
Kirana berniat memindahkan dimensi mati tempat dia berasal ke tempat yang lebih dekat dimana dimensi saat ini dia tinggali. Dia harus melakukannya secara hati-hati agar tidak diketahui oleh Dewa atau entitas lain yang ingin merebut apa yang dia miliki.
“Meskipun jalan satu-satunya untuk memasuki dimensi ini sudah berada di dalam jiwaku, tapi aku tetap perlu berhati-hati agar tidak terjadi masalah yang tidak perlu.”
Setelah menentukan rute, Kirana mengaktifkan kendali otomatis. Dia kemudian keluar dari kokpit menuju wilayah terbuka yang dulu merupakan pemukiman penduduk pesawat Big Bro.
Kirana menatap reruntuhan dengan diam, entah apa yang dia pikirkan. Disampingnya sebuah robot sebesar kotak sereal dengan empat lengan melayang di sampingnya.
“Bagaimana kondisi Commander?.” tanya Kirana.
[Dia masih dalam kondisi yang sama seperti terakhir kali]
Jiwa Kirana melayang di atas kota tak berpenghuni menuju sebuah bangunan besar di pusat kota.
[Apa kau ingin aku mengaktifkan dia?]
“Tidak, biar aku melakukannya sendiri.”
Saat keduanya hampir sampai di bangunan itu, tiba-tiba Kirana merasa sebuah kehidupan. Kirana sangat terkejut karena dia berpikir jika dimensi ini telah mati sepenuhnya hingga tidak ada kehidupan yang tersisa.
“Apa itu?.” Kirana bertanya ketika melihat robot setinggi pinggang orang dewasa mulai hidup dengan sendirinya.
[Parasit, sisa-sisa dari pasukan Dewa Kehancuran yang berhasil masuk ke pesawat ini. Sepertinya dia kembali hidup setelah menyerap mana di dalam pesawat]
Kirana mendekati robot yang matanya terus berkedip seakan berusaha untuk memulihkan diri. Kirana menarik tangan robot memaksanya untuk berdiri. Robot yang energinya telah stabil setelah cukup mendapat asupan Mana, menatap diam kearah jiwa Kirana.
Bersamaan dengan itu di sekeliling Kirana mulai bangkit robot-robot lain yang juga termasuk pasukan Dewa Yagdragoath. Mereka mulai bergerak mengelilingi Kirana.
[Sistem pertahanan segera diaktifkan, mengirim pasukan unit yang bisa bertempur untuk melindungi Master]
Melihat jika Kirana telah dikelilingi parasit robot, Big Bro berniat untuk mengaktifkan para guardian untuk melindungi Kirana. Tapi Kirana segera mencegahnya.
“Tunggu, aku tidak merasakan ancaman dari mereka.” mendengar perkataan Kirana, Big Bro segera membatalkan perintahnya, tapi dia tetap menyiagakan para penjaga untuk bertindak cepat jika sesuatu terjadi.
Robot didepannya terus menatap jiwa Kirana, sementara gadis itu sendiri menunggu apa yang akan dilakukan oleh robot-robot dari sisa-sisa Dewa Kehancuran.
“Apa yang kau katakan?.”
Lebih dari lima ratus tahun robot-robot itu tidak aktif membuat waktu merusak mereka secara perlahan. Seperti rongsokan, para robot dipenuhi oleh karat.
__ADS_1
<>
<>
<>
Semua robot di dalam area kota mengucapkan kata yang sama pada Kirana.
[Mereka mengira Master adalah Dewa Penghancur]
“Yeah… apa kau pikir aku tuli?.” karena semakin banyak robot yang mulai hidup dan menyuarakan hal yang sama, membuat area itu sekarang begitu berisik.
“SILENCE!.”
Dengan satu kata membuat seluruh robot diam seketika.
“Mereka benar-benar mengira aku adalah yagdragoath.”
[Itu wajar karena saat Dewa Penghancur dikalahkan maka siapapun yang membunuhnya akan mengambil tempatnya]
Mendengarkan perkataan Big Bro membuat Kirana berpikir jika pekerjaannya nanti akan semakin banyak. Dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan dengan Posisinya sebagai pengganti Yagdragoath.
‘Apa aku harus mengurangi dimensi yang semakin banyak agar keseimbangan sembilan dimensi utama tetap terjaga?.’ dia berpikir untuk menghilangkan beberapa dimensi sebagai pekerjaan yang harus dia lakukan. Tapi Kirana sadar melakukan penghancuran satu dimensi tidak akan begitu mudah.
