
Tiga hari berlalu dengan cepat.
Pagi ini Zou Chen dan Jenni sudah berada di dalam mobil mewah yang akan membawa mereka ke markas utama organisasi Black Mamba, yang berada di Kota Beijing.
Nampak dua mobil berada di depan dan belakang mobil mereka, memberi pengawalan ketat setelah tersiar nya kabar adanya tiga organisasi dunia bawah di Kota Beijing yang mengincar Jenni, kekasih pemimpin tertinggi organisasi Black Mamba.
Setelah satu jam berada di mobil yang dikemudikan langsung oleh Zou Gao, mereka akhirnya sampai di Mansion yang letaknya tidak terlalu jauh dari hutan. Walau letaknya di dekat hutan, Mansion yang menjadi markas organisasi Black Mamba jauh lebih besar dari yang selama ini mereka tempati.
Lee Zhou dan Bella sudah menunggu kedatangan mereka, dan segera saja Lee Zhou membukakan pintu untuk tuan mudanya sementara Bella membukakan pintu untuk Jenni. Sama-sama memakai pakaian santai dengan warna senada, Zou Chen dan Jenni nampak begitu serasi.
Memasuki bagian dalam Mansion, Lee Zhou mengarahkan keduanya menuju halaman belakang untuk menemui anggota organisasi Black Mamba yang sedang melakukan apel pagi.
Melihat kedatangan Zou Chen, seluruh anggota organisasi Black Mamba segera menunduk, memberi penghormatan. Walau ini adalah pertemuan pertama mereka dengan Zou Chen, tapi mereka langsung mengenalinya karena semua anggota organisasi Black Mamba telah melihat foto Zou Chen saat melakukan sumpah kesetiaan.
“Selamat datang, Tuan Muda!” sapa seluruh anggota organisasi, yang dibalas Zou Chen dengan senyuman kecil, lain halnya dengan Jenni, yang hanya memberikan tatapan datar pada seluruh anggota organisasi Black Mamba.
Zou Chen dan Jenni pergi ke tempat duduk yang disediakan di halaman belakang, khusus menyambut kedatangan mereka.
“Tuan Muda, kami berhasil menangkap salah satu orang yang dua hari ini terus memantau Nona Jenni,” kata Lee Zhou sembari memerintahkan beberapa orang untuk menyeret seorang pria yang semalam ditangkap setelah beberapa hari terus mengamati Mansion, terutama dia terus mengikuti kemanapun Jenni pergi, bahkan di satu kesempatan dimana Jenni sedang sendirian berada di toilet restoran, orang itu hampir berhasil menculiknya. Beruntung ada petugas keamanan yang memergoki aksinya.
Pria dengan wajah babak belur diseret dua orang ke hadapan Zou Chen, sekilas melihat dari tato yang berada di lengan pria itu, Zou Chen dan yang lainnya tahu organisasi mana yang mengincar Jenni.
“Kenapa kamu mengincar kekasihku?” tanya Zou Chen.
__ADS_1
“Cih, aku tidak akan mengatakan apapun padamu!” balasnya acuh.
Zou Chen bangkit dari tempat duduknya, lalu dia melayangkan tendangan ke wajah pria itu sampai membuatnya kehilangan kesadaran.
“Bunuh saja orang yang tidak bisa diajak kerjasama! Lagian, kita bisa langsung menanyakan itu ke pemimpin mereka,” kata Zou Chen lalu dia kembali kedalam Mansion, tepatnya dia dan Jenni menuju ruangan khusus yang digunakan sebagai tempat latihan menembak.
“Apa tidak masalah langsung membunuh orang itu? Setidaknya dapatkan sedikit saja informasi darinya,” ujar Jenni menyampaikan pendapatnya.
Zou Chen pun menggelengkan kepalanya, lalu berkata, “Orang itu akan terus tutup mulut sekali pun di siksa sampai sekarat.”
Jenni pun mengerti, dan dia tidak lanjut bertanya.
“Bagaimana, apa kamu sudah siap memulai latihan menggunakan senjata api?” tanya Zou Chen yang sudah memegang sebuah pistol dengan tangan kanannya.
