
“Akhirnya setelah menunggu selama beberapa chapter.”
Kirana berdiri di depan pintu masuk dungeon. Dia akhirnya dapat melanjutkan misi untuk mengambil inti dungeon setelah sebelumnya mengalami banyak kendala.
“Kita butuh satu orang lagi untuk masuk kedalam.” kata Regina.
“Jika tidak ada orang lain, aku bisa masuk kedalam bersama nona Kira.” Cecilia mengambil kesempatan untuk mengajukan diri menemani Kirana.
“Tidak, kau mendapatkan pengaruh buruk setiap kali bersama bos!.” Regina merasa Cecilia berubah sejak bertemu dengan Kirana. Keduanya pun saling berdebat di depan dungeon hingga membuat beberapa Hunter menatap mereka dengan cara aneh.
“Sudah kalian berdua. Aku punya cara untuk masuk.” kata Kirana melerai perdebatan kedua kakak beradik.
Kirana kemudian menggunakan sihir Necromancer untuk memanggil skeleton soldier yang akan menjadi pasangannya masuk dungeon.
“A…apa!.” Cecilia terlihat kecewa karena posisi yang dia inginkan telah diambil oleh monster tulang. Karena marah Cecilia pun menatap kakak perempuannya sambil menggembungkan pipinya, dia tengah merajuk.
Tapi karena terlihat lucu, Regina justru tertawa melihat Cecilia.
“Hey kalian berdua! apa kalian tidak ingin menaklukkan dungeon ini denganku?.” tanya Kirana.
Menyadari jika telah membuat Kirana menunggu, keduanya segera mengikuti wanita putih itu dari belakang.
***
Dungeon cinta, begitu orang-orang memanggilnya.
Biasanya sebuah dungeon akan menjadi milik dari pemilik wilayah entah itu walikota atau guild penguasa wilayah dimana dungeon muncul.
Memiliki dungeon adalah sebuah keuntungan besar seolah telah mendapatkan tambang emas. Selain dungeon berguna untuk melatih pasukan menjadi lebih kuat, dungeon pun menyimpan banyak harta Karun.
Item drop adalah sisa-sisa dari monster yang telah mati. Perlu diketahui jika tubuh monster akan segera menghilang setelah kematian mereka.
Kotak harta Karun, setiap dungeon memilik harta Karun yang digunakan untuk menarik para Hunter agar masuk kedalam dungeon. Kotak harta terletak acak, semakin jauh letak kotak harta maka semakin besar hadiah yang ada didalamnya.
Karena beberapa alasan itu seringkali sebuah dungeon tidak ditaklukkan karena dirasa lebih menguntungkan.
Tapi dungeon cinta yang saat ini Kirana masuki diperbolehkan untuk ditaklukkan karena warga sekitar tidak ingin kenyamanan mereka terusik oleh para Hunter yang dikenal kasar.
***
“Cecil….” seorang pemuda yang cukup tampan memanggil nama Cecilia.
Gadis yang namanya dipanggil hanya diam menatap pemuda itu, matanya terpejam dengan menggigit bibir sendiri. Cecilia merasa sulit berhadapan dengan mantan pacarnya sendiri.
__ADS_1
“Haaahhh sangat konyol.”
Menggunakan kemampuan kontrol emosi, Cicilia menguatkan mentalnya untuk menghadapi kopian dari mantan pacarnya itu.
“Hahahaha…. Aku bersyukur karena kau yang muncul karena aku bisa membalas perbuatan pada ku!.”
Seperti orang kesetanan, Cecilia menerjang musuhnya dengan pedang lusuh miliknya. Keduanya saling beradu serangan dengan cukup sengit.
“Kau br3ngsek berpacaran dengan ku hanya untuk mendekati Leona.”
Emosi kemarahan yang Cecilia sekarang rasakan membuat semua serangannya menjadi lebih kuat.
“Tidak akan aku biarkan pria menjijikkan seperti mu mendekati teman baikku!.”
Jeraas!.
Dengan sekuat tenaganya Cecilia berhasil mendaratkan tebasan pada tubuh Clone. Nafasnya terputus-putus karena adrenalin yang begitu tinggi, dia berusaha menenangkan diri lalu melihat pertarungan Kirana dan Regina.
Regina berhasil melawan manusia serigala yang merupakan klon dari kekasihnya. Regina sudah tidak melihat kekasihnya selama tiga tahun, rumor mengatakan jika kekasih Regina telah kawin lari dengan seorang manusia normal.
“Ini cukup menyebalkan,” ucap Regina saat menatap mayat yang hangus terbakar oleh sihir miliknya.
Sementara Kirana sudah mengalahkan kloning dari orang yang dia sayangi.
