Kembalinya Puteri Tengkorak Putih

Kembalinya Puteri Tengkorak Putih
Chapter 15 : Masih belum Dungeon?


__ADS_3

Beberapa saat setelah semua anggota guild Wongasu dimakan monster Slime. Kirana dan kedua perempuan masih berdiri di tengah perempat, sementara monster Slime sedang tidur


“Jadi sampai kapan kau akan menggunakan wujud itu?.”


Pertanyaan Regina sontak membuat Kirana begitu terkejut, dia benar-benar tidak percaya jika wanita dengan tanduk kambing itu dapat melihat dirinya yang telah berubah menjadi Kira.


‘Bagaimana dia bisa tahu? Tunggu dulu, mungkinkah...’ Kirana teringat dengan baju olahraga yang dia kenakan. Walaupun dia sudah menyamarkan dengan sihir ilusi, tapi dua sadar jika bau keringat yang menempel masih tercium menyengat.


Plaak!


Kirana menepuk jidat saat menyadari kesalahan besar yang telah dia buat.


Cecilia tidak sepenuhnya mengerti apa yang Regina bicarakan, tapi dia sedikit mengerti jika kakak perempuannya itu mengetahui identitas dari Kirana.


“Ini benar-benar semakin rumit…” Kirana berjongkok sambil menutupi wajah, dia tidak tahu harus berbuat apa pada dua perempuan yang sudah membongkar identitasnya.


“Apa mengetahui identitas mu memang sebuah masalah besar?.” tanya Cecilia yang sebenarnya tidak tahu jika Kirana adalah gadis yang diperkenalkan oleh Leona.


Mendengar pertanyaan Cecilia, Kirana segera bangkit dan mendekati gadis itu, “Tentu ini adalah masalah yang sangat besar.” ucapnya dengan wajah serius.


“Oke….” Cecilia mencoba menjauh karena Kirana terlalu dekat.


“Di masa depan aku akan membangun sebuah guild yang akan menjadi guild terkuat di dunia.”


Perkataan Kirana mungkinkan terdengar seperti hanya sebuah mimpi bagian organ lain, tapi kedua perempuan itu telah melihat kekutan Kirana yang mampu merubah seseorang menjadi monster kuat.


“Karena tahu dengan apa yang akan aku lakukan memiliki resiko besar, aku sengaja menggunakan wujud seperti ini untuk menghindari banyak masalah.” lanjut Kirana menerangkan.


“Aku tidak akan memberi tahu pada siapapun tentang identitas mu, termasuk adik perempuan ku.”


Cecilia terlihat kesal saat Regina tidak akan memberitahunya, namun gadis itu sadar jika kakaknya sedang melindunginya. Entah apa yang akan terjadi jika mereka memiliki hubungan dengan orang kuat yang identitasnya tidak diketahui seperti Kirana.


“Percuma, sihir dapat melakukan apapun. Mereka biasa mengacak-acak otakmu untuk melihat apa yang kau ketahu melalui ingatan.”


Kirana hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. Dia tidak tahu harus berbuat apa pada dua perempuan ini.


“Well, aku hanya bisa memberi kalian dua pilihan.”


“Haaaah..” Regina begitu lega karena dia dan adiknya masih memilik pilihan. Regina sempat berpikir jika kira mungkin akan membungkamnya dengan cara membunuh.


“Jadi apa?.” tanya Cecilia.

__ADS_1


Regina meminta adiknya agar tidak ikut campur, dia akan menanggung semuanya sendiri, tapi Cecilia menolak karena dia merasa tidak ingin selalu dilindungi oleh kakaknya.


“Aku bisa menghilangkan ingatan kalian tentang apa yang terjadi hari ini. Dengan itu kalian bisa kembali menjalani hidup normal seperti biasanya.”


Regina sangat tertarik dengan penawaran pertama Kirana, tapi tidak untuk Cecilia.


“Aku menolak!.”


“Cecilia apa yang kau katakan! Kau tidak akan tahu orang-orang seperti apa yang mungkin akan dia hadapi!.” Regina mencoba merubah pilihan Cecilia.


“Tidak, pilihan ini terlalu merugikan untuk kita. Coba kakak pikirkan lebih jauh. Kita akan kehilangan ingatan tentang hari ini, oke itu bukan masalah besar. Tapi yang menjadi masalah sesungguhnya adalah anggota guild Wongasu yang akan mengejar kita untuk balas dendam,”


Regina sangat terkejut dengan alasan yang Cecilia berikan. Dia pun mulai memikirkan kembali untuk merubah pilihannya.


“Kita berdua tidak mungkin bisa menghadapi guild Wongasu yang ingin membunuh kita, sementara kita tidak tahu apa permasalahannya karena ingatan tentang hari ini tengah dihapus.” tandas Cecilia.


