
Kantor Zou Company.
“Seharusnya aku yang berada di posisinya, dan mendapat pelukan darimu Jen,” gumam pelan Ling Jun yang melihat kemesraan Zou Chen dan Jenni.
Ling Jun dan Ling Qian mewakili Ling Company menghadiri rapat mingguan antara dua perusahaan, untuk membahas keuntungan yang didapat di setiap minggunya.
‘Aku harus bersikap profesional, dan kembali mendapatkan kepercayaan Ayah’ ujar Ling Jun dalam hati di saat tubuhnya semakin panas karena terbakar api cemburu.
“Baiklah, kita akan mulai rapat mingguan kali ini,” kata Nathan yang kali ini ditunjuk sebagai pimpinan rapat.
Semua orang menganggukkan kepalanya, dan seketika semua orang menjadi serius.
Tidak ada perkataan tidak penting yang keluar, mereka benar-benar serius membicarakan keuntungan dan kerugian yang dialami selama satu minggu ini.
“Kerugian tidak mencapai dua persen dari keuntungan bersih yang kita dapatkan. Jadi, aku rasa kita masih bisa melanjutkan kerjasama,” ujar Zou Chen yang tidak akan melanjutkan kerjasama yang memiliki persentase kerugian di atas dua persen.
Ling Jun dan Ling Qian mengangguk, mereka sudah tahu akan kebiasaan Zou Company memutus kerjasama, yang mana kerjasama itu memberi mereka kerugian di atas dua persen.
“Sepertinya rapat akan kita akhiri sampai di sini, kalau masih ada yang kurang puas, masih ada lima menit untuk menyampaikan ketidakpuasan kalian!” ujar Nathan.
“Maaf Tuan Muda Zou, lain kali tolong jangan membawa orang luar ke dalam ruang rapat!” kata Ling Jun yang punya alasan untuk sejenak memisahkan mereka.
“Tuan Ling Jun, siapa yang Anda maksud orang asing?” tanya Zou Chen pura-pura tidak tahu dengan siapa orang asing yang dimaksud Ling Jun.
“Semua orang disini juga tau, kalau Jenni tidak punya kapasitas untuk berada di ruangan ini! Jadi, kedepannya saya berharap dia tidak berada di ruangan ini!” jawab Ling Jun mengangkat sudut bibirnya menunjukkan senyuman.
Zou Chen ikut mengangkat sudut kanan bibirnya, tersenyum sini, “Tuan Ling Jun sepertinya salah paham. Nona Jenni adalah sekertaris pribadiku. Jadi, wajar saja kalau dia selalu mendampingiku,” ungkapnya.
Ling Jun menggertakkan giginya mendengar semua itu, “Saya tidak mengetahui semua itu, saya harap Tuan Muda dapat memaklumi perkataan yang sebelumnya.”
Ling Jun segera mengundurkan diri setelah mengatakan itu, disusul Ling Qian yang undur diri tak lama setelahnya.
“Nathan, kamu bisa tinggalkan kami berdua di tempat ini!” ujar Zou Chen, sambil menarik Jenni dan membuatnya duduk di atas pangkuannya.
__ADS_1
Nathan pun segera pergi karena tidak ingin menjadi pengganggu aktivitas mereka.
“Semua orang sudah pergi, apa kita bisa memulainya? Bukannya semalam kamu mengatakan ingin melakukannya di ruang rapat?” bisik Zou Chen.
Sambil tersenyum genit, Jenni menggulung roknya, dan mengatur posisi duduk yang pas untuknya.
“Sayang, mau aku yang buka, atau kamu yang membukanya sendiri?” Jenni menunjuk kancing pakaian kantor yang dia pakai.
Zou Chen tidak berlama-lama langsung membuka seluruh kancing pakaian Jenni, dan seketika pandangannya tidak bisa teralihkan dari keindahan di depan matanya.
Perlahan keduanya hanyut dalam permainan panas di dalam ruangan rapat.
“Hah, mereka yang melakukan itu, tapi kenapa juga harus aku yang repot menjaga tempat untuk mereka.”
Nathan berdiri di satu-satunya jalan yang mengarah ke ruang rapat, dia berdiri di tempat itu, dan menjaga supaya tidak ada satu orang pun yang pergi ke ruang rapat. Selain itu, dia juga harus bertahan dari godaan suara lirih yang terdengar dari ruang rapat, yang sebenarnya sudah diatur kedap suara.
Tiga puluh menit berlalu, Jenni masih duduk di atas pangkuan Zou Chen, sembari mengatur nafasnya.
