
Kantor Ling Company.
“Ayah, maafkan aku yang tidak bisa menjaga warisan yang engkau percayakan padaku,” katanya lirih dengan kepala tertunduk dipenuhi rasa penyesalan.
Tiba-tiba dia menengadahkan kepalanya memandangi gedung menjulang tinggi yang tak lagi dipenuhi cahaya lampu seperti malam-malam sebelumnya.
“Ling Chen, cuma dia yang bisa aku harapkan.” Ling Feng mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
Menggeser layar ponsel mencari nomor orang yang ingin dia hubungi.
Ling Feng dilanda keraguan saat nomor Zou Chen sudah berada di layar ponselnya.
“Apa aku masih pantas meminta bantuannya setelah apa yang sudah aku lakukan padanya? Dia bahkan sukses bukan karena campur tanganku.”
Ling Feng bingung harus melakukan apa.
“Hah, tidak ada gunanya aku menyesali apa yang sudah terjadi.”
“Lebih baik aku memulainya dari awal, dan yang terpenting secepatnya aku harus menyerahkan apa yang kakek wariskan pada satu-satunya putraku.”
Kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya, Ling Feng melangkahkan kaki masuk kedalam mobil, lalu pergi meninggalkan kantor Ling Company yang sudah resmi di tutup.
°°°
Markas utama Black Mamba dan Black Rose.
“Tuan Muda, apa sebaiknya yang kita lakukan untuk sedikit menyentil keluarga Huang?” tanya Zou Gao yang begitu ingin menghancurkan keluarga Huang.
“Menurut Paman, apa perlu kita menghancurkan mereka seperti keluarga Li?” tanya balik Zou Chen.
“Kalau Tuan Muda menginginkan itu, dengan senang hati saya akan melakukannya,” balas Zou Gao bersungguh-sungguh.
Zou Chen menggelengkan kepalanya.
“Cukup batalkan seluruh kerjasama dengan keluarga Huang, dan lakukan kerjasama dengan keluarga Tian yang selama ini menjadi rival utama keluarga itu!” perintah Zou Chen.
‘Tidak ingin menghancurkan secara langsung, tapi ingin meminjam tangan orang lain untuk menghancurkan keluarga Huang, Tuan Muda selalu berpikir selangkah lebih maju dariku’ ungkap Zou Gao dalam hati.
Zou Gao mengerti apa yang menjadi keinginan tuan mudanya, dan segera dia undur diri untuk mengerjakan apa yang sudah diperintahkan Zou Chen.
“Tidak ada kata maaf untuk siapa saja yang ingin berbuat buruk pada orang-orang yang aku cintai,” ujarnya perlahan melangkahkan kaki meninggalkan halaman belakang.
__ADS_1
Sampai di dalam ruang luas tempat semua sedang berkumpul, Zou Chen menerima panggilan dari nomor yang tidak dia kenal.
Rasanya dia tidak ingin menjawab panggilan di ponselnya, tapi hati kecilnya terus mengatakan untuk menjawabnya, dan pada akhirnya dia menggeser layar ponsel menjawab panggilan yang sudah terulang sebanyak dua kali.
“Halo selamat malam, apa benar ini keluarga Tuan Ling Feng? Kami dari petugas kepolisian ingin mengabarkan kalau Tuan Ling Feng baru terlibat kecelakaan dan sedang dirawat di rumah sakit pusat Kota Beijing,” kata orang yang menghubungi Zou Chen begitu panggilannya dijawab.
Zou Chen terkejut mendengar kabar kecelakaan yang menimpa ayahnya, tapi dengan cepat dian menenangkan diri, lalu membalas, “Terimakasih atas informasinya.”
“Paman, siapkan mobil!” perintahnya pada Zou Yao, “Aku hanya keluar sebentar,” imbuhnya saat Jenni dan yang lainnya menatap kearahnya.
Zou Chen segera pergi menyusul Zou Yao yang lebih dulu pergi menyiapkan mobil.
Masuk kedalam mobil, Zou Chen duduk di kursi penumpang dekat dengan pengemudi, “Pergi ke rumah sakit pusat Kota Beijing! Kalau bisa, secepatnya kita harus sampai ke tempat itu!” kata Zou Chen sambil menggeser layar ponselnya.
Zou Yao segera mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit pusat Kota Beijing, tanpa bertanya apa yang ingin dilakukan Zou Chen di tempat itu.
Zou Chen menghubungi Bella begitu menemukan nomor wanita itu di ponselnya.
“Bella, selidiki kecelakaan yang menimpa Ling Feng! Aku merasa ada yang tidak benar dengan kecelakaan yang menimpanya.”
“Serahkan tugas itu padaku,” balas Bella yang langsung menggunakan keahliannya, mencari penyebab kecelakaan Ling Feng.
Zou Chen memutuskan panggilan.
“Tuan Muda, apa benar Tuan Ling Feng mengalami kecelakaan? Kalau benar, kenapa Tuan Muda tidak memberitahu kabar itu pada Nyoya dan yang lainnya?” tanya Zou Yao.
“Dia memang kecelakaan, dan aku belum tahu bagaimana keadaannya,” jawab Zou Chen.
