
Kelompok Ilham memasuki labirin lebih awal, pemimpin dari kelompok ini adalah Rex siswa dengan kemampuan bela diri yang tinggi.
“[Heavy Punch]!” Rex meluncurkan serangannya pada seekor kelabang raksa yang membuat monster serangga sepanjang dua meter itu terpental ke belakang.
“Biar aku yang selesaikan!” Ilham berlari lalu melompat, dengan pedangnya Ilham menikam kelabang raksa yang terbaring karena pukulan Rex.
Graaau! Teriak kematian kelabang raksa bergema di dalam terowongan.
“Fiyuh, itu yang ke 8.” Ilham menarik pedangnya dari mayat kelabang raksa yang mulai menghilang. Inti monster tertinggal setelah seluruh tubuh kelabang lenyap, Ilham mengambilnya dan menyerahkan pada Rex.
“Lima belas kelelawar darah dan delapan kelabang raksasa, itu cukup banyak. Mari kita beristirahat selama 10 menit.” Rex mengijinkan teman-temannya satu tim untuk beristirahat karena mereka sudah begitu kelelahan setelah setengah jam berburu.
Saat beristirahat Ilham mendekati Rex, “Ketua bukankah kau luar biasa?, aku sangat terkejut saat pertama kali melihat kekuatan bertarung ketua.” ketiga anggota tim lain mengangguk setuju dengan perkataan Ilham, sementara Rex hanya tersenyum kecil.
“Tapi itu membuatku bingung kenapa murid sekuat ketua tim justru berakhir di kelas 1C seperti kita.” imbuh Ilham.
“Benar, jika itu ketua pasti setidaknya bisa masuk kelas 1B.”
“Benar! Apa pihak sekolah melakukan sebuah kesalahan?.”
“Sebenarnya apa yang terjadi saat pertandingan ketua?.”
Rex melirik pada anak terakhir yang bertanya tentang pertandingan hari pertama sekolah. Tatapan yang tajam hingga Murid itu agak ketakutan. Namun Rex hanya tertawa kecil.
“Aku berhadapan dengan leona.” jawaban dari Rex membuat keempat anggota timnya terkejut.
Leona Wildroar murid paling berbakat dari seluruh siswa kelas 1, ditambah dengan kecantikan yang termasuk dalam 5 top sekolah membuat gadis itu begitu sempurna.
Rex dapat melih wajah keempat rekannya yang begitu penasaran dengan pertarungannya melawan si nomor satu kelas satu. Tapi tampaknya pemuda itu agak kesulitan untuk menceritakan apa yang terjadi
“Aku dikalahkan hanya dengan tiga gerakan.” Rex menggaruk pipinya karena gerogi.
“‘‘“Heeeh!”’’”
Keempat berteriak bersamaan karena begitu terkejut. Rex yang mungkin bisa dibilang murid terkuat di kelas 1C hanya bisa menghadapi tiga gerakan dari Leona.
“Ti… tiga gerakan!.”
“Gila apa Leona benar-benar sekuat itu?.”
“Aku tidak bisa membayangkan sekuat apa gadis itu.”
__ADS_1
“Apa mungkin kapten sengaja mengalah karena dia wanita?.”
Zring!
Tatapan tajam Rex kembali terarah pada pemuda terakhir yang bertanya pada Rex. Tatapan yang seolah mengatakan ‘jangan bicara sembarangan.’ Rex meminum air dari botol yang dia bawa lalu melanjutkan.
“Aku tidak pernah membedakan antara pria maupun wanita, jika mereka mencoba menjatuhkan ku, maka aku akan melawan dengan semua yang aku miliki.”
Rex kemudian menceritakan pertarungannya dengan Leona. Itu terjadi begitu cepat hingga Rex dikirim ke UKS hanya berselang sepuluh detik setelah pertandingan di mulai.
“Seperti anak lainnya, aku berniat mengumpulkan poin yang terjatuh dari langit, tapi itu adalah kesalahan besar aku lupa jika itu pertanda battle royal dimana yang berdiri terakhir adalah penebangan.”
Ketika berniat mengambil poin yang jatuh dari langit tiba-tiba saja Rex merasakan intimidasi yang begitu kuat.
Bam!
Dalam sekejap dia merasa mual tanpa tahu apa yang terjadi. Tubuh Rex terlempar jauh namun tatapannya terarah pada tempatnya sebelumnya berdiri. Terlihat sosok gadis cantik berambut keemasan berdiri di sana dengan tangan terkepal.
