
Menghilangnya Dungeon bear membuat inti monster tingkat tinggi menjadi langka, harga yang semakin melambung membuat setiap orang berbondong-bondong mencari monster tingkat tinggi di alam liar.
Walaupun lebih beresiko dari dungeon, mereka tetap melakukan perburuan demi uang yang akan mereka dapatkan. Keserakahan membutakan segelintir orang untuk mendapatkan inti monster yang mereka inginkan dengan cara apapun.
***
Towby, B4 dan S11 terdiam sambil menatap sebuah inti monster di hadapan mereka. Itu adalah inti dari Gryphon yang beberapa jam lalu telah mereka kalahkan.
“Aku sebagai ketua asosiasi Hunter cabang kota Yogya benar-benar berterimakasih karena jika tidak ada anggota guild BlackBone yang luar biasa seperti anda sekalian, pasti banyak korban yang berjatuhan.” dengan senyum lebar, pria berotot yang merupakan pemimpin asosiasi Hunter di kota Yogya berterimakasih kepada tiga perwakilan BlackBone Company karena telah mengalahkan Gryphon.
“Sangat disayangkan jika kalian tidak ingin menjual inti monster pada asosiasi. Tapi kita sebagai seorang pengusaha pun memahami cara untuk mengola konsumen dengan benar, jadi….” dia terus berbicara sesuatu yang tidak jelas seperti seorang salesman yang sedang berusaha untuk membuat pelanggan menjual barang yang mereka miliki.
“Jadi karena tidak ada lagi yang perlu kita bahas, maka dari itu saya mohon pamit. Selebihnya tentang hadiah penaklukan dan bayaran material dari Gryphon yang kalian jual akan diserahkan pada asisten saya, nona Melinda.”
Guild master bernama Foto itu menyerahkan sisanya pada asistennya, seorang wanita cantik dengan sebutan kacamata dan rambut pendek. Dia terlihat sangat pintar. Senyuman menyihir membuat semua orang yang melihatnya seketika jatuh hati.
Tapi saat Goto akan bangkit dari kursinya. Tiba-tiba ketiga wanita yang sejak tadi diam memperhatikan Goto berbicara, mulai angkat suara.
.“Apa ini?.” ucap B4 sambil menunjuk inti monster di depannya.
“Hem?.”
“!!!!.”
Goto dan Melinda terkejut dengan pertanyaan B4.
“Kenapa nona menanyakan hal yang sudah pasti, bukankah itu inti monster?.” senyuman itu masih melebar di bibir Goto.
“Ya, benar. Namun itu bukan inti dari monster yang telah kami kalahkan.”
Mendengar perkataan B4 dalam sekejap wajah raman dan senyum itu menghilang seolah tidak pernah ada. Goto sekarang menatap ketiganya begitu rendah, seperti yang selalu dia lakukan saat menatap Hunter lain dibawah rank A.
“Apa ini, kau mau bilang jika kami sengaja menukar inti monster kalian, hah!.” suara Goto di tinggikan hingga air dalam cangkir teh berguncang hebat.
__ADS_1
Sudah jelas jika pria berusia 37 tahun itu berusaha untuk mengintimidasi ketiga wanita di depannya.
“Pffft… dia lebih seperti seorang preman debkolektor.” ucap Towby sambil menikmati tehnya.
Mendengar perkataan Towby membuat alis Goto naik, dia begitu marah dihina oleh Hunter yang lebih rendah darinya. Tapi mengingat saat ini nama BlackBone begitu terkenal membuat Goto tidak berbuat tanpa berpikir.
“Dengar, aku paham sebagai seorang pemula seperti kalian sering mengalami kesalahan. Monster yang kalian lawan tidak sekuat itu, kabar yang beredar tentang itu adalah monster tingkat A adalah salah. Yang sebenarnya saat pihak kami yang begitu profesional menangani pembongkaran monster, ternyata itu hanya monster tingkat B. Jadi ini lah yang kalian dapatkan.”
Goto merasa jenius setelah dia mengatakan semua itu, ‘Mereka tidak akan bisa membuktikan jika itu bukan monster peringkat B, karena semuanya sudah di bongkar.’ pikirnya.
