Kembalinya Puteri Tengkorak Putih

Kembalinya Puteri Tengkorak Putih
Chapter 38 : Hari kedua Sekolah


__ADS_3

“Maoung…” suara kucing terdengar di dalam kamar Kirana, kucing itu tersu memanggil majikannya yang tengah tertidur lelap.


“Maung!.”


“Ada apa Koreo?.”


Kirana bangkit dari tempat tidur dengan malas karena masih begitu mengantuk, dia mencoba mencari kacamatanya yang diletakkan di meja kecil samping tempat dia tidur. Melihat Kirana telah bangun kucing hitam itu pun segera berlari ke pintu kamar. Kirana sadar apa yang diinginkan peliharanya saat melihat tingkahnya.


Begitu pintu dibuka Koreo segera berlari menuju lantai bawah lalu ke halaman belakang kemudian menggali tanah untuk buang air. Melihat itu Kirana mulai berpikir membeli toilet Koreo.


Kuk kuruk kukuruk.


“Oh hay Olie, kau bangun pagi atau memang kau tidak tidur semalaman?.” tanya Kirana pada burung hantu yang bertengger di dahan pohon kebun belakang. Sepertinya burung hantu itu begadang di malam hari karena Kirana sering mendengar kepakan sayap di luar jendela.


Kirana kembali ke kamarnya. Dia melihat jam menunjukkan pukul 5:45 pagi, hanya tersisa lima belas menit hingga jam weker mengeluarkan suara mengganggu. Jika dia kembali tidur maka dalam waktu singkat jam itu akan kembali membangunkannya, karena itu Kirana memutuskan mandi dan bersiap untuk pergi ke sekolah.


***


[Kemunculan guild BlackBone kemarin masih membuat dunia terkejut, mereka menunjukkan kekuatan yang tidak terbayangkan sebelumnya dan teknologi yang luar biasa. Namun pertanyaannya dari mana mereka berasal?]


[Mereka pasti dari Indonesia karena mereka pertama kali muncul di negara ini]


[Kesampingkan dari mana mereka berasal. Pertanyaan sesungguhnya adalah apa tujuan mereka, semua anggota guild BlackBone begitu arogan hingga melakukan pembakaran pada cabang asosiasi Hunter]


[Kabar beredar jika pemimpin asosiasi Hunter cabang kita Yogya bermaksud mengambil keuntungan dari hasil penaklukan Gryphon dan A, dan itu membuat anggota guild BlackBone marah]


[Itu hanya rumor, aku mengenal baik ketua asosiasi Hunter kota Yogya. Dia Hunter rank A yang jujur. Justru aku mendengar dari sekertaris yang menemani saat melakukan transaksi jika para anggota BlackBone yang menginginkan bayaran lebih dengan paksaan sehingga terjadilah keributan]


[Mengesampingkan akar permasalahan, bagaimana tindakan asosiasi Hunter internasional tentang pembakaran cabang mereka, apakah mereka berniat menjadikan guild BlackBone sebagai musuh setelah apa yang mereka perlihatkan kemari?.]


[Tentu hal pertama yang akan kita lakukan adalah melakukan perundingan, kita mengajak pemimpin guild BlackBone untuk membicarakan masalah ini baik-baik. Terutama mungkin kita bisa saling bertukar pengetahuan tentang…. Banyak hal]


“Dasar munafik, bilang saja kalian menginginkan teknologi kapal terbang.” Cecilia menghujat seorang perwakilan dari asosiasi Hunter yang sekarang muncul di televisi. Gadis itu begitu marah hingga hampir saja melempar roti panggang dengan selai strawberry yang merupakan sarapannya kearah televisi.

__ADS_1


Kirana yang ikut sarapan dengannya hanya diam sambil mengoleskan roti panggang dengan selai coklat. Dia menatap Koreng yang saat ini berada di bawah meja menikmati ikan rebus yang dibuatkan oleh Regina.


“Jadi apa yang akan kita lakukan?.” Commander bertanya. Dia juga ikut sarapan beserta Towby dan Byour. Tiga android itu sebenarnya tidak butuh sarapan tapi karena lidah mereka bisa merasakan makanan seperti halnya manusia, ketiganya pun menikmati makanan untuk kesenangan.


“Kita telah melakukan yang terbaik untuk memperkenalkan guild BlackBone ke dunia, yah walaupun dengan cara yang buruk.” Towby dan Byour menurunkan kepala mereka mendengar perkataan Kirana, walaupun keduanya tidak bersalah sama sekali karena semua tindakan mereka kemarin adalah perintah langsung dari Kirana dan Big Bro.


“Tapi lihat sisi positifnya. Tidak ada lagi yang akan menahan kita, walaupun nanti asosiasi Hunter dan seluruh negara akan memusuhi kita. Tapi siapa yang peduli, kita akan tetap menjalankan rencana awal membuat organisasi BlackBone menjadi sebuah guild tentara bayaran terkuat di dunia.”


