
Siang ini Zou Chen dan Jenni masih menikmati waktu bersama mengelilingi mall, dan banyak berbelanja kebutuhan terutama kebutuhan kedelapan adik mereka. Setelah kedua tangan mereka penuh dengan barang belanjaan, keduanya menyudahi belanja dan bermaksud kembali ke mobil. “Maaf, tolong menyingkir dari jalan!” kata Zou Chen pada lima pria yang menghalangi jalannya.
Jenni bersembunyi di belakang Zou Chen, karena dia mengenali pria yang berdiri paling depan. Pria itu bernama Wang Shu, tuan muda keluarga Wang, satu dari sepuluh keluarga besar di Kota Beijing.
“Aku akan menyingkir dan membiarkanmu pergi, tapi biarkan aku membawa wanita di belakangmu!” ujarnya dengan mata tak berkedip menatap sosok Jenni.
Zou Chen mengambil satu langkah ke depan, berdiri tepat di depan Wang Shu, yang sedikit lebih pendek. “Kamu tidak punya hak membawa wanita yang telah menjadi milikku! Akan tetapi, kamu masih boleh mencoba mengambilnya dariku, tapi tanggung sendiri akibatnya!” ujarnya dengan suara dingin, membuat Wang Shu merinding saat mendengarnya.
Zou Chen kembali ke tempatnya, dan bermaksud melanjutkan perjalanan.
Namun, lagi-lagi sosok Wang Shu menghalanginya, bahkan empat orang mulai mengepung dirinya dari berbagai arah.
Pihak keamanan mall yang mengenal sosok Wang Shu, mereka mengurungkan niat untuk melerai, dan hanya melihat dari kejauhan. Tidak ada satu orang pun yang berani mendekat, karena mereka tahu seperti apa reputasi keluarga Wang.
“Semua yang aku inginkan, selalu aku dapatkan. Apa kau pikir aku takut dengan ancamanmu? Maaf saja, aku Wang Shu dan tidak ada yang bisa membuatku takut, apalagi hanya ancaman orang tidak jelas sepertimu!”
Zou Chen tersenyum mendengar itu. Sangat wajar tidak ada yang takut dengannya, karena belum banyak yang tau identitas aslinya. “Kalau mau berkelahi tinggal maju, kenapa juga kalian masih diam di tempat!” ujarnya mencibir.
“Kalian hajar dia, dan bawa wanita itu padaku! Siang ini sampai besok aku ingin bersenang-senang dengannya. Cukup aku menumpahkan semua di wajahnya, jadi hari ini aku akan menumpahkan di tempat yang semestinya.” Wang Shu tersenyum, sembari memegangi miliknya yang sudah menegang hanya dengan membayangkan tubuh polos Jenni berada di bawah belenggu nya.
Zou Chen yang sebelumnya bersikap santai, amarahnya tersulut begitu mendengar perkataan Wang Shu. Niat membunuh dapat di lihat melalui sorot matanya. Empat orang yang mengepungnya dari berbagai arah tiba-tiba merasakan firasat buruk dalam hatinya, saat melihat perbedaan ekspresi wajah Zou Chen.
__ADS_1
“Sebelumnya aku hanya ingin sedikit memberi pelajaran untuk kalian, tapi kata-katanya membuatku berubah pikiran, dan sebagai bayaran dari apa yang dia katakan. Setidaknya masing-masing dari kalian harus kehilangan satu tangan dan satu kaki!” Zou Chen tidak menunggu lawan bergerak menyerang.
Memiliki kecepatan, kekuatan serta reflek yang melebihi ahli beladiri, sosok Zou Chen terlihat seperti bayangan yang berkelebat menyerang empat orang di sekelilingnya. Hanya terdengar suara tulang patah dan jerit kesakitan, yang membuat ngilu siapa pun yang mendengarnya.
Kurang dari dua menit Zou Chen telah kembali ke tempatnya, dan terlihat empat orang di sekelilingnya tak sadarkan diri dengan keadaan yang mengenaskan. Rata-rata mengalami kaki bengkok ke alah berlawanan, begitu juga dengan tangan mereka.
Wang Shu membuka matanya lebar-lebar melihat kejadian yang begitu cepat. Empat pengawal yang ahli beladiri, tumbang kurang dari dua menit, dan masing-masing dari mereka mengalami luka serius, persis seperti perkataan pria di depan wanita yang dia inginkan.
