Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Menikmati Pantai


__ADS_3

Mobil Zou Chen tiba di hotel yang berada tepat di pinggir pantai.


Zou Chen segera keluar dari mobil, dan berjalan ke sisi lain mobilnya, membukakan pintu untuk wanitanya.


“Sayang, kita sudah sampai di tempat ini. Sekarang apa yang ingin kamu lakukan? Menikmati keindahan pantai, atau langsung menuju kamar dan menghabiskan waktu sampai pagi!” ujar Zou Chen sembari mengulurkan tangan, membantu Jenni keluar dari mobil.


Jenni menerima uluran tangan Zou Chen dengan senyum yang membuat para pria langsung jatuh hati saat melihatnya, “Bagaimana kalau kita lebih dulu menikmati keindahan pantai?”


Zou Chen mengiyakan keinginan Jenni, dan setelah menyewa kamar terbaik untuk bermalam, keduanya segera pergi ke pantai yang hari ini keadaannya cukup sepi. Mereka datang bukan di akhir pekan, dan juga masih jam kerja, jadi wajar kalau tempat itu masih sepi.


Berjalan di atas pasir halus di bawah sinar matahari yang tidak begitu terik, tanpa terasa keduanya telah sampai di bagian paling ujung pantai, tapi di balik bukit di depan mereka sebenarnya ada lokasi pantai tersembunyi yang jarang dikunjungi pengunjung pantai.


“Bagaimana kalau kita melewati bukit ini dan menuju pantai di seberang sana?” Jenni menarik Zou Chen kearah tangga terjal yang menjadi satu-satunya akses menuju pantai di balik bukit.


“Apa kamu yakin ingin ke tempat itu?” tanya Zou Chen yang dijawab dengan anggukan kepala, dan langsung saja keduanya melangkahkan kaki menaiki tangga menuju puncak bukit, dan mereka akan turun di sisi yang lain.


Keduanya sudah berada di tengah perjalanan sebelum mencapai puncak bukit. Setidaknya butuh waktu lima sampai sepuluh menit lagi untuk mencapai puncak bukit.


Sepanjang jalan menuju puncak bukit, keduanya tidak henti mengagumi keindahan yang tersaji di hadapan mereka, birunya lautan semakin terlihat begitu indah, selayaknya lukisan seorang maestro yang sangat sempurna.


Bagi Zou Chen, keindahan yang dia lihat semakin sempurna karena keindahan itu dia nikmati bersama wanita yang keindahannya melebihi sebuah kesempurnaan.


“Sayang, apa kamu menyukainya?” tanya Zou Chen memeluk pinggang Jenni dari samping.


Jenni mengangguk, dan menunjukkan senyum indahnya pada Zou Chen.


Lima belas menit berlalu, akhirnya mereka sampai di pantai balik bukit yang jauh lebih indah dari pantai yang bisa, dan mereka dapat menikmati berdua semua keindahan itu karena tak ada orang lain di pantai ini selain mereka.


Jenni langsung saja berlari menuju air laut setelah melewati perbukitan, kaki jenjangnya menginjak putihnya pasir pantai, dan terlihat dia sangat menikmati dapat melihat pantai setelah cukup lama dia tidak pernah pergi menikmati keindahan pantai.


Melihat suasana pantai yang tenang dan nyaman, Zou Chen merasa pantai ini sangat tepat dia jadikan tempat menghabiskan waktu berdua bersama Jenni. Apalagi dari sisi pantai ini, dia dapat melihat keindahan sunset, yang tidak bisa di nikmati dari pantai sebelah karena tertutup bukit.

__ADS_1


“Sayang, ayo kesini!” panggil Jenni setengah berteriak sambil melambaikan tangannya kearah Zou Chen.


Dia sedang berlari lari kecil di pinggiran pantai, dan membiarkan kakinya ditabrak ombak yang tidak terlalu besar.


Melepas sepatunya dan menaruh di tempat yang jauh dari air, Zou Chen segera menyusul Jenni yang masih berlarian di pinggir pantai.


“Sayang, coba kamu kejar aku!” ujar Jenni mulai berlari menjauhi Zou Chen.


Zou Chen menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekanak-kanakan Jenni, tapi tetap dia menuruti keinginannya.


Pada akhirnya mereka berlarian di atas pasir putih yang sedikit basah. Keduanya berlarian di pantai, menikmati suasana pantai dan segala keindahannya.


Jenni tak henti tertawa saat melihat Zou Chen beberapa kali hampir terjatuh saat mengejarnya. Bukan sengaja terjatuh, tapi Zou Chen sengaja melakukan itu untuk membuat wanitanya tersenyum bahagia.


