Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 69 ~ Esensi Seni Jalan Surgawi


__ADS_3

Tubuh Li Yao bergetar menahan amarah. Satu harian ini dirinya terus diperlakukan dengan semena-mena oleh seniornya, terutama oleh Senior Shao Yahui. Li Yao tambah kesal karena dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.


Seandainya kondisi tubuh Li Yao baik-baik saja, ia pasti akan langsung menghajar pemuda tampan itu sampai wujudnya tidak bisa lagi dikenalinya. Tapi sekarang Li Yao harus bersabar, bersabar dengan sekuat tenaga. Li Yao merasa bila dirinya bisa kapan saja kehilangan kendali.


Sore itu murid-murid sudah menyelesaikan rutinitas latihan mereka seperti biasa. Di dalam kamar yang asing, Li Yao sedang memijat punggung seorang pemuda yang tengah tiduran. Pemuda itu tidak lain adalah Shao Yahui.


"Junior, kenapa tanganmu bergetar seperti itu?" tanya Shao Yahui tanpa menoleh ke arah Li Yao.


Saat ini pemuda tampan itu tengah menutup mata, ia fokus menikmati pijatan yang sedang dilakukan oleh juniornya. Mendengar perkataan tersebut, kekesalan Li Yao bertambah beberapa kali lipat.


"Hey, hati-hati saat memijat bagian itu! Tubuhku masih belum sembuh akibat pertarungan semalam," ungkap Shao Yahui saat merasakan lukanya di sentuh oleh Li Yao.


Kesabaran Li Yao akhirnya habis.


Tangan Li Yao mengerat, tinjunya segera mendarat keras ke luka pemuda tampan tersebut. Shao Yahui terkejut lalu tiba-tiba menjerit kesakitan, kenikmatan yang tadinya ia rasakan dalam sekejap langsung berubah menjadi rasa sakit.


Pukulan lainnya mulai mendarat di luka-luka Shao Yahui. Shao Yahui ingin memberikan perlawanan namun rasa sakit mengaburkan setiap rencana di kepalanya. Li Yao terus memukuli pemuda tampan tersebut sampai kekesalan reda.


Tinju Li Yao bukan hanya mengincar luka Shao Yahui, ia juga mengincar wajah dan bagian-bagian lain yang sangat sensitif terhadap rasa sakit. Jeritan Shao Yahui lantas semakin kencang.


Waktu itu, Li Yao sama sekali tidak menggunakan Qi di dalam tubuhnya. Ia murni hanya menggunakan kekuatan fisik yang selama ini dilatihnya dengan gila-gilaan.


"Apa kamu mau mati?!" ancam Shao Yahui, di tengah dirinya mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari Li Yao.


Li Yao mengabaikannya.


Saat Li Yao menghentikan pukulannya, pemuda tampan itu telah pingsan dengan keadaan yang sangat menyedihkan. Amarah Li Yao reda, ia sadar bila dirinya telah membuat masalah yang menyebalkan. Li Yao segera menghela napas, sepertinya selama beberapa hari berikutnya ia harus bersembunyi di suatu tempat.


***


Dua hari telah berlalu, sejak Li Yao menghajar Shao Yahui sampai babak belur. Selama waktu itu Li Yao tengah bersembunyi di hutan belakang sekte, atau lebih tepatnya ia bersembunyi di dalam rumah Tao Yuhan yang sederhana.


Sekarang Shao Yahui pasti sedang gencar mencari keberadaan Li Yao. Li Yao hanya bisa membayangkannya.

__ADS_1


Di dalam ruangan bawah tanah, Li Yao sedang duduk bersila menghadap prasasti batu yang diletakkan di pusat ruangan. Ruangan itu remang-remang dan hening, cocok sekali untuk Li Yao yang sedang fokus memulihkan diri.


"Ternyata kamu bersembunyi di sini selama ini."


Suara gadis yang familiar masuk ke dalam telinga Li Yao. Li Yao perlahan membuka matanya lalu menoleh ke arah suara gadis tersebut. Di sana berdiri seorang gadis cantik dengan ekspresi wajah yang datar seperti biasa


Tao Yuhan.


"Apa yang Kakak lakukan di sini?" tanya Li Yao memulai pembicaraan.


"Ini rumahku," jawab Tao Yuhan.


"Bagaimana keadaan sekte selama aku bersembunyi?" tanya Li Yao penasaran.


"Biasa saja." Tao Yuhan berjalan menghampiri prasasti batu lalu menyentuhnya.