“Aku sudah siap sejak tadi, tapi aku belum juga kamu berikan sebuah pistol seperti yang ada di tangan kananmu. Setidaknya beri aku satu pistol yang menurutmu cocok digunakan wanita sepertiku.” Jenni menginginkan pistol yang ringan dengan kestabilan sempurna.
“Aku rasa pistol itu yang tepat kamu gunakan. Selain ringan dan mudah dikendalikan, pistol itu juga memiliki kestabilan sempurna seperti keinginanmu,” ungkap Zou Chen menerangkan keunggulan pistol yang kini sudah berada di tangan Jenni.
Melihat sasaran tembak di depannya, Jenni langsung membuka pengunci pistol dengan mengikuti instruksi Zou Chen, lalu dia mengarahkan moncong pistolnya kearah sasaran. Selesai mengunci sasaran yang dia jadikan target tempat, Jenni langsung saja menarik pemantik dan menembakkan peluru ke sasaran.
Dor...
Peluru melesat menuju sasaran dan tepat mengenainya, bahkan peluru yang ditembakkan Jenni tepat mengenai lingkaran di tengah papan sasaran tempat yang artinya dia berhasil melakukan Zero dalam percobaan pertamanya.
__ADS_1
Dalam istilah menembak, Zero dapat diartikan arah tembakan tepat mengenai bagian tengah sasaran yang di bidik.
“Sayang, bagaimana bisa kamu melakukan itu dalam percobaan pertamamu? Apa sebelumnya kamu pernah berlatih menembak menggunakan senjata api?” tanya Zou Chen yang dibuat kagum dengan bakat alami yang dimiliki kekasihnya.
“Aku tidak pernah berlatih menembak menggunakan senjata api, tapi aku pernah menjadi juara pertama lomba memanah saat masih di bangku sekolah menengah, dan aku merasa menembak menggunakan pistol jauh lebih mudah dari daripada mengarahkan anak panah ke sasaran,” jawab Jenni yang membuat Zou Chen semakin kagum dengan wanita yang begitu dia cintai.
“Apa kamu ingin berlatih dengan senjata yang lebih berat?” tanya Zou Chen tiba-tiba.
Jenni nampak sedang berpikir, tapi tak lama dia menggelengkan kepala sembari berkata, “Untuk sekarang aku cukup dengan pistol ringan, tapi kedepannya mungkin aku akan berlatih menggunakan senjata yang lebih berat.”
Zou Chen tidak memaksa Jenni melakukan sesuai apa yang menjadi keinginannya. Dia memberinya kebebasan melakukan apapun sesuai keinginannya. Baginya, kebahagiaan Jenni jauh lebih penting dari keinginannya.
‘Terlalu banyak orang!’ kata Zou Chen dalam hati melihat ruangan tempat latihan menembak yang dipenuhi banyak orang, sehingga dia tidak bisa bermesraan dengan kekasihnya.
Zou Chen terus saja menemani Jenni yang masih ingin melanjutkan latihan menembaknya, kali ini dia mengincar sasaran yang lebih jauh dari sebelumnya. Walau sudah mengincar sasaran yang lebih jauh, masih saja di dapat melakukan Zero, bahkan tidak cukup sekali, Jenni melakukan itu di semua peluru yang dia tembakkan.
‘Bakat yang sangat luar biasa, aku tidak dapat membayangkan apa yang dapat mereka lakukan, disaat nantinya Nona Jenni sudah berada di level yang sama dengan Tuan Muda’ kata Zou Gao dalam hati, yang diam-diam terus memperhatikan kegiatan mereka.
‘Akan tetapi untuk sekarang Nona Jenni masih belum siap untuk berhadapan dengan orang-orang yang mengincarnya, dan sepertinya aku tahu siapa dalang utama yang menyebabkan Nona Jenni menjadi incaran tiga organisasi dunia bawah Kota Beijing’ lanjutnya, sembari mengingat wanita yang beberapa hari yang lalu sempat bersitegang dengan Jenni.
Tanpa memberitahu Zou Chen, Zou Gao telah menyiapkan sebuah rencana untuk menghancurkan tiga organisasi yang mengincar Jenni, dan dia akan menyeret dalang utamanya ke hadapan Jenni dalam keadaan hidup atau mati.
°°°
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...