Namun, tiba-tiba Jenni mempercepat larinya, melihat itu Zou Chen ikut mempercepat larinya.


Saat Zou Chen hampir berhasil menangkapnya, tiba-tiba Jenni berhenti dan membalikkan badan sembari menunjukkan senyum di wajahnya.


Jarak berhenti Jenni yang begitu dekat, membuat Zou Chen tidak bisa menghentikan larinya tepat waktu, dan akhirnya tubuh Zou Chen menubruk tubuh Jenni. Keduanya pun terjatuh dengan posisi Zou Chen memeluk tubuh Jenni, setelah di detik terakhir Zou Chen berhasil membalik posisi, sehingga tubuhnya lah yang lebih dulu berbenturan dengan pasir.


Keduanya terlihat menikmati keindahan sunset, walau terjadi bukan di atas permukaan air laut. Dengan wajah damai, keduanya menikmati cahaya jingga yang menyinari wajah mereka.


Di waktu bersamaan, keduanya mengalihkan pandangan, dan saat ini mereka saling memandang dengan senyum di wajahnya.


Perlahan Jenni menggerakkan badannya, dan membuat wajahnya tepat berada di atas wajah Zou Chen.


Rambut panjangnya dibiarkan jatuh bersentuh dengan pasir pantai, dan dia sama sekali tidak peduli dengan pakaian basahnya yang tidak mampu menyembunyikan setiap lekuk keindahan tubuhnya.


Keduanya saling memandang, dengan degup jantung yang tidak beraturan. Pada akhirnya Jenni mendekatkan bibirnya, mencium bibir pria yang dia cintai.


Keduanya sama-sama memejamkan mata saat bibir mereka mulai basah, dengan disaksikan keindahan sunset, keduanya terus berciuman, dan dinginnya air laut justru membuat tubuh mereka semakin panas.

__ADS_1


Sambil terus berciuman, Jenni mulai membuka satu persatu kancing kemeja Zou Chen.


Jenni memberi gigitan di leher Zou Chen setelah semua kancing kemeja Zou Chen terlepas, sementara itu Zou Chen hanya diam, menikmati apa yang dilakukan wanitanya.


Menyingkap kemeja Zou Chen, tangan Jenni mulai meraba dada bidang yang selalu membuat tubuhnya menghangat. Saat tangannya berada di area perut Zou Chen, sejenak dia melihat wajah damai prianya, sebelum dia mulai membuka ikat pinggang dan resleting celana Zou Chen.


Mengeluarkan milik Zou Chen yang sudah menegang, Jenni segera merangkak naik, lalu menggulung ke atas rok span pendeknya, dan terakhir dia membuka kain tipis yang menutupi miliknya.


“Uhhmmmm...” Jenni menutup rapat mulutnya dengan tangan kirinya, saat membiarkan milik Zou Chen perlahan menyatu dengan miliknya.


Beberapa kali terdengar suara penuh kenikmatan keluar dari bibir Jenni, dan suara itu semakin sering terdengar saat semakin besarnya hasrat keduanya untuk mendapatkan puncak kenikmatan.


Tiga puluh menit berlalu, tiba-tiba saja Jenni menghentakkan pinggulnya, saat keduanya sama-sama mencapai puncak kenikmatan.


Tubuh jenni jatuh menimpa tubuh Zou Chen dengan nafas memburu.


Menyadari kekasihnya kelelahan, Zou Chen deng lembut memeluk tubuh Jenni, tapi dia tetap membiarkan miliknya berada di tempat yang tidak akan pernah membuatnya bosan.


Sepuluh menit beristirahat, keduanya memutuskan kembali setelah merapikan pakaian mereka, dan karena kelelahan akhirnya Zou Chen memutuskan menggendong Jenni sampai hotel.


“Lain kaki jangan nekat melakukan di tempat seperti itu!” ujar Zou Chen menggendong Jenni menaiki bukit.


“Bukannya sayangku menikmatinya?” kata Jenni yang menyandarkan kepalanya ke bahu Zou Chen.


“Apapun asalkan denganmu, aku selalu menikmatinya,” balas Zou Chen.


Dengan di temani cahaya rembulan, keduanya melewati bukit, dan di kejauhan sudah terlihat hotel tempat mereka menginap.


“Masih ada malam yang panjang, jangan dulu lelah karena ronde kedua akan dimulai saat kita sampai di kamar hotel.” Zou Chen mendapat hadiah cubitan dari Jenni setelah mengatakan itu.


°°°

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2