Kirana langsung menggunakan sihir [Black Hole] untuk melenyapkan kloning dari seseorang yang pernah dia sayangi. Tapi karena selama hidup tiga ribu tahun lamanya Kirana telah memiliki banyak ‘Kekasih’ sehingga dia tidak tahu kekasih yang mana dungeon munculkan.
Saat ketika tiga perempuan tengah menghadapi kloning dari orang yang mereka sukai, disudut skeleton soldier hanya berdiri diam. Undead yang baru dibangkitkan tidak memiliki perasaan sehingga tidak ada satupun orang yang mereka sayangi.
Selesai mengalahkan semua kloning, Kirana dan yang lainnya turun ke lantai berikutnya. Beragam ujian berbeda di setiap lantai dilewati saru persatu hingga mereka sampai di lantai 19.
Karena telah melalui belasan lantai tanpa henti akhirnya Kirana mengijinkan untuk beristirahat sebelum memasuki pintu lantai 20.
Regina duduk sambil bersandar di dinding dungeon, kedua tangannya memegang kepala yang tidak terasa sakit. Wanita itu hanya sedang kebutuhan.
“Kita…. Kita turun ke lantai 20 hanya dalam waktu 30 menit?.” Regina bertanya seolah tidak percaya dengan apa yang sebenarnya terjadi.
“Benar ini sangat buruk, seharusnya kita bisa melakukannya dalam sepuluh menit.” balas Kirana.
“Itu malahan lebih tidak masuk akal!.” Regina marah karena Kirana membuat akal pikiran yang ia miliki mulai mempertanyakan kewarasannya sendiri.
Sementara Cecilia terlihat sibuk dengan mengasah dua golok besar yang dua dapatkan setelah mereka melawan bos di lantai 15. Dua golok besar yang lebih mirip seperti pedang dua tangan.
__ADS_1
“Aku rasa kita sudah cukup untuk beristirahat.” perkataan Kirana membuat Regina dan Cecilia segera bangkit dari tempat duduk mereka. Sedangkan skeleton soldier yang sejak tadi berjaga mulai berjalan kearah barisan Regina dan Cecilia.
“Oh dia belajar.” Cecilia kagum melihat skeleton soldier yang sebelumnya hanya terlihat seperti sebuah robot yang akan bergerak jika diperintahkan dan hanya diam saat majikannya tidak memerintahkan apapun. Tapi kini skeleton soldier melakukan tindakan diluar perintah masternya.
“Dia juga lebih kuat dari skeleton soldier normal.” Regina teringat betapa besar kontribusi skeleton soldier selama ekspedisi ini. Sebagai seorang penyihir Regina memiliki kelemahan jarak dekat. Dia tidak dapat menghitung berapa banyak skeleton soldier yang bertugas untuk melindunginya telah menyelamatkan nyawanya.
***
Pintu gerbang perlahan terbuka ketika semuanya sudah siap untuk mengalahkan bos dungeon.
“Aku harap dia adalah bos terakhir di dungeon ini.” Kirana sudah bosan dengan dungeon yang membosankan.
Di tengah ruangan terdapat dua patung anak kecil dengan sayap dan membawa panah cinta.
“Oh manisnya.” Regina tergoda dengan keimutan dua patung malaikat Cupid yang hanya mengenakan sehelai kain untuk menutupi bagian sensitif.
“Jangan tertipu dengan penampilan,” ucap Kirana, “Mereka bisa membuatmu gila hanya dengan satu anak panah.” lanjutnya.
Cecilia sudah bersiap dengan pedangnya, karena dia saat ini tidak cukup kuat Cecilia hanya menggunakan satu pedagang sementara yang lainnya dia simpan.
“Oh… sangat disayangkan.” Regina pun bersiap menantang bos dungeon. Dia menggunakan tongkat sihir dengan bentuk hati di mahkotanya yang di dapat dari bos lantai 10.
Gatagatagata…
Skeleton soldier berlari untuk menyerang melihat itu dua Cupid yang memiliki jenis kel4min berbeda segera menghujani skeleton soldier dengan anak panah cinta.
Saat Skeleton Soldier berhasil menarik perhatian kedua Cupid giliran Cecilia menyerang. Regina sebelumnya telah diberikan sihir [Hide] pada Cecilia sehingga pergerakan gadis itu tidak dapat terdeteksi oleh para Cupid.
“[Deep Sadness].”
Muncul di belakang para Cupid, Cecilia menebaskan pedangnya yang telah dia lapisi dengan sihir kutukan.
Jraaa...
Satu Cupid terkena serangan sementara yang lain mampu menghindar dan melancarkan serangan balasan, tapi serangan panah dari Cupid terblokir oleh perisai tembus pandang yang merupakan sihir Regina.
“Ini tidak terlalu menarik...” dipojok ruangan bos, Kirana tengah bersantai menikmati pertunjukan yang ada didepannya.
***
Chapter 16 : Akhirnya Dungeon.
__ADS_1
END.