
Lonceng masuk telah dibunyikan, Kirana yang berpisah dengan teman-temannya pun kembali ke kelas 1C, tapi saat dia menaiki tangga. Kirana kembali menemukan Gilang yang masih tertidur di tangga. Luka ditubuhnya sebagian besar telah disembuhkan.
“Kau sudah waktunya masuk kelas!.” ucap Kirana sambil menaruh kopi kaleng dingin di samping Gilang, setelah itu dia kembali menuju ruang kelasnya sendiri.
***
***
Seperti yang ibu Dean katakan sebelumnya jika pelajaran kedua para senior akan datang untuk berkampanye memperkenalkan klub mereka.
“Kami dari klub beladiri. Banyak siswa ahli yang akan mengajarkan berbagai keahlian bertarung tangan kosong untuk kalian di klub kami...”
Gema seorang senior kelas tiga yang saat ini masih menjadi ketua klub Fighter, dia mempresentasikan klub di kelas Kirana. Banyak siswa yang tertarik dengan klub Fighter, terutama mereka yang merasa jika pandai bertarung.
Setelah klub Fighter pergi, giliran klub Penyihir Zodiak yang saat ini diketuai oleh siswa kelas tiga bernama Aldi. Kirana menatap seniornya itu dengan perasaan amarah karena berbagai ingatan buruk yang dia ingat saat kehidupan sebelumnya.
Bahkan perasaan buruk yang Kirana rasakan membuat keadaan kelas tiba-tiba menjadi begitu suram seolah tempat itu telah berubah menjadi tanah kematian, para murid mulai tidak merasakan perubahan apapun, tapi berbeda dengan para senior yang mulai ketakutan . Menyadari perubahan pada kelas adalah perbuatannya, Kirana segera menenangkan diri.
Lepas dari situs yang tidak wajar, para senior itu segera pergi dari kelas 1C karena perasaan aneh yang mereka rasakan, meninggalkan para murid yang kebingungan.
“Walaupin di dunia ini kita tidak saling mengenal dan dia belum melakukan apapun padaku, tapi entah kenapa aku masih ingin membunuhnya saat melihat wajah bajingan itu.”
Setelah klub Penyihir Zodiak, giliran klub riset Mechanical yang melakukan kampanye.
Semua murid terkejut saat seorang pemuda yang lebih muda dari mereka rupanya adalah kakak kelas tiga sekaligus ketua klub. Akira terus melihat sekeliling mencari gadis yang dia temui di daerah kumuh. Pemuda itu terlihat kecewa ketika berpikir jika gadis yang dia cari tidak berada di klas 1C, walaupun sebenarnya gadis itu tengah menatapnya di bangku paling belakang.
Ada 15 klub yang datang ke klas 1C untuk memperkenalkan klub mereka. Sebelum jam kedua berakhir Bu Dean membagikan kertas lamaran masuk klub. Para siswa diwajibkan menulis klub mana yang akan mereka pilih dan alasan mengikuti klub tersebut.
“Kalian diperbolehkan untuk melihat-lihat gedung kesenian dan oleh raga seta bengkel praktek dan tempat latihan untuk melihat kegiatan klub masing-masing, kemudian besok surat lamaran harus segera dikumpulkan”
Bu Dean membagikan kertas lamaran pada para murid. Kirana merasa lelah karena sudah hampir tujuh jam dia di sekolah.
“Jika kalian merasa tidak tertarik dengan suatu klub maka wajib menuliskan alasannya.”
Kirana semakin mengantuk hingga kepalanya terjatuh di meja.
Kalian juga bisa membuat sebuah klub sendiri dengan berbagi persyaratan yang ada.”
Zriing..
__ADS_1
Namun matanya segera terbuka lebar saat mendengar perkataan terakhir Bu Dean.
***
Sore hari, sekolah berakhir. Kirana dan dua sahabatnya berjalan bersama menuju gerbang sekolah. Mereka membicarakan tentang klub mana yang harus diambil. Leona tertarik dengan klub Fighter karena dia memang menggunakan teknik bertaruh tangan kosong. Sementara Cecilia tertarik dengan klub berpegang.
“Kalu aku mungkin akan membuat klub ku sendiri.”
““Eeeh!””
Keduanya terkejut saat mendengar perkataan Kirana. “Benarkah, klub tentang apa?.” Leona bertanya.
“Itu….”
