Kembalinya Puteri Tengkorak Putih

Kembalinya Puteri Tengkorak Putih
Chapter 32 : Mutant Peliharaan


__ADS_3

“Kira… kau masih memikirkan perkataan Bu Laura?.” sepanjang perjalan menuju stasiun kereta Kirana hanya diam saja membuat kedua temannya menjadi khawatir.


“Eh!,” pertanyaan Leona menyadarkan Kirana dari lamunannya, “Tidak, hanya saja aku khawatir syarat untuk naik kelas akan sama untuk semua murid. Itu tidak akan adil untuk mereka yang tidak memiliki keahlian di segala bidang.”


Kirana menatap langit yang mulai memancarkan warna oranye, ‘Jika mereka memberlakukan pengajaran merata pada setiap murid, itu akan membunuhku.’ Kirana berpikir kehidupan santai di sekolah yang dia impikan akan terancam.


“Sudahlah yang nanti ya na.….”


Kirana kebingungan karena tanpa dia sadari di sekitarnya banyak anak hewan dalam kandang. ‘Kenapa aku bisa kemari?.’ pikirnya.


“Uwa… Cecil lihat anak anjing laut ini sangat lucu.”


“Oung oung...”


Leona dan Cecilia melihat salah satu box kaca yang berisi seekor anak anjing bertanduk yang telah mengalami mutasi. Kedua gadis itu terlihat antusias dan seperti menyentuh hewan menggemaskan itu.


Kirana pun menyadari jika dirinya telah diseret ke sebuah Pet shop oleh kedua temannya.


***


Radiasi Mana tidak hanya berpengaruh pada manusia, semua makhluk hidup yang bernafas entah itu tumbuhan, hewan bahkan bakteri pun mengalami mutasi.


Seperti halnya manusia yang semakin banyak bermunculan ras baru akibat mutasi, di alam bebas pun binatang-binatang baru yang muncul dengan kekuatan menakjubkan berasal dari Mana telah mendominasi.


Ya, karena kerasnya alam akibat munculnya monster, membuat keberadaan bintang normal hampir punah.


[RareZoo Pet Shop]


Sebuah toko hewan peliharaan khusus menjual binatang yang telah mengalami mutasi akibat radiasi Mana.


Terletak di kawasan pertokoan stasiun kereta, toko itu sering dikunjungi oleh orang yang mencoba memelihara binatang unik, terutama mereka yang ingin menjadi seorang Tamer.


“Woff…”


Seekor anjing Labrador hitam menggonggong di depan Kirana yang diam sendirian di depan pintu. Kirana yang tersadar pun langsung bermain-main dengan anjing itu.


“Wat good girl!.”


Anjing yang memiliki tag nama bertuliskan ‘Karen’ itu sangat senang bermain dengan Kirana, hingga seorang anak kecil dengan seragam pet shop pun datang.


“Oh Karen kau di situ rupanya…”


“Woff..”


Mendengar anak kecil itu memanggilnya, anjing yang sebelumnya bermain dengan Kirana pun segera berlari kearah anak tersebut. Walaupun terlihat seperti anjing biasa tapi akan berbeda jika binatang itu dapat masuk kedalam bayangan seseorang.


“Oh pelanggan, apa ada yang bisa saya bantu?.” seperti seorang penjaga toko yang ahli, anak kecil yang memiliki tanda nama ‘Orion’ itu tersenyum pada Kirana.

__ADS_1


“Yeah, aku kenari bersama dua gadis yang ada di sana.” balas Kirana sambil menunjuk kedua temannya yang masih asik melihat-lihat beragam binatang mutan.


“Bukankah kalian mengenakan seragam dari sekolah Archata? Kakak lelaki ku juga sekolah di sana.” anak kecil penjaga toko terus mengajak Kirana berbicara hingga Kirana mengalihkan perhatiannya pada sebuah kandang dengan seekor kucing hitam di dalamnya.


“Anda tertarik dengan binatang normal.” Anak kecil bernama Orion yang menyadari tatapan Kirana tertuju pada kucing hitam segera bertanya.


“Normal?.” Kirana balik bertanya.


“Benar, itu adalah hewan yang tidak terkontaminasi oleh Mana. Kucing tersebut tidak memiliki mana sedikitpun di dalam tubuhnya. Sangat langka binatang normal saat ini karena alam liar sudah menjadi begitu berbahaya. Tapi walaupun itu binatang langka aku bisa memberikan diskon untuk perempuan secantik anda.” dia benar-benar seorang pedagang handal.


“Diskon, huh. Aku pikir kucing ini murah karena memang tidak ada yang minat untuk membelinya, karena masyarakat sekarang lebih menggemari peliharaan mutasi.” Mendengar perkataan Kirana membuat Orion tersenyum kecut.


Kirana terus memperhatikan kucing hitam itu, dan kucing pun sama menatap Kirana. Senyum kecil mengembang di bibir Kirana hingga akhirnya dia pun meminta penjaga toko Orion untuk mengeluarkan kucing itu dari kandang.


“Terimakasih atas kunjungannya, dan silahkan datang lagi jika kalian membutuhkan perlengkapan binatang peliharaan atau kebutuhan lainnya.” Orion mengantar ketiga gadis keluar dari tokonya, dia merasa senang karena berhasil membuat ketiganya membeli binatang peliharaan yang dijual.


Kirana membawa kunci yang dia beli, sementara Cecilia di punggungnya dihinggapi seekor burung hantu.


