
Pertarungan antara beberapa anggota guild BlackBone dan Gryphon menjadi sorotan di media sosial.
“Hemp, dasar para idiot. Mereka mudah ditipu.” Nico seorang Hunter tingkat B memaki kearah laptopnya.
__ADS_1
Dia menganggap semua orang yang memuji Guild BlackBone adalah para idiot yang mudah tertipu. Nikon melihat sendiri pertama kali para anggota guild BlackBone mendaftar menjadi seorang Hunter.
“Itu baru dua hari tapi mereka sudah naik ke tingkat D. Sungguh konyol, sudah pasti mereka menggunakan trik curang.” Niko tidak percaya jika anggota guild BlackBone dapat sekuat itu karena dia sendiri memerlukan waktu tiga bulan untuk menaikkan rank E ke D.
“Tapi biarlah, apa pun yang mereka lakukan tidak akan mampu naik lebih tinggi dari tingkat C. Karena jika mereka ingin lebih tinggi maka guild itu harus menjadi bawahan guild yang lebih senior.”
Nico tersebut kecut saat mengingat dirinya yang dulu bermimpi dapat membangun guild hebat, mimpi itu dia bawa hingga rank guild nya dan teman-temannya mencapai rank C. Tapi mimpi itu terpaksa dia kubur saat mengetahui sisi gelap dari asosiasi Hunter.
Sekarang Nico bukan lagi seorang Guild master dari guild yang dibangun olehnya dan teman-temannya, melainkan hanya anggota biasa dari sebuah guild terbaik di kota.
***
Asosiasi Hunter.
Hanya selama dua hari tempat itu telah banyak berubah, seperti wajah para Hunter yang semakin bersinar cerah, dan jumlah anggota guild BlackBone yang terlihat di mana-mana, entah itu konter, depan papan misi atau pun kedai. Para manusia berambut putih dan mengenakan setelan hitam bisa ditemukan di setiap sudut kantor asosiasi.
Bahkan beberapa warga biasa yang tidak tahu apa itu Guild BlackBone mengira jika seragam asosiasi Hunter telah berubah.
Ada beberapa pendapat tentang kemunculan guild yang telah menarik banyak perhatian itu, salah satunya adalah para Hunter pemula yang berada di kota Yogya.
Mereka sering membuat kelompok penaklukan monster bersama dengan anggota guild BlackBone. Mereka mengakui jika kekuatan anggota BlackBone begitu luar biasa dan begitu menyenangkan saat melakukan ekspedisi lama di dalam dungeon. Anggota BlackBone seolah dapat melakukan segalanya untuk bertahan hidup di dalam lantai terendah. Dan yang terpenting saat menggunakan jasa tentara bayaran, anggota guild BlackBone selalu bisa bernegosiasi.
“Dari mana datangnya para pengganggu ini.” Xrose, wanita berambut ungu yang merupakan seorang Hunter rank A. Dia menatap para anggota BlackBone company dengan permusuhan yang jelas.
Xrose membenci BlackBone Company karena mereka merebut para Hunter yang seharusnya menjadi pelanggannya. Guild Huntcare yang dipimpin oleh Xrose merupakan guild tentara bayaran yang berafiliasi dengan guild terbaik di kota, guild Rajawali.
“Mereka harus secepatnya mengatasi mereka atau...” perkataan Xrose terhenti saat salah satu anggota BlackBone company menatap balik kearahnya. Awalnya Xrose biasa saja ditatap oleh pemuda yang diketahui bernama Nines dari informan kepercayaannya.
Tapi perlahan dia merasa tengah diawasi oleh semua anggota BlackBone company di ruangan itu. Perlahan perasaan takut mulai tumbuh di dalam diri Xrose.
“…. Atau... atau aku akan mendapatkan kerugian besar.” gumam wanita itu sambil menundukkan kepala. Dia tidak mampu lagi untuk menatap bocah lelaki dengan perban hitam diwajahnya itu.
***
Ruang tunggu tamu asosiasi Hunter.
__ADS_1
Ada tiga wanita dengan seragam hitam, mereka adalah anggota guild BlackBone yang telah mengikuti Raid monster tingkat A. Salah satunya ada Towby, sementara sisanya dipanggil Unit S11 dan Unit B4.
“Towby, huh. apa ada alasan?.” unit B4 menanyakan tentang nama yang digunakan oleh unit 2B1.
“Hanya untuk lebih mudah berbaur dengan manusia.” jawab Towby datar.
“Hemm… dimengerti.” balas B4. dia memiliki perawakan yang tegas seperti seorang pemimpin, karena dua adalah pengawas para unit android.
Sementara pasangan B4 merupakan unit yang dikhususkan untuk mengumpulkan informasi unit S11. Wanita berambut pirang dan cadar yang menutupi mulut. Matanya yang bersinar begitu indah, setiap orang yang melihatnya akan penasaran seperti apa bentuk seluruh wajah dari unit S11.
“Haaah…” S11 menghela nafas berat yang seketika membuat perhatian dua wanita lain mengarah padanya.
“Apa yang kau dapat?.” tanya Unit B4.
“Mereka akan mulai mencari masalah dengan kita.” Balas S11, tatapan S11 tertuju pada tiga cangkir teh yang berada di depannya. Teh dan beragam cemilan telah disediakan oleh pihak guild dengan maksud agar mereka tidak bisa ketika menunggu, tapi Towby mengatakan ada sesuatu yang lain di makanan dan minuman yang asosiasi berikan pada mereka.
“Apa yang harus kita lakukan?.” tanya S11.
B4 terdiam sesaat seorang sedang berpikir, hingga dia menjawab, “Laporkan apa yang kau ketahui pada commander.”
“Di pahami!.” S11 pun segera menghubungi Big Bro untuk disambungkan dengan Commander.
Melihat jika kedua rekannya tengah membicarakan sesuatu, Towby hanya bisa fokus pada teh didepannya. Dia mengambil teh itu lalu meminumnya. Beragam efek memabukkan dan ekstasi dia rasakan, tapi tidak lama setelah auto refresh yang merupakan fitur semua unit aktif menghilangkan semua abnormal status yang dia alami.
Mengikuti Towby, B4 dan S11 pun ikut meminum teh mereka.
“Teh yang buruk.” B4 memberikan penilaiannya
“Benar.” S11 mengiyakan pendapat rekannya.
“Jika kalian membandingkannya dengan teh buatan Master, maka teh terbaik dunia pun tidak akan sebanding.” Towby kembali menyesap teh hingga habis.
***
Chapter 33 : Di Ruang Tunggu.
__ADS_1
End.