Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 49 ~ Keberuntungan Bodoh


__ADS_3

Setelah Li Yao, Tao Yuhan, dan Huli menutup mata lalu masuk ke alam mimpi, sudah tidak terdengar lagi tanda-tanda kehidupan di dalam kamar yang sedang mereka tempati.


Penginapan itu sungguh sepi, tidak ada orang lain selain mereka bertiga yang menginap di penginapan tersebut.


Sebuah Mata tiba-tiba muncul dari balik pintu, mengintip ketiga anak yang sedang tidur lewat lubang kecil tempat kunci dimasukkan.


Mata tersebut berkedip-kedip mengamati situasi di dalam kamar. Mereka bertiga tidur, sesuai dengan keinginannya. Di balik pintu mata itu segera bergerak lalu menghilang.


Pintu kamar terbuka pelan, sosok wanita tua pemilik penginapan muncul lalu berjalan menghampiri mereka. Air muka wanita itu dingin, keramahan sudah menghilang dari wajahnya.


Selama satu menit wanita itu hanya diam. Ia mengamati ketiga anak yang sedang tidur lalu memutuskan untuk membawa mereka satu persatu.


Pandangan wanita itu pertama kali tertuju pada Tao Yuhan, anak yang kelihatan paling tua diantara mereka. Ia secara perlahan dan hati-hati mengangkat tubuh Tao Yuhan lalu menggendongnya.


Tao Yuhan tampak tidak terganggu sama sekali, tidurnya masih pulas sama seperti sebelum ia digendong lalu di bawa keluar kamar. Wanita tua itu segera membawa Tao Yuhan ke dalam ruangan rahasianya.


Satu obor menyala, menerangi ruangan yang gelap itu dengan cahayanya yang temaram. Saat ini tepat di hadapan wanita tersebut, di dalam bayangan malam terlihat sesosok makhluk yang dibungkus dengan kegelapan.


Makhluk itu adalah monster yang sama, dengan monster yang membantai murid-murid Cheng Lei. Suara gemuruh aneh menggema di kegelapan, seketika Tao Yuhan membuka matanya.


"Itu bukan suara perutku!" ucap Tao Yuhan tanpa sadar, membela diri.


Wanita tua itu refleks mencampakkan tubuh Tao Yuhan yang sedang di gendong di depan dadanya, tindakan Tao Yuhan barusan sungguh-sungguh mengejutkannya.


Di atas lantai yang dingin, Tao Yuhan mengusap kedua matanya yang masih berkabut lalu mengamati keadaan di sekelilingnya. Tempat itu bukan kamarnya, Tao Yuhan sadar dengan hal tersebut.

__ADS_1


Ruangan itu kotor dan sangat bau. Tao Yuhan dapat menemukan 4 mayat pemuda botak sedang teronggok di dekat dinding. Mereka berempat merupakan murid-murid Cheng Lei yang berasal dari Biara Laut Putih.


Tatapan Tao Yuhan terpaku pada sosok gelap yang bersembunyi di balik bayangan malam. Kelihatannya monster yang ia cari-cari selama beberapa jam ternyata ada tempat ini.


Monster itu mengerang, matanya yang merah menyala menatap Tao Yuhan dengan waspada. Wanita tua itu segera sadar dari keterkejutannya, raut wajahnya semakin buruk saat menyadari bahwa Tao Yuhan baik-baik saja.


"Kenapa kamu masih hidup? Aku sudah mencampurkan racun pada makan malam kamu makan. Racun itu seharusnya sudah bereaksi satu jam setelah kamu mengkonsumsinya. Apa yang telah kamu lakukan? Bagaimana bisa kamu tidak mati?" Wanita tua itu menyerang Tao Yuhan dengan pertanyaan bertubi-tubi.


"Tubuhku kebal dengan racun," jawab Tao Yuhan datar seperti biasa.


"Jadi begitu? Karena itulah kamu memakan semua makan malam tanpa menyisakan sedikit pun kepada adikmu!" ujar wanita tua itu berspekulasi.


"Tentu saja," jawab Tao Yuhan agak sombong. Sebenarnya Tao Yuhan tidak tahu ada racun di dalam makan malam yang ia makan, saat itu ia hanya sangat lapar.


"Jadi kamu sudah menyadarinya sejak awal? Kalau begitu, kamu tadi cuma pura-pura tidur untuk mengelabuiku." Wanita tua itu terus berspekulasi.


