
[Kelas 1A]
Ruang kelas begitu ramai saat Leona tengah memperkenalkan dirinya di depan semua murid. Para murid begitu kagum dengan kekuatan gadis yang telah menjadi pemenang nomor 1 dalam lomba Tersebut.
“Mohon kerjasamanya teman-teman!.” ucap Leona setelah memperkenalkan dirinya dengan penuh wibawa. Melihat itu semua siswa jatuh hati pada Leona sementara para siswi menjadikannya sebagai panutan.
Dalam sekejap Leona menjadi murid paling populer di kelas 1A
Selanjutnya giliran gadis dengan ekor Succubus memperkenalkan dirinya. Dia menduduki posisi ke dua dalam perolehan poin di pertandingan kemarin. Melihat jika gadis itu adalah seorang mutan membuat sebagian murid yang merupakan manusia normal merasa terganggu dengan kehadiran Cecilia.
“C.E.C.I.LI.A.” Cecilia menulis namanya di papan tulis tepat di samping nama Leona. “Cecilia Swampsin, itu namaku. Sebaiknya kalian mengingatnya.” Cecilia menunjukkan tersenyum lebar membuat semua murid merasa sesuatu yang aneh kecuali Leona dan guru Laura yang menjadi walikelas 1A.
“Well karena aku tidak ingin masalah kesalahpahaman tentang kekuatan yang aku miliki, kaduaku akan mendemonstrasikan sedikit yang aku bisa.”
Menunjukkan kekuata pada teman sekelas memang wajar, bahkan Bu Laura pun menyarankan semua murid untuk melakukannya. Tapi banyak murid yang merasa belum saatnya untuk show off (menunjukkan kekuatan) karena mereka belum percaya diri untuk memperlihatkan kekuatan pada teman-teman baru.
Sementara itu Leona dan Cecilia yang merupakan pusat perhatian di pertandingan kemarin merasa tidak perlu menyembunyikan apapun. Leona sebelum telah memperlihatkan kekuatannya dengan kemampuan bela diri dan sihir penguat. Dan sekarang giliran Cecilia menunjukkan ketajamannya.
“Arg aku merasa marah!.”
“Ba…bagaimana ini aku lupa mencuci piring ibu pasti marah.”
“Senangnya hati ini menemukan tisu bekas.”
“Berakhir, semuanya telah berakhir. Aku telah menjatuhkan gorengan yang aku beli… membuang makanan kesukaanku hidup ini sudah tidak berarti lagi.”
Dalam sekejap suasana aneh terasa di dalam ruang kelas. Setengah dari para murid menjadi seperti orang gila, ada yang tiba-tiba marah, ada yang begitu senang hingga melompat ke segela arah, hingga ada yang depresi. Setengah sisa lain merasa heran dengan perubahan itu.
“Oke sekarang giliran yang setengah merasakan kekuatanku.”
Selanjutnya para murid yang tiba-tiba menjadi aneh bersikap normal seperti tidak terjadi apa-apa, sementara yang normal justru bertingkah aneh. Hal itu terjadi berulang-ulang hingga semua murid sadar jika yang terjadi pada diri mereka adalah akibat kekuatan Cecilia.
“Kau mutan menggunakan sihir pesona pada kami. Itu adalah sebuah tindakan kriminal.” bentak seorang murid manusia. Beberapa murid lainnya pun setuju dengan pernyataan itu.
“Berhenti mempermainkan perasaan kami!.”
“Benar, aku mencoba melupakan mantan kekasih ku tapi kau justru kembali membangkitkan perasaanku padanya, itu sangat kejam!.”
Semua murid protes pada Cecilia yang telah seenaknya menggunakan kekuatannya untuk mempermainkan perasaan mereka. Tapi Cecilia tidak peduli.
Dengan sombong Cecilia mengibaskan rambut pirangnya menyebabkan semua murid terpesona dengan kecantikan gadis itu hingga mereka melupakan kemarahan yang mereka rasakan.
Tanpa mereka sadari saat ini pun perasaan mereka sedang di manipulasi. Hingga mereka kembali tersadar saat Cecilia menghilangkan pengaruh manipulasi emosi dengan satu tepuk tangan.
“Wanita ini benar-benar menakutkan!.”
“Bu guru suruh dia untuk tidak menggunakan kemampuannya pada kami!.”
“Benar entah apa yang akan dia lakukan pada kami dengan kemapuan itu.”
__ADS_1
Setiap murid mulai berpikir jauh tentang apa yang bisa dilakukan Cecilia dengan kemampuan untuk mengendalikan perasaan orang lain. Mungkin saja dia bisa membuat seorang teman memusuhi temannya, atau seorang yang saling benci justru tiba-tiba jatuh cinta.
Menanggapi kemampuan Cecilia, Bu Laura hanya menatap gadis itu dengan senyum yang sangat menawan.
“Itu kemampuan yang mengesankan.” ucap wanita cantik itu dengan kedipan mata yang sangat menggoda. Bu guru justru memuji Cecilia yang membuat sebagian besar siswa mengamuk.
Wali kelas yang juga menjadi guru olahraga itu menyadari jika kemampuan Cecilia tidak hanya sebatas memanipulasi perasaan tapi ada sesuatu yang lebih.
Cecilia pun kembali menggunakan kemampuannya untuk membuat semua orang merasa tenang.
