
[Jangan lupa tinggalkan komentar dan like setelah membaca]
Ruangan yang terlihat seperti teater mulai diisi oleh mereka yang akan ikut pelelangan.
Sebagian besar dari mereka adalah anggota guild dari 7 guild penguasa wilayah kumuh, tapi ada juga perwakilan guild dari luar wilayah.
“Aku benar-benar tidak menyangka guild miskin seperti Dark Phoenix akan berani menampakkan wajahnya di tempat ini.” seorang berkat dengan arogansi yang begitu jelas pada Bryan yang merupakan pemimpin guild Dark Phoenix, salah satu guild terpandang di daerah kumuh.
Belami, pemimpin dari guild Wongasu yang merupakan guild kedua terbesar di wilayah kumuh. Rambut mohawk pria itu terlihat seperti helm prajurit Romawi.
“Tutup mulut kotor itu Belami, kau tidak tahu jika baru saja kita mendapatkan beberapa teman pendukung (sponsor).” Olivia marah karena kekasihnya diejek.
Mendengar perkataan Olivia membuat Belami dan anggota guild Wongasu tertawa terbahak-bahak.
“Buahaha… apa yang kau katakan? Mana mungkin ada orang yang mau menginvestasikan uang ke guild yang tidak memiliki masa depan.” Belami terus mengejek.
“Kecuali….” Belami menatap tubuh Olivia yang begitu seksi. “Kau menggunakan tubuhmu untuk menarik orang-orang kaya.”
Wuuusss...
Braaak!
“What d.…”
Sebuah hantaman keras memukul wajah Belami, tinju itu berasal dari Bryan yang marah akibat pemimpin guild Wongasu itu berani berkata lancang tentang kekasihnya.
Perbuatan Bryan tentu membuat anggota guild Wongasu tidak tinggal diam melihat pemimpin mereka dihajar hingga terpental belasan meter.
“Dasar guild sampah, kalian sudah lupa tempat kalian di ma.…..gueheeeek.” sebelum anggota guild Wongasu itu menyelesaikan kalimatnya, Bryan melempar bola api yang membakar wajahnya.
Korban kedua Bryan merupakan salah satu petinggi guild Wongasu, Ts. Kekuatan Ts cukup kuat untuk mengalahkan monster tingkat C seorang diri, namun kini salah satu orang terkuat di guild Wongasu terkapar di tanah tak sadarkan diri.
“Heeng… sial, kau cari mati rupanya!.” Belami kembali bangkit dan bersiap dengan semua anggota guild Wongasu yang bersamanya saat ini untuk memulai pertarungan melawan guild Dark Phoenix.
‘Cih, apa-apa dengan pukulannya itu. Aku hampir kehilangan kesadaran hanya dengan satu tinju.’ pikir Belami yang merasakan darah mulai keluar dari hidungnya.
Sebelumnya Belami Sudah bersiap jika mereka akan bertarung dengan anggota guild Dark Phoenix. Dari data yang selama ini anggota guild Wongasu kumpulkan tentang guild Dark Phoenix, Belami yakin jika mampu mengalahkan Bryan dengan mudah.
__ADS_1
Karena merasa di atas angin membuat Belami sangat percaya diri dan berbuat arogan di depan anggota guild Dark Phoenix.
Tapi faktanya benar-benar terbalik, Belami hampir dikalahkan oleh pemimpin guild Dark Phoenix itu hanya dengan satu pukulan.
‘Mungkin kau kuat, tapi aku membawa lebih banyak anggota guild bersamaku.’ senyum Belami melebar saat dia melihat jika Bryan hanya membawa 4 anggota guild Dark Phoenix bersamanya.
Namun seolah sudah siap lima anggota guild Dark Phoenix termasuk Bryan tidak terlihat takut melawan puluhan anggota guild Wongasu.
“Cih, dasar sombong. Jangan menyesal saat aku mengacaukan pacarmu di depan wajah mu.. serang!.” Belami yang begitu emosi oleh sikap seluruh guild Dark Phoenix, segera memerintahkan semu anak buahnya untuk menyerang.
Tapi…
“Kalian punya nyali juga membuat kekacauan di tempat ini.” suara yang begitu dalam hingga semua orang yang mendengarnya merasa tenggelam kedalam lubang tanpa batas.