"Oh, ada seorang pecundang yang berusaha keras mencarimu."


Senyum Li Yao timbul.


"Sebenarnya dari dulu aku sudah sangat penasaran." Sejenak Li Yao menjeda kata-katanya, sedangkan Tao Yuhan hanya diam mendengarkannya.


"Apa Kakak hanya menguasai Seni Jalan Surgawi sampai chapter kedua?"


"Ya," jawab Tao Yuhan singkat.


"Aku tidak percaya! Bukankah Kakak orang sangat berbakat? Seharusnya Kakak mudah menguasai Seni Jalan Surgawi sampai chapter kelima."


"Aku memang bisa menguasai Seni Jalan Surgawi chapter pertama dan kedua hanya dalam sekali percobaan, tapi chapter ketiga berbeda." Tao Yuhan mulai menjelaskan.


"Inti Seni Jalan Surgawi chapter ketiga adalah pilihan. Aku harus memilih sebuah jalan untuk aku jalani, tapi aku bahkan tak bisa melihat pilihan tersebut."


Li Yao diam mendengarkan dengan seksama, jarang sekali melihat Tao Yuhan berbicara sebanyak itu.

__ADS_1


"Sebuah pertanyaan terkadang muncul di dalam kepalaku saat melihat tulisan di batu ini. Apa aku punya jalan? Ketika aku memikirkan itu, aku hanya akan melihat kegelapan. Rasanya seperti aku terkurung di dalam neraka. Walau tubuhku baik-baik saja, tapi aku merasa sakit. Aku tak bisa melihat pilihan itu, aku juga tidak bisa melihat jalan yang harus aku pilih," jelas Tao Yuhan panjang lebar.


Meski hanya sekilas, Li Yao bisa merasakan secuil jejak emosi di dalam kata-kata gadis tersebut. Kepala Li Yao mendongak, Tao Yuhan lekas berdiri di hadapannya.


"Aku tidak mengerti, kenapa aku harus berjalan dan memilih jalan yang tak bisa kulihat?" ungkap Tao Yuhan, melanjutkan penjelasannya.


Sejenak keheningan menguasai ruangan tersebut. Satu menit kemudian, Li Yao kembali menanyakan sesuatu kepada Tao Yuhan.


"Bagaimana Kakak bisa mengerti dengan konsep Seni Jalan Surgawi chapter pertama dan kedua?"


"Aku mengerti Seni Jalan Surgawi chapter kedua ketika ayah menemukanku," jawab Tao Yuhan.


"Kalau yang pertama?"


"Aku... " Tao Yuhan tampak menyadari sesuatu lalu menghentikan kata-katanya.


"Ini cuma dugaanku saja, apa Ketua Sekte Tao Zhen bukan ayah kandung Kakak?"


Setelah memperhatikan interaksi yang aneh diantara Tao Yuhan dengan Tao Zhen, dugaan itu tak pernah lepas dari pikiran Li Yao.


"Ya," jawab Tao Yuhan.


Ternyata memang benar demikian. Li Yao segera berdiri lalu berjalan mendekati prasasti batu, telapak tangannya lekas menyentuh permukaan batu yang kasar itu. Tao Yuhan berbalik, ia kemudian memperhatikan tindakan yang sedang di lakukan oleh anak laki-laki tersebut.


"Setelah percakapan barusan aku jadi semakin yakin," ucap Li Yao seraya mengelus permukaan prasasti batu.


"Seni Jalan Surgawi sangat cocok dengan dirimu," ungkap Li Yao lalu menatap ke dalam bola mata milik Tao Yuhan.


"Apa maksudmu?" ucap Tao Yuhan bingung.


"Apa Kakak tahu? Esensi dari Seni Jalan Surgawi adalah perjalanan hidup yang pernah dilalui oleh Pendiri Sekte sendiri. Itulah alasannya, mengapa Pendiri Sekte hanya menuliskan Seni Jalan Surgawi sampai chapter keenam."


"Kita punya kisah dan perjalanan hidup masing-masing. Seni Jalan surgawi hanyalah petunjuk jalan yang akan membantumu, sebelum kamu memilih jalanmu yang sebenarnya. Jalanmu yang sesungguhnya dimulai dari chapter ketujuh," jelas Li Yao.

__ADS_1


"Aku masih belum mengerti," sahut Tao Yuhan.


"Kamu cuma perlu membuka mata! Mungkin penglihatanmu gelap, karena kamu masih menutup matamu."


__ADS_2