Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat
Chapter 26 ~ Gadis yang Lemah


__ADS_3

Song Chao bangun lalu keluar dari dalam kamarnya seperti biasa. Ada banyak anak-anak yang mengikutinya, mereka lekas keluar dari dalam asrama lalu bertemu dengan anak-anak lainnya.


Hari masih gelap, embun pagi yang dingin mencegat kulit mereka. Mereka semua harus menahannya, dingin itu tidak sedingin saat mereka pertama kali merasakannya. Sejak latihan gila yang gila itu, tubuh mereka semakin kuat dan sudah agak terbiasa dengan dingin tersebut.


Mereka semua sedang menunggu satu anak, anak yang menyebabkan mereka harus menderita selama beberapa minggu ini. Siapa lagi anak itu jika bukan Li Yao.


Lima belas menit berlalu, sosok kecil Li Yao yang menyebalkan belum muncul di hadapan mereka. Itu agak aneh, Li Yao biasanya bangun lebih dahulu daripada mereka.


Chang Fen lekas mengajak Song Chao lalu berinisiatif untuk mendatangi kamar Li Yao. Pintu kamar Li Yao tidak dikunci, mereka berdua meneguk ludah lalu membuka pintu tersebut.


Di dalam sana kosong, mereka tidak menemukan sosok Li Yao di dalam kamar tersebut. Chang Fen dan Song Chao lantas saling memandang, senyum terbit di wajah mereka yang kusut.


Kurang lebih mereka senang karena Li Yao sedang menghilang, jadi mereka tidak perlu menjalani latihan pagi yang sangat menyiksa itu. Setelah keluar dari dalam asrama, mereka berdua langsung memberitahukan kabar bahagia itu kepada anak-anak lainnya.


Kabar itu diterima dengan sangat gembira. Mereka berteriak kegirangan, sebelum akhirnya mereka kembali masuk ke dalam kamar masing-masing.


Mereka semua melupakan peringatan yang diberikan oleh Li Yao. Hukuman apapun yang nantinya akan diberikan oleh Li Yao, hari ini mereka tidak peduli. Hari ini mereka ingin tidur dengan puas.


Di dalam kamar, Song Chao menutup mata lalu berusaha untuk tertidur. Lima menit berlalu namun kesadaran Song Chao belum juga terlelap. Sepuluh sampai lima belas menit terlewati, ia tiba-tiba membuka mata.


Song Chao tidak bisa tidur, ada perasaan aneh di dalam tubuh dan pikirannya yang memaksa dirinya untuk tetap bangun. Bangkit dari atas kasur, Song Chao melangkahkan kakinya lalu keluar dari dalam asrama.


Di depan asrama, Song Chao melihat ada banyak anak lain seperti dirinya. Tidak bisa tidur. Diantara anak-anak itu, Song Chao melihat Chang Fen lalu menghampirinya.


"Kakak tertua, kenapa kakak tidak tidur?" tanya Song Chao, walau berandalan ia sejak dulu memang selalu sopan kepada Chang Fen.


"Kalau kamu, kenapa juga tidak tidur?" Chang Fen bertanya balik.

__ADS_1


"Aku tidak bisa tidur," jawab Song Chao.


"Sama, aku juga."


Mereka berdua menghela napas lalu saling menatap mata. Tidak perlu dijelaskan, sebenarnya mereka ingin melakukan latihan seperti biasa. Mereka berdua tersenyum lalu tertawa pelan.


Bersama anak-anak lainnya, mereka latihan keras seperti biasa tanpa kehadiran Li Yao yang misterius.


***


Ketika Li Yao sadar, pagi hari sudah menyingsing. Li Yao bangkit lalu mengelus rahangnya yang telah lebam. Tidak pernah Li Yao bayangkan, bahwa ia akan kalah dengan cara yang memalukan.


Bisa-bisanya Li Yao teralihkan dengan hal seperti itu. Itu merupakan sebuah kesalahan yang sangat fatal. Seandainya Li Yao bertemu dengan musuh yang berniat membunuh dirinya, sekarang ia pasti sudah meninggal.


Siapa gadis kecil itu? Bagaimana bisa dia menyadari keberadaan Li Yao? Li Yao sudah menghilangkan hawa keberadaannya. Apalagi dengan bantuan jubah peri daun, hawa keberadaannya sudah menghilang sepenuhnya, tubuhnya juga tersamarkan dengan lingkungan sekitar.


