
***
“Mereka benar-benar menjadi begitu heboh.” Komentar Kirana pada acara televisi yang hanya berisi tentang menghilangnya dungeon akibat perbuatannya.
“Kultus Kluklu klan, mereka bermuka dua seperti yang aku ingat.” Kirana terus menyantap nasi goreng yang dia buat sendiri sambil menyaksikan acara televisi.
Kluklu klan adalah sebuah kultus agama yang muncul setelah dunia mengalami perubahan, mereka menyebut diri sebagai kelompok anti penyihir dan menolak semua yang berbau sihir maupun mutant.
Mereka terkenal karena r4sis terhadap manusia yang mengalami perubahan akibat radiasi mana. Perlu diketahui jika manusia terlalu banyak memiliki mana dalam tubuh akan menyebabkan perubah, seperti contoh munculnya tanduk di kepala, ekor di bokong, mata memancarkan laser Bram, atau sayap di punggung.
Lebih parahnya efek radiasi mana akan menurun pada garis keturunan penderita. Akibatnya selama lima puluh tahun dimulainya era sihir terdapat lebih dari seratus ribu ras manusia baru yang merupakan keturunan dari mereka yang terpapar radiasi mana.
Ras manusia baru itu biasa dipanggil mutan.
Karena semakin banyaknya manusia mutan membuat mereka yang tidak menerima ‘berkah’ dari zat mana, menjadi takut akan tertindas oleh para mutan yang sejatinya lebih kuat dari manusia biasa.
Sebab itulah Kluklu klan yang terus menyuarakan persatuan manusia normal dan menolak kehadiran mutan berkembang begitu pesat. Diyakini anggota Kluklu klan terdapat di seluruh dunia dan merupakan orang-orang penting.
Sebagian besar perusahaan yang bergerak pada media massa seperti setasiun televisi, radio dan media online telah mereka kuasai untuk kepentingan propaganda melawan kaum mutan.
“Mereka terus menyuarakan pembinasaan para mutan, sementara sebagian besar orang-orang penting di kultus itu sendiri adalah mereka yang hidup dengan mengandalkan sihir dan kekuatan mutan.”
Dengan senjata andalan Kluklu klan yang merupakan ‘hak asasi manusia’ mereka terus menebar ter0r pada para mutan yang dianggap sudah bukan lagi Manusi.
Kultus itu sering menyebabkan masalah di kehidupan Kirana sebelumnya. Yang terburuk terjadi saat seluruh anggota Kluklu klan akhirnya mengumumkan perang terbuka dengan seluruh mutan di dunia, perang yang mereka sebut sebagai ritual penyucian dunia dari para mutant mengakibatkan korban berjatuhan dengan jumlah mencapai puluhan juta.
__ADS_1
“Itu terlihat lebih seperti perang dunia keempat.” gumam Kirana.
Setelah menyelesaikan makanya Kirana segera beri siap untuk keluar rumah, masih banyak yang harus dia kerjakan dan salah satunya adalah menantang dungeon khusus yang telah muncul di dekat rumah.
Sniffff... Kirana menghirup baju olahraga yang dia pakai pagi tadi. Baju yang basah oleh keringatnya.
“Ini aku yang terlalu narsis atau memang wangi keringatku seharum ini?.” dia merasa bingung dengan bau keringat yang menempel pada baju.
Kirana berpikir untuk menggunakan baju yang lain, tapi dia ingat jika itu adalah satu-satunya baju olahraga yang dia miliki.
“Aku lupa berbelanja baju baru. Memang saat seseorang memiliki banyak uang justru akan membuat orang itu kebingungan dengan apa yang seharusnya mereka beli.”
Karena tidak memiliki pilihan lain Kirana terpaksa menggunakan baju olahraga yang masih kotor.
“Aku akan mampir ke toko pakaian setelah menyelesaikan dungeon.”
***
Sepanjang perjalanan Kirana terus mengawasi orang-orang yang berpapasan dengannya, Kirana penasaran apakah bau keringat dibantunya mengganggu mereka.
“Sepertinya aman.” ucap Kirana sambil mempercepat langkah kakinya.
“Ini lebih seperti tempat lokalisasi daripada sebuah sarang Monster.”
