Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 63 ~ Bangunan Hancur


__ADS_3

Kekuatan Song Hao meluap-luap, ia baru saja menerobos ke Alam Membangun Pondasi. Sekarang Song Hao sangat ingin bertarung dengan seseorang. Ia ingin melihat seberapa kuat dirinya setelah menerobos batasan alam.


Tidak ada objek latihan yang lebih bagus daripada bertarung melawan murid-murid Sekte Jalan Pegunungan. Setelah memberitahu Peng Mu bahwa dirinya sudah menerobos, Song Hao langsung bergegas menuju ke tempat murid-murid Sekte Jalan Pegunungan sedang berada.


Butuh waktu hampir seharian untuk Song Hao menerobos ke Alam Membangun Pondasi. Kini sudah malam, bulan bersinar terang di atas langit yang tak berujung.


Tadi sore seharusnya Song Hao sudah pergi dari Sekte Jalan Pegunungan bersama dengan gurunya, tapi ditunda karena dirinya harus menerobos. Setelah mengetes peningkatan kekuatannya, Song Hao berniat untuk pergi malam nanti dari sekte tersebut bersama dengan gurunya.


Begitulah yang telah terjadi, sampai Song Hao tiba di ruang makan. Song Hao mendobrak pintu lalu masuk tanpa sopan santun, waktu itu ia kelihatan sangat berapi-api dan bersemangat.


Mata Song Hao lekas memindai setiap orang yang ada di ruangan tersebut. Tatapan matanya jatuh pada ketiga pemuda yang berada di sekitar Li Yao. Mereka adalah Shao Yahui, Yin Min, dan Wu Wujing.


Senyum terbit di wajah Song Hao, ia senang bisa bertemu dengan ketiga murid paling terkuat dari Sekte Jalan Pegunungan. Berbeda dengan pemuda botak tersebut, ketiga murid senior itu memasang wajah yang sangat buruk.


"Song Hao, apa kamu tak punya sopan santun?" tanya Shao Yahui sinis, kini ia sudah tidak peduli dengan keberadaan Li Yao.


"Aku minta maaf atas perilaku tidak sopan yang aku lakukan barusan," ucap Song Hao, seolah dirinya benar-benar menyesal.


"Aku dengar kalian bertiga baru kembali dari pelatihan dan perjalanan yang sangat berat. Jadi, aku penasaran dan buru-buru pergi untuk mencari kalian. Sebagai ketiga murid paling terkuat di sekte ini, aku ingin melihat seberapa banyak perkembangan kalian dari tahun lalu."


"Apakah kalian masih sama menyedihkannya pada saat turnamen tahun lalu?" Song Hao berusaha memprovokasi mereka bertiga untuk bertarung dengan dirinya.


Li Yao melirik ketiga senior tingkat kedua di hadapannya. Mereka berdua kelihatan sangat marah sampai urat di pelipisnya membesar, hanya Yin Min yang tampak tidak terganggu.


"Katakan saja! Apa kamu sedang mencari masalah dengan kami semua? Meski kamu berasal dari Biara Laut Putih, kamu seharusnya melihat tanah apa yang sedang kamu pijak!" ujar Wu Wujing murka.


"Oh, apa maksudnya kalian semua ingin mengeroyokku? Silahkan saja!" tantang Song Hao dengan sombongnya.

__ADS_1


Waktu Wu Wujing hendak bergerak menyerang Song Hao, mendadak Yin Min menyentuh pundak Wu Wujing untuk menenangkannya.


"Tenanglah! Kita tak bisa menang melawannya," beritahu Yin Min dengan sangat jujur.


Wu Wujing menggertakkan giginya keras, begitu juga dengan Shao Yahui. Mereka sekarang harus lebih tenang. Jelas sekali bila Song Hao sedang berusaha mengajak mereka untuk berkelahi.


Rupanya ketiga senior yang hendak mengganggu dirinya adalah orang yang sadar diri, Li Yao agak terkejut mengetahuinya.


"Ternyata kalian jadi lebih pengecut di bandingkan tahun lalu," ejek Song Hao, ia tidak senang melihat mereka bertiga tidak terpancing dengan kata-katanya.


"Kalian mengecewakan, tidak heran kalian diterima di sekte yang bobrok ini?" sambung Song Hao.