Beberapa saat sebelumnya saat jam sekolah berakhir Kirana memasuki ruang guru untuk berbicara dengan Bu Dean.
“Klub penakluk Dungeon?.” Bu Dean terkejut dengan permintaan Kirana untuk membuat klub baru. “Terdengar berbahaya,? Perlu kau tahu jika pihak sekolah tidak akan bertanggung jawab tentang apapun pada murid di luar wilayah sekolah.”
Ini bukan kali pertama ada seorang murid yang mengajukan permintaan untuk membuat sebuah klub yang berkaitan tentang dungeon. Semua permintaan itu di tolak karena tentu alasannya begitu sederhana ‘Dugeon adalah tempat yang begitu berbahaya’. Walaupun tentu saja di sekolah ini juga ada pelatihan menjadi Hunter dengan memasuki dungeon, tapi itu selalu dalam pengawasan ketat.
“Tidak, klub tentu tidak akan bertindak jauh seperti benar-bebat masuk kedalam dungeon untuk mengambilnya core. Anggota klub akan memiliki tugas utuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan dungeon.”
“Hemm… bukankah itu sama saja dengan Hunter news klub yang sudah ada di sekolah?.”
Kirana terus menjelaskan tujuan dibentuknya klub penakluk dungeon, tapi sepertinya Bu Dean masih belum tertarik.
“Tetap saja ini akan sulit…”
“Hahaha… ayolah Dean beri gadis itu kesempatan.”
Perkataan Bu Dean terpotong saat suara dari wanita berambut merah terdengar dari samping.
“Bu Laura, sudah aku katakan jangan seenaknya membuatku kaget!.” wanita itu begitu terkejut saat tiba-tiba disampingnya sudah berdiri guru olahraga.
“Haha… kau sendiri yang salah karena tidak waspada.”
Kirana yang melihat kedekatan dua guru di depannya merasa jika keduanya bukan hanya sekedar rekan kerja.
“Dunia kembali dilanda ketidaktahuan, saat semua orang berpikir telah melihat segalanya. Setelah menghilangnya Great dungeon di seluruh dunia, monster rank tinggi mulai aktif kembali dan dungeon baru lebih cepat terlahir. Kau pasti tahu kenapa aku ditugaskan ke mari bukan?.”
Bu Dean hanya menghela nafas berat setelah mendengar perkataan Bu Laura.
__ADS_1
“Jika menurutmu memang itu akan bekerja maka bagaimana jika kau menjadi guru pengawas untuk klub itu?.”
“Yeah, aku pikir itu tidak masalah.”
Kirana merasa senang saat mendengar klubnya akan di setujui, tapi tentu itu tidak akan semudah yang dia pikirkan.
“Tapi tentu ada prosedur yang harus kau lakukan sebelum klub itu resmi di buat nona.”
Mendengar perkataan Bu Laura membuat Kirana merasakan perasaan buruk.
“Besok klas 1C akan mengadakan pelatihan penaklukan dungeon, aku akan menyetujui klub yang kau buat dan menjadi guru pengawas jika kau bisa menaklukkan dungeon dengan skor tertingi dari murid lainnya.” setelah mengatakan itu senyum iblis mulai mengembang di bibir wanita berambut merah.
***
[Flashback end]
“Me… me... menaklukkan dungeon!.” Leona berteriak keras saat mendengar cerita Kirana. Akibat teriakan itu membuat banyak siswa yang melihat kearahnya. Berbeda dengan Leona, Cecilia tidak khawatir pada temannya.
“Sayang sekali kita tidak bisa membantumu.” ucap Cecilia.
“Tidak apa, aku hanya perlu mencari empat teman sekelas untuk di jadikan rekan tim penaklukan.” walaupun Kirana mengatakan akan mengatasi semuanya tapi itu justru membuat Leona semakin khawatir.
“Hey, ayolah jangan menatapku seperti itu. Kau tidak tahu saja betapa kuatnya diriku.” Kirana kemudian menyingsingkan lengan baju untuk memperlihatkan lengannya.
Namun tindakannya justru membuat keduanya tertawa terbahak-bahak saat melihat lengan kurus gadis itu.
***
Mrs Dean
Ras : Manusia
Job : Alchemist
Spesialis : Peramu obat
Jabatan : Guru kimia/Wali kelas 1C
Chapter 43 : Memilih Klub
__ADS_1
END
[Note : Chapter berikutnya mulai penaklukan dungeon lagi]