
“Cecil… apa yang membuatmu begitu lama di dalam kamar mandi? Cepatlah sarapan atau kau akan ketinggalan kereta!.”
Regina memanggil Cecilia yang sebelumnya berniat mengganti pakaian d4lam yang basah. Tapi rasanya gadis itu terlalu lama di dalam kamar mandi.
“Ya kak, aku datang.” Cecilia keluar dari kamar mandi lalu langsung duduk di kursi kosong meja makan tepat didepan Kirana.
“Kau terlihat begitu segar.” Kirana menatap wajah teman baiknya.
“I..iya aku tadi sekalian membasuh muka.” jawab Cecilia dengan canggung, matanya tidak berani menatap Kirana karena berbagai alasan.
‘Mungkin dia takut terkena efek dari mataku.’ pikir Kirana.
Sarapan pagi itu berupa bubur ayam. Kirana sangat suka makanan yang dibuat oleh Regina, tapi karena hari ini dia harus pergi ke sekolah membuat Kirana tidak bisa menambah mangku bubur lainnya.
Selain Kirana, Cecilia dan Regina, orang lain yang ikut sarapan adalah Commander. Entah kenapa seorang android yang tidak memerlukan makan justru datang pagi-pagi untuk ikut sarapan.
Tapi itu cukup membantu Kirana karena dia bisa menanyakan perkembangan guild tentara bayaran BlackBone yang telah dia serahkan sepenuhnya pada Commander.
“Sudah lebih dari seratus ribu pasukan kita sebar di seluruh negri dan negara-negara tetangga, kita akan memiliki mata-mata di setiap tempat sekarang.” Commander mengucapkan laporannya.
“Lalu tentang daerah kumuh?.” Kirana kembali bertanya.
“Guild Dark Phoenix telah menjalin kerjasama yang sangat baik dengan kita. Mereka selalu menggunakan jasa tentara bayaran dari guild kira saat melawan bos dungeon, sementara itu ada masalah dari guild Snakebite.”
“Hem..?.”
Mendengar perkataan Commander, Kirana menghentikan mulutnya mengunyah kedelai goreng yang merupakan toping bubur ayam.
“Pemimpin guild Snakebite, Medusa. Dia memaksa kita untuk menyerahkan resep high potion yang kita jual di pelelangan tempo hari.”
Krauk.. krauk.. (sfx menguyah cepat)
“Apa yang dia tawarkan?.” Kirana kembali fokus makan.
“Lahan, dia menawarkan lahan di dalam daerah kekuasaan guild Snakebite untuk mendirikan markas guild kita.”
“Heehh… menarik, tapi tolak. Mereka pikir kita orang-orang bodoh yang tidak dapat melihat apa yang sedang dia rencanakan.”
Setelah menghabiskan seluruh bubur di dalam mangkuknya, kira segera menghabiskan kopi panas yang dibuat oleh Regina dalam satu tegukan.
“Katakan pada pemimpin guild Snakebite jika kami akan menyerahkan resepnya apabila mereka mau menjual sebagian saham pada guild kita.”
Setelah mengatakan itu kiranya mengambil tas yang dia kenakan dipunggung, lalu mengambil tangan kanan Commander untuk dia cium.
“Jadilah gadis yang pintar.” sambil menyentuh rambutnya, Commander mendoakan Kirana seperti anaknya sendiri.
Melihat Kirana dan Commander membuat Regin dan Cecilia tersenyum hangat, Regina bahkan menetaskan air mata bahagia.
__ADS_1
***
Mengendarai sepeda, Kirana dan Cecilia menuju stasiun kereta terdekat.
“Kau berhenti menggoyangkan ekor itu, nanti masuk jeruji ban bagaimana!.” Kirana memperingati Cecilia. Dia tidak tahan melihat ekor Cecilia yang seringkali hampir menyentuh ban sepeda.
“Jangan khawatir, ekor ini lebih kuat dari yang kau kira. Mungkin jika ekor ini masuk jeruji ban, justru besi-besi jeruji yang akan patah.” balas Cecilia yang terus menggoyangkan ekornya dengan begitu gembira.
Sepertinya Cecilia berhasil menghilangkan rasa rendah dirinya karena menjadi seorang mutan. Sekarang dia tidak merasa takut kehilangan teman-temannya karena Leona dan Kirana tidak mempermasalahkan tentang jati diri Cecilia.
“Jadi kau tetap membuat rambutmu berwarna hitam?.” Cecilia bertanya tentang rambut Kirana yang kembali diwarnai hitam dan di cukur pendek, padahal pagi tadi rambut itu berwarna putih.
“Aku rasa warna putih itu sangat cantik untukmu.” Cecilia agak menyayangkan tindakan Kirana.
“Ya mau bagaimana lagi. Sebagai Kira, aku mengenakan warna putih pada rambutku.”
Kirana beralasan jika dia tidak bisa menggunakan warna putih pada rambutnya karena takut jika identitasnya sebagai Kira pemimpin guild BlackBone akan terbongkar.
Tapi walaupun begitu Kirana masih tetap mempertahankan dua tanduknya sebagai bukti dia tidak takut untuk menjadi seorang mutan.