“Aku akan membuat kalian menyukaiku sebagai teman, sebagai teladan, sebagai orang yang harus kalian hormati. Aku bisa melakukan itu dengan mudah menggunakan kemampuanku!.”
Mendengar itu semua orang semakin tidak menyukai Cecilia, tapi mereka sulit untuk mengutarakan perasaan benci itu karena Cecilia bisa menghilangkannya dengan mudah.
“Tapi tentu ini bukan kekuatan yang tanpa batasan.”
Mendengar Cecilia akan memberi tahu kelemahan dari kekuatan pengendalian perasaan miliknya membuat semua orang begitu terkejut termasuk Leona dan Bu Laura.
Setiap orang yang menyombongkan kekuatan biasanya akan menyembunyikan kelemahannya, karena jika kelemahan sudah diketahui maka tidak ada yang terkesan lagi dengan kekuatan orang tersebut. Tapi seolah tidak peduli dengan semua itu Cecilia tetap bicara.
“Seperti yang kalian sadari jika hanya ada dua orang yang tidak terpengaruh oleh kekuatanku, mereka adalah Leona dan Bu Laura. Leona adalah murid terbaik dan aku mengakui jika dia lebih kuat dariku setelah pertandingan kemarin, sementara Bu Laura tentu dia adalah seorang guru di sekolah terbaik ini membuat kekuatanya tidak perlu ditanyakan lagi.”
Semua murid kemudian sadar jika kedua perempuan itu tidak terpengaruh oleh kekuatan Cecilia.
“Intinya efektivitas kekuatanku akan berkurang jika orang tersebut memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari ku.”
Wajah para murid yang semula cemberut karena putus asa takut diperbudak oleh Cecilia dengan kekuatannya, dalam sekejap kembali bersinar cerah karena melihat harapan.
‘“‘“ORAAAAAA!.”’”’
Semua murid bersorak keras entah apa yang mereka rayakan, hati mereka terasa begitu bersemangat dan kegembiraan meluap-luap. Entah apakah itu adalah kemampuan dari Cecilia atau memang mereka sendiri yang merasa senang.
Leona ikut bersorak bersama seluruh kelas, Bu Laura yang melihat itu tersenyum hangat.
“Nice work girl.”
Perempuan itu dapat melihat dimasa depan semua murid kelas 1A akan berjuang keras untuk melampaui murid nomor 2, Cecilia Swampsin.
***
......
***
[Klas 1B]
Disaat klas 1A menjadi gaduh karena semua murid yang bertekad untuk melampaui Cecilia, di klas 1B justru lebih gaduh lagi.
“Haaaa… Kenapa anak ini justru dimasukkan ke klas ku?.” wali kelas 1B terlihat kelelahan melihat kelas yang harus dia bimbing tidak ubahnya seperti margasatwa. Penuh kebisingan oleh murid yang tidak ubahnya binatang barbar yang tidak mengenal attitude dan sopan santun.
__ADS_1
“Woi, sialan. Aku akan membalas kekalahan ku kemari. Awas saja kau yah!.”
“Siapa kau berani mengaggap dirimu raja di sini!.”
“Manusia sombong, akan aku jadikan semua buku pelajaranmu makan siang ku!.”
Semu murid dikelas ini tengah mengarahkan aura membunuh pada satu anak yang tidak lain adalah Gilang si publik enemy nomor satu di seluruh klas satu.
“Heeee? Aku tidak dapat mendengar apapun yang kalian para mutan menjijikkan katakan.” Gilang terus memanas-manasi semua murid di kelas 1B yg merupakan mutan semua. Bahkan wali kelas pun seorang mutan.
“Aku benar-benar merasa seperti seorang Tarzan, kalian tahu. Itu loh sebuah cerita yang menceritakan tentang seorang manusia yang hidup ditengah primata dan hewan liar.” sangat sombong dan arogan, entah apa ada siswa lain disekolah ini yang begitu sombong seperti Gilang.
“Brengs3k, dia sudah keterlaluan. Kawan-kawan, hajar dan betia dia pelajaran!.”
“Bantai manusia sombong ini!”
““‘“Ooooooo!”’””
Semua murid berubah menjadi anarkis saat mereka disamakan dengan primata dan hewan liar. Perkelahian antara satu lawan satu kelas pun terjadi membuat ruang kelas 1B menjadi begitu gaduh. Namun ditengah kegaduhan itu walikelas Antoni yang merupakan mutan iblis berkepala tengkorak bertanduk masih tenang menikmati tehnya.
“Darah muda,
Darahnya para remaja
Yang maunya menang sendiri,
Walau salah takmau mengalah..
Ooo... darah mudaaaaa.…”
Dia menikmati keributan itu sambil bersenandung dan secangkir teh.
***
Mr Antoni
Ras : Mutan Iblis
Job : Dark Summoner
Spesialis : Summon
Jabatan : Guru Summoner dan Tamer
Chapter 41 : Klas 1A dan 1B
END.
__ADS_1
[Author : Saat ini saya sedang membaca ulang novel ROPQ untuk mengumpulkan materi seperti nama karakter, nama tempat, skill dan sebagainya. Ini disebabkan hilangnya data yang membuat ku terpaksa harus menyusun ulang. jadinya para fans Artemis harus menunggu lebih lama untuk update teratur. Tapi saya usahakan novel ini akan tetap 3 chapter perhari]
Jangan lupa kasih like, dan komen buat author tetap semangat