Tapi pikirannya kembali kacaukan.
“Kau mengatakan jika monster itu tingkat B, tapi kenapa kau justru membawa inti monster tingkat C?.” ucap S11, dia menatap tajam kearah Goto.
“Pfft…hahaha.” Goto tertawa keras seolah dia baru saja melihat badut yang berusaha melawak
“Dasar pemula, apa mata mu buta, hah!. Lihat baik-baik besarnya inti monster ini.” Goto menatap dengan penuh hina pada S11. Tapi wanita itu masih tetap tenang dan menjelaskan hasil dari penilaian yang dia lakukan.
Goto benar-benar tidak percaya jika wanita berambut blonde itu dapat mengetahui inti monster yang dia berikan Hanya inti monster bekas, dia bahkan bisa melihat sisa dari mana yang masih tersimpan.
“Hah! Apa pun yang kau katakan, kau pikir bisa menipuku seorang Hunter veteran? Bagaimana mungkin kau mampu mengetahui sisa mana dalam inti monster tanpa menggunakan alat pendeteksi.” Goto masih belum mau menyerah.
“Itu karena aku seorang scanner yang cukup mumpuni. Jika kau tidak percaya aku bisa memberitahu mu lebih rinci tentang inti monster itu.”
Goto semakin dibuat geram saat wanita yang memperkenalkan diri sebagai S11 mengatakan asal inti monster, dari ras apa monsternya, lantai dungeon berapa monsternya tinggal hingga sudah berapa hari sejak inti monster itu didapatkan.
“Kau wanita brengs3k! Tutup mulutmu jika tidak ingin aku mematahkan leher mu.” merasa tidak bisa mengelak lagi, Goto akhirnya kehilangan kesabaran.
Dia merasa sudah dipermainkan. Kekuatan wanita bernama S11 sungguh luar biasa, bagaimana dia tahu jika inti monster yang Goto berikan padanya berasal dari monster tingkat B, Gajahnjagong level 30 yang tinggi di dungeon Tegal, Jawa tengah, lantai 28 dan dibunuh hari Selasa pukul 5 sore saat monster itu sedang sibuk buang air besar dengan cara menusukan batang besi sepanjang 5 meter kedalam a***. Si gajah.
‘Itu terlalu rinci. Apa dia sebenarnya dewa yang sudah menulis takdir si gajah?’ pikir asisten Melinda setelah dia mendengar penjelasan dari S11.
***
__ADS_1
“Aku tidak akan menerima penghinaan ini, ucapkan selamat tinggal pada profesi Hunter dan kalian semua akan aku tintut.” ancaman terakhir Goto yang bersiap untuk bangkit dari kursinya. Namun sebelum itu dua menatap wajah ketiga wanita yang masih datar, tidak ada kepanikan dan ketakutan yang ingin dia lihat membuat Goto bertambah kesal.
“Cih, jika kalian menerima apa yang aku berikan pasti tidak akan jadi serumit ini untuk guild kalian.” Goto bangkit dengan senyum lebar, dia memikirkan betapa banyak uang yang akan dua dapatkan setelah menjual inti monster tingkat A dan material Gryphon yang dia dapatkan secara cuma-cuma.
Tapi.
[Goto : Nggak ada ‘Tapi’. Saya jual tuh inti monster, terus dapat banyak uang, jadi kaya dan hidup enak. Akhirnya Heppy ending]
[Author : Ya... Ya... Ngakak bisa gitu lah bang]
[Goto : kok nggak bisa?]
[Note : Kejahatan selalu kalah oleh keadilan]
[Goto : Keadilan apaan dah, apa anda pernah baca novel author yang lainnya dimana ada MC gila ngebantai satu kota hingga dunia pun dia ledakin di awal chapter, tapi dia hidupnya enak-enak ajah tuh. Kemana keadilan yang kau bicarakan?.]
[Note : emm... Kalo yang itu mah saya angkat kaki dah.]
[Author : jelas itu beda]
[Goto : Bedanya apa?]
[Author : karena dia cewek, dan cewek selalu benar]
[Goto : …. Golok mana golok!.]
***
Chapter 34 : Ketua Asosiasi Hunter
END.
__ADS_1