
...[Jangan lupa tinggalkan komentar dan like setelah membaca]...
Semua orang terdiam setelah Kirana mengatakan jika Cecilia akan terbangun (Awakened). Mereka takut jika apa yang dikatakan oleh Kirana menjadi kenyataan.
Semua Hunter tahu apa itu Awakened.
Tidak ada kata yang bisa melukiskan tentang mereka yang telah terbangun selain ‘Di luar akal sehat’.
“Omong kosong apa yang kau bicarakan wanita sialan! Jika kau ingin mencoba menakuti ku maka cari alasan yang lebih masuk akal.” Baron sangat marah karena sempat mempercayai dengan perkataan Kirana. Begitu juga semua anggota Gank Wongasu.
“Dasar wanita gila, mana mungkin seorang mutan mengalami kebangkitan.”
“Sial ini sebuah penghinaan!.”
“Kau pikir ada berapa orang yang telah melakukan kebangkitan, tidak ada satupun mutan dari mereka yang telah bangkit.”
Semua orang marah bahkan Regina dan Cecilia sendiri memasang wajah tidak percaya pada Kirana.
“Wall, para Awakened dari ras mutan jarang menunjukan keberadaan mereka karena bersembunyi dari orang-orang seperti kalian, atau alasan lainnya disebabkan oleh media yang tidak mau jika seluruh dunia tahu bahwa mutan pun bisa mengalami kebangkitan.”
Kirana memberikan alasan masuk akal, namun tetap semua orang tidak mau mendengar.
“Cih, omong kosong itu hanya sebuah alasan.” perkataan Baron diiyakan oleh semua temannya.
“Yah, itu hak mu untuk percaya atau tidak. Yang penting sekarang….” Kirana menjentikkan korek api yang sejak tadi dia pegang kearah Baron.
Lelaki itu tidak mencoba menghindar karena dia beranggapan jika hanya sebuah api kecil dari korek kayu tidak akan mampu melukainya yang mereka seorang Hunter peringkat C.
Tapi siapa sangka jika pikiran Baron akan menjadi kesalahan fatal.
“Yang paling penting sekarang mereka berdua dalam perlindungan ku, [Fire Soul].”
Bwooossss!
“Gyaaaaaaa!.”
Api besar berkobar menyelimuti seluruh tubuh Baron. Teriakan pria itu bergema di malam gelap, teman-teman hanya bisa menatap pikiran mereka sedang mencerna apa yang sebenarnya terjadi.
“Api itu tidak akan membunuhmu, tapi juga tidak akan padam sebelum aku ijinkan.” ucap Kirana yang melangkah kerah Regina dan Cecilia. Melihat jika Kirana telah menolong keduanya membuat mereka tidak merasa Kirana akan berbuat jahat, namu Regina masih tetap memasang kewaspadaan.
__ADS_1
“Semua luka lenyap lah, [Cureja].” sebuah lingkaran sihir berwarna hijau muncul dari tangan Kirana yang terarah pada Regina dan Cecilia, kemudian dalam sekejap semua luka kedua perempuan itu menghilang.
“Penyembuhan instan? Ini lebih baik dari skill penyembuhan yang aku pernah lihat.” Regina merasa kagum dengan sihir penyembuh yang Kirana gunakan.
Sementara Kirana menyembuhkan kedua perempuan. Baron yang masih terbakar terus meraung kesakitan, beberapa kali teman-temannya mencoba memadamkan api dengan menyiramkan air tapi semu tidak bekerja, justru api semakin melebar ketika beberapa anggota guild Wongasu ikut terbakar.
“Mereka seperti ayam yang kehilangan kepala.” ucap Cecilia saat melihat belasan anggota guild Wongasu berlarian ke segala arah dengan api berkobar membakar tubuh mereka.
“Hiya hitam menjauh.”
Anggota guild lain yang tidak terbakar mencoba menghindari temannya yang terbakar. Beberapa anggota yang mengira jika api akan padam jika Kirana mati mereka mencoba menyerang wanita putih dengan topeng tengkorak itu.
Tapi serangan apapun yang mereka lakukan tidak pernah berhasil menyentuhnya berkat sebuah dinding transparan yang melindungi ketiga perempuan.
“Mereka mengatakan jika sihir adalah kekuatan terkutuk bukan? Tapi kenapa mereka justru menggunakan sihir?.” Karina bertanya saat dia melihat beberapa orang menyerang dengan berbagai sihir seperti lighting bolt, wind Arrow, darkness ball dan berbagai macam sihir lainnya.