“Tuan muda keluarga Wang, Wang Shu. Bagaimana? Apa kamu ingin aku mematahkan tangan serta kakimu seperti mereka, atau berlutut dan menjilati kakiku?” ujar Zou Chen tersenyum sinis.
Wang Shu tidak ingin mengalami nasib yang sama seperti para pengawalnya, tapi dia juga tidak ingin merendahkan harga dirinya dengan berlutut dan menjilati kaki pemuda yang tidak jelas asal usulnya.
Wang Shu dengan cepat mengeluarkan handphonenya, dan mencoba menghubungi seseorang.
“Baiklah, sekarang kita bisa mulai, dan kamu punya waktu dua menit untuk memberi jawaban. Percaya atau tidak, nasibmu akan jauh lebih buruk dari mereka kalau menghabiskan waktu dua menit pemberianku!” ujar Zou Chen di dekat telinga Wang Shu.
Sedari tadi banyak orang yang menyaksikan kejadian di jalan menuju parkiran mobil, tapi mereka hanya melihat dari kejauhan, dan memilih tidak melibatkan diri dalam masalah yang tidak mereka ketahui akar permasalahannya.
Melihat jam di tangannya, Zou Chen kembali menunjukkan senyuman sinis, lalu berkata. “Tinggal satu menit, dan percayalah setelah itu kamu akan berdiam diri di rumah sakit selama beberapa hari ke depan!”
Zou Chen memeluk pinggang ramping Jenni, yang tentu tidak di tolak oleh wanita itu. Dia justru senang saat Zou Chen melakukan itu padanya. “Sayang, menurutmu bagian mana yang perlu aku patahkan? Apa perlu aku mematahkan lehernya dan mengakhiri hidupnya?” tanyanya.
__ADS_1
“Ja... Jangan membunuh! Bagaimana kalau kita langsung pergi meninggalkannya?” saran Jenni yang tidak ingin pria yang dia sayang, terlibat dalam masalah akibat dari pekerjaan lamanya.
“Tidak puas rasanya membiarkan dia pergi begitu saja setelah memiliki niat buruk padamu, setidaknya biarkan aku mematahkan lengan, dan kakinya seperti mereka,” ujar Zou Chen, sembari mencium kening Jenni.
Satu menit berlalu dengan cepat, Wang Shu yang tidak ingin mengalami nasib yang sama dengan pengawalnya, dia membuang jauh-jauh harga dirinya, dan berlutut di depan Zou Chen.
Saat dia ingin menjilat kaki Zou Chen, sebuah tendangan mendarat tepat di wajahnya, dan membuatnya terpelanting puluhan meter dengan darah mengucur keluar dari lubang hidungnya.
“Maaf saja, lebih baik aku membiarkan seekor anjing menjilati kakiku, dari pada membiarkan orang seoertimu yang melakukannya,” ujar Zou Chen. “Sayang, sebaiknya kita ganti baju sebelum pergi ke universitas!” imbuhnya, lalu dia dan Jenni pergi meninggalkan Wang Shu yang sangat marah setelah dipermalukan di depan banyak orang.
“Tunggu saja, aku pasti membalas perbuatanmu! Wanita itu akan menjadi milikku, dan kau pasti menangis saat aku memacu kenikmatan bersamanya,” teriak Wang Shu, saat sosok Zou Chen dan Jenni menghilang dari pandangannya.
Sementara itu Zou Gao yang berada di Mansion, dia baru saja mendapatkan pesan dari tuan mudanya. “Tuan Muda keluarga Wang, beraninya mereka menyinggung Tuan Muda, bahkan menginginkan Nona Jenni. Tunggu saja, dalam waktu 24 jam keluarga itu akan jatuh dan menangis darah karena telah menyinggung orang yang tak seharusnya mereka singgung!” ujarnya.
Dia menghubungi Nathan, dan memintanya melakukan hal terburuk pada semua aset yang dimiliki keluarga Wang. Sementara dirinya yang akan membawa si kembar, akan melakukan pekerjaan kotor untuk memperlancar usahanya.
“Tunggu saja, malam ini akan terasa sangat panjang untuk kalian lalui!” Zou Gao menyeringai, sembari membersihkan dua pistol berlapis emas, yang merupakan senjata terbaiknya.
°°°
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...