Kembalinya Puteri Tengkorak Putih

Kembalinya Puteri Tengkorak Putih
Chapter 37 : Spirit of Vengeance


__ADS_3


Sebuah kapal udara yang seolah datang dari dunia fantasi, terbang diatas gedung asosiasi Hunter yang terbakar.


Semua orang tercengang melihat keberadaan kapal perang melayang itu. Aura hitam merebak dari kapal sementara meriam-meriam itu menambahkan kengerian mesin terbang yang tidak diketahui pemiliknya


Semuanya mungkin memiliki pertanyaan yang sama, ‘Bagaimana benda sebesar itu bisa melayang tanpa mesin jet dan baling-baling bambu?.’


Untuk pertama kalinya umat manusia melihat sebuah kendaraan dengan mesin anti gravitasi, mesin yang sudah diidamkan sejak lama namun belum bisa direalisasikan bahkan setelah Mana muncul lima puluh tahun lalu.


***


[Kirana POV]


Saat berada di kreta menuju rumah, aku tiba-tiba mendapatkan kabar dari BB (Big Bro). Dia melaporkan jika pihak asosiasi berniat melakukan kecurangan dalam transaksi material Gryphon.


Sejujurnya aku tidak peduli dengan semua material itu termasuk inti monster, karena aku memiliki segudang inti monster rank SSS yang aku dapatkan selama perjuangan hidup tiga ribu tahun melawan pasukan Yagdragoath.


Tapi berbeda jika menyangkut harga diri.


Jika hari ini kami membiarkan mereka menipu, maka selanjutnya pandangan rendah akan selalu mereka tujukan pada kami.


“Jika kau memberikan seorang idiot kesempatan, maka mereka akan berpikir kau sendirilah yang bodoh. Mereka harus diberikan pelajaran!.”


[Perintah di konfirmasi]


Sambungan berakhir.


Aku hanya bisa menghela nafas berat, mungkin setelah ini BlackBone Company tidak akan bisa berjalan di sisi terang mengingat asosiasi Hunter adalah sebuah organisasi tingkat dunia yang diawasi langsung oleh PBB. Jika membuat masalah dengan mereka sudah dapat dipastikan akan langsung dicap sebagai Telolet tingkat dunia.


“Yah, siapa juga yang peduli. Toh mereka duluan yang mulai.”


Setelah sampai di rumah dan bermain dengan Koreo, aku berserta Cecilia dan Regina pergi ke basemen. Di ruang bawah tanah rumah kami terdapat sebuah pintu rahasia yang memiliki desain futuristik, sangat berbeda dengan rumah ku yang sebagian besar memiliki gaya lama.


Pintu tersebut hanya bisa dibuka menggunakan Id card buatan ku sendiri. Aku menunjukkan id card berwarna hitam pada kamera yang terletak di tengah daun pintu, setelah melakukan proses scanning pintu pun terbuka.


Seperti sebuah pintu ajaib milik robot kucing tertentu, pintu itu mengarah ketempat yang begitu luas dipenuhi oleh android dan robot.


Setelah aku masuk giliran Cecilia dan Regina yang melakukan scanning dengan id card mereka. Berbeda dengan id card yang aku miliki, di card keduanya memiliki warna tembaga.


Perbedaan id card ditujukan untuk mengetahui tingkat jabatan si pemilik dan batas ruangan yang bisa dimasukin. Aku yang merupakan pencipta dari semua yang ada di Big Bro memiliki id card yang dapat mengakses semua tempat, sementara pendatang baru seperti Cecilia dan Regina akan memiliki akses terbatas.



Para robot yang merupakan sisa dari pengikut dewa Yagdragoath mulai membangun kota yang ditinggalkan oleh manusia. Perdagangan, industri dan transportasi mereka mulai membangun semua dari nol tanpa campur tangan dariku maupun Big Bro.


“Aku berharap mereka tidak benar-benar menjadi seperti manusia.” ucapku saat melihat para robot bekerja keras membangun kota.


Sebuah taksi terbang mengantar kami menuju Gladak kapal, Cecilia dan Regina yang masih tidak mengetahui jika mereka saat ini berada di kapal luar Akasa begitu terkejut saat melihat banyaknya kapal pelintas galaksi yang berjejer siap untuk digunakan.

__ADS_1


“Bisakah aku dapat satu?.” Cecilia terlihat tertarik mengendarai kapal terbang. Tapi Regin justru terlihat khawatir.


“Yeah, seluruh anggota BlackBone memiliki satu kapal mereka sendiri.” Cecilia begitu senang mendengar perkataanku.


“Jadi apa kau sudah mempersiapkan satu untukku?.” dia begitu bersemangat hinga memeluk lenganku.


“Tentu, karena kau adalah anggota perunggu maka kau bisa menggunakan itu.” ucapku sambil menunjuk sebuah sepeda onthel bersayap yang jika pedal nya diputar maka akan mengepakkan sayapnya. Dan jika diputar cukup cepat maka sepeda itu akan terbang.