Suara itu berasal dari Pemilik Bloody Gear, Ryno Threehorn, seorang mutan dengan sisik hijau di beberapa bagian tubuh. Pria tua itu masih terlihat begitu mengintimidasi walaupun umurnya sudah kepala lima.
Belami semakin kesal saat melihat seorang mutan didekatnya.
“Ou... Apa aku ketinggalan?.” dari arah pintu masuk seorang wanita dengan tubuh setengah ular menatap ketiga orang penting di wilayah ini saling berhadapan.
“Tsk, tempat kotor ini begitu menjijikan saat aku melihat para mutan seperti kalian.” Belami menunjukkan kebenciannya pada Ryno dan Medusa yang merupakan para mutan.
“Kita pergi sebelum aku muntah karena mencium bau kadal.” perintah Belami pada semua anggota guild Wongasu.
“Tapi bos aku mendapatkan kabar jika ada item penting yang akan dijual hari ini.” salah satu anggota guild Wongasu mencoba mencegah Belami meninggalkan pelelangan.
“Diam, tidak ada yang berguna di tempat ini, semua yang mereka jual hanya sampah!.” tidak peduli dengan perkataan anak buahnya, Belami segera meninggalkan tempat lelang.
***
“Jadi mereka adalah para pengikut kultus Kluklu klan? Seperti biasa mereka hanya para idiot.” ucap Commander sambil mengunyah kolang Kaling berwarna merah muda.
Commander mengingat betul seperti apa para penganut kultus Kluklu klan di dimensi yang telah hancur.
“Mereka hanya parasit yang tidak berguna.” gumam Commander.
Saat itu pasukan dewa Kehancuran telah menginvasi bumi. Dimana seharusnya seluruh negara di bumi bersatu untuk melawan invasi, namun kultus Kluklu klan terus saja sibuk memusuhi mutan.
__ADS_1
Hingga Kirana mengungsikan manusia yang tersisa kedalam pesawat luar angkasa Big Bro, pengikut kultus Kluklu klan terus membuat masalah dengan para mutan sehingga sering terjadi kekacauan.
“Mereka benar-benar sebuah duri dalam daging yang seharusnya disingkirkan sejak awal.”
Tidak lama kemudian lelang dimulai, tempat duduk telah penuh sementara hanya ada dua pemimpin guild terbaik yang menghadiri acara lelang, sementara empat yang tersisa hanya mengirim wakil.
“Guild Wongasu benar-benar menyingkir dari lelang kali ini.”
“Tck, aku pikir harus ikut bersama mereka karena lelang kali ini pasti sangat membosankan.”
“Aku mendengar kali ini ada sebuah guild baru yang akan menjual item khusus mereka.”
“Guild baru? Memang apa yang bisa diharapkan dari mereka, paling tinggi mungkin item dari lantai 10.”
“Rumornya itu adalah guild BlackBone yang telah mengalahkan monster tingkat A dalam hitungan detik dan menyelesaikan tantangan dungeon 20 level kurang dari satu jam.”
“Seriusan BlackBone yang itu? Sial aku beruntung mendapatkan tiket masuk hari ini.”
Keadaan pelelangan menjadi ramai saat kabar tentang guild BlackBone ikut menjual beberapa barang di pelelangan. Semua orang begitu penasaran dengan item yang akan mereka jual karena dengan melihat item-item itu mereka dapat secara kasar mengetahui kekuatan dari guild BlackBone.
“Kita tidak tahu apa yang ditulis oleh takdir bukan?.” Bryan yang mendengar tentang BlackBone terasa aneh pada kelompok guild itu.
“Kemarin malam kita tertawa saat mendengar guild baru itu, tapi saat ini kita justru hampir menjadi bawahan mereka. Sangat ironis.”
Bryan teringat sore tadi di markas guild Dark Phoenix, Kirana datang secara tiba-tiba dan mengajukan untuk membeli Guild Dark Phoenix.
Hampir semu petinggi setuju jika Guild Dark Phoenix dijual karena kondisi keuangan sangat memprihatikan. Tapi Bryan yang merupakan pemimpin dan pendiri Guild pun menolak untuk menjual guild nya.
Penolakan Bryan sama sekali tidak membuat Kirana marah, dia tahu jika itu akan terjadi maka Kirana pun mulai menawarkan kerjasama berupa pembelian saham.
***
Chapter 22 : Pelelangan (1)
END.
[Jangan lupa tinggalkan komentar dan like setelah membaca]
__ADS_1