
“Ini terasa sudah lama sejak kita menikmati teh bersama.”
Di ruangan keluarga rumah Kirana, seorang wanita berambut pirang dan mengenakan gaun serba putih tengah menikmati teh yang Kirana buat untuknya.
Awalnya Regina yang berniat untuk membuatkan teh untuk wanita itu, tapi Kirana mencegahnya dengan alasan Commander hanya meminum teh yang Kirana buat.
Kirana memperkenalkan Commander sebagai orang yang paling dia percayai. Menjabat sebagai tangan kanan di dalam organisasi, semua yang berkaitan dengan guild akan diurus oleh Commander.
“Jadi mereka adalah dua anggota baru yang anda pilih sendiri Master?.” Commander menatap Regina dan Cecilia saat dia masih menyesap teh di cangkirnya.
Regina dan Cecilia merasakan perasaan aneh dari tatapan itu, mereka merasa tengah ditatap oleh binatang buas yang siap menerkam keduanya.
Ketakutan memenuhi mereka hingga Commander akhirnya mengalihkan perhatian pada Kirana.
‘Hampir saja jantungku berhenti karena tidak bisa bernafas saat dia terus menatapku.’ batin Regina.
‘Dia sangat kuat, hanya dengan tatapan saja sudah membuat seluruh tubuhku bergetar karena ketakutan.’ Cecilia menatap Commander dengan kagum.
“Jadi bagaimana, apa mereka lulus seleksi mu?.” tanya Kirana pada Commander.
“Hem…” wanita berambut blonde itu hanya mengangguk kecil. Regina dan Cecilia bernafas lega setelah tahu jika barusaja Commander menguji ketahanan mental mereka.
Keempatnya pun mulai membicarakan banyak hal terutama rencana pelelangan harta Karun yang mereka dapatkan dari penaklukan dungeon.
“Mendapatkan uang bukanlah hal yang utama di pelelangan nanti malam, melainkan kita harus mendapatkan koneksi dengan para petinggi guild besar.” Kirana mengatakan tujuan utama mengikuti pelelangan.
Dengan mendapatkan koneksi dengan Guild besar maka mereka akan mendapat banyak pekerjaan, seiring dengan itu nama guild pun akan melambung tinggi.
“Serahkan padaku Master, aku akan memastikan jika tidak ada seorangpun yang hadir di pelelangan dapat melupakan nama guild BlackBone Company.” ucap Commander.
“Oh aku begitu senang mendapatkan kembali dirimu di sisiku. Jika tidak mungkin saja aku akan selalu disibukkan dengan berbagai hal yang tidak perlu.” mendengar kata-kata Kirana membuat Commander begitu tersanjung.
Kirana berencana untuk tidak mengikuti pelelangan nanti malam, dia menyerahkan semuanya pada Commander dan Regina, sementara Cecilia yang penasaran pun ikut serta dalam operasi malam nanti.
***
Daerah Kumuh, Bloody Gear.
Ada dua acara besar yang diadakan setiap dua bulan sekali di tempat ini. Yang pertama pertarungan Colosseum dan yang kedua yaitu acara pelelangan.
__ADS_1
Acara pelelangan di adalah event bergengsi di Bloody Gear, dimana setiap kali pelelangan selalu dihadiri oleh 7 guild penguasa wilayah.
Karena itu untuk menjaga nama baik dari tempat ini, panitia penyelenggara pelelangan tidak akan menerima item sembarangan untuk dilelang.
“I…ini benar-benar sebuah kotak harta dari level 17.” seorang penilai begitu terkejut saat melihat barang yang diserahkan oleh Regina untuk dilelang.
“Setidaknya kotak ini akan seharga seribu koin emas untuk harga awal.” ucap si petugas penilaian.
Mendengar harga dari kotak emas yang ditemukan oleh Kirana membuat Regina menelan ludahnya. Dia tidak mengira jika kotak yang menyimpan harta acak akan diberikan harga semahal itu.
‘Seharusnya aku menyimpan kotak harta yang aku temukan.’ Regina begitu menyesal karena menggunakan kotak harta lantai 13 yang ditemukannya. Dari kontak harta itu Regina mendapatkan sebuah cincin yang memiliki efek memperkuat sihir dan kapasitas Mana.
Bukan hanya kotak harta yang Regina bawa, beberapa barang lain seperti senjata dan potion pun ikut dia berikan pada petugas penilaian.
“Aaaaaaaa… mata kuuu!.” petugas itu terus bereaksi berlebih saat menilai barang-barang yang Regina bawa.
“Potion ini memiliki efek penyembuhan lebih baik dari semua potion yang pernah aku nilai.” penilai itu mencoba melakukan penilaian pada setiap botol potion yang jumlah mencapai ratusan dalam sebuah box.
