
[kami melakukan semua ini murni karena bisnis, tidak ada hubungannya dengan kemanusiaan ataupun menentang asosiasi Hunter internasional]
Televisi menayangkan wawancara Kira pemimpin guild BlackBone setelah menyelamatkan salah satu kota di negara Maroko dari Dungeon Rampage.
“Dia mengatakan seperti itu, namun asosiasi Hunter internasional tentu tidak akan senang.” di meja makan Alexander Wildroar, pemuda berambut keemasan tengah menikmati sarapannya bersama seluruh keluarga, momen yang jarang terjadi.
Tatapan pemuda itu diarahkan pada adiknya, Leona yang duduk di dekat ayahnya. Tatapan yang menunjukkan kedengkian.
“Hahaha… seperti yang diharapkan dari putri kesayangan ayah.” ayah Leona tertawa keras ketika mendengar jika putrinya telah menjadi murid terbaik di sekolah unggul negeri. Tawa itu bahkan membuat seluruh isi rumah kediaman Wildroar bergetar.
Nagasra Wildroar pemimpin perusahaan Wildroar begitu menyayangi satu-satunya Putrinya, walaupun beberapa hari lalu dia hampir saja menghancurkan masa depan Leona.
“Jika diingat ini adalah hari ketiga sekolah mu bukan, hari dimana kau akan memutuskan memasuki klub.” tanya Alexander sambil terus mengunyah makanannya. Leona hanya mengangguk sebagai jawaban.
“Aku menyarankan kau untuk masuk kedalam klub Penyihir Zodiak yang dipimpin oleh junior ku Aldi. Dan seharusnya kau juga ikut keanggotaan Humbelman, itu bagus untukmu.”
Alexandre merupakan lulusan dari sekolah Archata, dia tahu banyak hal tentang sekolah terutama kelompok Humbelman yang telah menyita banyak waktunya di sekolah. Namun mendengar tentang kelompok Humbelman dan klub Penyihir Zodiak membuat raut wajah Leona berubah tidak senang.
“Tidak, aku bukan seorang penyihir jadi tidak ada gunanya aku mengikuti Klub para penyihir, sementara tentang grup Humbelman mereka terlihat membenci para mutan. Aku tidak suka mereka yang menatap teman-temanku dengan tatapan penuh kebencian.” Leona dengan terang-terangan menolak semua nasehat dari kakak lelakinya. Hal itu tentu membuat Alexander kesal, hatinya terus mengutuk adik perempuannya. Tapi tentu dia masih bisa menahannya karena dia tidak ingin wajah aslinya terlihat.
‘Brengsek! Jika saja great Dungeon di Kalimantan tidak menghilang. Adik tidak berguna ini pasti sudah aku gunakan sebagai alat untuk ku merebut guld mahakam.’
Alexandre sebelumnya telah menawarkan adiknya pada pemimpin guild Mahakam agar dirinya dapat memiliki posisi sebagai salah satu petinggi, ayahnya bahkan hampir menyetujui rencana itu setelah berulang kali dua bujuk. Tapi semua usahanya sia-sia setelah Great Dungeon yang ada di Kalimantan menghilang.
Guild Mahakam tidak ada artinya lagi mata grup Wildroar jika tidak ada great Dungeon, karena itulah ayahnya menghentikan proses perjodohan di menit-menit terakhir.
‘Kuh, jika saja pria ini tidak menghentikan perjodohan pasti aku akan menjadi pewaris tunggal grup Wildroar yang suatu saat nanti menjadi guild master perserikatan Mahakam.’
Mengingat semua kerja keras yang telah dia lakukan demi menguasai grup Wildroar dan salah satu guild besar di Indonesia, tapi hanya berakhir kegagalan dan yang bisa Alexander lakukan hanya melihatnya kerja kerasnya hancur begitu saja hanya oleh satu musibah kecil membuat Alexander merasa sakit perut yang luar biasa.
__ADS_1
Alexandre ingin sekali melampiaskan amarahnya pada seseorang, terutama pada adiknya. Dia kemudian teringat perkataan Leona yang tidak suka dengan grup sekolah Humbelman.
“Aku mendengar jika kau memiliki dua peliharaan mutan yang selalu mengikutimu di sekolah.” Alexander mulai memanas-manasi Leona.