“Kau benar, aku terlalu buru-buru mengambil keputusan.” ucap Regina sambil membelai kepala adiknya. Dengan itu Regina merubah keputusannya dan memilih untuk mendengar pilihan terakhir.


“Ya... pilihan kedua kalian bergabung dengan guild yang akan aku buat dan mendapatkan perlindungan dariku. Sangat sederhana bukan.” Kirana berkata dengan santai, sementara kedua kakak beradik itu justru semakin sulit untuk memutuskan pilihan mana yang akan mereka ambil.


Tapi melihat jika Cecilia begitu tertarik pada Kirana karena kekuatannya, akhirnya Regina memutuskan untuk memilih pilihan kedua.


“Aku pikir ini pilihan terbaik yang biasa kita dapatkan.”


“Ini tidak terlalu buruk.” kata Cecilia saat melihat gaun hitam yang Kirana buatkan untuknya.


“Ini adalah seragam dari guild baru kita. Serangam BlackBone Company.”


[Note : Maaf nama Guild nya aku rubah dari Backbone Company menjadi BlackBone Company]


Kemudian Kirana memberikan kontrak pada keduanya, kontrak kerja selama 5 tahun. Jika keduanya menyetujui kontrak maka mulah dari sekarang Kirana akan melindungi mereka selama mereka bekerja untuknya.


Semua terlihat tidak berbeda seperti kontrak yang ditujukan untuk anggota guild baru. Tapi ada satu hal yang mengganggu Cecilia dan Regina.


“Ingatan kami akan dihapus setelah hubungan kerja berakhir?.” tanya Regina.


“Ya itu wajar untuk melindungi kerahasiaan. Perusahaan dan organisasi besar saat ini pun mewajarkan hal ini, walaupun jarang ada yang membicarakannya.”


Merasa yakin keduanya menandatangani kontrak, semuanya telah selesai kedua perempuan telah resmi menjadi anggota guild BlackBone yang Kirana buat.


Tapi satu hal terakhir...

__ADS_1


“Lalu sekarang bisakah aku melihat wajah asli bos?.” Cecilia masih penasaran dengan wajah asli Kirana. Karena meresa tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika Cecilia dan Regina melihat wajah aslinya, Kirana pun membuka topeng dan merubah usianya kembali ke 15 tahun.


“Ka….. kau!.” Cecilia sulit berkata saat melihat Kirana yang telah dia temui pagi tadi.


“Kiranti!.”


“KIRANAAAAA!.”


Tapi Cecilia masih salah mengingat nama bos nya itu.


***


Kembali ke masa kini.


Sorakan warga dan para Hunter masih bergema, mereka memuja-muja Kirana karena telah mengalahkan monster Slime yang sebenarnya dia ciptakan sendiri untuk mendapatkan perhatian masyarakat dan beberapa data pertempuran.


“Dasar para idiot.” gumam Cecilia pada seluruh warga kota yang menyoraki Kirana.


Di atas panggung, Cecilia bersama Regina ikut bersama Kirana untuk mendapatkan ucapan terimakasih dari wali kota.


“Aku merasa jika tidak pantas mendapatkan semua sanjungan yang kalian berikan padaku karena bukan hanya aku saja yang berjuang mengalahkan monster tersebut.” Kirana berpidato di depan ribuan warga kota dan wartawan.


“Untuk menghargai kerja keras para Hunter yang bertaruh nyawa untuk menahan monster Slime sampai aku tiba di tempat kejadian, aku akan menyerahkan inti monster dari penakluk ini untuk disumbangkan pada para Hunter yang telah berpartisipasi.”


Mendengar pidato kira membuat seluruh Hunter yang ikut pertempuran menjadi begitu senang. Awalnya mereka tidak mengharapkan akan mendapatkan hadiah di penyerang ini karena Kirana lah yang telah mengalahkan monster sementara mereka justru berlari menyelamatkan diri.


Melihat jika Kirana sungguh-sungguh memberikan inti monster tingkat A yang dapat di jual hingga satu juta keping emas membuat semua orang begitu kagum pada sosok wanita bertopeng itu.


“Apa yang kau pikirkan.” tanya Kirana pada Cecilia. Sementara itu Regina sedang membicarakan beberapa hal dengan walikota berharap dapat menjalin hubungan dengan penguasa kota.


“Aku rasa… agak menyenangkan melihat orang-orang bodoh itu tidak menyadari jika sedang dibodohi.” balas Cecilia dengan senyum kecil dibibir.


***


Seragam YoRHa, NeiR Automata.



Chapter 15 : Masih belum Dungeon?.


END

__ADS_1


[Jangan lupa tinggalkan komentar dan like setelah membaca]


__ADS_2