
Satu jam berlalu sejak kemunculan guild BlackBone. Meskipun masih banyak monster yang berkeliaran tapi kota sekarang setidaknya lebih bersih dari para monster. Beragam item seperti gigi, tulang, kulit dan inti monster bertebaran di kota sebagai bukti jika tempat itu beberapa saat lalu telah mendapatkan invasi. Para warga yang sebelumnya terjebak di kota pun telah diungsikan ke tempat yang lebih aman dengan menggunakan Flight unit.
“Sekarang hanya tersisa satu pekerjaan yang Perlu diselesaikan.” di kokpit kapal Spirit of Vengeance Kirana menikmati kopi sambil melihat apa yang terjadi dibawah.
Namun tiba-tiba Commander yang sejak tadi duduk di samping Kirana mengawasi seluruh unit yang bertugas, wanita itu berdiri membuat Kirana tersenyum lebar, namun senyum itu tertutupi oleh cangkir kopi.
Tanpa sepatah kata pun Kirana mengetahui keinginan android yang paling dia percayai.
“Pergilah, bersenang-senang.” ucap Kirana memberikan izin pada Commander untuk turun tangan menantang dungeon.
Setelah mendapatkan izin, Commander memberikan hormat pada Kirana sebelum akhirnya keluar dari kapal terbang dengan cara langsung melompat.
Commander menjatuhkan dirinya dari kapal yang tepat berada di atas dungeon. Semua orang dapat melihat tubuh wanita itu walaupun malam sudah lewat tengah hari, itu dikarenakan tubuh Commander yang mulai bersinar terang.
Semakin lama sinar yang dipancarkan oleh Commander semakin terang, bagaikan bintang jatuh Commander mempersiapkan pukulannya untuk dihantam pada tanah tempat dungeon berada.
“Jika kau melakukan itu bisa-bisa seluruh Dungeon akan hancur hingga intinya.”
BLAAARRRR!
Ledakan besar terjadi hingga sebuah letupan cahaya bersinar terang membentuk pilar menembus langit sampai luar angkasa. Semua orang mengalihkan pandangan mereka karena cahaya begitu menyilaukan, sampai lima menit kemudian cahaya telah padam. Kemudian tempat yang dulunya merupakan sebuah dungeon yang membuat bencana tingkat negara sekarang hanya menyisakan sebuah lubang raksasa selebar puluhan meter.
Ding!
[Selamat pada guild BlackBone yang telah berhasil menaklukkan dungeon kota Chaouen]
Notifikasi terdengar oleh semua orang di negara Maroko.
“Yap, aku sudah mengira ini akan terjadi. Kita datang kemari untuk bukan apa-apa.” Kirana membicarakan tentang dungeon core yang lenyap oleh serangan Commander.
“Tapi bukannya aku benar-benar menginginkannya, sih.” gadis itu terus menatap layar monitor yang memperlihatkan lubang yang dibuat oleh Commander perlahan tertutup karena Dungeon yang telah dikalahkan.
__ADS_1
Setelah penyelesaian misi pembebasan kota, Kirana sebagai perwakilan dari guild BlackBone bertemu dengan para menteri untuk membahas pembagian hasil. Kirana yang menyadari akan membutuhkan banyak dana untuk memulihkan kota akhirnya tidak mengambil satupun item drop dari monster yang masih bertebaran di kota.
Setelah perbincangan singkat dengan para menteri, Kirana yang hendak keluar dari gedung pemerintahan segera dicegat oleh ratusan wartawan. Gadis itu hanya menjawab beberapa pertanyaan dari wartawan hinga akhirnya dapet kembali ke kapal terbangnya.
Tapi tanpa Kirana sadari perkataan singkat yang dia ucapkan pada wartawan telah membuat dunia kembali dilanda kegemparan.
***
***
[Pusat asosiasi Hunter internasional, Amerika]
Brak!
Sebuah meja hancur karena mendapatkan hantaman keras dari seorang pria hitam dengan otot yang terlihat seperti baja. Dia adalah salah satu orang berpengaruh di asosiasi Hunter internasional dan merupakan pemimpin guild peringkat 3 dunia.
Alfonso Darksteal, ranking 7 Hunter S.