Dunia sedang mengalami krisis, terutama karena monster semakin banyak dan dungeon baru terus bermunculan. Sementara itu asosiasi Hunter memanfaatkan kondisi ini untuk keuntungan mereka sendiri, seringkali asosiasi Hunter meminta bayaran mahal dengan alasan jaminan keselamatan para Hunter.


[Asosiasi Hunter tidak ubahnya para mafia yang memanfaatkan musibah penyerangan para monster untuk keuntungan satu organisasi]


Kirana melihat sebuah postingan di media sosial, postingan itu menceritakan sebuah bencana Dungeon Rampage, masa dimana monster yang meluap dari dalam dungeon karena tidak dibersihkan secara berkala. Dungeon akan terus menelurkan monster, jika tidak dibersihkan maka akan menumpuk hingga akhirnya baik kepermukaan seperti banjir.


Posting itu memperlihatkan sebuah kota di timur tengah yang dipenuhi oleh monster. Bencana itu mengakibatkan hilangnya nyawa ratusan tentara negara tersebut karena berusaha menahan monster saat para berusaha mengungsi.


Beberapa Minggu sebelumnya pihak pemerintah telah meminta bantuan pada asosiasi Hunter untuk membantu pembersih dungeon, tapi pihak Hunter hanya memberikan Hunter rank C dan B karena jumlah imbalan yang ditawarkan terlalu rendah untuk menyewa Hunter rank A.


“Sebuah lelucon yang buruk.”


Kirana melempar smartphone miliknya kearah Commander, wanita pirang itu hanya melirik sesaat lalu senyum bibirnya perlahan naik seolah dia mengerti apa yang Kirana rencanakan.


***


“Hah… aku tidak sabar untuk segera pulang dan mulai menyerbu dungeon dengan yang lain.” mengendarai sepeda menuju stasiun kereta, Cecilia membicarakan rencana yang akan dia lakukan setelah sekolah nanti.


“Jangan terlalu memikirkannya, atau kau tidak akan berkonsentrasi dalam belajar.” Kirana memperingati.


Rencana yang akan dilakukan oleh guild BlackBone adalah membantu negara yang saat ini mengalami musibah dungeon Rampage. Cecilia yang merupakan anggota guild baru diijinkan untuk bergabung dalam operasi untuk mendapatkan pengalaman.


Ketika keduanya menuju stasiun, mereka menemukan banyak sekali mobil lapis baja yang berpatroli. Akibat insiden kemarin kota Yogya banyak dikunjungi oleh orang-orang penting dari berbagai negara.


“Ini adalah hari kedua sekolahku tapi keadaan sudah separah ini, wahai para follower ku yang Budiman akan kah dunia kembali damai seperti sedia kala….”

__ADS_1


Kirana dan Cecilia melihat seorang gadis yang mengenakan seragam seperti mereka, tengah berbicara dengan smartphone miliknya. Gadis itu sedang melakukan live streaming.


“Hemm sepertinya aku pernah melihat gadis itu sebelumya.” gumam Kirana saat melihat gadis berambut pink itu.


“Apa dia seorang Yupyupber?.” tanya Cecilia.


Keduanya terus memandangi Gadis yang terus melakukan live streaming hingga kereta yang mereka tunggu sampai, melihat itu si gadis segera berpamitan pada para penontonnya.


“Fuuuhh… pagi-pagi sudah selelah ini.” gadis itu mengelap keringat di keningnya yang membuat riasan diwajah mulai luntur. Kejadian itu membuat Kirana dan Cecilia mematung saat melih sekilas wajah asli si Yupyupber.


Cekrek!


Cecilia memfoto gadis itu.


Glaar!


Dalam sekejap aura membunuh merebak dari gadis itu yang seolah menyadari jika ada seseorang yang memotretnya. Tapi setelah melihat sekeliling, dia tidak melihat seseorang yang mencurigakan.


“Mungkin hanya perasaanku.” ucap gadis yang kemudian merapikan riasan wajahnya lalu segera memasuki kerta. Melihat gadis itu pergi Kirana dan Cecilia muncul kembali setelah sebelumnya menjadi tidak terlihat berkat sihir Kirana.


“Wow... itu cukup membuat jantungku berhenti sejenak.” ucap Cecilia yang begitu terkejut saat merasakan hawa membunuh dari gadis itu.


“Cecil cepat kereta akan segera berangkat.”


“Ya ya...”


Kirana terus diam selama di dalam kereta, dia memikirkan apa yang barusaja dia dan Cecilia lihat. Sebuah wajah berkulit merah seperti seorang iblis.


***


Chapter 38 Hari kedua Sekolah


END

__ADS_1


__ADS_2