Kembalinya Puteri Tengkorak Putih

Kembalinya Puteri Tengkorak Putih
Chapter 12 : Sampah yang tidak boleh dibakar


__ADS_3

Cecilia dan Regina terus di seret ke jalanan. Aspal yang kasar membuat tubuh keduanya penuh luka.


‘Kenapa aku terus mendapatkan penderita, kenapa aku tidak dapat merasakan kebahagiaan seperti orang lain?.’Cecilia kembali teringat dengan hidupnya yang penuh penderitaan.


Gadis itu dibesarkan dalam panti asuhan, orang-orang di panti meyakini jika orang tua Cecilia membuangnya karena dia mutan.


Walaupun Cecilia terlihat seperti gadis manusia biasa, tapi ada sebuah ekor yang selalu dia sembunyikan. Ekor hitam dengan ujung runcing berbentuk hati.


Ekor Succubus, salah satu ras iblis yang dikatakan tercipta oleh hawa nafsu .


Karena ekor itu membuat Cicilia kecil selalu mendapat Bulian dari sesama penghuni panti, bukan hanya anak-anak tapi para pekerja panti pun memperlakukannya seolah dia bukan manusia.


Karena ekor itu juga membuat tidak ada satupun keluarga yang mau mengadopsi Cicilia. Sehingga dia terus tinggal di panti asuhan yang tidak ada bedanya dengan neraka baginya.


Hingga saat panti asuhan hampir ditutup karena kekurangan biaya, para pekerja panti memutuskan untuk mengeluarkan beberapa anak untuk memotong biaya pengeluaran.


Anak-anak panti tidak dilepaskan begitu saja melainkan mereka ‘dijual.’ beberapa anak diberikan pada sebuah kapal dagang untuk bekerja sementara mereka yang memiliki wajah atau bentuk tubuh yang bagus akan diberikan ke tempat lokalisasi.


Cecilia yang merupakan seorang mutan Succubus adalah gadis tercantik di panti asuhan, dia dijual dengan harga mahal hingga panti asuhan tidak perlu khawatir dengan uang selama beberapa bulan.


Tapi masalah datang saat orang yang membelinya mengetahui jika Cecilia ternyata adalah seorang mutan.


Uang tidak dapat dikembalikan setelah barang dibawa pulang. Mengetahui jika dirinya telah ditipu membuat mucikar1 itu marah dan melampiaskannya pada Cecilia.


Kehidupan Cecilia tidak berubah setelah keluar dari panti asuhan, dia masih terus disiksa dan diperlakukan seperti seekor binatang. Majikannya jarang memberi dia makan sementara pekerjaan yang dia berikan benar-benar tidak manusiawi.


Hingga pada suatu hari Cecilia terkapar di jalan saat dia sedang mengemis karena perintah majikannya. Regina yang merupakan mutan seperti Cecilia menemukan gadis itu dan membawa ke tempatnya.


Mungkin itu adalah masa titik balik dalam hidup Cecilia. Di bawah majikan barunya yaitu Regina yang telah membeli Cecilia, gadis itu merasakan kebahagiaan bersama Regina.


Regina menanggap Cecilia adalah saudarinya sendiri sehingga dia benar-benar menyainginya. Cecilia bahkan di kirim ke sekolah tempat dimana dia bertemu dengan Leona dan mantan pacarnya.


***


“Kau bajingan Lepaskan adikku!, aku akan bertanggung jawab dengan apapun yang dia lakukan!.” walaupun dirinya saat ini tengah merasakan sakit yang luar biasa namun Regina lebih mementingkan Cecilia.


“Kalian mutan hina, semu ini salah kalian. Kerena masalah ini semu kerja kerasku untuk menaikkan level selama satu minggu terbuang percuma.”


Pria itu melempar keduanya ketengah perempatan jalan dimana di sana banyak Hunter yang merupakan rekan dari pria kasar itu.


“Wah lihat Baron lagi-lagi menemukan mutan untuk dibakar.”


“Oh sial dua perempuan itu terlihat begitu menggoda saat tubuh mereka dipenuhi oleh darah.”


“Hahaha… lagi-lagi Baron akan memperlihatkan pertunjukan ‘penyucian’.”


“Bakar bakar para mutan, sucikan dunia ini dari makhluk kotor seperti mereka, hahaha.…”

__ADS_1


“Aku iri dengan Baron yang berhasil mendapatkan banyak poin setelah membunuh para mutan, dia pasti akan dipromosikan.”


Guild Wongasu.


[Note : author nggak tau harus pake nama apa lagi biar guild nya terdengar lebih kasar.]


Sebuah guild yang berisikan para pemuja kultus Kluklu klan di Indonesia. Mereka begitu r4sis terhadap mutan, bahkan jika seorang anggota dari guild itu membunuh mutan akan mendapatkan sejumlah poin yang dapat ditukar dengan hadiah. Hal itu membuat anggota guild Wongasu selalu mencari masalah dengan para mutan.


“Beri aku minyak!.” pinta pria bernama Baron pada tema-temanya.


Baron mendapatkan jerigen berisi bensin dari rekannya lalu dia segera menyiramkan pada kedua perempuan yang akan dia bakar.