Cecilia mengatakan jika burung itu memiliki kemampuan untuk membuat seseorang tertidur lelap dan baik untuk mengatasi masalah tikus. Lalu terakhir Leona yang membawa pot tanaman dengan bunga sepatu merah yang terlihat begitu indah.


Leona mengatakan wangi yang keluar dari bunga mutan itu membuatnya begitu tenang.


Saat mereka memasuki stasiun, kereta sudah tiba. Ketiganya merasa beruntung karena tidak perlu menunggu lama, di dalam pun tidak terlalu ramai sehingga mereka bisa duduk di kursi kereta.


***


Dor!


Keaak...


Suara tembakan terdengar lalu seekor kelinci menangis kemudian mati karena terkena head shot.


“Itu kelinci terakhir.” dengan raut wajah datar Towby menatap kelinci dengan bulu berwarna biru yang bisa dibilang imut, tapi sekarang sudah menjadi mengerikan. Towby mengambil mayat kelinci itu untuk dijadikan bukti penyelesaian misi.


“Oh… kau menyelesaikannya begitu cepat. 1 menit, itu benar-benar rekor baru. Seperti seorang sarjana yang kembali ke bangku TK, kau seharusnya memiliki rank lebih tinggi dan mengambil misi yang lebih baik.”


Petani yang merupakan mantan Hunter mengomentari berapa handalnya Towby sebagai Hunter. Dia menganggap jika Towby tidak layak untuk menjadi seorang Hunter rank D.


“Itu tidak bisa dihindari karena baru beberapa hari lalu saya dipromosikan ke rank D.” ucap Towby sambil menyerahkan surat penerimaan misi, saat Petani itu menandatangani surat tersebut maka misi dianggap selesai dan Towby bisa mendapatkan bayarnya di gedung asosiasi Hunter.


“Ya, hal seperti itu memang terjadi saat ini. Karena dunia menjadi begitu aman sejak para Hunter semakin banyak, membuat beberapa Hunter dengan potensi besar terkubur oleh para amatir.” petani tua yang memiliki tubuh berotot itu menandatangani surat penyelesaian misi, kemudian Towby pun mohon pamit.


Namun saat Towby akan meninggalkan ladang, tiba-tiba terdengar suara teriakan keras di langit.


Keaaaak... (Sfx teriakan elang kena sembelit)


Saat Towby dan petani menatap langit terlihat sebuah bayangan besar dari sayap seekor burung menutupi seluruh ladang. Lalu sebuah benda dijatuhkan.

__ADS_1


Braaak!


Benturan yang begitu keras yang ternyata benda tadi merupakan sebuah truk kontainer.


“Gryphon!.” gumam petani dengan seluruh tubuhnya yang bergetar hebat.


Gryphon mulai turun dan mengerang para petani yang masih berada di ladang, seorang petani berhasil direkam dengan dua tangan depan monster elang setelah singa itu lalu membawanya ke langit yang kemudian disantap.


Darah berjatuhan bagaikan hujan membuat semua orang yang melihat kejadian mengerikan itu segera lari ketakutan.


“Tuan sadarkan diri mu!.” Towby menyentuh pundak petani yang memberinya misi, petani itu pun langsung tersadar, “Ungsikan orang-orang di ladang ke tempat yang aman, sementara aku akan menahan monster ini hingga bantuan tiba.”


Mendengar perkataan Towby membuat petani itu begitu terkejut.


“Apa yang kau bicarakan! Gryphon adalah monster tingkat A, kau yang masih Hunter tingkat D tidak mungkin melawannya lebih dari 5 menit. Lebih baik kita menolong mereka yang masih bisa diselamatkan.” bentak petani itu. Tapi Towby terus berjalan kearah Gryphon.


“Kau sendiri yang mengatakan jika rank Hunter tidak menunjukkan secara pasti kekuatan Hunter tersebut bukan?.” petani langsung terdiam saat mendengar perkataan Towby.


“Tapi kau….”


“Tidak apa-apa, aku tidak akan sendirian.”


“Haaah…. Lakukan semau mu, para petualang menang seharusnya begitu.”


Sadar tidak dirinya tidak akan bisa mengubah keputusan Towby, petani pun menyerah dan mengikuti rencana gadis berambut putih.


“Ini unit 2Bone, lapor pada Big Bro.” Towby menyentuh lubang telinga kanan saat ingin melakukan komunikasi dengan pesawat induk Big Bro.


[Taktikal unit BB menerima panggilan dari unit 2Bone, laporkan status]


“Sebuah serangan yang tidak terduga terjadi. Monster tingkat A dalam level dimensi ini telah muncul dan menyebabkan kerusakan pada wilayah sekitar. Aku melaporkan untuk meminta izin penaklukan.”


[Laporan dimengerti. Izin diberikan, kau bisa menangani monster tersebut namun beri waktu agar beberapa unit lain dapat bergabung, ini dilakukan untuk mempercepat meningkatnya rank Hunter unit lain]


“Understood, Big Bro!.”


Setelah mendapatkan izin, Towby pun mulai menghadapi Gryphon raksasa yang tingginya hampir lima kali ukuran manusia normal.


Semua petani termasuk mantan Hunter melihat pertarungan Towby dengan Gryphon begitu epik, tapi melihat jika pertarungan terus berlarut-larut membuat sebagian orang mulai khawatir jika anggota dari guild itu akan kalah. Tapi semu berubah saat beberapa anggota BlackBone lain mulai datang membantu, termasuk Nins yang sedang melaksanakan misi yang berbeda.


***



Chapter 32 : Mutan Peliharaan.


END.

__ADS_1


__ADS_2