Jenni bangkit berdiri, saat nafasnya sudah kembali normal.
“Sayang, apa kamu benar-benar menginginkan aku secepatnya hamil? Mungkin tida lama lagi aku akan benar-benar hamil, kalau kamu terus melakukan ini padaku!” ujar Jenni yang sebenarnya masih ingin melanjutkan permainannya bersama Zou Chen.
Zou Chen senang kalau kekasihnya benar-benar hamil, dan tentu dia dengan penuh kasih sayang akan merawat buah hatinya yang terlahir dari rahim Jenni.
“Apa kamu masih menginginkannya?” tanya Zou Chen sambil terkekeh kecil.
“Tidak untuk sekarang, lebih baik sekarang kita bersiap karena tidak lama lagi kita harus pergi ke universitas,” balas Jenni.
“Aku melupakan itu, tapi sebaiknya kita membersihkan diri sebelum pergi. Aku tidak ingin ada yang mencium bau aneh dari tubuh kita,” ujar Zou Chen segera merapikan celananya, begitu juga dengan Jenni yang segera memakai kembali pakaian, dan merapikan rok span pendeknya.
Zou Chen segera meraih tangan Jenni setelah keduanya sama-sama rapi.
Keduanya melangkah pergi meninggalkan ruang rapat, pergi menuju ruang kerja Zou Chen, dimana semua perlengkapan kuliah mereka sudah dipersiapkan di tempat itu.
__ADS_1
“Sayang, kamu atau aku yang duluan membersihkan diri? Aku rasa kamar mandi di tempat ini tidak seluas di Mansion.” ujar Jenni yang baru saja mengunci pintu ruang kerja Zou Chen.
“Ruangan itu masih cukup untuk kita gunakan berdua.”
“Namun ingat, jangan melakukan yang aneh-aneh karena kita tidak memiliki banyak waktu untuk itu.” Jenni menarik Zou Chen masuk ke kamar mandi.
Keduanya segera membersihkan diri, tanpa ada adegan panas yang mengiringinya, tapi bukan Zou Chen namanya kalau tidak menggoda Jenni. Sesekali dia menyentuhkan miliknya ke bagian belakang tubuh Jenni. Sebenarnya dia ingin melakukannya lagi, tapi menyadari waktu yang tidak memungkinkan, akhirnya dia cuma bisa menahan itu setidaknya sampai kembali ke Mansion.
Dua puluh menit berlalu, mereka keluar dari kamar mandi dan segera bersiap pergi ke universitas.
“Sayang.”
Zou Chen menoleh saat Jenni memanggilnya, wanita itu butuh bantuannya menaikkan resleting pakaian yang berada di bagian belakang.
“Lain kali gunakan pakaian yang lebih longgar,” ujar Zou Chen melihat pakaian yang digunakan Jenni cukup jelas mempertontonkan lekuk indah tubuhnya.
“Aku tadi cukup terburu-buru saat mengambil pakaian ganti, dan tanpa sadar justru ke ambil pakaian ini. Lain kali, aku akan memakai yang lebih longgar saat di luar.” Jenni mencium singkat bibir Zou Chen, supaya kekasihnya itu berhenti menggerutu, dan lagi ini memang salahnya yang salah mengambil pakaian ganti.
Setelah menghela nafas panjang Zou Chen tidak lagi mempermasalahkan pakaian Jenni, dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk segera pergi ke universitas.
Namun, kali ini Zou Chen memutuskan mengendarai salah satu mobil terbaik di garasinya menuju universitas, dan dia yakin kedatangannya akan membuat kehebohan.
Zou Chen tidak ingin menutupi jatidirinya, sekaligus membungkam mulut orang-orang yang selama ini menghina Jenni karena memilih menjadi kekasihnya, disaat ada Ling Jun yang sepenuh hati mencintainya.
‘Yah, aku akan membuat banyak orang kecewa karena tau aku jauh lebih baik dari idola mereka’ kata Zou Chen dalam hati, yang sedang bersemangat mengemudikan mobilnya menuju universitas.
Sedangkan di sampingnya, Jenni hanya bisa tersenyum melihat kekasihnya, yang rela menunjukkan jatidirinya untuk membalas orang-orang yang selama ini selalu menghinanya.
‘Pilihanku tidak salah, dia memang yang terbaik untuk menjadi pemilik hatiku’ ungkapnya dalam hati.
°°°
Bersambung...
__ADS_1
jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...