Cecilia begitu ketakutan, dia merasa bersalah karena perbuatannya membuat Regina juga ikut dalam bahaya.


“Tidak apa semuanya akan baik-baik saja.” ucap Regina sambil memeluk Cecilia berusaha untuk menutupi tubuh gadis itu agar tidak terkenal tumpahan bensin.


“Kumohon siapapun tolong kami!.” Regina terus berteriak meminta pertolongan berharap ada yang akan datang. Tapi tidak ada yang berani mendekati tempat yang telah dikuasai oleh Gank Wongasu, mereka tidak ingin mencari masalah dengan salah satu Gank terkuat di kota.


“Hahaha… percuma berteriak meminta pertolongan, tidak akan ada yang datang menolong para sampah seperti kalian. Semua orang justru akan senang melihat kalian lenyap terbakar menjadi abu.”


Perkataan Baron membuat semua anggota guild Wongasu berteriak setuju. Lalu setelah semua bensin di dalam jerigen habis, Baron mulai menyalakan korek.


Dia menggunakan korek tersebut untuk menyalakan rokok, sebelum akhirnya melempar kerah Regina yang melindungi Cecilia.


“Walaupun begitu aku berterimakasih pada kalian karena dengan poin yang aku dapatkan setelah membunuh kalian akan membuatku cukup untuk naik menjadi petinggi guild.”


‘Jeritan, menjerit lah. Perdengarkan padaku jeritan kalian.’


‘Menangis, menangis lah. Ratapi kehidupan kalian yang tidak berguna.’


Dalam hatinya Baron tidak sabar untuk melihat pertunjukan yang sangat dia gemari.


Sedangkan Cecilia yang sejak tadi terus berdoa agar seseorang muncul untuk menolong, dia mulai putus asa saat melihat nyala api yang menuju kearahnya, gadis itu pasrah dan hanya bisa memejamkan matanya.


Tap!


Tapi sebelum semuanya terlambat, seseorang menangkap nyala api korek tersebut.


“Hatimu tidak lebih baik dari para iblis yang pernah aku temui.” suara seorang wanita membuat Cecilia dan Regina terkejut.


Mungkinkah akhirnya ada seseorang yang mendengar kami?


Mungkinkah ada seseorang yang akan menolong mutant seperti kami?.


Kepala kedua perempuan itu penuh oleh pertanyaan yang sama.


***

__ADS_1


“Brengs3k! Siapa kau berani mengganggu upacara suci ini?.” Baron begitu marah karena pertunjukan yang sangat ingin dia lihat batal terjadi.


“Aku…” wanita berambut putih dengan topeng tengkorak itu terlihat kebingungan memperkenalkan diri, membuat semua orang termasuk Cecilia dan Regina menjadi penasaran.


“Aku Kira... Kira sang Putri Tengkorak Putih!.”


Krik krik krik...


Kirana memperkenalkan dirinya dengan penuh percaya diri, namun tidak ada reaksi yang ditunjukkan oleh semua orang.


““““Pfffffttt…. Buwahahaha.””””


Dengan cepat seluruh anggota guild Wongasu mulai menertawakan Kirana.


“Putri apa tadi?.”


“Tengkorak katanya… apa dia seorang Necromancer?.”


“Hey nona aku punya nama yang lebih keren dari yang kau gunakan, bagaimana jika Putri P4ntsu Putih?.”


“Hahaha… itu terdengar seratus kali lebih baik!.”


Semua orang terus tertawa hingga ada yang jatuh karena sakit perut. Tapi Kirana tidak memperdulikan mereka.


“Sebaiknya kau cepat menyingkir sebelum aku memutuskan untuk ikut membakar mu beserta para sampah itu.” Baron memberi ancaman pada Kirana, dia bahkan menggunakan aura membunuhnya berharap agar wanita dengan kulit dan rambut putih pucat itu akan takut kemudian lari.


Tapi tidak, Kirana masih diam melindungi Cecilia dan Regina. Ditangannya korek api yang dia tangkap masih menyala walaupun seharusnya korek itu tidak menyala terlalu lama.


“Tidak aku tidak bisa membiarkan mu untuk melakukan itu. Karena akan ada masalah merepotkan jika kau membakar keduanya. Kau tidak akan tahu sebesar apa masalah yang kau buat karena kau sudah mati saat semua itu terjadi.”


Menurut ingatan Kirana, Ratu kecemburuan terlahir setelah Regina kakak angkat Cecilia terbunuh saat mencoba melindungi adiknya.


Melihat kakak perempuannya tewas di depan mata sendiri membuat kemarahan Cecilia memuncak hingga mampu membuat gadis itu terbangkitkan dan menerima kekuatan [Lust Manipulator].


Sebuah kemampuan yang dapat memanipulasi nafsu, pengguna dapat merubah nafsunya sendiri ataupun orang lain menjadi bentuk fisik yang beragam. Atau bisa juga merubah nafsu menjadi peningkatan kekuatan (Buff) dan kutukan (Debuff).


“Dia akan dibangkitkan dan kalian akan menjadi korban pertamanya.”


***


Regina Goatborn



Chapter 12 : Sampah yang tidak boleh dibakar.


END.

__ADS_1


__ADS_2