Perjalanan menggunakan sepeda berlangsung 15 menit hingga keduanya sampai di stasiun. Setelah memarkirkan sepeda, mereka segera menunggu di setasiun.
“Uwaah, banyak murid yang bersekolah sama dengan kita.” Cecilia kagum dengan banyaknya anak sekolah berseragam sama seperti dirinya.
“Apa Leona juga ada di salah satu dari mereka?.” gadis itu mulai mencari disekitar.
Tapi tiba-tiba dari belakang seseorang menarik telinga Kirana.
“Siapa yang kau maksud putri yang tidak akan naik kereta di hari pertama sekolah, huh!.” Leona muncul dari belakang Kirana. Terdapat guratan pembuluh darah pada kening Leona yang menandakan jika dia begitu marah.
“Aw aw maaf Len, aku benar-benar mint maaf.” Kirana terus meminta maaf pada temannya. Dengan perasaan masih kesal pada Kirana, tapi saat melihat dua tanduk di kepala temannya, membuat Leona seketika lupa pada kemarahannya pada Kirana.
“Wah sejak kapan kau memiliki ini.” Leona menyentuh tanduk Kirana dengan hati-hati takut jika itu akan membuat Kirana tidak nyaman seperti yang terjadi saat dia menyentuh ekor Cecilia.
“Itu terjadi malam tadi, aku pikir karena berusaha terlalu keras saat mempelajari sihir.” Kirana tidak ingin memberitahukan jika dirinya telah menjadi seorang Awakened pada Leona, dikarenakan Kirana masih menginginkan Leona menganggap dirinya sebagai penyihir biasa.
Tidak lama setelah itu kereta tiba, semua orang yang menunggu pun segera memasuki gerbong. Karena begitu banyak penumpang membuat ketiga gadis itu tidak mendapatkan tempat duduk. Tapi ketiga tidak mempermasalahkannya, mereka justru bersenang-senang dengan melihat foto-foto saat liburan kemarin.
***
[Archata High School : School for Everyone]
Kirana menatap baliho besar yang terdapat di depan gerbang sekolah barunya.
“Sekolah untuk semua? Jangan bercanda, tidak ada tempat bagi mutan di sekolah yang aku tempati.”
Tiba-tiba seorang pemuda berdiri di samping Kirana lalu mengucapkan kata-kata yang jelas memusuhi para mutant.
__ADS_1
“Hehehe… kau dengar itu gadi kot.… Eh kemana dia pergi?.” pemuda itu menang sengaja berbicara seperti itu untuk melihat reaksi Kirana, tapi sebelum dia selesai Kirana justru pergi dengan kedua temannya.
“Cih, mutan sialan. Awas saja aku akan mengingat wajah mu.” dengan marah pemuda itu hanya bisa mengeratkan lidah. Sementara beberapa pasang mata menatapnya dengan sinis.
“Lihat itu, dia pasti anak kelas satu yang mencoba menarik perhatian kelompok Humbleman.”
“Tsk, otaknya pasti sudah koslet hingga mau masuk kelompok r4sis itu.”
“Kasihan, mana masih muda.”
“Aku harap tidak ada murid baru lain yang seperti dia.”
“Menjijikan.”
“Aku harap tidak satu kelas dengannya.”
Anak-anak disekitar gerbang sekolah seketika membicarakan tentang pemuda itu.
Itu wajar saja karena pemuda itu dengan gampangnya berbicara r4sis di depan sekolah yang menjunjung tinggi kesetaraan Manusia dan Mutan. Tercatat siswa Mutan di sekolah ini mencapai 35% dari total murid, bahkan banyak juga duru yang merupakan seorang Mutan.
“Badut.”
Ucap Kirana sambil melirik ke pemuda yang tadi berusaha memprovokasi dirinya. Walaupun perkataan Kirana pelan hingga Cecilia dan Leona yang berjalan bersamanya tidak mendengar kata itu, tapi berkat sihir ucapan Kirana terdengar oleh si pemuda.
Mendengar dirinya disebut sebagai badut membuat emosi pemuda itu semakin tidak meledak-ledak. Tapi dia masih memiliki akal, dia sadar jika tidak mungkin dapat menarik perhatian anak-anak lain lebih dari ini.
‘Perempuan brengs3k, tunggu pembalasanku.’ batin si pemuda. Tapi...
Srik...(smile)
Saat merasa kemarahan dalam dirinya mulai padam, sebuah senyum kecil yang terlihat mengejek dari Kirana membuat pemuda itu segera pergi ke toilet untuk berteriak keras.
[Note : kasih nama napa Thor, kasihan tuh anak orang terus dipanggil ‘pemuda ini’ ‘pemuda itu’]
[Author : Dahlah tanggung, chapter berikutnya mungkin aku beri dia nama.… Panjul mungkin.]
[Seorang pemuda yang berteriak di dalam toilet : …. Masa Panjul thor, yang kerena dikit bapa, kan gw ini...]
[Author : Gohom (batuk) jangan kasih SOP iler ke pembaca!]
***
Chapter 27 Archata High School
END.
__ADS_1