Kembalinya Puteri Tengkorak Putih

Kembalinya Puteri Tengkorak Putih
Chapter 10 : Meditasi


__ADS_3

Rumah kediaman keluarga Wildroar hanya beberapa blok dari rumah Kirana. Itu adalah sebuah rumah yang besar di lingkungan yang lebih elit.


“Aku masih penasaran dengan identitas dari Leona. Menurut ingatanku keluarga Wildroar tidak memiliki seorang putri.”


Kirana berkunjung sebentar karena Leona memaksanya. Rumah itu sangat mewah dan besar namun hanya ditempati oleh Leona dan para pembantu. Sedangkan keluarga saat ini sedang sibuk dengan pekerjaan.


“Alasan klasik.” gumam Kirana.


Di kehidupannya yang dahulu Wildroar merupakan sebuah perusahaan yang berkembang pesat setelah mengakui sisi Guild Mahakam, guild besar yang memiliki wilayah hampir seluruh pulau Kalimantan.


‘Entah bagaimana cara mereka melakukan itu, terlalu banyak rumor yang beredar.’ Kirana menatap sebuah foto besar yang terpajang di dinding ruangan keluarga.


Dalam foto tersebut terdapat ayah dan ibu Leona, lalu Leona sendi dan seorang lelaki yang merupakan kakak dari Leona yang nantinya akan menjadi pemimpin salah satu guild terbesar di negara ini.


Kabar yang beredar mengatakan keluarga Wildroar membeli sebagian besar saham Guild Mahakam, namun ada juga yang mengatakan jika lewat pernikahan lah Wildroar menguasai guild itu.


‘Tapi, aku mendengar jika anak lelaki satu-satunya keluarga Wildroar masih singel saat menjadi guild master. Kalau begitu mungkinkah…’ tatapan Kirana beralih pada Leona yang tengah menyiapkan cemilan.


Seolah telah berhasil menemukan dan menyusun semua kepingin puzzle, Kirana hanya bisa berdoa yang terbaik untuk teman barunya itu.


“Jangan lupa untuk menelfon jika kau sedang bosan oke!.” kata Leona yang mengantar Kirana ke gerbang rumahnya.


“Kau juga, hubungi aku jika membutuhkan teman untuk diajak ngobrol.” balas Kirana.


Setelah puas bermain-main dengan teman barunya, Kirana memutuskan untuk pulang. Dia sudah gatal untuk berlatih meningkatkan kekuatan.


“Tapi sebelum itu aku harus belanja.” dia teringat jika lemari pendingin di rumah hanya berisi sarang laba-laba.


***


Di halaman belakang rumah, Kirana tengah bermeditasi. Dia terus mengasah tubuh dan pikiran agar tingkat mana yang dia miliki meningkat.


Setiap tarikan nafas yang dia lakukan membuat sejumlah besar mana di udara terhisap masuk kedalam tubuhnya.


Kirana melakukan itu beberapa kali menjaga agar tidak menghisap terlalu banyak mana yang dibutuhkan karena akan menimbulkan efek samping yang berbahaya karena tubuhnya masih memiliki batas dalam jumlah mana yang bisa disimpan.

__ADS_1


Setelah merasa sudah siap untuk memulai proses ‘pengolahan’, Kirana kemudian menahan nafas agar semua mana yang dia hirup menyatu dengan daging dan mengalir bersama darah.


Proses ini berlangsung cukup lama, Kirana bahkan tidak melakukan pernafasan hingga berjam-jam lamanya agar mana dalam tubuhnya tidak tercampur dengan udara.


Jantung telah berhenti, aliran darah tersendat, kepala pusing dan dada terasa sesak. Seluruh tubuhnya telah mati rasa.


Semakin lama dia bermeditasi dengan menahan nafas membuat tubuhnya lebih cepat kurus dan kering seolah Kirana telah hidup tanpa makan minum selama berminggu-minggu. Walaupun sebenarnya baru empat jam berlalu dari Kirana mulai bermeditasi.


Kirana merasa tubuhnya akan remuk, mungkin jika dia bergerak sedikit saja akan membuat seluruh tulangnya patah. Tapi terlepas dari semua rasa sakit yang dia rasakan, Kirana tetap bertahan hingga akhirnya...


Bruut!


Suara kentut terdengar diikuti oleh bau yang sangat menyengat.


“Oh akhirnya aku membuangnya.” Kirana tersenyum lebar setelah membuang gas yang terperangkap di dalam tubuhnya, dia juga tidak masalah mencium bau yang menyengat.