Seketika Shao Yahui dan Wu Wujing langsung bergerak menarik pedang mereka dari sarungnya, kemudian menyerang Song Hao dengan seni beladiri yang mereka latih. Mereka telah naik pitam mendengar penghinaan Song Hao.


"Jangan hina rumahku, b******n!" seru Shao Yahui cukup lantang.


Mendadak seluruh ruangan di tutupi kabut embun yang sangat lebat, mata orang biasa akan sangat kesulitan untuk melihat pada keadaan seperti ini.


Berbeda dengan orang biasa, Li Yao memiliki indra-indra yang sangat peka. Matanya lekas memerhatikan teknik yang digunakan oleh Shao Yahui dengan seksama. Ia bisa merasakan aliran listrik kecil sedang berkecamuk di sekitarnya.


[Teknik Pedang Menembus Awan Bentuk Kedua - Siluet Awan]


Wu Wujing lantas mengeluarkan teknik pedangnya juga. Di tengah kabut yang sangat tebal, Song Hao tiba-tiba melihat wujud Wu Wujing sedang membelah diri menjadi belasan orang. Senyum Song Hao semakin lebar, inilah yang sudah ditunggu-tunggunya.


[Seni Laut Putih - Pukulan Menghempas Awan]


Tangan Song Hao mengepal erat, ia lekas memukul ke arah belasan Wu Wujing yang sedang membelah diri. Itu adalah pukulan biasa, namun pukulan tersebut berhasil menghempaskan berbagai hal yang ditujunya.

__ADS_1


Setengah awan di ruangan itu langsung menghilang, terutama yang berada di depan Song Hao. Banyak murid-murid menjerit kesakitan akibat terkena dampak pukulan tersebut. Pukulan itu juga berhasil menghancurkan dinding ruangan sampai berlubang.


"Jangan salahkan aku! Kedua teman kalian sudah lebih dulu menyerang diriku. Aku cuma membela diri!" ungkap Song Hao seraya menunjukkan senyuman sinis.


Dahi Li Yao mengerut, ia sangat menyayangkan Biara Laut Putih memiliki murid seperti Song Hao. Apalagi Song Hao adalah jenius nomor satu dari Biara Laut Putih. Dulu Biara Laut Putih merupakan sebuah perkumpulan pendekar berbudi luhur.


Itu miris sekali mengingat sifat dan sikap mereka pada zaman ini. Apakah Biara Laut Putih memang sudah jatuh dan melupakan ajaran mereka? Kelihatannya memang seperti itu.


Setengah awan yang masih tersisa tiba-tiba menunjukkan gejolak dan kilatan cahaya. Song Hao lekas berbalik, seketika kilatan cahaya itu berkumpul lalu bergerak ke arah dirinya.


Cepat sekali, Song Hao tidak bisa meresponnya tepat waktu. Saat Song Hao berpikir bila kilatan cahaya itu akan menyambar tubuhnya, Shao Yahui tiba-tiba muncul di depan dirinya.


Kilatan cahaya itu menyambar pedang Shao Yahui. Shao Yahui lekas menebas dada Song Hao dengan pedang petir tersebut. Darah muncrat, dada Song Hao menderita luka yang cukup dalam.


Tidak berhenti sampai di sana, beberapa bayangan Wu Wujing juga muncul di depan Song Hao. Shao Yahui buru-buru menyingkir dari hadapan Song Hao.


[Seni Laut Putih - Pukulan Menghempas Awan]


Song Hao lekas memukul ke depan dengan seni beladirinya. Bayangan Wu Wujing dalam sekejap langsung menghilang, begitu juga dengan sisa awan di ruangan tersebut.


Sama seperti sebelumnya.


Wujud asli Wu Wujing secara misterius muncul di belakang tubuh Song Hao. Pedang di tangan Wu Wujing dalam sekejap menebas punggung Song Hao, mengoyak dagingnya yang cukup keras.


[Seni Laut Putih - Tendangan Penghancur Bumi]


Kaki kanan Song Hao terangkat, ia lantas menghantamkan kaki kanannya ke lantai dengan seni beladirinya. Bumi berguncang. Baik Wu Wujing maupun Shao Yahui terpaksa harus menjauh.

__ADS_1


Tanah di bawah kaki Song Hao segera membentuk kawah besar dan banyak retakan. Dampaknya belum berhenti, bangunan yang sekarang masih ditempati oleh mereka juga ikut hancur dan luluh lantak.


__ADS_2