berhenti, benang Tao Yuhan segera melilit leher monster tersebut. Tao Yuhan berusaha memenggal kepala sang monster namun tidak berhasil.
[Seni Jalan Surgawi Chapter Keenam - Persatuan Yin Yang]
Tubuh Li Yao bercahaya, seluruh Qi miliknya kini selaras dengan alam di sekitarnya. Seolah memiliki kehendaknya sendiri, Qi alam di sekelilingnya terus bergerak menyelimuti tubuh Li Yao.
Kekuatan Li Yao meningkat secara ekstrem.
Li Yao melompat ke depan lalu bersiap menebas leher monster tersebut. Monster itu meraung marah, ia mengabaikan benang yang melilit lehernya lalu memukul Tao Yuhan. Tao Yuhan melompat mundur, menghindari serangan tersebut.
Di saat yang bersamaan, pedang Li Yao berhasil mencapai leher monster tersebut lalu menebasnya. Li Yao sangat yakin bila pedangnya mampu menebas benda apapun di dunia ini, bahkan surga sekalipun.
Itulah alasan kenapa Li Yao diberi gelar Yang Membelah Surga.
Monster itu masih sempat bereaksi lalu menghindari tebasan Li Yao. Pedang Li Yao sukses menebas setengah leher sang monster. Darah berwarna kehitaman menyembur keluar dari luka di leher monster tersebut.
Jika Li Yao sedang menghadapi monster biasa, mungkin serangan barusan sudah cukup untuk membunuh monster tersebut. Sayangnya monster itu bukan monster biasa.
Bagi monster tersebut, luka mengerikan di lehernya bukanlah masalah serius. Tanpa pikir panjang, monster itu dalam sekejap langsung melayangkan serangan kepada Li Yao. Li Yao berusaha menghindarinya sekuat tenaga dan berhasil.
Walau begitu, Li Yao tetap marah dan kesal. Dampak serangan monster tersebut menghempaskan tubuh Li Yao cukup jauh bagaikan kapas. Sisa Qi iblis yang keluar dari serangan monster tersebut juga menggores kulit dan pakaian Li Yao.
Kini tubuh Li Yao penuh dengan luka dan darah. Pertarungan ini memang berada sangat jauh dari jangkauannya. Li Yao mendesah kesal, sepertinya ia memang harus menggunakan salah satu kartu yang di sembunyikannya.
[Seni Terlarang Surgawi - Membakar Darah Dewa]
__ADS_1