Jika bukan karena bau busuk di ruangan ini, jika bukan karena suara monster yang mirip dengan suara perutnya ketika lapar, Tao Yuhan mungkin masih tidur dengan damai di gendongan wanita tersebut.


Sungguh Keberuntungan bodoh.


"Apakah ini alasanmu mengunjungi penginapanku? Tidak mungkin! Semua kejadian ini pasti hanya kebetulan," ungkap wanita tersebut seperti orang stres.


Alasan kedatangan mereka ke penginapan ini bukanlah sebuah kebetulan belaka. Setelah mencari jejak keberadaan monster tersebut selama beberapa jam, mereka akhirnya tiba di penginapan ini.


Ternyata Li Yao memang bisa mencari jejak sang monster dengan merasakan Qi iblis yang tersebar di dalam hutan. Andaikan bukan Li Yao, mereka tidak mungkin sampai ke penginapan ini.

__ADS_1


Lima benang transparan keluar dari jari-jari Tao Yuhan yang kecil. Tao Yuhan bersiap, pertarungannya dengan monster tersebut bisa pecah dalam waktu yang tak terduga.


"Jangan gunakan itu! Pasti ada alasan kenapa Ketua Sekte melarang kakak untuk bertarung menggunakan itu. Kakak berasal dari Sekte Jalan Surgawi, bukan? Gunakan pedang ini!" ucap Li Yao dari balik punggung Tao Yuhan. Sejak wanita tua itu membawa Tao Yuhan yang ketiduran, Li Yao secara diam-diam sudah mengikutinya.


Benang di jarinya menghilang, Tao Yuhan lekas mengambil pedang miliknya yang diulurkan oleh Li Yao. Sebelum masuk ke dalam ruangan, Li Yao juga sudah bersiap-siap dengan senjata di tangannya.


Senjata milik Li Yao adalah pusaka bumi tingkat rendah bernama pedang pengiris iblis. Nama pusaka itu sangat cocok dengan situasi yang sebentar lagi akan dihadapi olehnya dan Tao Yuhan.


Monster itu lekas menerjang ke depan, hendak menyerang Tao Yuhan. Kecepatan monster itu sangat di luar nalar, Li Yao sadar bila dirinya yang sekarang tidak bisa mengimbangi kecepatannya.


Dalam sekejap monster itu sudah berada sangat dekat di depan Tao Yuhan. Tao Yuhan bergerak mengantisipasi serangan monster tersebut. Satu cakaran monster itu melayang, Tao Yuhan menggunakan pedangnya untuk menahan serangan monster tersebut.


Sayang sekali tenaga mereka sangat berbanding jauh sekali.


Layaknya boneka rusak, tubuh kecil Tao Yuhan tercampak akibat menahan serangan yang sangat kuat. Seandainya Tao Yuhan tidak menahan serangan tersebut menggunakan pedangnya, mungkin sekarang tubuh Tao Yuhan sudah terkoyak.


Tubuh Tao Yuhan lekas menghantam dinding sampai berlubang. Ruangan itu bergetar hebat. Pikiran tentang robohnya bangunan tersebut sempat terlintas di dalam kepala Li Yao, namun hal itu tak terjadi.


Tao Yuhan lantas terguling dan terpelanting tidak berdaya di luar penginapan. Keadaan Tao Yuhan pada saat ini sungguh sangat mengenaskan. Apalagi setelah melihat Tao Yuhan tergeletak diam setelah menabrak pohon. Ia sudah babak belur dalam waktu yang sangat singkat.


Firasat Li Yao memburuk, ia sungguh-sungguh mengkhawatirkan keadaan gadis tersebut.


"Kakak, lupakan saja ucapanku barusan! Buang pedangmu! Gunakan seni bela dirimu yang aneh itu! " teriak Li Yao tanpa tahu malu. Tidak ada pergerakan, Tao Yuhan tampaknya sudah kehilangan kesadarannya.


Teriakan Li Yao memancing monster tersebut untuk menoleh ke arah dirinya. Li Yao dalam sekejap menggunakan Seni Jalan Surgawi lalu bergerak menuju wanita tua tersebut. Waktu itu keadaannya benar-benar mendesak, Li Yao sama sekali tidak punya pilihan lain.

__ADS_1


Seketika monster itu menerjang ke depan, siap menyerang Li Yao.


__ADS_2