“Lagi pula ini bau kentut sendiri.”


Terbuangnya gas tadi adalah pertanda jika seluruh racun dan kotor4n di dalam tubuh Kirana telah dikeluarkan.


Mata dan penglihatannya berubah drastis. Pupil yang sebelumnya berwarna hitam berganti menjadi emas, dengan mata itu dia dapat melihat sekitar dengan sangat jelas.


Bagaikan sebuah kekuatan super, Kirana dapat menatap tembus pandang, dia dapat melihat sesuatu di balik tembok, tulang di dalam daging hingga aliran mana di sekujur tubuh.


“Teknik yang diajarkan oleh Dewa Kultivator tidak aku sangka akan sebaik ini.”


Kirana kembali menghisap mana di sekitar, tapi tidak seperti diawal di mana gadis itu membatasi jumlah mana yang dia serap, kali ini Kirana bisa menyerap mana sebanyak apapun yang dia inginkan.


***


Awan di langit yang menutupi kota tempat Kirana tinggal tiba-tiba menghilang padahal hanya membutuhkan waktu beberapa menit lagi untuk awan itu mulai menurunkan hujan.


Kejadian menghilangnya awan pun terus melebar hingga seluruh langit di sebagian belahan dunia lenyap. Hal ini pun membuat kepanikan, beberapa badan keamanan dunia mulai mencari tahu apa yang sedang terjadi.


Tapi bukan hanya awan di langit yang menghilang. Fenomena aneh ini pun mulai merambah ke arah dungeon.

__ADS_1


Dungeon merupakan sarang Monster tempat para Hunter mencari harta dan kekuatan. Dungeon terlahir dari kumpulan mana yang mengendap hingga akhirnya membentuk lubang atau goa dengan kedalaman yang bervariasi.


Semakin dalam dungeon maka semakin banyak dan kuat monster di dalamnya, begit juga tingkat mana yang akan semakin tebal.


Dungeon Yellowstone, Amerika.


Di dalam dungeon terbesar di negara adidaya itu tengah terjadi kepanikan. Para Hunter yang semula tengah berburu tiba-tiba merasakan guncang besar. Mereka pun segera diperintahkan untuk melakukan evakuasi keluar dari dalam lubang besar yang dikenal sebagai Great Abyss menggunakan Lift darurat.


Saat lift itu mulai naik semua Hunter di dalamnya melihat para monster penghuni dungeon satu persatu mulai mati tanpa diketahui penyebabnya. Mayat monster dengan cepat berubah menjadi partikel cahaya yang kemudian terbang ke langit.


Item yang tersisa dari para monster berserakan di mana-mana membuat berapa Hunter tergoda untuk mengambilnya, tapi sayangnya nyawa mereka saat ini pun mulai terancam.


Di bawah kaki mereka lubang besar yang sudah ada sejak 50 tahun lalu mulai menutup. Kemudian dalam hitungan menit seluruh lubang selebar seratus meter menghilang tanpa jejak.


Kejadian menghilangnya dungeon tidak hanya terjadi pada satu negara, banyak dungeon lain yang memiliki umur panjang juga ikut lenyap.


Semua dungeon itu merupakan harta Karun negara yang sangat berharga. Sebuah kebanggan yang menjadikan Hunter di negeri tersebut semakin kuat, tambang emas yang dapat menghasilkan sumberdaya tanpa batas.


Menghilangnya dungeon-dungeon tersebut tentu menyulut kepanikan besar.


Sementara itu gadis yang menjadi sumber kekacauan dunia saat ini tengah bersantai menikmati berendam dalam air panas.


“Fuaaaaahhh…. Oh nirwana, aku merasa sedang berada di surga.” ucap gadis itu menikmati seluruh tubuhnya mulai dipulihkan.


Kirana kemudian melihat sekujur tubuhnya yang memiliki guratan aneh seperti tato dari tinta berwarna biru. Itu adalah aliran mana yang sudah menggantikan darah.


“Hanya membutuhkan beberapa jam dan semuanya akan sempurna.” ucap Kirana yang mulai membenamkan seluruh tubuhnya di bak mandi.


Setelah membersihkan diri dari keringat dan bau badan, Kirana yang pergi ke dapur untuk minum kopi susu.


“Puaaa… haaa… Saiko da!.” gadis itu benar-benar memanjakan dirinya sendiri hanya dengan berendam air panas dan kopi susu dingin.


***


Chapter 10 : Meditasi

__ADS_1


END.


__ADS_2