
Bagaikan sebuah kastil super villain, kapal Spirit of Vengeance mengarungi lautan awan hitam menuju timur.
Didalamnya ratusan anggota BlackBone guild yang memiliki ciri-ciri sama, rambut putih dan seragam hitam bersiap untuk memulai misi. Mereka duduk berbaris saling berhadapan.
Diantara ratusan anggota guild BlackBone, Regin dan Cecilia berada ditengah-tengah saling berhadapan satu sama lain. Ini adalah misi pertama Keduanya membuat mereka begitu tegang, belum lagi misi tentang penaklukan dungeon Rampage yang merupakan sebuah bencana besar dalam 50 tahun terakhir. Itu cukup berat untuk sebuah misi awal.
Tapi keduanya percaya jika dapat menyelesaikan misi tersebut karena Regina dan Cecilia telah melihat kekuatan dari anggota guild BlackBone.
Zruung..
Pintu otomatis terbuka memperlihatkan seorang wanita berambut putih dengan tanduk memasuki ruangan persiapan pasukan. Melihat kedatangan Kirana seketika semua prajurit yang duduk segera berdiri termasuk Regina dan Cecilia.
Semua anggota guild BlackBone memberi hormat pada Kirana hingga dia menyuruh mereka untuk istirahat, dengan patuh semuanya kembali duduk.
Kirana mengecek persiapan para pasukan, hingga perhatiannya tertuju pada anggota baru guild BlackBone.
“Bagaimana dengan pelatihan menggunakan flight unit, prajurit Lilian?.” Tanya Kirana pada Cecilia, dia memanggil teman sekolahnya itu dengan identitas yang digunakan saat menjadi anggota BlackBone.
“Tidak ada masalah Master. aku bisa menerbangkannya sekarang, walaupun memerlukan waktu hingga terbiasa dan melakukan manuver seperti yang senior Nins ajarkan padaku.” balas Cecilia.
“Itu cepat, aku saja memerlukan waktu 3 tahun hanya untuk membuatnya bisa terbang. Kau tidak menggunakan manipulasi otak untuk mendownload keahlian kendali mesin terbang bukan?.”
“Tentu tidak, partner ku Gina mengatakan jika menggunakan kemampuan download memori akan menyebabkan rasa sakit kepala yang begitu menyakitkan, sementara memori yang didownload hanya bertahan 24 jam, sangat tidak sepadan katanya. Dia menyarankan untuk mempelajari apapun secara manual jadi aku mengikuti sarannya.”
Kirana melirik Regina yang tepat duduk di depan Cecilia. Dia pernah mencoba menggunakan sistem download yang selalu digunakan oleh anggota guild BlackBone mempelajari sesuatu, berharap dia dapat mempelajari banyak hal secara instan tapi hasilnya Regina segera menyesali pilihannya itu.
Sistem download hanya akan bertahan selamanya jika penggunanya tidak memiliki kemampuan untuk melupakan. Seperti Android yang tidak akan menghapus data jika tidak diperintah, mereka akan terus menyimpan setiap data yang didownload.
[Pengumuman sebentar lagi Spirit of Vengeance akan memasuki wilayah udara Maroko]
Pengumuman dari Commander terdengar melalui pengeras suara, semua pasukan pun mulai bergerak menuju hangar tempat dimana ratusan Flight unit sebuah mesin yang dinginkan untuk terbang sudah siap digunakan.
Regina dan Cecilia menaiki salah satu kendaraan yang terlihat mirip seperti robot di film-film bertema science fiction (Sci-fi).
“Jangan terlalu memaksakan diri, ini akan menjadi misi mudah jika kalian mengikuti arahan para senior.” Kirana memberikan nasehat terakhir, mendengar itu Regina dan Cecilia hanya mengangguk kecil.
__ADS_1
“Open d Door.”
[Pintu utama terbuka]
Angin kencang masuk kedalam hangar ketika pintu besar itu perlahan terbuka memperlihatkan sebuah kota dari atas langit, kota yang dipenuhi monster dengan titik api di berbagai tempat.
[All unit in position]
“Good luck, berkatku selalu bersama kalian.”
Kemudian satu persatu unit terbang melaju keluar dari Space ship Spirit of Vengeance. Kirana seolah melihat kenangan lama saat unit terbang keluar dari kapal terbang, saat dimana perang dengan Yagdragoath masih terjadi.