Awalnya Alfonso merencanakan pembuatan cabang guild baru di kota Chaouen yang ditinggalkan setelah Dungeon Rampage berlangsung selama satu minggu. Dia bahkan menekan pemerintah Maroko dengan membebankan biaya Hunter yang tidak masuk akal agar rencana berhasil. Tapi semua itu berakhir sia-sia setelah kota berhasil di bebaskan oleh guild yang entah datang dari mana.
“Setelah menyerang salah cabang di Indonesia, guild BlackBone berani mengganggu rencana ku. Mereka perlu di beri pelajaran.”
Perkataan Alfonso langsung dibalas dengan tawa oleh salah satu Hunter terkuat lainnya.
“Hahaha… kau ingin memberi pelajaran pada orang-orang seperti itu.” pemuda itu menunjuk pada monitor yang memperlihatkan sebuah gunung yang lenyap akibat meriam Spirit of Vengeance dan ledakan cahaya dari pukulan Commander yang membentuk sebuah pilar.
“Beritahu aku bagaimana kau bisa melakukan itu!.” imbuhnya.
Pemimpin guild Damaskus yang menduduki top 5 sekaligus Hunter S peringkat 5 dunia, Husain Sandstorm.
__ADS_1
Alfonso terdiam mendengar pertanyaannya rekannya, hingga dia mendapatkan sebuah ide yang tentu saja tidak akan dia katakan pada Husain.
“Tapi mereka benar-benar sedang mencoba menggangu bisnis kita, kita harus memberi mereka ‘arahan’ bagaimana untuk bersikap pada sebuah organisasi yang dilindungi oleh seluruh pihak dunia dan bekerja begitu lama menjaga keamanan dunia dari ancaman dungeon.” ucap satu-satunya wanita di pertemuan itu, Puspita Lingsirwengi.
[Note : Namanya, Uiiiiihhh... Mengerikan]
Puspita Lingsirwengi rank Hunter S ke 10 dan pemimpin guild Khayangan top 9 dunia.
“Hemp, kau mulai menjadi sombong dan serakah dengan posisi yang tidak akan kau miliki selamanya.” ucap Hasan.
“Cih, apa kau bicara padaku kadal? Sebelum kau mengatakan apapun padaku sebaiknya kau lihat dulu siapa dirimu. Atau mungkin kau akan menyesal.” dengan penghinaan yang terlihat jelas, Puspita tidak menyukai Hasan dikenal pemuda itu adalah seorang mutan.
Hasan sama sekali tidak terpengaruh oleh perkataan Puspita. Dari 10 penting asosiasi Hunter internasional, Hasan adalah petinggi tertua dari yang lain. Dia sudah melihat petinggi yang lain terus berganti membuat Hasan bertemu banyak orang dengan sifat yang berbeda.
“Kau seperti yang lainnya. Seperti para penjahat karbitan di novel dan film.” Hasan bicara dengan begitu tenang pada Puspita.
“Kalian berkata ‘Awas pembalasan kami’ atau ‘Setelah ini kau pasti akan menyesal’, tapi pada kenyataannya kalian tidak melakukan apapun setelah itu.”
Puspita yang merasa diremehkan menjadi marah hingga dia berniat untuk menyerang Hasan, pemuda itu pun sudah siap memberikan perlawanan jika wanita di depannya menang akan menyerangnya. Tapi semua berakhir saat Alfonso menengahi kedua Hunter rank S tersebut.
Guild BlackBone yang tidak memiliki afiliasi dengan asosiasi Hunter internasional, telah mengumumkan jika mereka adalah guild tentara bayaran yang bisa berkerja dengan siapa saja untuk menangani masalah dungeon. Melihat kekuatan dan perlengkapan yang melebihi guild rank 10 besar tentu membuat sebagian orang tertarik untuk meminta bantuan mereka daripada asosiasi Hunter.
Masalah ini membuat sebagian besar guild besar yang menikmati keuntungan dari asosiasi Hunter, menjadi geram terhadap guild BlackBone yang dapat mempengaruhi kepercayaan para pemimpin dunia.
“Kita harus secepatnya menyingkirkan BlackBone.” ucap Alfonso yang segera disetujui oleh Puspita.
“Iya, tapi bagaimana caranya?.” Hasan kembali bertanya pertanyaan yang sama.
“……” Alfonso pun tak tau.
***
__ADS_1
Chapter 47 Asosiasi Hunter Internasional
END.