“Arrrrg sakit sakit sakit ini sangat menyakitkaaaaan!.” dengan tubuh terbakarnya Baron yang masih hidup berlarian menuju Kirana dan yang lainnya.
Baron berpikir jika dia harus mati maka setidaknya akan membawa kedua wanita mutant. Minyak yang telah Baron tuangkan kepada Regina dan Cecilia akan terbakar dalam sekejap jika baron menyentuh mereka.
“Wow kau benar-benar sangat berdedikasi tuan!.” Kirana begitu kagum dengan Baron yang masih memikirkan cara untuk membunuh kedua wanita yang dia lindungi.
“Tapi cukup sampai di situ.”
Dengan hanya menggunakan satu tangan Kirana mencekik Baron yang membuat manusia terbakar itu tidak dapat menjangkau Regina dan Cecilia.
“Kau begitu bangga saat mengatakan akan membunuh para mutan, bukan. Lalu bagaimana jika kau menjadi salah satu dari kami.”
Kirana memadamkan api yang membakar Baron. Saat api padam semua orang yang masih selamat sangat terkejut dengan kondisi mengerikan dari Baron. Luka bakar yang sangat patah membuat seluruh kulitnya menjadi arang, masih terdapat bara api di perutnya sementara bola matanya telah menghilang entah jatuh di mana.
“Walaupun dalam kondisi seperti itu dia masih hidup? Sungguh sihir yang mengerikan.” Regina merasa ngeri melihat sihir yang Kirana gunakan. Sementara itu Cecilia menatap Kirana dengan kekaguman yang luar biasa.
‘Bisakah aku menjadi sekuat itu?’ tanya Cecilia dalam hatinya.
***
Kirana mencekik semakin keras leher Baron yang sudah tidak berdaya, membuat Baron membuka mulutnya lebar-lebar mencoba untuk bernafas.
Selanjutnya Kirana menggigit jari telunjuknya sendiri hingga mengeluarkan darah. Tapi berbeda dengan darah biasa, darah yang keluar dari luka Kirana memiliki warna biru gelap.
__ADS_1
Semua orang terkejut dengan pemandangan itu, tapi tidak ada yang berani mengatakan apapun.
“Sekarang minum dan perlihatkan monster seperti apa yang ada di dalam jiwamu!.”
Begitu darah biru Kirana memasuki tenggorokannya sesuatu terjadi pada tubuh Baron. Kirana segera melepaskan cemilannya lalu melihat reaksi apa yang ditimbulkan.
“Aaaaaaa…”
Baron menjerit keras saat rasa sakit yang dia alami saat ini lebih menyakitkan dari terbakar hidup-hidup. Baron merasa semua tulangnya bergeser, lalu terasa dipatahkan tapi kemudian disambung lagi seolah tubuhnya sedang disusun ulang.
“Groaaar.” Auman terdengar saat akhir Baron berhasil melewati masa penderitaannya, sekarang dia sudah terlahir kembali menjadi ras yang paling dia benci.
“I… ini tidak mungkin, bagaimana bisa dia merubah seseorang yang hampir mati menjadi mutan hanya dengan satu tetes darah?.”
“Itu bukan darah biasa, itu darah biru. Dia pasti seorang bangsawan.”
Saat teman-temannya masih berdebat, Baron yang tubuhnya telah berubah menjadi semacam gumpalan besar, atau lebih tepatnya seekor slim raksasa mengambil bentuk manusia.
Baron yang sudah tidak merasa sakit karena perubahan ras, berdiri diam menatap anggota guild Wongasu dengan air liur kental yang menetes dari mulutnya.
“Pergilah, kau pasti sangat lapar setelah semua yang kau lalui.”
Seolah Kirana telah melepaskan rantai yang mengikat binatang buas, Baron segera berlari kearah anggota guild Wongasu untuk makan malam.
***
Perempatan itu kembali tenang saat hanya tersisa 4orang di sana, ada tiga perempuan dan yang terakhir adalah gumpalan raksasa berbentuk manusia, dari gumpalan itu sesekali muncul tangan manusia yang mencoba untuk keluar dari dalam, lalu ada belasan wajah dengan ekspresi kesakitan sesekali muncul di perut gumpalan tersebut.
“Well, sepertinya masalah di sini sudah selesai.” kata Kirana. Kemudian ketiga perempuan dan satu slim raksasa pun meninggalkan tempat itu.
“Aku pikir sudah waktunya untuk dungeon.”
***
Author : maaf jika ceritanya berjalan lambat dan topi yang mengganggu.
Chapter 13 : Perubahan Ras.
__ADS_1
END.
...[Jangan lupa tinggalkan komentar dan like setelah membaca]...