
“Jadi bisakah anda mengembalikan semua item dari Gryphon yang kami kalahkan?.” Goto menjadi sangat marah mendengar perkataan B4, tapi sebelum lelaki itu mengatakan sesuatu B4 segera melanjutkan “Tentu saja inti monster rank A yang kalian sembunyikan pun termasuk barang yang harus dikembalikan. Itu sudah ada peraturannya anda tahu jika semua material yang di dapat dari berburu adalah milik Hunter yang mengalahkan monster.”
Tidak tahan mendengar perkataan B4, Goto yang tidak bisa lagi menahan amarah akhirnya menyerang wanita itu.
“Tutup mulut mu dan pergi kau dari sini?.”
Bam!
Pukulan keras dari seorang Hunter rank A dengan level 35. Suaran hantaman yang begitu keras terdengar hingga Goto sendiri merasa sudah membunuh wanita itu. Tapi perkiraan Goto salah, saat dia melihat wanita yang membuatnya marah dia masih berdiri dengan bekas luka lebam di pipinya, tapi tidak berapa lama luka itu menghilang seperti tidak pernah ada sebelumnya.
“Apa apaan!.” Goto dan asistennya begitu terkejut melihat Hunter rank D mampu bertahan dari serangan seorang Hunter rank A.
“Aku bisa menyebut ini sebagai penyerangan. Jadi kita bisa melakukan tindakan balasan.” masih dengan wajah datar B4 mendekat kearah Goto, lelaki yang sudah muak itu kembali melancarkan serangannya yang lebih kuat, tapi kali ini B4 tidak membiarkan seorang itu mengenainya.
Krack!
“Gyaaaa…. Tanganku....”
Dengan mudah B4 menangkap pukul Goto dan meremukkan tulangnya hanya dengan remasan. Merasakan sakit yang luar biasa membuat lelaki dewasa itu langsung menangisi.
Melihat bos nya mendapatkan serangan, asisten Melinda segera mencabut pedangnya untuk menyerang B4 Tapi, S11 tidak akan membiarkan begitu saja.
Zraat!
Peng!
“!!!”
Tangan S11 yang begitu cepat menangkis pedang Melinda, hanya dengan satu kuku besi dapat mematahkan pedang sekertaris itu yang merupakan item rak B. Setelah mematahkan pedang Melinda, S11 segera mengarahkan kuku besinya ke tenggorokan Melinda.
“Jadilah gadis yang baik!.” suara S11 penuh dengan ancaman, Melinda bahkan hampir jatuh karena kakinya yang terus gemetar.
“Kalian tidak akan bisa lari...”
Bam!
“Ghoeek… Semua Hunter akan memburu kalian…”
Bam!
“Ghooek…. Tidak ada tempat unt.….”
Bam!
__ADS_1
Bruk!
B4 terus memukuli wajah Goto hingga belasan gigi lelaki itu terlepas, luka lebam dan kulit yang terkelupas dilumuri darah membuat Melinda yang melihatnya tidak kuat dan hanya bisa berpaling.
Beberapa menit kemudian B4 menghentikan amukannya dan membiarkan Goto dilantai dengan wajah yang tidak lagi bisa dikenali. Tengkorak wajahnya telah berubah, jika saja B4 tidak menggunakan sihir penyembuh selama penyiksaan niscaya Goto sudah mati hanya dengan tiga pukulan.
“Well, Byour aku pikir akan cocok untu ku.” kata B4 sambil menatap tangannya yang dilumuri dengan darah Goto.
“Byour? B Four, hemm… that nice.” Towby merasa nama yang B4 dapatkan terdengar bagus, sementara S11 masing bingung memikirkan nama untuk dirinya sendiri.
Melinda tidak bisa mengerti bagaimana ketiga wanita di depannya begitu tenang padahal mereka sudah menghajar orang yang begitu penting di kota ini, pemimpin cabang asosiasi Hunter, posisinya setara dengan pemimpin kota bahkan lebih tinggi karena bisa menggerakkan Hunter profesional.
Tapi ketiganya mengaggap seperti semuanya bukanlah masal besar.
‘BlackBone company, sekuat apa sebenarnya guild tentara bayaran itu?. Semoga kami tidak membuat kesalahan dengan menginjak ekor naga yang tertidur.’
Melinda mulai diselimuti kecemasan, dia takut jika guild baru yang mereka pikir mudah di tangani ternyata sebuah organisasi yang lebih kuat dari perkiraan.
“!!!” Melinda terkejut saat tatapan Byour mengarah kepadanya, wajah cantik dengan penutup mata hitam itu terkena noda cipratan darah saat Byour memukuli Goto. Byour tersenyum kearah Melinda penuh kharisma.
“Aku memberi waktu 2 menit pada mu untuk membawa semua material itu kemarin, jika tidak.…” Byour menghentikan perkataannya lalu tiba-tiba wanita itu menyentuh telinga kanan seolah sedang berkomunikasi.