“Kuat!.” gumam Rex yang mencoba mempertahankan kesadaran akibat pukulan yang dia terima.
Rex terkapar di tanah namun dengan cepat dua bangkit, tapi saat dia sudah kembali berdiri Leona kembali melakukan serangan kedua tanpa sedikitpun memberikan kesempatan kepada pemuda itu untuk memasang kuda-kuda bertahan.
Bam!
“Maaf kau harus meninggalkan pertandingan lebih cepat karena aku tidak mau murid kuat seperti mu berada di kelas A.” ucap Leona dengan raut wajah yang datar.
Selanjutnya sebuah tendangan keras mengenai perut dan mengirim Rex keluar dari arena.
Keempat anggota tim Rex terdiam mendengar cerita pemuda itu, mereka menelan ludah sendiri karena tidak percaya dengan deskripsi Leon yang diceritakan oleh Rex.
Leona yang dikenal oleh semua orang adalah gadis periang, murah senyum dan baik pada siapapun termasuk mutan, dia bahkan berteman baik dengan dua mutan yang salah satunya berada di kelas 1C.
Sementara Leona yang diceritakan oleh Rex lebih seperti mesin pembunuh berdarah dingin yang tidak memiliki emosi.
“Aku juga awalnya tidak percaya saat melihat gadis itu begitu riang bermain bersama temannya. Seolah-olah gadis yang aku lawan berbeda dengan Leona yang saat ini kita kenal.” Rex sendiri terlihat bingung dengan gadis yang dia lawan.
Melihat para teman setimnya yaitu diam karena kebingungan, Ilham pun mengatakan pendapatnya, “Apa mungkin gadis itu memiliki dua kepribadian?.” mendengar itu seluruh tatapan tertuju pada Ilham.
“Mungkin gadis itu benar-benar menjadi seorang petarung berdarah dingin saat dalam pertempuran, tapi dia akan menjadi seperti gadis biasa ketika dalam keadaan normal.”
Semuanya memahami pendapat yang diberikan oleh Ilham. Itu cukup masuk akal karena memiliki dua kepribadian bukanlah hal yang begitu langka. Seringkali seorang Hunter memiliki kepribadian ganda, yaitu saat mereka begitu menakutkan seperti monster saat melakukan tugasnya, namun akan menjadi manusia biasa saat mereka menjalani kehidupan normal.
__ADS_1
“Jadi apa yang akan kau lakukan kapten? Apa kau berniat untuk membalas kekalahan mu?.” Ilham kembali bertanya.
Rex tersenyum kecil kearah Ilham, “Tentu, aku akan lebih siap saat ronde kedua datang.” melihat Rex yang begitu optimis membuat keempat anggota timnya merasa bersemangat.
Kemudian tim Rex pun kembali berburu monster setelah waktu istirahat 10 menit berakhir.
***
***
Tim Sohan Somy manusia tikus itu bersama empat mutan lainnya telah berhasil mengalahkan lima kelabang raksasa dan 10 kelelawar darah.
“Semburan api naga Indosi4r!.” Sohan mengeluarkan api dari mulutnya membuat terbakar tiga kelelawar berukuran sebesar kucing.
“Uhuk uhuk … bibir ku terasa panas.” bagaikan kenalpot bajaj, mulut Sohan mengeluarkan asap hitam ketika dia batuk.
“Kawan kau terlalu memaksakan ditimu.” seorang murid berkepala sapi terlihat menghawatirkan Sohan.
“Hahaha.. jangan khawatir Mon, ini tidak seberapa.” Soha meminum persediaan air untuk menghilangkan panas di bibirnya.
“Jika kau terus minum setiap kali mengeluarkan jurus konyol itu, kita akan kembali lebih cepat.” giliran murid dengan enam kaki serangga dibelakangnya yang memberikan nasehat.
“Tenang saja kalo air kita habis, kalian bisa minum susu punyaku.” Temon yang merupakan seorang mutan Minotaur mulai membuka bajunya dan memperlihatkan dadanya.
“Guhul bleeeekkk...” Sohan tidak tahan menahan air yang dia minum sehingga pemuda tikus itu pun muntah.
“Memangnya sapi jantan bisa menghasilkan susu?.” Arci, mutan laba-laba bertanya dengan polosnya.
Kelompok Sohan mulai kembali menjelajahi dungeon dengan tujuan yang begitu mulia, yaitu mengetahui ukuran dada Bu Guru Olahraga.
***
Rex konsep.
Chapter 54 : Tiga Serangan
END
__ADS_1