***
***
Seluruh orang dikejutkan oleh munculnya benda hitam berbentuk kapal mengambil di udara. Kapal yang lebih besar dari kapal induk yang pernah di buat manusia.
Bum!.
BLAAARRRR!
Bukan hanya monster, bahkan gunung pun ikut lenyap.
Pemandangan yang mengerikan dimana awan jamur yang seringkali tercipta akibat bom atom muncul, tapi beruntung tidak ada radiasi karena tembakan tersebut dari Mana.
Tapi tetap saja lenyapnya satu gunung dengan satu tembakan membuat semua orang yang melihatnya begitu ketakutan.
“Um… aku tidak mengira mereka akan bersikap begitu.” Commander selaku pelaku utama penembakan barusan, tidak mengira akan membuat semua orang ketakutan.
[Memangnya apa yang anda harapkan unit Commander?]
Big Bro bertanya.
“Seharusnya mereka senang karena penyelamat datang dengan ledakan.”
__ADS_1
[Tapi sepertinya kita justru terlihat seperti raja iblis yang datang untuk penaklukkan dunia]
Sebenarnya tembakan barusan hanya sebuah uji coba untuk menyesuaikan kekuatan meriam, setelah datang di dapat Big Bro segera menyesuaikan tingkat kekutan meniam agar tidak membuat kerusakan lebih besar.
Melihat kapal terbang itu menembaki monster membuat para warga yang semula mengira jika kapal terbang adalah musuh mulai menggap sebagai penyelamat.
Satu persatu unit terbang keluar dari belakang kapal, mereka bagaikan pesawat jet yang terbang dengan kecepatan tinggi. Ada empat regu unit terbatas yang memiliki tugas masing-masing.
Regu pertama melindungi penduduk yang sedang diungsikan menggunakan helikopter, mereka akan membersihkan semua monster yang mengepul bukit tempat para warga diungsikan.
Regu dua bertugas membersihkan monster di kota dan menyelamatkan para warga yang mungkin masih terjebak di tengah kepungan monster.
Regu tiga bertugas masuk kedalam dungeon dan menaklukannya agar dungeon Rampage segera berakhir.
Kemudian regu empat akan standby di dalam Spirit of Vengeance untuk memberikan bantuan jika ada hal tidak terduga terjadi.
Roket pendorong menyala membuat Flight unit yang Cecilia kendarai maju cepat meninggalkan Spirit of Vengeance. Sensasi yang menyenangkan sekaligus menakutkan saat gadis itu untuk pertama kalinya menggunakan mesin terbang itu untuk misi yang sesungguhnya.
“Wuuuuhuuuu…. ini benar-benar seru!.” Cecilia mengekspresikan kegembiraannya.
“Lilian, jangan gegabah kau masih kurang dalam manufer penghindaran. Tetap waspada!.” di belakang Kaka perempuannya, Regina memperingati Cecilia.
“Oh yeah, siapa yang bilang itu? Apa itu orang sama yang mendapakan sekor di bawahku saat pelatihan udara.” Cecilia memilih tidak mendengar kakaknya karena mengaggap skill yang dia miliki lebih baik darinya.
“Hohoho… lihat siapa yang besar kepala sekarang!. Aku biasa membuktikan jika skor itu bukan segalanya, keahlian dimedan perang lah yang menjadi penentu. Bagaimana jika kita bertaruh dengan membunuh banyak monster?.”
“Oke, itu menarik. Tapi apa yang dipertaruhkan, aku tidak bisa berlomba dengan semangat jika tidak ada hadiah.”
“Aku akan menaikkan uang jajanmu sebesar 15% selama satu bulan jika kau menang, tapi jika kalah kau harus membantuku belanja dan membersihkan rumah selama satu minggu.”
“Hanya lima belas persen? Itu tidak terlalu besar, tapi cukup banyak untuk uang mudah. Oke aku terima.”
Setelah mencapai kesepakatan taruhan, Keduanya menukik tajam terbang ke bawah. Kota yang telah menjadi Medan perang dimana pasukan BlackBone berulangkali membombardir kota terlihat begitu mengerikan, Cecilia merasa takut untuk sesaat tapi itu segera menghilang saat kakaknya menertawakan Cecilia ketika melewatinya.
***
__ADS_1
Chapter 46 Flight Unit
END.