Dia awalnya tidak percaya pada Regina dan mengira jika hanya ada beberapa potion berkualitas baik di dalam box tersebut sementara yang lainnya hanya kualitas rendah. Tapi setelah melakukan pengecekan selama hampir 2 jam bersama 10 staf Bloody Gear lainnya mereka tidak menemukan kecurangan, semua potion yang Kirana bawa memiliki kualitas yang sama.
“Aku benar-benar minta maaf atas ketidak nyamanan anda nyonya Gina.” petugas Bloody Gear yang memperkenalkan diri sebagai Viktor meminta maaf karena sebelumnya tidak mempercayai Regina.
“Itu bukan masalah besar tuan Victor, kami memahami kondisi kami sendiri yang merupakan sebuah guild tanpa nama. Wajar tuan Victor berhati-hati dengan apa yang kami bawa.” ucap Regina saat menaruh cangkir teh yang dia minum.
“Hahaha… nyonya Gina pasti bercanda, semua orang di kota tengah membicarakan kehebatan salah satu anggota BlackBone Company yang mengalahkan monster tingkat A hanya dengan satu sihir yang sangat luar biasa.” Victor membicarakan tentang Kirana yang mengalahkan monster Slime.
Saat ini Regina berada di ruangan VIP, tempat para tamu kehormatan Bloody Gear menyaksikan lelang. Regina tidak sendirian diruang tersebut, selain dirinya ada empat orang lain yaitu Cecilia yang penampilannya telah berubah seperti saat dia menaklukkan dungeon, lalu Commander dan dua pengawalnya.
Guck...
Viktor menelan ludah di mulutnya saat melihat kecantikan lima wanita yang berada di ruangan itu.
‘Dari mana datangnya orang-orang ini? Aku samasekali tidak dapat mengetahui kekuatan mereka. Apa mereka menggunakan item pemblokir sihir [Appraisal]?.’
Victor membetulkan kacamata bulat yang dua kenakan. Dia menyerah untuk mencari tahu kekuatan dari lima wanita yang saat ini bersamanya.
‘BlackBone company, mereka begitu misterius. Dari mana mereka mendapatkan barang-barang yang akan mereka lelang?.’
Dia tidak begitu memperdulikan tentang kotak harta lantai 17, karena walaupun jarang Victor pernah menilai dan melelang kotak harta dengan tingkat lantai yang lebih tinggi.
__ADS_1
Tapi dia begitu tertarik dengan potion penyembuhan dengan efek sangat baik. Jika hanya satu atau dua potion, dia akan mengira jika seorang peramu handal sedang menjual hasil terbaiknya, tapi ini mencapai 200 botol potion. Tidak mungkin semua potion itu dibuat oleh satu orang.
‘Pasti ada sebuah pabrik potion dengan kualitas bagus yang tidak aku tahu.’ pikir Victor.
Setelah itu Victor berniat untuk pamit, tapi wanita pirang yang mengenakan pakaian serba putih memanggilnya.
“Bisalah aku mendaftarkan sampah ini untuk dilelang?.” ucap Commander sambil menunjukkan pedang dengan bilah merah seolah terbuat dari batu Ruby. “Aku pikir senjata ini masih cukup bagus jika di level dunia ini.” tambahnya.
Victor tidak mengerti apa yang Commander katakan, tapi dia tetap mengerjakan pekerjaannya untuk menilai.
***
Kantor CEO Bloody Gear.
Braaak!
Pintu didobrak secara tiba-tiba sehingga membuat orang didalamnya begitu terkejut. Dengan sigap orang tua berusia 54 tahun dengan rambut dan janggut putih yang merupakan penghuni ruangan itu segera mengambil senjata yang dia simpan dibawah meja.
Krak krak..
Pria tua itu mengokang senjatanya bersiap untuk menembak siapa pun yang baru mendobrak pintu kantornya.
“Bos bos tunggu bos ini aku!.” orang yang mendobrak pintu tidak lain adalah karyawan yang bertugas melakukan penilaian pada item yang akan dijual di pelelangan.
“Victor, bocah sialan. Sudah aku katakan jangan mendobrak pintu kantor ku setiap kali kau mendapatkan item bagus yang akan dijual!.” Mengetahui jika yang masuk bukan musuh, pria tua itu pun menurunkan senjatanya.
Ini bukan pertamanya Victor mendobrak pintu kantornya. Dengan kesal pria tua itu mengambil cerutu yang terjatuh saat dia terkejut.
“Lebih baik item yang kau bawa kali ini benar-benar bagus nak, atau aku akan memotong gaji mu 25%.” mendengar ancaman dari bos nya, Victor samasekali tidak menunjukkan ketakutan sedikitpun, dia sangat percaya jika item yang dia dapatkan dari wanita itu akan membuat pria tua itu terjatuh dari kursinya.
“Item ini akan menjadi barang utama dalam lelang kali ini.” ucap Victor sambil membuka kain yang membungkus sebuah pedang. Saat melihat pedang itu seketika mata pria tua itu terbelalak.
***
Chapter 21 Ikut Lelang.
END.
__ADS_1