Di dekat pintu masuk terdapat banyak wanita penghibur dan pria macho yang siap ‘diajak’ berkencan.
Karena dungeon ini memerlukan ‘pasangan’ untuk masuk, membuat orang-orang dewasa ini melihat peluang yang sangat menjanjikan untuk usaha mereka.
“Hey sayang apa kau berniat untuk masuk dan mencoba ‘tantangan’ dungeon cinta?.” seorang onee-san berdada besar dengan rambut merah yang sangat menggoda menghampiri Kirana.
Kirana dapat melihat di kepala wanita itu ada sepasang tanduk yang menandakan jika dia adalah seorang mutan.
“Aku memiliki banyak teman pria tampan yang bisa melindungi mu, loh...” rupanya dia seorang muc1kari yang sedang menawarkan jasanya.
“Heee…” Kirana terlihat agak kecewa, “Aku pikir anda sendiri yang akan menemaniku.”
[Note : penyakit lama author mulai kambuh]
__ADS_1
Mendengar perkataan Kirana membuat wanita itu tertawa.
“Hahaha… kau gadis seperti itu rupanya. Ya tidak masalah jika kau ingin onee-san sendiri yang menemani, tapi…” dia menghentikan perkataannya untuk menyalakan sebatang rokok.
“….harga onee-san cukup mahal.” lanjutnya sambil meniup asap rokok kearah Kirana.
Merasa diremehkan Kirana hanya tersenyum kecil, dia berniat menunjukkan kartu emas yang dia dapatkan dari Bloody Gear kemarin. Tapi sebelum dia melakukannya tiba-tiba terjadi sebuah keributan.
“Dasar gadis kurang ajar, karena kau aku kehilangan level.”
Bang! teriakan marah seorang pria terdengar dengan suara pukulan yang dia tujukan pada seorang gadis. Kirana terkejut dengan gadis yang sudah terkapar di tanah karena pukulan tadi ternyata adalah teman dari teman barunya.
“Cecilia!.” tiba-tiba wanita yang tadi berbicara dengan Kirana segera berlari kerah Cecilia. Melihat wanita itu membuat pria kasar itu semakin marah.
“Mutan kotor kuarang ajar kau memberiku gadis tidak berguna. Lihat apa yang terjadi sekarang aku kehilangan level karena terbunuh di dalam dungeon.” pria itu segera menarik rambut merah wanita itu, Cecilia yang sepertinya mengenal si wanita segera memohon agar pria itu melepasnya. Namun tanpa menunjukkan sedikitpun belas kasihan, si pria justru menarik keduanya ke jalanan.
Kirana menyaksikan itu dan melihat kesekitar. Dari sekian banyak orang di tempat itu, mereka hanya bisa memalingkan wajah seolah tidak ingin berurusan dengan apapun yang akan terjadi pada keduanya.
“Dunia ini sudah rusak bahkan sebelum Yagdragoath datang.” ucap Kirana dengan wajah gelap.
Dia tidak ingin menjadi pahlawan, namu dia juga tidak ingin hal yang sama di kehidupannya dahulu terulang.
Cecilia Swampsin, dia benar-benar sebuah rasa sakit di *4****. Tidak ada dari 12 Lord yang segila dirinya. Melakukan pembantaian satu negara hanya karena melihat seorang anak hidup bahagia dengan keluarganya, atau menjatuhkan nuklir ke kamp pengungsian hanya karena melihat seekor anjing terlihat bahagia bermain lempar bola dengan pemiliknya.
Keduanya hanya sebagai kecil tindakan gila yang dia lakukan.
Kirana pernah bertanya kepadanya saat aku mencoba menghentikan dirinya untuk membakar sebuah rumah sakit penuh pasien.
‘Kenapa kau bisa menjadi seperti ini?.’
‘Aku hanya cemburu pada mereka yang mendapatkan mendapatkan kebahagiaan, dimana kebahagiaan adalah sesuatu yang tidak pernah aku miliki.’
“Aku tidak ingin gadis gila itu kembali terlahir karena tentu akan merusak rencana ku untuk hidup dengan santai.” kata Kirana sambil merubah penampilannya menjadi Kira, wanita berambut putih dengan topeng tengkorak.
***
Chapter 11 : Berita Televisi.
__ADS_1
END.