Tapi seberapa cepat seseorang harus berlari mengendarai sepeda itu agar sayapnya memili cukup kekuatan untuk terbang?.


“……..”


Memikirkannya saja sudah membuat Cecilia lelah.


“Pfffffttt…”


Cecilia membatu saat melihat kendaraan dinas yang aku berikan padanya, sementara Regina berusaha menahan tertawa.


Kemudian sebuah kapal terbang yang dipenuhi oleh meriam tidak lain merupakan kapal perang melintas di atas kami, Commander terlihat di geladak kapal yang mulai turun hingga tersisa satu meter dari permukaan tanah.


Spirit of Vengeance, Space ship tipe Kombatan yang merupakan model lama yang aku buat saat usia ku masih 300 tahun. Dibandingkan dengan karya terbaru yang aku buat kapal ini benar-benar sudah ketinggalan zaman.


“Semuanya sudah siap.” Commander mempersilahkan kami untuk naik ke kapal.


Di atas kapal yang mulai mengudara kami bertiga mulai mengganti penampilan, menaikkan umur, merubah warna rambut aku kembali menjadi kira. Sementara Cecilia mengganti rupanya menjadi Lilian seorang anggota guild BlackBone dan Regina kembali menjadi Gina.


“Aku pikir perlu untukku mengganti penampilan.” Commander teringat saat liburan wajah aslinya terlihat oleh banyak orang, dia berpikir untuk merubah penampilannya karena kita akan tampil didepan umum yang kemungkinan besar akan menjadi musuh dunia karena telah berurusan dengan asosiasi Hunter.


Selanjutnya Commander pun mengganti gaun qipao putih yang menjadi ciri khasnya menjadi jas serba putih seperti seorang pengantin pria, lalu di wajahnya dia mengenakan helem emas.


“Baiklah, semua siap?.”


““Yes Master!.””


“Oke, mari kita tunjukkan pada dunia apa itu BlackBone Company!.”


Duduk di kokpit aku menekan tombol untuk berpindah dimensi. Terjadi sedikit getaran saat teleportasi berlangsung, ini wajar karena mesin Mana engin yang digunakan kapal ini tergolong sudah tua.


Aku menatap Cecilia dan Regina yang duduk di belakang, wajah mereka terlihat khawatir saat kapal bergetar seperti pesawat yang mengalami turbulensi.


“Kita akan segera tiba dalam 5… 4… 3… 2…”


Pyaas.…


Pemandangan di luar menjadi begitu berbeda, jika sebelumnya hanya luar angkasa kosong sekarang terdapat sebuah bola biru raksasa di depan kami.


“Woah… aku tidak pernah bermimpi menjadi seorang astronot, tapi melihat bumi dari luar angkasa seperti membuatku sangat terkesan.”


“Mungkin ini yang dinamakan dengan mimpi yang menjadi kenyataan.”

__ADS_1


Cecilia dan Regina begitu takjub melihat bumi dari luar angkasa dengan matanya sendiri. Seperti Regin pernah berharap suatu hari bisa menjelajah tata Surya.


“Jangan kehilangan fokus, kita akan segera masuk kedalam orbit. Jaga agar mode Stealth tetap hidup dan jangan biarkan siapa pun tahu kita datang dari luar angkasa atau para manusia purba ini akan mengira kita alien.”


Kembali menghidupkan mesin pendorong, aku mengendarai kapal angkasa menuju pulau Jawa.


***


[TP POV]


Kapal mulai mendarat, semua kamera dan senjata terarah pada tangga yang akan digunakan penumpang kapal untuk turun.


Semua mata dunia tertuju pada wanita berambut putih mengenakan seragam hitam dengan dua tanduk besar di kepalanya, topeng tengkorak yang melindungi identitasnya tidak dapat menurunkan keanggunan wanita misterius itu.


Setelah turun dari kapal, satu lagi wanita dengan jas serba putih dan helm emas turun, sementara yang lainnya menunggu di atas kapal.


“Terimakasih atas kerja kerasnya, Master!.”


Dua puluh anggota guild BlackBone yang sebelumnya membuat kekacauan, memberikan hormat kepada wanita bertanduk. Kemudian Towby yang semua berbaris rapi diantara rekan-rekan mulai menghampiri Master.


Dia menyerahkan inti monster tingkat A yang menjadi inti pertikaian asosiasi Hunter dan guild BlackBone.


“Hanya karena ini kalian berani menipu kami?.” Master memperlihatkan inti monster itu kesemua orang, lalu “Bodoh!.”


Blaaar!


Petir dari langit menyambar inti monster yang Master pegang, ledakan mana membuat angin topan berhembus kencang. Beberapa orang bahkan terjungkal akibat dampak ledakan.


Cetak.


Dengan satu jentikan jari hembusan angin kencang seketika hilang.


Cetak!


Jentikan jari kedua membuat gedung asosiasi Hunter yang terbakar berubah menjadi toilet umum.


Cetak!


Jentikan jari ketiga membuat semua orang di dunia bersujud untuknya.


***





Chapter 37 : Spirit of Vengeance

__ADS_1


END .


__ADS_2