“Dimengerti Big Bro.” setelah percakapan singkat itu Byour kembali menatap Melinda, “Aku memberimu 2 menit untuk membawa semua material yang sudah sewajarnya menjadi milik kami, jika tidak maka kami sendiri yang akan mencarinya.”
***
“Hey come here…”
“Maoung!.”
Di dapur setelah mengganti baju Kirana mencoba memberikan semangkuk susu pada kucing hitam yang baru dia beli. Biasanya seekor binatang mutasi akan memahami pemiliknya jika keduanya telah melakukan kontrak sihir. Seperti yang dilakukan oleh Cecilia pada burung hantu peliharaannya.
“Oh kau benar-benar gadis yang sangat cerdas.” burung hantu itu mengambilkan remote televisi untuk majikannya, walaupun Cecilia tidak menyuruhnya tapi karena kontrak sihir yang telah mereka lakukan membuat burung hantu memahami perasaan dan pikiran Cecilia.
“Jadi kenapa kau memelihara binatang normal?.” ucap Cecilia yang sedang bermain dengan Peliharaan sambil menonton acara televisi.
“Dia tidak normal, cecil.”
“Oh benarkah? Tapi aku tidak merasakan adanya mana pada kucing itu, dan bocah penjaga toko itu pun berkata hal sama.”
Kirana terdiam sambil menatap kucingnya yang terus meminum.
“Itu karena dia begitu unik dan langka. Nama rasanya adalah Nine Thousand Soul Cat, memiliki kemampuan untuk membuat jiwa dari mana yang dia miliki,”
__ADS_1
Cecilia merasa bingung dengan penjelasan dari Kirana, dua bahkan memiringkan kepalanya yang ditiru oleh burung hantu.
“Maksudmu kucing itu menggunakan seluruh mana yang dia miliki untuk membuat jiwa?.”
“Yeah, dia akan sangat berguna untuk ritual yang menggunakan jiwa sebagai pengorbanan.” dengan senyum lembut Kirana mengelus kepala kucing miliknya.
Tapi Cecilia yang melihat itu justru merasa negeri, dia memikirkan nasib si kucing yang mungkin suatu saat akan dikorbankan untuk sebuah ritual aneh.
Setelah puas minum susu, Kirana menggendong kucingnya menuju tempat Cecilia.
“Jadi siapa namanya?.” tanya Cecilia tentang nama kucing hitam.
“Nama? Aku belum memikirkannya, kau sendiri.”
“Aku, aku sudah memikirkan namanya saat pertama melihatnya. Olie that my girl name…”
“Pru pru pru...”
Burung hantu itu terlihat bahagia dengan nama yang diberikan oleh Cecilia. Sementara kucing itu menatapku seolah penasaran dengan nama yang akan aku berikan padanya.
“Ayo lihat...” aku melihat ciri-ciri khusus pada kucing ku, jika ada bulu putih di ujung kakinya mungkin akan aku beri nama kaus kaki. Tapi beruntung tidak ada, yang ada hanya bulu putih di bawah perut sampai bagian bawah dagu, itu terlihat seperti krim vanilla yang dihimpit dua biskuit hitam.
“Oreo,” senyumku melebar saat akhirnya menemukan nama yang tepat untuk kucing peliharaan ku. Tapi tunggu, apakah akan aman? Apakan tidak kena copyright?.
“Tidak, Koreo... yap itu pasti akan aman.” aku mengangkat Koreo setelah memberinya nama, tapi kucing hitam itu tidak bereaksi seolah tidak merasa begitu senang dengan nama yang aku berikan.
“Tidak, dia pasti hanya mengantuk karena kenyang minum susu.” aku mencoba tetap bersikap positif.
[Breaking news, baru saja terjadi kericuhan di gedung asosiasi cabang kota Yogya. Kericuhan berawal dari penyerangan kantor asosiasi oleh sekelompok anggota guild BlackBone. Akibat dari penyerangan tersebut seluruh gedung terbakar, petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi kesulitan untuk memadamkan api karena seluruh air di daerah itu telah membeku tanpa sebab. Dilaporkan tidak ada korban jiwa namun keruigan ditaksir mencapai lima belas milyar]
Kirana dan Cecilia terdiri melihat acara televisi yang mendadak berganti menjadi berita kriminal.
“Sial, padahal tadi adegan terbaik saat Paijo mengetahui jika wanita yang selama ini dia pacari ternyata saudara lelakinya sendiri.” Cecilia marah karena acaranya tiba-tiba dipotong begitu saja, sementara Kirana sibuk mempertanyakan tontonan apa yang sedang sahabatnya itu lihat.
***
Koreo.
Olie
__ADS_1
Chapter 34 : Mengambil Sikap Tegas.
END.