Li Yao semakin dengan identitas gadis tersebut. Hawa gadis itu benar-benar tidak bisa Li Yao deteksi. Li Yao menghela napas, agak bingung kenapa gadis tersebut tidak melakukan apa pun kepada dirinya yang telah pingsan.


Berbagai jenis kehidupan bangun dari tidurnya, mulai melaksanakan tugas yang di embankan kepada mereka. Li Yao berbalik lalu melangkahkan kaki, hendak kembali ke dalam asramanya.


Saat itu Li Yao mengurungkan niatnya untuk mengunjungi tempat tersebut. Sekarang bukan waktu yang tepat, ada latihan yang harus Li Yao jalani bersama anak-anak lain.


Tidak perlu buru-buru, malam nanti Li Yao bisa menyusup keluar mengunjungi tempat tersebut.


Sesampainya di depan asrama murid tingkat ketiga, Li Yao melihat banyak murid tetap menjalani latihan tanpa kehadirannya. Senyum lembut terlukis di bibir Li Yao. Itu adalah jenis senyum yang berbeda, dengan senyum yang biasanya ia perlihatkan kepada orang lain.


***

__ADS_1


"Gadis kecil di hutan belakang sekte? Aku tak pernah mendengar tentang hal itu," sahut Chang Fen.


Matahari membumbung tinggi. Setelah menyelesaikan latihan yang diawasi oleh Gao Ming, murid-murid tingkat ketiga sekarang sedang beristirahat.


"Adik, apa kamu semalam pergi ke hutan belakang sekte?" sambung Chang Fen, kali ini ia sangat penasaran dengan kepergian Li Yao.


"Tidak!" jawab Li Yao.


"Kita dilarang Tetua untuk pergi sana karena tempatnya sangat berbahaya."


"Aku bilang, aku tidak pergi ke sana!"


"Oh," balas Chang Fen, ia tahu Li Yao sedang berbohong.


"Bukankah tidak ada perempuan di sekte kita? Apa kakak tidak punya tebakan mengenai identitas gadis tersebut?" tanya Li Yao, gadis kecil itu telah berhasil membuat Li Yao menjadi sangat penasaran dengan dirinya.


Chang Fen diam, kelihatan sedang berpikir atau mencoba menggali sesuatu dari dalam ingatannya. Lewat 2 menit, Li Yao masih sabar menunggu jawaban keluar dari mulut kakak seniornya.


"Aku ingat, aku pernah mendengar bila Ketua Sekte memiliki seorang anak perempuan." Chang Fen berhasil mengingat informasi itu dari dalam kepalanya.


"Benarkah?" Li Yao senang mendengar informasi tersebut.


"Ya, aku mendengarnya dari kakak-kakak senior tingkat kedua. Anak perempuan itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan yang Adik sebutkan." Chang Fen masih kelihatan berpikir keras.


"Kalau tidak salah, nama anak perempuan itu adalah Tao Yuhan. Ia adalah anak perempuan yang sangat lemah, sebab itulah Ketua Sekte tidak membiarkannya bergabung menjadi murid sekte. Aku dengar gadis itu sakit-sakitan, ia selalu mengurung diri di dalam rumah. Aku bahkan tak pernah melihatnya barang sekali pun."


Penjelasan Chang Fen menyebabkan Li Yao mengerutkan kening. Gadis lemah dan sakit-sakitan? Siapa yang bilang begitu? Gadis kecil itu bahkan bisa mengalahkan semua murid tingkat ketiga jika ia mau.

__ADS_1


Informasi yang di berikan oleh Chang Fen belum tentu benar. Mungkin ia memang memberitahukan informasi tentang anak perempuan ketua sekte. Li Yao sadar, bisa saja Chang Fen sedang menjelaskan gadis yang berbeda dengan gadis yang dipikirkan Li Yao.


Apakah anak perempuan ketua sekte dan gadis hantu misterius yang ditemui Li Yao semalam adalah gadis kecil yang sama? Li Yao tak tahu, ada perasaan aneh di dalam hatinya yang mengatakan bahwa ia akan bertemu lagi dengan gadis tersebut.


__ADS_2