“Aku ingin memastikan dulu keadaannya, baru memberitahu apa yang sebenarnya terjadi pada Ibu dan yang lainnya,” imbuhnya.
Zou Chen sebenarnya tidak ingin membuat Ibu, kakak dan adiknya sedih saat mendengar kabar kecelakaan Ling Feng, karena itu dia ingin terlebih dahulu memastikan keadaan pria itu.
‘Sepertinya Tuan Muda sangar mengkhawatirkan keadaan Tuan Ling Feng, semoga saja kecelakaan itu tidak membahayakan nyawanya’ ungkap Zou Yao dalam hati.
Satu jam berlalu mobil yang dikemudikan Zou Yao telah berhenti di area parkir rumah sakit, dan dua orang di dalamnya segera keluar meninggalkan mobil.
“Pasien atas nama Ling Feng?” tanya Zou Yao pada petugas resepsionis rumah sakit.
“Pasien atas nama Tuan Ling Feng baru dipindahkan ke kamar rawat ekonomi di lantai dua, dan belum menyelesaikan semua biaya administrasi.”
“Pindahkan pasien atas nama Ling Feng keruangan terbaik di rumah sakit ini! Aku akan membayar semua biaya perawatannya.” Zou Chen melunasi semua biaya perawatan Ling Feng.
__ADS_1
“Pasien segera kami pindahkan ke ruangan VVIP tipe A.” Resepsionis menghubungi petugas yang berjaga untuk mengatur perpindahan kamar Ling Feng.
Ruangan VVIP tipe A berada di lantai sepuluh, Zou Chen dan Zou Yao yang didampingi salah satu resepsionis, segera pergi ke ruangan yang akan ditempati Ling Feng.
“Apa kamu tahu bagaimana keadaan pasien saat ini?” tanya Zou Yao pada resepsionis.
“Kondisi Tuan Ling Feng sudah stabil. Tidak ada yang serius dari lukanya, selain retaknya beberapa tulang rusuk. Untuk lebih jelasnya, Tuan dapat menanyakan pada dokter yang bertugas memeriksa keadaan Tuan Ling Feng.”
Zou Yao menganggukkan kepalanya mengerti.
Zou Chen dan Zou Yao segera masuk ke ruangan, tak lama setelah Ling Feng dipindahkan di ruangan itu.
“Tuan, di ruangan ini juga tersedia kamar tidur untuk keluarga pasien yang ingin bermalam, menemani pasien.” Resepsionis menunjukkan kamar inap untuk keluarga, dan setelah semua tugasnya selesai dia undur diri meninggalkan ruangan.
“Paman, tolong hubungi Ibu dan katakan tentang apa yang menimpa orang itu! Sekalian jelaskan keadaanya pada mereka.” Zou Chen duduk di sofa, sembari melihat Ling Feng yang terbaring di atas tempat tidur, dan tidak terlihat tanda-tanda orang itu ingin membuka matanya.
Satu jam berlalu, Yun Shui, Jenni dan yang lainnya datang, tapi tidak dengan kedelapan anak-anak yang kemungkinan sudah tertidur. Walau hubungannya dengan Ling Feng memburuk, Yun Shui terlihat khawatir dengan keadaan pria itu.
“Sayang, apa benar tidak ada yang perlu di khawatirkan dari keadaan Ayah?” tanya Jenni, begitu saja duduk di sebelah Zou Chen.
Zou Chen menganggukkan kepalanya, “Untuk lebih jelasnya, kita akan menanyakan pada dokter yang sebentar lagi akan datang.” balas Zou Chen.
Dokter yang akan memeriksa keadaan Ling Feng datang dengan di temani seorang suster, tepat setelah Zou Chen menyelesaikan kata-katanya.
“Sayang, tetap di sini temani kakak dan adik!” kata Zou Chen, lalu dia keluar dari ruangan untuk menjawab panggilan telepon dari Bella.
Zou Chen berjalan ke tempat yang sepi, baru dia menjawab panggilan Bella, “Bagaimana, apa kamu sudah menemukan penyebab kecelakaannya?” tanyanya.
“Tuan Muda, ada yang melakukan sabotase pada mobil Tuan Ling Feng, dan kemungkinan orang itu merusak sistem pengereman mobil yang dikendarai Tuan Ling Feng.”
“Siapa orang yang melakukan itu?”
“Vanesa Zhu, dan seorang pemuda yang posturnya mirip Tuan Muda Ling Qian terlihat melakukan sesuatu pada mobil milik Tuan Ling Feng. Semua terlihat jelas di CCTV yang terpasang di parkiran kantor Ling Company.”
Zou Chen tersenyum mendengar itu karena sejak awal dia sudah menduga merekalah yang menyabotase mobil Ling Feng sampai membuatnya terlibat kecelakaan.
“Baiklah aku akan memberi hadiah menarik pada mereka karena telah melakukan hal buruk pada keluargaku, sekalipun yang mereka sakiti bukan orang yang dekat denganku!” Zou Chen mengakhiri panggilan telepon, dan segera kembali kedalam ruangan tempat Ling Feng dirawat.
°°°
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like, dan komentarnya. Terimakasih...