“Tidak, aku hanya punya satu dan itu aku taruh di kamar.” tapi Leona salah mengira bahwa kakaknya membicarakan bunga mutan yang beberapa hari lalu dia beli.
“Yang aku maksud bukan bunga itu!.” Alexander mulai kehabisan kesabaran, “Aku mendengar jika dua murid mutan memanfaatkan mu untuk kepentingan mereka. Para makhluk menjijikkan itu pasti sudah mencuci otakmu!.”
“Apa yang kau katakan! Jangan menjelekkan teman-temanku,”
Nagasra hanya mendengarkan kedua anaknya yang saling berdebat. Dia tahu apa yang sebenarnya Alexander akan lakukan, tapi dia pikir itu memang baik untuk anak perempuannya. Nagasra tidak ingin Leona terlalu dekat dengan para mutan.
“Ini demi kebaikanmu, ayo kita bertarung jika kau kalah maka kau harus memutuskan hubungan dengan kedu temanmu.” senyum lebar Alexander tunjukkan. Sebagai seorang Hunter rank A pemuda itu sangat yakin dengan kemampuannya, dan Leona pun tahu tentang hal itu.
Leona merasa tidak yakin jika akan menang melawan kakaknya sendiri dalam sebuah duel. Melihat Leona kebingungan membuat Alexander yakin jika adiknya takut padanya.
‘Hahaha… melihat gadis tidak berguna ini begitu takut dilarang berteman dengan dua mutan, membuatku begitu bersemangat.’ Alexander menikmati penderitaan adiknya sendiri.
“Maka mulai sekarang kau dilarang bertemu dengan….”
“Aku menerimanya!.”
“Eh!.”
Alexandre benar-benar terkejut dengan perkataan Leona yang menyetujui tawarannya. Tatapan adiknya begitu tajam terarah pada Alexander yang membuatnya sedikit gentar. Pemuda itu merasa seperti seekor kelinci yang ditatap oleh singa.
Nagasra bahkan terkejut jika putrinya bisa seserius itu. Perlahan pria itu tersenyum melihat Leona yang mengatakan pada mendiang istrinya.
“Lalu bagaimana dengan kakak?.” Leona berbalik bertanya pada Alexander, “Apa yang akan kakak berikan jika aku mengalahkan kakak?.”
__ADS_1
“Buuuu…. Buwahahaha!.”Mendengar pertanyaan adiknya membuat Alexander tertawa terbahak-bahak, dia begitu sombong dengan kekuatan dan peringkat Hunter yang ia capai hingga membuatnya berpikir jika anak cengeng seperti adiknya tidak mungkin dapat mengalahkannya.
“Haha... aku kalah? Tidak mungkin itu sangat mustahil. Lebih baik kau buang jauh-jauh pikiran untuk melawanku dan ikuti nasehat yang aku berikan untuk menjauhi makhluk kotor seperti mutan.” dia begitu senang hingga tanpa sadar memperlihatkan wajah aslinya kepada Leona.
Wajah asli Alexander yang suka memerintah, memperlakukan orang yang dia anggap lebih rendah sesuka hatinya dan mengaggap jika dirinya yang paling benar. Melihat itu Leona hanya diam sambil terus mengunyah sarapannya.
“Kalau begitu tidak ada kesepakatan,” kata Leona yang tidak lagi peduli dengan Alexander. Setelah menyelesaikan sarapan Leona berpamitan dengan ayahnya untuk segera berangkat sekolah.
Diabaikan oleh Leona yang dia anggap sebagai adik tidak berguna tentu membuat Alexander begitu marah. Alexandre bangkit untuk mencegah adik perempuannya pergi
“Baik, jika aku kalah maka aku akan menyerahkan posisi ku sebagai CEO perusahaan Wildroar untuk mu!.”
Nagasra begitu terkejut dengan perkataan putranya, dia tidak pernah berpikir jika Alexander yang telah dia kebal sebagai seorang sombong dan rakus akan harta dan kekuasaan akan mempertaruhkan semuanya dalam pertandingan melawan adiknya.
‘Nih anak masih mabuk atau gimana?.’ pikir Nagasra.
Senyum perlahan melebar di bibir Leon begitu juga Kirana yang sejak tadi memata-matai keluarga temanya dari dalam WC rumahnya sendiri.
““Baik, itu sepadan.””
Ucap Leona dan Kirana bersamaan.
......
***
Chapter 48 : Wildroar
END.
__ADS_1