“Terserahlah untuk saat ini mari fokus untuk menikmati hidup di dimensi baru.”
“Tinggalah di kota ini seperti manusia, hingga aku menemukan kegunaan kalian.” setelah mengatakan itu jiwa Kirana pergi kembali melanjutkan perjalanan menuju bangunan terbesar di tengah kota.
Sementara itu para robot masih kebingungan dengan perintah yang diberikan oleh Kirana. Mereka adalah robot yang diciptakan untuk membantu dewa Yagdragoath menghancurkan kehidupan, tapi sekarang mereka diminta untuk menjadi seperti manusia.
Namun dengan patuh mereka berusaha menjalankan perintah dari tuan baru. Semua robot di kota mulai mencari sisa-sisa dari peradaban manusia untuk dipelajari.
***
Android Research and Maintenance Center. Sebuah bangunan yang digunakan untuk membuat dan memelihara Android, para robot yang Kirana buat dengan tujuan melayani penghuni pesawat Big Bro.
Tapi bukan hanya robot android pembantu yang dibuat di pabrik ini, melainkan Android yang ditujukan untuk militer pun ikut Kirana produksi.
Memasuki gedung, Kirana disambung oleh wanita cantik dengan gaun hitam dan rambut putih, dia memakai cadar di mulut sehingga hanya setengah wajah yang terlihat.
“Welcome Back Master.” ucap wanita yang merupakan android. Dia menundukkan kepalanya dengan penuh hormat.
“Kau juga seven-o (7o).”
__ADS_1
Setelah melewati lobi, Kirana segera menaiki lift menuju lantai bawah.
Lantai produksi, tempat dimana Android dibuat. Ratusan ribu tabung tersusun rapi, di dalam tabung-tabung itu terdapat Android yang telah siap diperkerjakan.
Terus berjalan melewati lorong penuh tabung, Kirana berhenti saat berada di depan satu tabung yang terlihat lebih indah dari tabung lain.
[Commander]
Satu-satunya unit dalam tipenya yang tidak dibuat kopian karena masalah memori yang Kirana miliki. Dia bertugas sebagai pemimpin seluruh android.
“Waktunya bangun, Mama.”
***
Cecilia selama berjam-jam terus memperhatikan Kirana yang sedang bermeditasi. Karena bosan dia pun mulai berjemur di samping Kirana hanya dengan mengenakan bikini.
“Haaa… aku ingin mengajaknya ke pantai besok dengan leona.”
Dua hari lagi liburan akan berakhir, karena besok adalah hari terakhir liburan Leona mengajak Cecilia untuk pergi ke pantai. Leona juga ingin mengajak Kirana tapi dia tidak dapat menghubunginya.
Mengenakan kacamata hitam menikmati panasnya matahari sambil memakan keripik kentang di atas kursi pantai. Cecilia merasa begitu tenang saat ini. Sampai suara Kirana terdengar.
“Fiuwit… itu tubuh yang cukup seksi.” kira menggoda Cecilia yang tengah menikmati berjemur, sementara Cecilia yang terkejut membuatnya tersedak kripik kentang yang dia makan.
Cecilia bermaksud mengambil minuman yang telah dia sediakan sebelumnya tapi tangan Kirana lebih cepat mengambil minuman itu dan langsung meneguknya hingga tersisa setengah.
“Puaaah… itu benar-benar menyegarkan.” seperti seseorang yang telah berjalan di gurun pasir, Kirana begitu menikmati minuman yang dia ambil dari Cecilia. Sementara Cecilia sendiri hampir mati karena tidak mendapat air untuk meredakan tersedak.
“Terimakasih untuk minumannya.” setelah puas meminum setengah botol, Kirana mengembalikan minuman itu pada Cecilia. Gadis itu segera berniat untuk meminumnya tapi dua berhenti saat mengingat botol itu telah digunakan oleh Kirana.
Cecilia kemudian menatap Kirana dengan tatapan penuh tanda tanya.
“Apa?.” Kinan pura-pura tidak mengerti kenapa Cecilia menatapnya seperti itu.
Karena dadanya semakin sesak akibat tersedak, akhirnya Cecilia yang tidak memiliki pilihan lain segera meneguk air dari botol yang sama digunakan Kirana.
“Ini bukan tentang ciuman tidak langsung atau semacamnya,” kata Cecilia sambil mengelap bibirnya yang basah. Terlihat jelas dia sedang menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah.
***
Chapter 20 : Pasukan Dewa Kehancuran
__ADS_1
END.
...[Jangan lupa tinggalkan komentar dan like setelah membaca]...